MONSTER HUNTER-13 DEMON KIDS

MONSTER HUNTER-13 DEMON KIDS
MEMBURU CYCLOPS*


__ADS_3

Mereka bicara dalam bahasa Mitologi. Terjemahan.


Satyr dan anak-anak tampak serius mencari gua-gua yang berada dalam penjara Hades. Siapa sangka, ternyata penjara itu sangat luas bahkan tak seperti sebuah penjara karena para makhluknya dibiarkan bebas entah apa maksud dari pembuatnya.


Lama mereka berkeliling dan saat menemukan sebuah gua, ternyata bukan Cyclops yang menempatinya.


Satyr dan para remaja itu mulai frustasi. Hari mulai terik dan rasa lelah telah menghampiri jiwa orang-orang itu.


"Kita istirahat dulu saja. Perutku sudah bergemuruh. Ini tandanya makan siang," keluh Vadim seraya mengelus perut buncitnya.


"Aku setuju. Aku haus sekali. Mataku juga pedas," keluh Ryan seraya mengucek matanya.


Di penjara Hades, tempat itu memiliki angin. Sedang ketika anak-anak itu menjelajah planet Mitologi, hampir tak ada angin yang dirasakan meski terbang sekalipun.


"Oke. Kita mendarat," sahut Gibson seraya mengarahkan kawan-kawannya untuk mendarat di sebuah tempat seperti pegunungan dengan banyak batu besar serta pepohonan di sekitar.


Namun, tempat itu tampak sepi dan sedikit berkabut. Selain itu, udara terasa pengap dan panas.


"Hem, aku sepertinya belum pernah menjelajah sampai di sini," ucap Satyr seraya bertolak pinggang menoleh ke kanan dan ke kiri.


"Oh, benarkah?" sahut Nicolas, dan Satyr menjawabnya dengan anggukan.


"Aku tak ingat ada batu-batu model disusun seperti itu yang membentuk formasi. Lalu ... kabut ini, aromanya bukan seperti udara, melainkan ...."


"Oh! Ini asap dari sebuah pembakaran!" pekik Gibson langsung berdiri yang tadinya ia duduk di samping Ryan.


"Kau benar! Namun, di mana lokasi pembakaran itu? Aku tak melihat ada rumah, gua, atau ...," sahut Harun seraya melihat sekitar.


"Hei! Lihat itu!" tunjuk Bara yang kembali terbang ke atas langit dan melihat kepulan seperti asap keluar dari celah-celah batu yang tertutup semak.


Semua anak segera berlari ke wilayah yang ditunjuk oleh Bara. Gibson dan lainnya mengamati batu-batu besar itu dengan semak di sekitarnya.


Asap-asap pekat keluar dari bawah batu dan semak itu serta tercium aroma seperti pembakaran.


"Jangan-jangan, ada semacam pabrik di bawah tanah ini," ucap Lazarus menduga.


"Ya, bisa jadi. Mungkin batu-batu dan semak-semak ini semacam ventilasi pembuangan yang sengaja dikamuflasekan untuk menutupi sesuatu, sehingga terlihat bagaikan kabut," imbuh Timo.


Semua anak mengangguk setuju. Gibson meminta kawan-kawannya berpencar dan mencari sebuah lubang atau pintu masuk di sekitar wilayah tersebut.


"Aku yakin, kali ini kita menemukan Cyclops," ujar Gibson yang mengejutkan semua orang.


"Kau menduga ini ulah Cyclops?" tanya Satyr menatap Gibson lekat. Pemuda itu mengangguk. "Kenapa kau bisa yakin jika Cyclops pelakunya?"


"Katamu ... Cyclops pembuat senjata 'kan? Aku rasa dia sedang memproduksi melihat banyaknya asap yang keluar. Selain itu, coba tempelkan telingamu di atas tanah. Terdengar seperti ada suara dentuman layaknya besi ditempa. Pasti ada gua di bawahnya. Namun, aku tak mau ambil risiko dengan melubangi atau menghancurkan tanah. Lebih baik, kita cari pintu masuk dan sergap dia diam-diam," jawab Gibson serius.


Satyr tersenyum tipis dengan anggukan. Dia ikut mencari lokasi persembunyian Cyclops.


Hingga akhirnya, "Gibson!" panggil Ryan yang merubah dirinya menjadi Tuan Pohon.


Gibson segera mendekat dan menatap tangan kayu Ryan saksama yang ternyata masuk ke dalam tanah layaknya akar menjalar.


