MONSTER HUNTER-13 DEMON KIDS

MONSTER HUNTER-13 DEMON KIDS
MEREKA MEMBENCI KAMI*


__ADS_3

Anak-anak kembali masuk ke dalam penjara. Dugaan mereka benar jika penjara seperti menara yang terbuat dari batu dan dinding yang kokoh dialiri lava pada bagian luarnya itu masih menyimpan banyak lorong lainnya.


Satu per satu, mereka menemui para makhluk mitologi yang dipenjara. Namun, tak banyak juga yang nasib mereka mengenaskan.


Memang tak terlihat satu pun penjaga yang menyiksa mereka. Namun, belenggu rantai besi yang menjerat leher, pergelangan tangan, kaki dan anggota tubuh lainnya seperti sudah dialiri listrik sehingga para makhluk yang berusaha memberontak akan tersengat dengan sendirinya.


Mereka bicara dalam bahasa Mitologi. Terjemahan.


"Grrr ... grrr ...," erang salah satu monster bertanduk dengan sosok yang tak kalah menyeramkan seperti makhluk yang mereka temui saat pertama kali memasuki penjara.


Makhluk itu tak bisa melawan rantai besi yang membelenggu tubuhnya saat ia ingin menangkap tubuh para anak manusia ketika berdiri di depan jeruji besinya.


Wujud tak dikenal itu menatap anak-anak tajam terlihat begitu membenci mereka. "Lihat saja. Saat kubebas nanti. Akan kugantung mayat kalian di ujung tandukku. Kurobek tubuh kalian dengan tanganku sendiri. Dasar para manusia laknat," geramnya seraya menunjukkan giginya yang tajam.



Para anak manusia yang tak merubah diri dengan sosok mitologi seperti tertekan. Mereka mendapatkan banyak hinaan dan cacian tiap bertemu para makhluk yang dipenjara.


"Beruntung mereka dirantai. Jika mereka bebas, kita pasti sudah mati dicabik-cabik. Kita harus segera menyelesaikan misi," ucap Mandarin pucat.


"Sepertinya, para pembelot dan pemberontak yang tak sepemikiran dengan Oag dimasukkan dalam penjara ini. Siapa sangka, Oag memiliki banyak musuh di planetnya sendiri," sahut Czar.


"Mungkin Oag sejenis pemimpin diktaktor," imbuh Vadim, dan semua anak mengangkat kedua bahu karena tak memahami hal tersebut.


Suara erangan penyiksaan terdengar bersahut-sahutan saat para makhluk tersebut melontarkan hujatan pada Oag, atau berusaha untuk melepaskan rantai yang mengurung mereka.


Wajah anak-anak semakin pucat dan terlihat lemas hingga beberapa diantara mereka berkeringat karena takut.


"Sungguh mengerikan. Aku tak sanggup berada di tempat ini lagi terlalu lama. Aku tak tega melihat mereka," ucap Ryan saat melihat seekor monster air seperti mermaid dengan kalung besi memerangkap lehernya.


Makhluk itu tak bisa bergerak ke mana pun karena dinding kaca tebal di kanan kirinya memiliki besi kerucut panjang berujung runcing yang siap menusuk jika ia bergerak.


Wajah makhluk itu tampak sendu, tapi saat melihat Timo dengan sosok manusia muncul di depannya, makhluk tersebut menjadi beringas.


"Harrghhh!!"


CRATT!!


"Argh! Aggg," erang makhluk itu saat ia akan mengamuk, tubuhnya sudah terkena sayatan dari ujung besi runcing di sekelilingnya.


Makhluk itu menatap Timo dan kawan-kawannya tajam saat mereka memilih untuk segera pergi karena iba dengan kondisi makhluk tersebut.


Hingga akhirnya, Azumi mendengar suara seperti seruling yang dimainkan. Ternyata, anak-anak lain juga mendengarkan hal serupa.


"Apa itu? Musiknya sedih sekali," tanya Laika seraya menoleh ke arah lorong yang belum dijelajahi.


"Ayo," ajak Gibson memimpin di depan dan semua anak mengikuti pemuda itu di belakangnya.


Mereka terus melangkah mendatangi asal suara tersebut karena tiupan seruling semakin terdengar jelas dari sebuah penjara.


