
Semua anak terlihat senang karena misi mereka berhasil. Sayangnya, dinding tembus pandang itu tak bisa dilewati begitu saja.
Anak-anak yang berada di luar dinding terlihat bingung agar bisa berkumpul dengan temen-teman mereka di wilayah tak dikenal tempat penyihir berhasil dikalahkan..
Mereka bicara dalam bahasa Indonesia (non-baku). Bahasa baku dalam Inggris. Terjemahan.
"Tadi, bagaimana caranya kaubisa masuk ke sana, L?" tanya Tina heran.
"Aku tak tahu jika ada dinding ini sebelumnya. Aku dan C berubah menjadi makhluk Mitologi saat masuk ke dalam. Ya, hanya begitu saja," jawab L menjelaskan.
Tiba-tiba, Pasha berubah menjadi Manticore. Namun, saat ia akan menembus dinding itu, ia malah terpental dan membuatnya jatuh. Anak-anak terkejut, ternyata usaha Pasha untuk masuk ke dalam dinding gagal.
"Mungkin karena gak sengaja kali ya?" tebak Jubaedah, dan diangguki anak-anak lainnya. "Eh, sejak kapan Vadim, Pasha dan kalian berada di sini?" tanya Jubaedah menunjuk sekumpulan anak-anak itu.
"Sejak L dan C datang. Kami merasa jika ada yang tak beres karena rumah yang diawasi tak ada satu orang pun di sana. Akhirnya, kami memutuskan untuk menyusul kalian, dan malah mendapati kejadian seperti ini," jawab Vadim berdiri di samping patung Bruce.
Anak-anak yang lain mengangguk paham.
"Jadi ... nasib kita bagaimana? Jika hanya lima anak diantara kita yang berhasil menyelesaikan misi level 3, lalu kita?" tanya Azumi cemas memikirkan nasibnya.
Tiba-tiba, tabung berisi penyihir tersebut masuk ke dalam tanah. Semua anak terkejut. Boas mendekat seraya melihat ke arah masuknya tabung itu.
"Oh! Di bawah tanah ini seperti mesin!" ucapnya, yang membuat mata semua anak melebar.
"Sungguh? Apakah ... kita berada di dalam studio besar di mana pergerakan kita diawasi?" tanya Harun menebak.
"Pasti ada kamera pengawas!" seru Mandarin, dan mata anak-anak itu langsung memindai sekitar.
Beberapa anak malah melambaikan tangan ke arah langit. Gibson dan lainnya terkekeh karena menganggap jika mereka mengikuti semacam kompetisi bertahan hidup.
"Mungkin kita seperti dalam film Mockingjay!" ungkap Bara, tapi membuat semua kening anak-anak berkerut.
"Setega itukah orang-orang itu pada kita?" tanya Ryan.
"Jika ya, kejam sekali. Oh! Di film tersebut, kita seperti dikurung dalam sebuah studio. Coba kauterbang, Kenta! Seharusnya bagian atas langit ada atapnya, tapi terkamuflase dengan awan-awan buatan itu!" pinta Rex.
Kenta mengangguk siap. Ia segera berubah menjadi Phoenix dan terbang tinggi mengepakkan sayapnya ke atas langit.
Namun, hingga sosok burung api itu hampir tak terlihat, atap dari wilayah itu seperti tak tersentuh. Hingga akhirnya, Kenta kembali terbang turun.
"Bagaimana?" Lazarus penasaran.
__ADS_1
"Hah, hah, tidak ada ujungnya. Seperti tak beratap. Aku yakin kalau kita tidak berada dalam studio. Tak mungkin atapnya bisa setinggi hampir satu kilo?" jawabnya terlihat letih.
Anak-anak kembali saling berpandangan. Banyak dugaan di kepala mereka. Namun, Gibson yang biasanya banyak ide, malah tertunduk diam melihat kuku di tangannya.
"Ada apa, Gib?" tanya Timo bingung seraya mendekati Gibson yang seperti memikirkan sesuatu.
"Ada yang aneh," jawabnya dengan kening berkerut.
"Tentang apa?" tanya Rangga menatap Gibson lekat.
"Saat kita di planet aneh untuk misi menangkap ubur-ubur, seharusnya, aku tak mendapatkan hadiah itu. Sebelumnya, aku sudah menyelesaikan misi level 2. Namun, aku mendapatkan hadiahnya. Aku memasukkan ubur-ubur ke dalam tabung, dan mendapatkan hadiah botol dengan menamai orang yang ingin kuselamatkan. Kalian ingat?" jawabnya menjelaskan.
"Oh! Itu benar! Kita 'kan yang mengecek tanda itu," sahut Ryan dan diangguki Kenta.
"Lalu, masalahnya?" tanya Nicolas bingung.
"Seharusnya, aku tak bisa mendapatkan reward itu. Apakah ... aku mendapatkan hadiah karena salah satu dari kita gugur? Maksudku ... jumlah tabung saat itu, sesuai dengan jumlah anak yang tidak lolos di misi level 2. Namun, Teddy tiada, dan tabung tersisa satu. Saat itu ... aku hanya mencobanya saja dan ternyata berhasil," terang Gibson yang membuat mata semua anak melebar.
"Maksudnya ... hadiahnya bisa digantikan?" tanya Peter menebak, dan Gibson mengangguk membenarkan.
