
Dari kemarin baca komen kok kayaknya belom pada paham wujud Siren ya? Dibilang mirip Harpy. Lele gak sertain karena banyak gambar yg vulgar, jadi lele kasih liat menurut kisah Mitologi di Bumi ya.
Para Siren awalnya adalah para perempuan pelayan Persefone. Ketika Persefone diculik oleh Hades, Demeter memberi mereka sayap untuk ikut mencari Persefone. Para Siren akhirnya menyerah lalu tinggal di pulau Anthemoissa.
Dalam perjalanannya, Odisseus harus melewati tempat para Siren. Dia menyuruh awak kapalnya utnuk menyumbat telinga mereka dengan lilin supaya tidak mendengar nyanyian Siren.
Odisseus sendiri lebih memilih untuk diikat di tiang kapal dan tidak mau telinganya disumbat karena dia penasaran dengan nyanyian Siren.
Ketika akhirnya ia mendengar suara merdu para Siren, ia memberontak dan menyuruh awak kapalnya agar melepaskan tali yang mengikatnya. Para awak kapalnya tentu saja menolak. Ketika kapal mereka sudah jauh dari Siren dan Odisseus menjadi lebih tenang, barulah ikatannya dilepaskan.
Jadi begitu ya para LAP sekalian kisah Siren pada zamannya. Di versi lele kita buat beda. Gimana kisahnya, oke segera scroll untuk cari tahu😁
Mereka bicara dalam bahasa Mitologi. Terjemahan.
Gibson terkejut saat pandangan Siren tertuju padanya disertai seringai. Benar saja, ketika pemimpin kelompok itu menoleh ....
"Kena kau!" seru seekor Siren yang sudah mengincar Gibson. Ia terbang melesat dari balik pohon dan menerjangnya.
"Gibson!" seru Czar yang tak menyadari serangan itu.
BYURR!!
Pemuda itu dijatuhkan oleh Siren tersebut hingga jatuh ke dalam sungai deras. Gibson tercebur, tapi dengan cepat naik ke permukaan.
Namun, ia terkejut saat melihat para Siren yang bersembunyi di balik pepohonan mulai berkumpul dan bernyanyi.
"Agh! Sial!" geram Gibson karena dijebak.
Gibson berusaha untuk berenang ke tepian, tapi ada seekor Siren yang terus membidik pemuda itu karena ia terus menyerangnya.
"Arghh!"
"Gibson!" teriak Vadim saat melihat kawannya ditangkap dengan cakar dari kaki burung Siren hingga tubuhnya terangkat dari air, tapi dijatuhkan lagi dengan keras ke dalam sungai hingga pemuda itu seperti tenggelam.
"Kurang ajar!" teriak Kenta marah dan kini membidik Siren tersebut.
WHOOM!!
"Arkkk!" rintih Siren tersebut saat terkena semburan api dahsyat dari Kenta hingga tubuh burungnya terbakar.
BYUR!!
Siren tersebut tercebur ke dalam air dan panik karena tak bisa berenang. Ia terseret arus sungai dan berteriak histeris.
"Jatuhkan Phoenix itu!" seru seekor Siren dengan warna bulu cokelat pekat yang diyakini adalah pemimpin kelompok.
"Eakkk!" lengking para Siren yang kini menyerang Kenta.
Gibson yang jatuh ke air sengaja tak muncul ke permukaan. Ia terus berenang dalam air dengan pedang Elf dalam genggaman.
Gibson yang ahli berenang karena pelatihan keras dari sang Ayah di laut berarus, membuatnya cukup bisa bertahan dalam arus sungai tersebut.
Gibson berusaha sekuat tenaga dengan memanfaatkan batu-batu di dasar sungai sebagai pegangan.
Ia berenang seperti merangkak mendatangi sebuah batu tempat seekor Siren yang ia duga adalah ketuanya, masih bertengger dan memberikan perintah-perintah.
Gibson memegang gagang pedangnya erat dan, "Heyahhh!!"
SPLASH! JLEB!
"Aragkk!" erang Siren tersebut ketika kaki burungnya tertusuk pedang Elf Gibson.
Siren yang terluka terkena tusukan pedang segera terbang meski harus menahan sakit yang teramat sangat dengan pedang masih menancap di kakinya.
