MONSTER HUNTER-13 DEMON KIDS

MONSTER HUNTER-13 DEMON KIDS
BALA BANTUAN DATANG


__ADS_3

Saat anak-anak dilanda kepanikan dan Lazarus sampai shock karena melihat Jimmy sudah tak bernyawa, tiba-tiba, "Lazarus! Tolong!" panggil Rocky yang ternyata tubuhnya tergantung di atas pohon termasuk Peter.


Mata Lazarus melebar. Ia segera berlari untuk menyelamatkan kawannya dan kabur dari kejaran para penyihir yang akan menangkapnya.


"Agh! Oakkk!" rintih Kenta saat tubuhnya kini kembali didatangi penyihir yang membawa pisau seperti ingin menyayat punggung Phoenix-nya.


"Kenta!" panggil Jubaedah lantang saat ia berhasil membuat para penyihir kabur karena aksi lemparan batunya.


"Juby! Agh! Tolong!" teriak Kenta panik.


Jubaedah segera berlari dan kini harus menghadapi seorang penyihir yang menahan tubuh Kenta di mana kobaran api itu sudah padam.


Sosok Mitologi Phoenix Kenta sudah seperti burung biasa hanya saja warnanya merah menyala.


"Hiyahhh!"


DUAKK!


"Harghhh!"


"Ih! Ih! Rasain! Dasar nenek jahat!" geram Jubaedah terus memukul tubuh penyihir itu dengan batang kayu dalam genggamannya.


Kenta berusaha untuk melepaskan diri, tapi jeratan itu seperti sudah dimantrai sehingga ia tak bisa lolos.


Saat Jubaedah berusaha membuat penyihir itu kapok, penyihir lainnya melakukan balasan kepada gadis cantik itu.


"Juby! Awas!" teriak Kenta saat melihat seorang penyihir melemparkan batu sebagai aksi balas pada gadis cantik itu.


Seketika, DUAK! BRUKK!


"Juby!" panggil Kenta panik karena Jubaedah pingsan tak sadarkan diri.


"Hihihihi!" tawa para penyihir yang merasa telah berhasil melumpuhkan sang Lady Dragon, meski sudah berwujud manusia.


Saat seorang penyihir ingin melakukan hal yang sama seperti kawan-kawan Amerika lainnya, tiba-tiba ....


SWING! KRASS!


"Teman-teman!" panggil Kenta dengan wajah berbinar saat kawan-kawannya datang.


Rangga meminjamkan kapaknya kepada Harun dan pemuda itu mengayunkan benda tajam itu ke leher seorang penyihir yang tak menyangka dengan serangannya. Leher penyihir wanita itu terpenggal dan kepalanya menggelinding.


"Bakar!" seru Pasha lantang.


Laika mengambil kepala penyihir itu lalu melemparkannya ke kobaran api di rumah yang masih terbakar.


Pasha segera mengamankan tubuh seorang penyihir yang masih bergerak seperti nyawanya tersangkut di sana.

__ADS_1


Czar dan Rangga melepaskan ikatan ditubuh Kenta dengan membakar tali itu. Ternyata, usaha mereka berhasil. Kenta terlihat panik dan berantakan saat ditolong.


"Hei!" panggil Lazarus di atas pohon saat ia juga telah berhasil menyelamatkan Peter dan Rocky.


"Mereka selamat!" seru Laika senang.


Lazarus, Peter dan Rocky segera turun ke bawah untuk membantu Pasha mengikat tubuh penyihir yang telah kehilangan kepalanya.


"Cepat bawa pergi!" seru Pasha sekaligus merubah dirinya menjadi Manticore.


Rocky diminta ikut olehnya untuk menuju ke tempat tabung berada. Rocky menaiki punggung Pasha seraya memegangi penyihir yang masih bergerak-gerak itu.


"Juby!" panggil Lazarus panik saat melihat Jubaedah tergeletak di atas tanah dengan kepala bagian belakangnya berdarah. Lazarus merasa bersalah karena meninggalkannya.


"Apakah dia mati?" tanya Laika cemas.


"Tidak, dia masih bernapas, tapi denyut nadinya lemah," jawab Lazarus seraya menekan leher Jubaedah.


"Bawa pergi Juby dari sini. Selamatkan dia!" pinta Kenta, dan Lazarus mengangguk mengerti.


Segera, Lazarus berubah menjadi Centaur. Perubahannya menarik para penyihir, tapi kali ini para wanita ilmu hitam itu tak bisa melakukan perlawanan karena dikeroyok oleh para remaja yang ingin menangkap mereka.


Jubaedah dinaikkan ke atas punggung kuda Lazarus dengan Laika memeganginya. Lazarus berlari kencang meninggalkan hutan untuk mengamankan teman wanitanya yang terluka parah hingga tak sadarkan diri.


"Aku akan kembali ke hutan. Aku khawatir dengan lainnya," ucap Vadim saat sudah mengantarkan Nicolas dan anak-anak lainnya berkumpul.


"Kami ikut!" sahut Boas dan Bara bersamaan.


