MONSTER HUNTER-13 DEMON KIDS

MONSTER HUNTER-13 DEMON KIDS
RAMUAN JODOH*


__ADS_3

Keesokan harinya. Atala memberikan pakaian baru untuk Boas dan Lazarus. Dua pemuda itu tampak senang meski mengenakan pakaian seperti zaman kuno dengan rumbai pada bagian pergelangan tangan dan baju longgar.


Mereka berbicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan.


"Terima kasih, Atala," ucap Lazarus sopan usai menunjukkan pakaian barunya kepada tuan rumah.


Atala tersenyum manis. Boas seperti menyadari jika gadis bertubuh kuda itu seperti menyukai Lazarus.


Namun, pikiran geli mengusik dirinya saat membayangkan jika Lazarus menikahi wanita setengah manusia setengah kuda. Terlebih, bagaimana bentuk anaknya nanti?


"Ayo! Raja dan ratu mengundang kalian untuk sarapan bersama sebelum mengunjungi Heros," ajak Atala.


Lazarus dan Boas menerima sambutan ramah itu dengan mendatangi meja makan di ruang jamuan.


Kali ini, ruangan itu tak seramai kemarin. Hanya ada kakak Atala si kuda putih, sang raja si kuda hitam, dan Atala yang menemani dari pihak Centaur wilayah Selatan.


Lazarus dan Boas duduk, sedang tiga Centaur itu tetap berdiri saat menikmati hidangan.


"Dengar. Heros tak menyukai manusia. Ia memiliki kenangan buruk dengan mereka saat mengenal jenis kalian. Heros adalah saudaraku. Namun, dia memilih keluar dari kehidupan kerajaan dengan menjadi penjaga," ucap sang raja selaku kakak ipar Atala.


"Kenapa?" tanya Boas begitu saja seraya mengunyah potongan daging entah dibumbu apa, tapi rasanya lezat.


"Saudaraku itu tipe penyendiri. Dia juga mudah tersinggung, tapi sangat kuat. Oleh karena itu, kuminta Atala untuk menemani kalian sampai ke sana. Dia hanya percaya pada kami bertiga, tidak dengan yang lain. Aku khawatir kalian akan terluka jika pergi berdua saja tanpa kaum Centaur yang ia kenal," tegas pria berambut gondrong hitam itu.


"Ah, kami mengerti," sahut Boas dengan anggukan.


Lazarus diam menyimak dan memilih untuk segera menghabiskan makanan. Dua orang itu dibekali banyak makanan dan minuman mengingat perjalanan yang jauh.


Lazarus dan Boas sangat berterima kasih karena tertolong. Keduanya bergegas meninggalkan kastil megah itu untuk menemui Heros.


"Sampai jumpa lagi. Kami sangat tertolong dengan bantuan kalian. Semoga, kehidupan Centaur Selatan selalu diberkahi kemakmuran dan kejayaan," ucap Lazarus sopan seraya membungkuk sedikit memberikan penghormatan.


"Terima kasih, Pangeran Benedict. Sangat disayangkan kau tak bisa menikahi Atala. Jika ya, kerajaan kita meski dari dua dunia yang berbeda pasti akan sangat kuat," tegas sang raja, tapi Lazarus hanya meringis.


Atala terlihat murung saat mengantarkan dua orang manusia ke tempat Heros. Cukup lama mereka menyusuri wilayah tak dikenal hingga bertemu sungai yang cukup besar dan wilayah itu berkabut.


Lazarus dan Boas tampak waspada karena takut ancaman tiba-tiba datang di tempat yang mereka jajaki itu.


Namun, Boas seperti menyadari jika Atala tampak sedih akan sesuatu. Hingga ia terpikirkan sesuatu.


"Oh! Kenapa tak pakai ramuan itu saja?" tanya Boas tiba-tiba saat mereka berjalan menyusuri tepian sungai.


"Ramuan apa?" tanya Lazarus bingung.


"Ramuan yang dipakai oleh Juby dan Rex waktu itu. Ingat? Juby berubah menjadi naga dan keduanya menikah. Ya, walaupun hanya berlangsung selama beberapa jam saja," jawab Boas gembira.

__ADS_1


"Oh! Adakah ramuan semacam itu? Aku tidak mengetahuinya," sahut Atala terlihat berharap.


Lazarus merasa hal itu konyol, tapi melihat Atala menunjukkan wajah penuh harap, ditambah Centaur betina itu memang cantik, Lazarus akhirnya mengangguk pasrah.


Siapa sangka, Boas ternyata menyimpan ramuan itu. Ia meminta Lazarus dan Atala meminumnya.


Seketika, keajaiban terjadi. Boas langsung memejamkan matanya rapat karena silau cahaya yang muncul dari tubuh keduanya.


"Woah! Kau berubah!" seru Boas kagum karena Lazarus menjadi Centaur jantan bahkan memiliki perisai dan kapak dalam genggamannya.


Lazarus diam untuk sejenak saat melihat dirinya berubah menjadi Centaur dewasa dan berbeda dari sebelumnya.


"Haha! Ini keren!" seru Lazarus senang.


Hingga tiba-tiba, muncul seekor Centaur yang terlihat begitu menawan berjalan ke arah pemuda asal Inggris itu.