"Oh! Lihat! Bukankah ... itu ... itu Satyr?" tanya Harun menunjuk.

__ADS_1


"Ya, kau benar! Tubuhnya persis dengan cerita dalam dongeng," sahut Boas.


Praktis, senyum semua anak merekah karena akhirnya mereka menemukan satu makhluk mitologi yang harus diselamatkan.



Gibson memberanikan diri mendatangi makhluk bertampang layaknya manusia. Dia terlihat berbeda tak seperti makhluk mitologi lainnya karena lebih manusiawi meski bertanduk, memiliki kaki dan telinga layaknya kambing.


"Apakah ... apakah kau termasuk kaum Satyr?" tanya Gibson seraya mendekat, tapi makhluk itu terus meniupkan seruling bambunya seolah pertanyaan Gibson tak didengarnya.


"Buka saja selnya. Lihat! Dia saja tak dibelenggu. Mungkin ini bisa jadi pertanda jika para makhluk yang tak dirantai adalah makhluk-makhluk untuk kita bebaskan!" ucap Nicolas mantap.


"Ya, bisa jadi. Dia berbeda dengan makhluk-makhluk yang kita temui sebelumnya. Pasti dia salah satu yang harus kita bebaskan. Tunggu apalagi. Buka selnya!" seru Bara semangat.


Gibson menatap kawan-kawannya lekat yang terlihat tak sabar. Pemuda itu mengangguk meski masih terlihat ragu.


Ryan yang membawa daftar jenis makhluk apa saja yang harus diselamatkan segera mencoret nama Satyr dari salah satu jenis tersebut.


"Siapa yang akan membawa Satyr ke sosok hitam itu?" tanya Gibson melihat kawan-kawannya yang belum menyelesaikan misi.


"Biar Laika saja. Dia sendiri yang tak memiliki wujud mitologi. Kita harus amankan dia terlebih dahulu. Selanjutnya nanti Azumi. Biar para gadis yang lolos terlebih dahulu," usul Czar.


"Ya, aku tak masalah. Ayo, Laika. Buka pintunya, jangan takut. Kami akan melindungimu," ucap Lazarus, dan gadis asal Rusia itu mengangguk pelan.


Laika berjalan perlahan mendatangi sel yang mengurung Satyr tersebut. Gadis itu tampak ragu saat akan menarik besi untuk membuka sel.


Namun, Gibson dan Rangga sudah bersiap di kanan kirinya jikalau Satyr itu memberontak atau akan menyerangnya mengingat para makhluk mitologi yang dipenjara tak menyukai manusia.


"Oh! Benar bisa dibuka!" seru Azumi tampak terkejut karena pintu itu seperti tak dikunci.


"Tu-Tuan Satyr. Ikutlah denganku. Kami akan membebaskanmu," pinta Laika sopan.


Makhluk itu tak menjawab dan terus memainkan serulingnya. Gibson mengangguk pelan, dan Laika perlahan masuk ke dalam sel dengan gugup.


Semua anak tampak tegang, tapi Rangga ikut masuk dalam sel untuk memastikan kawan perempuannya tak diserang.


"Mungkin dia tuli atau semacamnya. Pegang saja lengannya dan bawa keluar dari sel," ucap Rangga dalam wujud Minotaur. Laika mengangguk pelan.


Gadis berambut panjang itu terlihat ragu saat memegang lengan Satyr tersebut, tapi makhluk itu seperti tak mempermasalahkan hal itu.


Pandangannya terus ke depan bahkan tak melirik sedikitpun ke arah anak-anak. Laika menarik lengan makhluk itu dan membawanya keluar dari sel.


Semua anak tampak waspada. Anak-anak yang berwujud manusia diamankan di barisan belakang agar tak diserang oleh Satyr tersebut jika tiba-tiba saja mengamuk.


Namun, sepanjang lorong mereka berjalan, Satyr itu tetap bermain seruling dan diam saja saat lengannya dipegang oleh Laika.


"Oh, ini sungguh sangat mudah. Semoga makhluk lainnya tak ganas dan menurut sepertinya," ucap Kenta lega.