Siren lainnya terkejut dan segera terbang untuk menyerang Gibson. Namun, pemuda itu melihat pergerakan besar itu. Ia dengan cekatan memanjat ke atas batu dan "GOARRR!!"
Para Siren terkejut dan menghentikan kepakan sayap ketika sosok Gibson berubah menjadi Hanoman.
__ADS_1
Gibson meraung seraya memukul dadanya kuat seperti King Kong yang menunjukkan kekuasaannya.
"Yeah! Bagus, Gibson!" seru Rex lantang.
Terlihat, ketua Siren berhasil melepaskan pedang yang menusuk kaki dan membuangnya ke sungai.
"Arkk! Arkk!" seru ketua Siren seperti melakukan panggilan kepada jenisnya.
Para Siren berkumpul seperti membentuk kawanan besar. Seluruh anggota tim Gibson berkumpul termasuk Timo yang berhasil selamat dan tak terseret sampai ke tebing air terjun.
Timo berpegangan kuat pada sebuah batu dan melihat kawan-kawannya ikut membentuk kawanan baik di atas batu atau pun di langit. Mereka saling berhadapan dengan kelompok Siren.
Seketika, "Serang mereka!" seru ketua Siren.
Tiba-tiba, "La la la la ...."
"Mereka bernyanyi!" seru Satyr panik.
"Semuanya, bernyanyi!" teriak Gibson lantang.
"Harggghhh!"
Sontak, para Siren terkejut saat melihat sekumpulan makhluk Mitologi itu melakukan perlawanan dengan menyanyi bersama, tapi dengan jenis berbeda.
Suara mereka yang besar bagaikan monster itu membuat telinga para Siren merasa terusik karena anak-anak menyanyikan lagu metal.
"Arg! Nyanyian apa itu? Buruk sekali!" teriak seekor Siren sampai tak bisa melanjutkan nyanyiannya karena lagu gaduh yang dinyanyikan anak-anak itu.
Malah, para remaja asal Bumi tersebut seperti sedang melakukan konser karena bergaya layaknya pemain gitar, pemain drum, bahkan Vadim dalam sosok Pegasus mengibaskan rambut kudanya dengan penuh semangat.
Para Siren menutup telinga meski masih berusaha untuk terus bernyanyi. Timo memanfaatkan kesempatan itu dengan mengambil pedang Gibson yang jatuh ke dasar sungai.
"Gibson!" panggil Timo yang muncul ke permukaan air seraya menunjukkan pedangnya.
"Sekarang!" seru Gibson lantang.
Dengan sigap, SHOOT! SHOOT! JLEB! JLEB!
"Arghhh!" erang para Siren ketika Nicolas melesatkan anak panahnya ketika para Siren lengah.
Manusia setengah burung itu merintih kesakitan dan beberapa dari mereka tercebur. Timo bergegas mendatangi para Siren yang tenggelam dalam sungai dan menyerangnya.
"Heyah!"
JLEB!
"Ohok!"
Satu per satu, para Siren yang jatuh ke sungai tewas setelah tertusuk pedang tajam yang Timo gunakan untuk melukai mereka.
"Yeah! Bagus, Timo!" seru Ryan gembira saat kelompoknya berhasil melumpuhkan para Siren.
Ketua Siren geram karena mereka dikalahkan. Ia melihat yang Timo lakukan saat membantai anak buahnya yang berusaha untuk terbang lagi, tapi dengan cepat kaki burung mereka ditangkap dan ditarik kembali hingga tenggelam dalam air.
"Akan kubunuh kau!" teriak Siren itu marah.
"Timo!" teriak Gibson saat melihat ketua Siren berhasil menangkap tubuh Merman Timo saat muncul ke permukaan.
"Arrghhh!"
"Timo!" panggil Mandarin panik karena Timo dibawa terbang menuju ke tebing jurang air terjun.
Czar, Boas dan Bara dengan sigap terbang melesat mengejar Siren tersebut. Sedang kawan-kawan lainnya masih sibuk melawan para Siren yang mencoba mencelakai mereka di atas batu.
Gibson dengan sigap melompat dari satu batu ke batu lain mengejar Siren yang menangkap Timo dalam wujud Hanoman.