"Ternyata, aku memiliki kemampuan lain. Aku bisa merasakan getaran di dalam tanah, dan hebatnya, aku bisa melihat dari rongga tanganku yang menjadi akar. Ada gua di bawah tempat ini. Aku sedang mencoba memanjangkan akar kayuku untuk mencari pintu masuknya," ucap Ryan pelan, tapi membuat wajah Gibson berbinar.


"Kau sungguh keren, Ryan. Oke! Berjuanglah. Kau pasti akan menemukannya. Aku akan meminta kawan-kawan lainnya bersiap," puji Gibson seraya menepuk pundak kayu Ryan.


Pemuda berdarah Amerika-India itu tampak fokus dengan aktivitasnya. Kedua tangan kayunya yang berubah menjadi akar, terus menjalar dan menggali tanah.


Satyr dan anak-anak yang mendengar temuan Ryan segera berkumpul. Mereka ikut takjub saat melihat Ryan sepertinya begitu serius memanfaatkan kemampuannya.


Tiba-tiba, "Oh!" kejutnya yang membuat semua anak ikut tersentak.


"Ada apa?" tanya Czar seraya mendekat.


"Aku melihat makhluk seperti manusia raksasa. Hanya saja, dia memunggungiku. Dia berjalan ke sebuah terowongan entah menuju ke mana. Hanya saja, aku tak bisa mengikutinya. Entah kenapa, kemampuanku ini membuatku lelah," jawab Ryan terdengar lesu.


"Jangan paksakan diri, Ryan. Kau harus jaga staminamu," ucap Rex cemas. Ryan mengangguk.


"Oke. Di sebelah mana kau melihat pergerakan raksasa itu?" tanya Gibson menatap wajah Tuan Pohon lekat.


"Di tangan kananku. Aku akan menaikkan akarku agar kalian bisa mengikuti arahnya," jawab Ryan seraya menggerakkan lengan kanannya.


Seketika, muncul retakan di permukaan tanah dengan akar-akar mencuat di atasnya. Semua anak tampak kagum karena ternyata, akar itu sangat panjang dan menyelinap di antara semak seperti menuju ke suatu tempat.


"Bagus, Ryan. Tetaplah di sini. Kami akan mengikuti petunjukmu!" titah Gibson.


Ryan mengangguk masih dalam posisi bersimpuh ditemani Satyr yang ikut berjongkok di sampingnya.


Anak-anak berlari kecil mengikuti pergerakan akar pohon Ryan yang ternyata membawa mereka jauh dari wilayah hutan.


Para remaja itu menuruni bukit di mana asap mulai terlihat semakin pekat di dekat gunung.


"Hati-hati, banyak lumut. Awas tergelincir!" seru Bara yang masih bertahan dengan wujud Kesatria Garuda dan terbang melayang di depan sekumpulan kawan-kawannya.


Bara membantu menghalau kepulan asap karena mengganggu pandangan kawan-kawan menggunakan sayapnya.

__ADS_1


Anak-anak yang berubah dalam wujud manusia merasa tertolong karena asap itu mengganggu penglihatan dan membuat sesak napas jika dihirup.


Czar dan Vadim akhirnya ikut berubah karena kepulan asap makin pekat serta berwarna sedikit hitam. Saat mereka memasuki wilayah bukit berbatu, tiba-tiba ....


"Woah!" seru Czar terkejut dan langsung terbang mundur ketika mendapati sosok raksasa berwujud layaknya manusia berjenis kelamiin laki-laki muncul di hadapannya.



Semua anak menghentikan langkah dan menyadari, jika sosok itu adalah Cyclops. Makhluk itu bermata satu dan membawa kapak dalam genggaman sebagai senjata.


"Hempf. Aku mendengar kabar jika kalian utusan Oag untuk menyeret beberapa makhluk mitologi kepada sosok hitam," ucap raksasa itu seraya mengamati satu per satu para anak manusia yang berdiri yang hanya setinggi lututnya saja.


"Baguslah. Kalau begitu, serahkan diri dan segera temui sosok hitam!" sahut Lazarus.


Akan tetapi, "Hahahaha!" tawa Cyclops dengan suara besar yang mengejutkan anak-anak. "Jangan harap!" teriaknya tiba-tiba marah seraya mengayunkan kapak besarnya.


"Awas!" seru Gibson terkejut karena Cyclops dengan gesit menyerang.


Semua anak-anak berhambur untuk menyelamatkan diri dari serangan gesit Cyclops.