Lazarus mematung dan tampak terpesona akan kecantikan Atala yang berubah menjadi wanita dewasa seperti kakaknya.



"Aku sangat yakin jika kalian berjodoh! Hahahaha!" seru Boas gembira dan bertepuk tangan.


Atala tersenyum tipis. Ia tersipu malu saat Lazarus mendekat padanya dan tersenyum tipis.


"Kau cantik sekali," ucap Lazarus, dan Atala menundukkan wajah.


"Hem, ide bagus. Naiklah, kali ini kuizinkan," jawab Lazarus merasa dirinya menjadi sangat kuat dan gagah layaknya pria dewasa meski setengah tubuhnya adalah kuda.


Atala terlihat senang dan mengitari Lazarus yang tampak hebat di matanya. Atala memegang pergelangan tangan Lazarus dan pemuda itu membiarkannya.


"Berlari bersama?" tanya Lazarus yang merasa energinya meluap-luap.


Atala mengangguk senang, terlebih Boas karena akhirnya ia bisa menunggangi kuda. Lazarus dan Atala berlari kencang berdampingan melintasi hutan.


"Wohooo! Ini keren sekali!" seru Boas gembira sampai tangannya terangkat ke atas.


Atala dan Lazarus tertawa bersama karena merasa bahagia bisa berlari seirama. Boas berpegangan pada kedua pundak Lazarus yang berotot itu dengan tas dalam gendongannya.


Boas tetap waspada dengan melihat sekitar dan berharap, mereka bertemu dengan teman-teman satu timnya atau hewan penyimpan cadangan nyawa.


Sayangnya, matahari sudah hampir tenggelam, tapi Boas belum melihat keberadaan kawan-kawannya atau pun hewan penyimpan cadangan nyawa itu.


Boas mulai letih dan pantatnya sakit karena tak menggunakan pelana saat menunggangi kuda.


"Zar, istirahat dulu. Pantatku panas," keluhnya.

__ADS_1


"Hem, baiklah. Kita bermalam di bukit ini saja," jawab Lazarus langsung memperlambat langkahnya. "Kaulelah?" tanya pemuda itu kepada Centaur cantik di sebelahnya, tapi Atala menggeleng.


Lazarus kagum karena kemampuan Atala cukup mengesankan bagi seekor betina.


"Kita bisa beristirahat di sini. Kurasa, tempat ini aman," ucap Atala saat ia menghentikan langkah dan melihat sekitar.


"Oke," jawab Lazarus, lalu mulai duduk di atas rumput dekat bunga-bunga cantik berwarna merah muda.



Boas yang kelelahan dan pegal langsung terlentang di atas rumput. Lazarus terkekeh dan membuka tas yang digendong oleh kawannya sedari tadi.


"Woah! Pantas saja tasmu seperti terlihat penuh. Kau memiliki banyak barang!" seru Lazarus saat mendapati isi tas Boas ternyata menyimpan beberapa benda milik kawan-kawannya termasuk ramuan jodoh.


Boas terkekeh dan langsung mengambil tasnya lagi lalu memeluknya. "Hah, aku lapar dan haus. Kaumakan bekalmu sendiri. Ini punyaku," tegasnya yang kemudian duduk perlahan untuk menikmati bekal pemberian para Centaur saat mereka meninggalkan kastil.


"Aku tak bisa. Saat berubah wujud, semua benda manusiaku lenyap. Hah, aku sepertinya akan makan rumput saja," keluh Lazarus.


"Ayo, kita cari makanan bersama. Dalam wujudmu ini, makanan beracun bisa kau nikmati tanpa takut mati. Ingat berry warna-warni yang kautemukan saat itu? Di hutan dekat sini ini ada banyak," ucap Atala.


"Oh! Kau benar. Ayo," sambut Lazarus senang dan langsung berdiri.


"Ka-kalian meninggalkanku?" tanya Boas panik.


"Jangan manja. Kaumakan dan langsung tidur saja. Dengan begitu, tak akan ada yang menyerangmu karena dianggap bukan ancaman. Kami hanya berkeliling di sekitar sini dan tak lama. Buatlah api unggun jika takut," ucap Lazarus memasang wajah sebal.


Boas mengangguk. Ia merasa tempat itu tak begitu seram karena terlihat indah. Terlebih, banyak hewan seperti kunang-kunang di sekitarnya.


Boas yang malas membuat api unggun, memilih untuk segera tidur usai mengisi perutnya hingga kenyang.


Benar saja, dalam sekejap, Boas langsung memejamkan mata dan tertidur pulas di atas rumput dengan tas sebagai alas bantalnya.


Sedang Lazarus, merasa ada gelanyar aneh dalam dirinya. Ia merasa gelisah, tapi bergairah. Selain itu, miliknya terasa gatal seperti ingin digesekkan ke pohon.


"Kau juga merasakannya?" tanya Atala mendekat seraya menyuapi mulutnya dengan berry beracun.


"Maaf jika sikapku menggelikan. Hanya saja, ada yang aneh dalam diriku," jawabnya panik dengan napas menderu.


"Ini musim kawin bagi para Centaur," bisik Atala yang membuat mata Lazarus melebar seketika.


***


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE

__ADS_1



Uhuy tengkiyuw tipsnya😍Lele padamu❤️


__ADS_2