Semua anak tak lagi terlihat tegang. Terlebih, suara seruling yang dimainkan oleh Satyr tersebut membuat para penghuni penjara seperti tenang untuk sesaat saat ia melaluinya.


Mereka yang awalnya meraung-raung, tiba-tiba lesu dengan pandangan tertunduk seperti terhipnotis.

__ADS_1


Praktis, suasana penjara yang dipenuhi teriakan menyedihkan berubah hening seketika.


"Woah! Kemampuan seruling itu sungguh luar biasa!" seru Rex kagum, dan semua anak mengangguk setuju.


Mereka terus berjalan melewati lorong menuju ke tempat sosok hitam itu berada mengikuti tanda yang ditinggalkan oleh anak-anak dengan menuliskan angka 1 yang berarti, itulah lorong pertama yang mereka masuki.


Pada akhirnya, perjalanan yang cukup melelahkan itu berakhir. Senyum Laika terkembang saat ia membawa Satyr tersebut ke hadapan sosok hitam yang melayang seraya memegang tongkat bulan sabit tajamnya.


Sosok itu berdiri di hadapan Satyr tersebut yang terus memainkan seruling seperti tak peduli dengan sekitarnya.


"Jadi ... inikah salah satu makhluk mitologi yang akan kaubebaskan sesuai instruksi misi?" tanya sosok itu.


"Ya. Dia Satyr. Aku yang membebaskannya," jawab Laika dengan wajah berbinar.


Sosok itu terus melayang meski pakaian hitam seperti jubah itu berkibar layaknya terkena angin. Padahal, tak terasa angin bertiup di sekitar mereka.


"Baiklah," ucap sosok itu tanpa wajah terlihat dari balik kerudungnya.


Semua anak tampak lega saat menunggu keputusan dari sosok tersebut apakah Laika berhasil atau tidak.


Sosok hitam itu menggerakkan tongkatnya dan seketika, KRASS!! GLUNDUNG ....


"LAIKA!" teriak Czar lantang hingga matanya melotot lebar saat leher Laika ditebas begitu saja hingga kepalanya yang terpenggal jatuh ke lantai.


Semua anak shock dan berdiri mematung dengan wajah tegang luar biasa. Tiba-tiba saja, Satyr itu menghentikan tiupan serulingnya.


Ia melihat kepala Laika yang sudah terpenggal menggelinding dan berhenti di samping kakinya.


Satyr itu berjongkok dan mengambilnya lalu mengapitnya di salah satu lengan. Makhluk itu masih memasang wajah datar lalu kembali bermain seruling kemudian berjalan dengan sendirinya masuk ke dalam penjara lagi.


"Hah, hah, apa yang terjadi? Ke-kenapa Laika dibunuh? Kenapa?!" teriak Czar dengan napas tersengal hingga tubuhnya gemetaran. Sedang semua anak berdiri mematung karena tercengang.


"Dia kaum Faun. Memang hampir mirip dengan Satyr. Laika salah, dan hukumannya dia mati. Cari lagi," jawab sosok itu tenang seolah perbuatan yang baru saja ia lakukan biasa saja.


"What? Jangan membodohi kami!" teriak Czar marah besar.


Pemuda itu mendatangi sosok hitam tersebut dengan langkah gusar dan tangan mengepal.


Namun, Gibson dengan sigap menangkap tubuh Czar yang diliputi amarah dan kesedihan hingga seluruh otot di tubuhnya menonjol.


"Czar! Czar! Tahan amarahmu. Aku tahu ini sangat membingungkan, tapi ... sudah. Kita coba pikirkan hal ini dengan hati-hati di dalam. Jangan nekat," ucap Gibson menahan tubuh kawannya yang masih berambisi untuk menghajar sosok hitam itu.


Rangga dan lainnya mengajak Czar untuk kembali masuk dalam penjara, tapi pemuda itu tampak begitu marah dan sedih hingga wajahnya memerah dengan air mata berlinang.


"Arrrghhh! Keparattt kalian semua! Sialan kau!" teriak Czar meluapkan emosinya ke sosok hitam itu, tapi wujud tersebut diam saja dan tetap melayang di atas permukaan.


***


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE

__ADS_1


masih eps bonus dari tips denda ya. lele padamu😍


__ADS_2