Ryan yang melihat dari rongga mata di akarnya segera menarik sulur dengan cepat. Satyr yang masih berada di samping Ryan segera berdiri dan menatap wajah Tuan Pohon dengan serius.


"Ada apa?" tanya Satyr karena melihat Ryan seperti terburu-buru.


"Mereka menemukan Cyclops dan sedang diserang! Kita harus menolong teman-teman!" jawab Ryan panik.


"Ayo!" ajak Satyr bergegas.


Ryan dengan sigap mengubah dirinya menjadi manusia lagi. Bara dan teman-temannya yang tadi menjadi makhluk mitologi ikut berubah menjadi manusia usai melihat akar pohon Ryan ditarik.


Hal itu pertanda, jika ia dan Satyr sedang dalam perjalanan mendatangi mereka.


KRAKK!!


"Dia kuat sekali!" pekik Nicolas karena kapak Cyclops mampu membelah batu besar hanya sekali ayun.


"Hati-hati! Teruslah menghindar sampai Satyr datang!" seru Boas.


Namun ternyata, Cyclops mendengar hal tersebut. Benar saja, Satyr muncul dan berdiri di kejauhan menatap raksasa itu tajam dengan seruling siap ia tiup.


Mata Cyclops melebar. Ia berlari menjauh dari kumpulan anak-anak yang bersembunyi dari amukannya.


"Fuuu ...."


"Harghhh!" erang Cyclops seraya berlari kencang.


"Oh! Di mana dia? Ia menghilang!" pekik Timo sampai matanya melebar ketika raksasa itu menuruni bukit dan sosok besarnya hilang begitu saja dari pandangan.


"Jangan biarkan dia kabur. Kejar dia!" seru Vadim.


Semua anak keluar dari persembunyian dan berlari mengejar raksasa tersebut. Satyr menghentikan tiupannya dan ikut berlari.


Namun tiba-tiba, "Harrghhh!"


"AAAA!" teriak Rex ketika tubuhnya ditangkap oleh Cyclops yang ternyata bersembunyi di balik celah turunan bukit.


Semua anak terkejut ketika melihat telinga raksasa itu disumpal dengan sebuah benda seperti sudah tahu dampak dari seruling Satyr.


Benar saja, tiupan seruling Satyr tak berguna untuknya. Malah, mulut raksasa itu terbuka lebar seperti siap untuk menyantap Rex hidup-hidup.


"Tidak mempan!" teriak Satyr kesal karena tak menyangka raksasa itu cukup cerdik.


"AAA! AAAA!" teriak Rex panik saat melihat mulut besar raksasa itu siap menelannya.


"Rexy!" teriak Bara dengan mata melotot.


"Semuanya, berubah!" titah Gibson usai melihat usaha seruling Satyr tak membuahkan hasil.


Mata Rex melotot saat ia dijatuhkan dari apitan jari besar Cyclops agar masuk ke mulut. Mata semua anak melebar melihat Rex siap dilahap oleh raksasa besar.


Namun seketika, BRUKK!!


"Harghhh!!"


"Hebat, Rexy!" teriak Boas sampai tangannya terangkat ke atas karena Rex dengan sigap mengubah dirinya menjadi naga, dan tubuh besarnya menindih wajah raksasa itu.


"Rencana kedua! Racuni dia!" seru Gibson di kejauhan dengan wujud Hanoman.


Segera, semua anak berlari menghindar. Rex yang berhasil menggencet leher Cyclops segera memposisikan dirinya dengan gagah.


Raksasa itu tak berkutik karena kini tubuhnya terhimpit oleh Rex. Mata raksasa itu melebar ketika melihat wajah naga Rex diposisikan tepat ke matanya.


Rex siap untuk menyemburkan asap beracunnya untuk membunuh Cyclops.


Namun, "Rex!" teriak Gibson saat melihat tangan Cyclops yang memegang kapak berayun dan siap untuk membelah tubuh naga itu.

__ADS_1


"Arghh! Tak akan kubiarkan!" teriak Harun dengan sigap berlari keluar dari persembunyiannya.


"GOARRR!" erang Harun yang berhasil menangkap tangan Cyclops saat kapak itu nyaris tertancap di punggung naga Rex.


Mata Rex melebar saat melihat Harun menahan tangan besar itu agar kapaknya tak menggores tubuhnya.


"Selesaikan, Rexy!" teriak Harun lantang dan berusaha sekuat tenaga menahan pergerakan Cyclops yang ternyata bertenaga super.


