MONSTER HUNTER-13 DEMON KIDS

MONSTER HUNTER-13 DEMON KIDS
HADIAH LEVEL 10*


__ADS_3

Mereka bicara dalam bahasa Mitologi. Terjemahan.


Czar terlihat serius dengan pertanyaannya. Semua anak diam menyimak, sedang sosok rupawan itu selalu menunjukkan senyum menawan.


"Baik. Pertanyaanku adalah, bisakah kami tetap mempertahankan ingatan selama di Planet Mitologi terutama kawan-kawan dalam kelompok yang meninggal sebelumnya seperti Pasha, Tina, Jubaedah, dan lainnya ketika nanti dikembalikan ke Bumi? Tadi katamu, hanya pemenang yang memiliki ingatan itu, bagaimana dengan yang sudah mati? Rasanya, tidak adil jika kami mengenalnya, tapi dia tidak. Maksudku ... akan sangat disayangkan jika kami melupakan semua kenangan di tempat ini. Memang harus kuakui jika banyak kenangan buruk selama menjalankan misi, hanya saja ... aku merasa senang memiliki kawan-kawan seperti Gibson dan lainnya. Aku merasa ... seperti memiliki keterikatan dengan mereka meskipun kami dari negara yang berbeda. Bisakah?" tanya Czar seperti penuh harap.


"Bisa. Oag akan mengabulkannya jika memang itu keinginan dari pemenang tersebut," ucap sosok itu yang membuat semua anak langsung mengembangkan senyuman.


Czar lalu memberikan bukunya pada Kenta. Pemuda asal Jepang itu bergegas mengutarakan pertanyaannya. "Apa hadiah bagi pemenang level 10?"


Sosok rupawan itu diam sejenak dengan wajah serius menatap Kenta saksama, kemudian tersenyum. "Pemenang memiliki 10 hadiah untuk dibawa kembali ke Bumi. Jumlahnya sama seperti level dalam permainan ini. Contoh seperti yang Czar tanyakan dengan menyimpan ingatan selama di Planet Mitologi bagi orang-orang yang ditunjuknya. Satu orang yang disebut, itu sama saja satu hadiah."


"Keren! 10 hadiah! Wah, kita harus pikirkan dengan matang apa saja yang akan diminta pada Oag nantinya!" ucap Vadim senang, dan semua orang mengangguk dengan wajah berbinar.


Saat Vadim sedang menerima buku itu, tiba-tiba saja, DUK!


"Agh!" rintih Vadim ketika ia merasa jika wajahnya seperti dilempar sesuatu. Seketika, matanya terbuka dan ia terlihat panik. "Tidak!" teriaknya histeris yang membuat semua anak lainnya ikut melebarkan mata.


"Oh! Apa yang terjadi? Kenapa ... eh, aku mengenali tempat ini," sahut Kenta yang ikut bangun dengan rambut berantakan seperti habis bangun tidur.


"Agh! Kita kehabisan waktu! Masih ada tiga pertanyaan yang belum diajukan! Sial! Sial! Sial!" gerutu Rex kesal dan melempari buah-buah kecil seperti ceri di sekitarnya.


"Eh, tunggu. Ini apa? Bisa dimakan tidak ya? Baunya enak," tanya Vadim ketika mendapati buah warna kuning di dekatnya.


Vadim yang merasa lapar, langsung memakan buah temuannya itu begitu saja. Semua anak terkejut karena takut Vadim keracunan atau bahkan bisa mati. Semua anak dibuat tegang seketika, tapi anak lelaki gemuk itu tampak baik-baik saja setelah menelannya.


DUK!



"Oh! Lihat itu!" pekik Ryan menunjuk ke atas saat mendapati seekor bayi naga seperti memakan buah yang sama dengan milik Vadim, tapi beberapa berjatuhan karena tak kuat menahan bebannya.

__ADS_1


"Lucu sekali. Ah, jika Juby ada di sini pasti dia minta untuk menangkap dan memeliharanya," ucap Rex dengan senyum tipis terkenang akan sang kekasih.


"Kita harus berusaha hingga level 10! Bayangkan, 10 hadiah akan kita bawa pulang jika berhasil! Itu sangat banyak!" seru Mandarin, dan semua anak mengangguk membenarkan.


"Woah, Vadim! Kau memakai celana!" pekik Czar terkejut seraya menunjuk.


"Wah, kau benar! Celana ini sama seperti milikku yang basah terkena ompol, tapi ini kering dan tidak bau. Celana dalammku juga kering!" jawabnya seraya memegang celana dalammnya, tapi membuat wajah anak-anak berkerut.


"Hei, lihat!" pekik Lazarus saat ia menoleh dan mendapati banyak makanan serta minuman pada sebuah papan kayu dekat pohon besar.


"Hore! Kita mendapatkan banyak bekal untuk melanjutkan misi!" pekik Boas senang.