"Arghhh!" teriak Timo saat tubuhnya dijatuhkan dari atas tebing air terjun.
"Timo!" teriak Czar dan lainnya saat berusaha untuk menangkap tubuh Merman lelaki asal Filipina itu.
__ADS_1
"Goarrr!" erang Gibson ikut melompat saat ketua Siren menunjukkan seringai iblisnya karena berhasil menyingkirkan Timo.
Namun, tanpa Siren sadari, BRUKK!
"Eakkk!"
"Gibson!" teriak Vadim saat melihat Gibson melompat ke tubuh Siren tersebut hingga makhluk setengah manusia setengah burung itu hampir tercebur ke air terjun.
"AAAA!" teriak Timo histeris saat tubuhnya jatuh dengan cepat dari atas tebing air terjun.
Czar menukik tajam dengan sorot mata terfokus pada sosok Merman Timo.
GRAB!
"Hah! Hah! Czar!" pekik manusia setengah ikan itu dengan napas terengah saat Czar berhasil menangkap tubuh Merman-nya.
"Gibson!" panggil Kenta saat ia kini terbang ke arah Gibson yang sedang bertarung melawan Siren di tepi air terjun.
"Harggghhh!"
KRAUKK!
"Eakkk!"
BYUR!!
"GIBSON!" teriak Ryan panik yang berlari dengan sosok Tuan Pohon di tepi sungai.
Gibson menggigit leher Siren tersebut dan membuat keduanya malah tercebur ke sungai karena Siren merintih kesakitan.
Ryan dan kawan-kawan yang berhasil melumpuhkan para Siren hingga tak bersisa kini fokus menyelamatkan Gibson karena terseret arus.
"Gibson!" panggil Rangga panik yang kembali menjadi manusia usai berhasil mengalahkan para Siren dan kini naik ke punggung naga Rex.
"Itu Gibson!" seru Harun melihat Gibson yang memegangi tubuh Siren.
"Yeah! Gibson berhasil menangkapnya!" seru Mandarin senang.
"Ayo cepat sebelum mereka jatuh ke air terjun!" perintah Lazarus.
Rex terbang melesat dan menghadang dengan tubuh naga dalam posisi melintang di tepi tebing. Ryan berdiri di tepi sungai dan terlihat seperti fokus melakukan sesuatu.
"Erghh! Ayolah ... memanjang ... memanjang ...," ucap Ryan seperti fokus melakukan sesuatu.
Tiba-tiba, "Kau hebat, Ryan! Lebih panjang lagi!" seru Bara saat melihat tangan kayu Ryan memanjang di atas permukaan sungai seperti pagar.
Rex menurunkan ekornya di mana kini Mandarin, Lazarus, Rangga, dan Harun saling berpegangan tangan untuk menggapai tubuh Gibson serta Siren.
KRAKK!
"Gibson! Gibson!" panggil Lazarus dengan tangan terulur saat melihat tubuh Gibson tersangkut di batang kayu Tuan Pohon.
"Hah, hah, kita berhasil!" ucap Gibson dengan tubuh basah kuyup dan kembali menjadi manusia.
"Yeah, kita berhasil! Ayo selesaikan!" sahut Lazarus.
Gibson mengangkat tubuh Siren dan segera dicengkeram kuat oleh Kenta dalam sosok Phoenix.
Siren yang tak sadarkan diri dalam kondisi basah kuyup dibawa terbang oleh Kenta untuk menemui sosok hitam.
Gibson meraih tangan Lazarus dan naik ke punggung naga Rex. Gibson dipeluk dan disalami oleh semua anak termasuk Satyr yang melihat aksi anak-anak itu bahkan ia tak turun tangan seperti yang sudah-sudah.
"Kalian ... memang hebat. Tinggal satu lagi dan kuyakin, kalian akan berhasil mengalahkan Chimera," ucap Satyr mantap.
Semua anak mengangguk dengan wajah berbinar. Para remaja itu bergegas meninggalkan wilayah Siren untuk menemui sosok hitam.
***
ILUSTRASI
__ADS_1
SOURCE : GOOGLE
Tips koinnya habis. Huhu sedih😭