Namun, lagi-lagi, "Arrrghh!" erang Rex ketika leher naganya ditangkap oleh tangan kiri Cyclops dan ditarik kuat seperti ingin disingkirkan.


"Semuanya! Tahan dia!" teriak Gibson lantang.


Segera, semua anak-anak mengerubungi tubuh Cyclops yang meronta karena kini dikepung dan dipegangi kuat. Sayangnya, Rex tak bisa menyemburkan asap beracun karena lehernya dicekik.


"Hiyahhh!"


SHOOT! CRATT!!


"HAARRGHHH!" erang Cyclops ketika melihat seorang Elf betina melompat dari balik tubuh naga Rex lalu melesatkan anak panah tepat di mata besarnya.


Cyclops meraung kesakitan dan berusaha memberontak melepaskan cengkeraman anak-anak itu.


Sayangnya, para anak manusia yang berubah menjadi makhluk mitologi tersebut tak membiarkan hal itu terjadi.


"Heyahhh!" seru Lazarus dan Rangga berlari kencang ke arah Cyclops sembari mengayunkan senjata tajam mereka.


Seketika, KRASS!! BRUKK!!


"HARRGHHH!"


Tangan Cyclops yang memegang leher naga Rex terputus, begitupula yang memegang kapak karena ditebas. Kepala naga Rex langsung tergolek lemas di tanah.


"Rex! Berubahlah!" seru Lazarus saat berhasil membuat Cyclops semakin menderita karena kehilangan tangannya yang mencekik leher Rex.


Rex dengan sigap berubah menjadi manusia. Lazarus dengan wujud Centaur bergegas mengambil tubuh Rex lalu membawanya berlari menjauh.


Harun terlihat panik karena masih memegang tangan Cyclops yang membawa kapak padahal sudah putus karena ditebas oleh Rangga menggunakan kapak Minotaur.


"Kenapa masih memeluknya? Lemparkan yang jauh!" seru Rangga menatap Harun keheranan.


Harun langsung menjatuhkan potongan tangan dengan kapak masih digenggam oleh tangan besar itu. Harun bergidik ngeri melihat bulu putih Yeti-nya terkena noda darah dari raksasa itu.


"Lepaskan sumpalan di telinganya!" titah Gibson yang memegangi kaki kanan Cyclops dibantu oleh Mandarin dengan sosok Ogre agar makhluk itu tak bangkit.


Timo dan Czar dalam wujud manusia segera menarik sumpalan yang terbuat dari lilin yang mengeras di masing-masing telinga raksasa itu.


"Semuanya! Segera kembali ke wujud manusia!" titah Gibson.


Para remaja itu dengan sigap berubah dan menjauh. Satyr segera memainkan musiknya di dekat raksasa tersebut


"Fuuu ...."


"HARRGHH!!"


Cyclops meraung-raung, tapi tak bisa menutup telinga karena kehilangan dua tangannya.


"Harrghh! Haaggg!" erang Cyclops meronta karena tak bisa menahan rasa sakit dari suara seruling Satyr.


Ia bergulung-gulung di atas tanah hingga tubuhnya menghantam batu besar. Raksasa itu berhasil bangun dan berlari menjauh, tapi BRAKKK!! BRUKK!!


"Yeah!" seru anak-anak langsung bersorak gembira dengan tangan terangkat saat raksasa itu menabrak sebuah batu besar tepat di wajah lalu pingsan seketika.


Cyclops yang menjadi buta karena matanya tertancap panah Elf tak bisa melihat dengan jelas benda di depannya.


Raksasa itu tengkurap di atas tanah tak sadarkan diri dengan telinga tuli karena gendangnya pecah akibat musik Satyr.


"Huff, merepotkan," ucap Satyr terlihat lelah.


"Hehehe. Kita berhasil," ucap Mandarin tak menyangka jika usaha mereka yang melelahkan itu membuahkan hasil.


"Oke, kita harus cepat sebelum gelap. Angkat makhluk itu, Anak-anak," ucap Satyr memimpin.


"Heh, dia mulai lagi," keluh Bara yang terlihat masih lelah karena ikut menahan tubuh Cyclops saat memberontak.


Anak-anak yang mendengar hanya terkekeh. Mereka mengikat tubuh Cyclops dan siap untuk diangkut menemui sosok hitam.


Bara terlihat tak sabar untuk mendapatkan hadiahnya dengan dinyatakan lolos misi level 7.


***


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE


__ADS_1


uhuy makasih tipsnya diriku😆 kwkwkw😆


__ADS_2