Semua anak bergegas berdiri dan mendatangi kumpulan makanan lezat itu yang diletakkan dalam sebuah keranjang dan juga beberapa kain seperti karung untuk wadah. Anak-anak terlihat senang ketika mengambil beberapa makanan yang tergeletak di atas rumput untuk dibersihkan sebelum disantap.



"Ingat yang dikatakan pria tampan itu? Di level 9, tak ada makanan atau minuman. Kita bisa mati kelaparan. Kita harus berhemat dan menyimpan bekal ini sampai dinyatakan lulus level tersebut," ucap Rangga menatap Vadim lekat lalu memandangi kawan-kawannya satu per satu.


"Ah, kau benar. Aku hampir lupa. Kalau begitu, kita harus menyimpannya," ucap Harun langsung berwajah lesu, dan diangguki anak-anak yang lain.


Vadim terlihat sedih, tapi ia yakin bisa menahan gejolak di perut untuk menyantap makanan lezat itu. Bara ikut meletakkan sebuah apel yang nyaris digigitnya karena aroma wangi dari buah tersebut. Anak-anak terlihat bersabar karena harus bertahan dan berharap bisa menjadi pemenang. Mereka lalu fokus untuk membagi makanan itu sesuai dengan jumlah anggota ke dalam keranjang dan juga kantong kain seperti sudah disediakan.


"Hahaha! Tasku penuh dengan isi makanan!" ucap Timo senang karena ranselnya menjadi gendut.


"Oke, kalian siap untuk level 9?" tanya Nicolas penuh semangat.


"Yeah!" jawab anak-anak itu serempak.


Tiba-tiba, muncul sebuah portal di dekat pohon. Semua anak terkejut dan saling memandang. Terlihat tulisan dari dalam portal itu yang membuat bibir mereka bergerak seperti membacanya. Selang beberapa detik, muncul tampilan beberapa makhluk dalam portal.

__ADS_1


"Oh! Kita diminta untuk menangkap sejumlah makhluk berbeda jenis di beberapa tempat. Lalu mengambil darahnya. Hem, kita ... jadi semacam pemburu? Untuk apa darah-darah itu? Jangan-jangan, Oag ingin menciptakan makhluk aneh lagi dari rekayasa genetikanya," ucap Mandarin menebak.


"Hem, aku rasa demikian. Lama-lama misi level menjadikan kita seperti pekerja bagi Oag. Haish, alien jelek itu seenaknya saja membuat permainan. Aku cukup yakin, jika tantangan tiap level, bukan atas kesepakatan antara manusia terpilih, tapi ide dari Oag sendiri," sahut Lazarus, dan anak-anak mengangguk sepemikiran dengan wajah masam.


Di markas Oag.


"Jangan tersinggung. Mereka sepertinya sudah mulai terbiasa dengan ritme permainan ini. Bahkan, level 9 dianggap bukan masalah besar bagi mereka. Lihat saja, ketika anak-anak itu melihat jenis-jenis makhluk tersebut, mereka tampak biasa saja tak heboh seperti pertama kali mendapatkan misi darimu. Hehe," kekeh sang Jenderal saat dirinya sedang dikerubungi para alien bercorak merah bertentakel karena harus menjadi sosok lelaki rupawan demi menggantikan Oag menemui anak-anak.


Pemimpin Planet Mitologi itu tak menjawab dan berpaling pergi entah ke mana. Sang Jenderal tersenyum tipis dan terlihat lega karena semua atribut yang dikenakannya sudah dilepaskan termasuk dua sayap besar berikut trisula.


"Hempf, sayang sekali. Aku menjadi jelek dan tua lagi," keluhnya, tapi para cendikiawan manusia malah tersenyum mendengar penuturan pemimpin mereka.


Anak-anak itu lalu memasuki portal entah menuju ke mana. Namun, saat mereka sudah melewatinya, para remaja itu terkejut karena pintu portal menuju ke bagian bawah pohon kacang tempat misi sebelumnya.


"Hei, hei, lihat!" panggil Ryan yang bersembunyi di balik batang pohon kacang raksasa dengan berbisik.


Semua anak mendekat dan ikut mengintip. Mereka terkekeh karena melihat Satyr bahagia bersama seekor Satyr betina yang tampak antusias mendengar cerita darinya.


"Eh, sosok itu tak asing," guman Kenta.


"Lana!" pekik beberapa anak yang membuat Satyr dan Lana langsung menoleh ke arah suara.


Praktis, semua anak termasuk Lana dan Satyr terkejut.


***


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE


__ADS_1


Uhuy dapet tips koin😍 Makasih ya😘 Aduh badan lele remex😵 Pegel di semua bagian gegara ikut lomba 17an. Kwkwkw. Selamat ikut lomba juga bagi yang berpartisisapi Hut Kemerdekaan RI. Merdeka!


__ADS_2