Rex ikut terbang dan meninggalkan Timo, Tina dan Azumi untuk menyelesaikan misi memasukkan para penyihir dalam tabung.


Nicolas, Ryan, Timo, Tina dan Azumi segera memasukkan para penyihir itu ke tabung secara bergantian karena tubuh yang berat. Hingga akhirnya, mereka mendapat hadiah misi.


"Oh! Aku dapat botol untuk menyelamatkan satu manusia dewasa!" seru Tina.


"Ayah sudah ditulis, lalu satu lagi ...," sahut Timo menggantung. Tina menatap Timo sedih.


"Rasanya tidak adil jika ibuku saja yang dibangkitkan. Haruskah ... kita pilih orang lain?" tanya Tina mengusulkan.


"Bagaimana jika ayah Mandarin? Kalau tidak salah, namanya Daniel Maximilian. Aku lihat pada gagang pedangnya ada nama itu. Aku yakin jika pedang tersebut milik ayahnya," sahut Azumi seraya mendekat.


Timo dan Tina saling berpandangan lalu akhirnya mengangguk setuju. Tina menuliskan nama ayah dari Mandarin pada botol dan memasukkannya.


Seketika, tampilan pada layar tabung memperlihatkan sosok pria berwajah tegas terbangun ketika ia duduk di sebuah kursi kerja.


Pria itu tampak terkejut dan langsung melihat sekitar. Ia berlari keluar dari ruang kerja seperti menyadari sesuatu jika terjadi hal buruk dengan orang-orang di sekitarnya yang tergeletak tak sadarkan diri.


"Hei!" panggil Rocky yang muncul dari langit bersama Pasha dalam wujud Manticore-nya.

__ADS_1


Anak-anak menyambut Rocky senang. Rocky membawa seorang penyihir lagi. Segera, Pasha membantu memasukkan ke dalam tabung itu, tapi malah terpeleset sehingga Pasha yang terbaca sebagai orang yang menyelesaikan misi.


"Pasha! Seharusnya aku yang mendapatkan hadiah misi, bukan kau!" teriak Rocky kesal.


Pasha tergagap karena ia tak sengaja melakukan hal tersebut.


"Aku minta maaf, aku tergelincir. Tubuh penyihir itu bergerak-gerak," ucapnya membela diri karena memang begitulah adanya.


"Kau pasti sengaja melakukannya!" sahut Rocky masih tak terima. Anak-anak lainnya segera berkumpul.


"Hei, semua penyihir yang tersisa sudah terhitung satu-satu oleh tabung ini. Kalaupun Pasha mengambil jatahmu, kau bisa mendapatkan gantinya," ucap Nicolas menengahi, tapi Rocky masih merasa dicurangi.


"Menangkap penyihir itu sulit. Bahkan Jimmy tewas karena mencoba membebaskan kami!" jawab Rocky dengan wajah merah padam dan terlihat marah kepada kawan-kawannya.


"Aku sungguh minta maaf," ucap Pasha merasa bersalah yang sudah kembali ke wujud manusianya.


Rocky yang marah pergi begitu saja meninggalkan kumpulan.


"Rocky! Stop! Kau mau ke mana? Di luar berbahaya!" tanya Ryan berteriak, tapi Rocky yang sudah diluputi kebencian tak menghiraukan ucapan dari kawan-kawannya itu.


Anak-anak panik karena Rocky malah berpisah dari mereka.


"Bagaimana ini?" tanya Azumi cemas.


"Aku akan mengawasinya," jawab Pasha serius.


"Hati-hati. Kembali kemari jika keadaan tidak memungkinkan untuk membujuk Rocky kembali," ucap Ryan, dan Pasha mengangguk mengerti.


Pasha segera berubah menjadi Manticore dan terbang dari atas untuk melihat pergerakan Rocky diam-diam.


Anak-anak lainnya segera mengambil hadiah dari misi menangkap penyihir. Hadiah Pasha dilihat oleh Tina. Ternyata, Pasha mendapatkan hadiah unik yang tak pernah mereka dapatkan sebelumnya.


"Oh! Ada tulisannya!" seru Nicolas menunjuk pada tabung tempat Pasha mendapatkan hadiahnya. Semua anak mendekat.


"Gunakan sepatu dan sarung tangan ini, maka kau akan bisa memanjat dan merayap layaknya binatang," ucap Timo membacakan.


"Woah! Sepertinya keren. Boleh kucoba?" tanya Nicolas penasaran.


Tina memberikan sepatu dan sarung tangan terbuat dari kulit berwarna hitam tersebut. Nicolas melihat sekitar dan mendapati pohon permen.


Nicolas mendatangi pohon itu lalu menempelkan telapak tangannya yang sudah berlapis sarung dan mulai merayap.


"Wah! Kau seperti cicak!" seru Timo menunjuk dan diangguki semua anak.


"Haha! Ini keren sekali! Aku seperti Spiderman!" ucapnya girang dan anak-anak ikut senang mendengarnya.


***

__ADS_1



Uhuy tengkiyuw tipsnya mbak aju. Lele padamu❤️Dah rehat dulu tar puyeng lagi. Kwkwkw😆


__ADS_2