Semua anak terdiam dengan pikiran masing-masing. Saat anak-anak sedang disibukkan dengan prasangka mereka, tiba-tiba muncul beberapa tabung ke permukaan tanah di belakang sekumpulan anak-anak yang berada di balik dinding.
Gibson dan lainnya terkejut. Mereka menyingkir dan menatap tabung-tabung itu lekat.
Anak-anak mendekat untuk melihat instruksi tersebut dengan jelas.
"Tangkap penyihir yang tersisa dan dapatkan hadiah misi level 3. Batas waktu, tidak ditentukan," ucap Jimmy membaca tulisan pada tabung di hadapannya.
Anak-anak itu saling memandang. Gibson menghitung jumlah tabung dan sesuai dengan anak-anak yang belum berhasil menyelesaikan misi level 3.
"Kami tak bisa membantu. Kami masih terperangkap!" seru Czar di balik dinding di kawasan tak dikenal.
"Kami mengerti, tidak apa. Kami pasti bisa menyelesaikan misi," jawab Gibson yakin.
"Kita ... harus menangkap penyihir menyeramkan seperti yang dilakukan oleh mereka tadi? Kenapa ... jumlah tabungnya banyak. Jangan bilang penyihir itu lebih dari satu," jawab Harun panik.
"Sepertinya begitu. Melihat jumlah tabung, lawan kita ada banyak. Kita harus waspada," jawab Gibson, tapi membuat anak-anak lainnya pucat.
"Kita cari di mana penyihir-penyihir itu?" tanya Timo bingung. Semua anak terdiam.
"Oh! Kalau di film-film, mereka tinggal di tempat yang menyeramkan. Hutan angker, rawa-rawa, gua, dan semacamnya. Kita cari tempat-tempat itu untuk menangkap penyihir-penyihir tersebut," jawab Nicolas yakin.
__ADS_1
"Jika tempat itu tersebar dibeberapa lokasi, akan sangat sulit bagi kita untuk memasukkan dalam tabung-tabung ini. Jarak yang jauh, menyebabkan kegagalan pada misi kita," jawab Gibson yang membuat anak-anak kembali lesu.
"Terus kita kudu gimana? Gagal pulang dong? Huwaaa!" tanya Jubaedah merengek.
Tiba-tiba, langit menjadi mendung. Angin berhembus cukup kencang dan udara terasa dingin.
Anak-anak yang menyadari jika perubahan hati Jubaedah bisa membawa dampak pada perubahan cuaca bergegas menyenangkan hatinya.
"Ada Rex. Juby gak usah takut. Nanti, Rex bisa jadi naga untuk bawa penyihir itu kemari. Juby gak usah khawatir," ucap Rex berusaha menenangkan kekasihnya yang tak jadi menangis.
"Nanti kita iket penyihir itu. Pasti dia tak bisa kabur dan berkutik," sahut Tina ikut menimpali.
Anak-anak menangguk membenarkan. Jubaedah akhirnya tersenyum dengan anggukan.
Seketika, udara yang tadinya berhembus kencang lalu berubah tenang. Anak-anak bernapas lega. Sungguh, kemampuan Lady Dragon Jubaedah patut untuk diwaspadai.
"Kami akan tunggu kalian di sini. Berusahalah. Jangan lama-lama ya," pinta Bara dan diangguki oleh anak-anak yang akan menjalankan misi level 3.
Akhirnya, Vadim dan Pasha berubah menjadi makhluk Mitologi untuk terbang ke atas langit, mencari lokasi yang dimaksud.
"Tempat ini penuh warna. Hanya wilayah ini yang tampak menyeramkan dibanding yang lainnya," ucap Vadim dari atas langit.
"Oh! Kau lihat itu, Vadim? Ada wilayah berkabut di sebelah sana!" seru Pasha menunjuk, dan Vadim langsung terbang ke arah kawannya untuk memastikan penglihatannya.
"Kau benar. Bisa jadi tempat itu tempat tinggal para penyihir. Ayo, kita ke sana!" jawab Vadim yakin dan diangguki oleh Pasha.
"Apakah jaraknya jauh?" tanya Ryan memastikan saat dua kawan bersayapnya itu terbang menurun.
"Lumayan. Lebih cepat kalau kita terbang," jawab Pasha.
"Baiklah. Rex, segeralah berubah. Kita pergi ke wilayah itu sekarang juga. Jangan buang waktu, ayo!" ajak Gibson.
Rex segera berubah menjadi naga. Anak-anak yang tak memiliki kemampuan terbang menaiki punggung naga Rex.
L, C, Boas, Kenta dan Bara, terpaksa menunggu di balik dinding penghalang sampai misi kawan-kawan mereka berhasil.
Azumi terlihat sedih karena harus berpisah dengan kakaknya, tapi Kenta meyakinkan jika ia akan baik-baik saja.
Rex, Vadim dan Pasha segera terbang menuju ke wilayah tak dikenal di mana mereka yakin jika para penyihir berada di sana.
***
__ADS_1
Akhirnya Monster Hunter up juga❤️ Dulu sebenernya mau lele kasih nama Maniac, tapi gegara fokus pada judul lomba, namanya jadi Monster Hunter😆 Kwkwkw gak papalah ya. Baiklah, lele mau abisin tips koin yang tak seberapa. Ditunggu tips koinnya dari temen2 lainnya ya #ngarep😘