MONSTER HUNTER-13 DEMON KIDS

MONSTER HUNTER-13 DEMON KIDS
DEMON KIDS


__ADS_3

Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.


"Kami bisa melihat jika kalian ini anak-anak yang cerdas dan akan rugi jika menyembunyikan hal penting ini pada kalian. Jadi, dengarkan baik-baik karena ini bersifat rahasia," tegas Sandara. Semua anak mengangguk dengan wajah serius. "Tabung yang kalian lihat barusan, bisa dibilang generasi ketiga dari ciptaan pertama ayahku, Kai. Generasi kedua diciptakan oleh Profesor Jeremy, selaku ayah Timo dan Tina."


"Ha? Ayah ikut membuat tabung juga? Wah, aku tak tahu. Kau tahu hal itu, Tina?" tanya Timo menatap adik perempuannya, dan Tina menggeleng. Sandara dan Jordan tersenyum tipis.


"Sebenarnya, beberapa dari orang tua kalian sudah memesan tabung-tabung itu kepada ayahku, Kai. Hanya saja, karena banyaknya permintaan, Profesor Jeremy ikut membuatnya. Namun, ia juga mengalami kendala dalam proses produksi. Jadi, perusahaanku ikut serta meski hal ini belum aku paparkan kepada jajaran karena masih dalam tahap penyempurnaan," imbuh Sandara.


"Lalu ... kenapa aku tadi diminta untuk menginputkan data? Apa itu tidak apa-apa?" tanya Lazarus gugup.


"Itu adalah hadiah dariku. Sebagai antisipasi jika kalian tak mendapatkan jatah dari pemesanan tabung sebelumnya. Selain itu, tabung ciptaan kami berbeda. Ditambah, kalian memberikan beberapa formula ajaib yang mungkin bisa kami terapkan kepada beberapa manusia terpilih nantinya. Seperti harapan kalian," sahut Jordan yang membuat anak-anak ber-Wow karena kagum.


"Jadi, maksud Paman Jordan, hadiah untuk kami adalah tabung itu?" tanya Laika seraya menunjuk ke arah dinding tempat tabung Lazarus disimpan.


"Jangan salah. Harga satu tabung itu setara dengan satu buah mobil senilai 300 juta. Namun, kami akan memberikan penawaran khusus pada orang tua kalian jika ingin memesan nantinya," jawab Jordan yang membuat mulut anak-anak itu melongo.


"Bisa buat beli sawah 300 juta, Bro," celetuk Bara, dan diangguki Rangga dengan wajah lugu. Sandara dan Jordan menahan senyum.


"Terlebih saat Harun memberitahu jika ada formula hypersleep yang ia minta pada Oag, begitupula formula pembangkitannya. Jika kami berhasil menerapkannya, kurasa akan kuberikan pada kalian begitu tahun 2050 benar dinyatakan bencana tak diketahui berwujud seperti apa terjadi. Kalian akan aku tidurkan dalam kurun waktu yang sangat lama mungkin sekitar 20 tahun untuk memastikan jika bencana telah berakhir," imbuh Sandara yang membuat mulut anak-anak menganga lebar.


"Dua puluh tahun ditidurkan? Woah, aku tak bisa membayangkan perubahan Bumi seperti apa," sahut Czar. Anak-anak yang sependapat dengannya mengangguk dengan wajah tegang.

__ADS_1


"Oleh karena itu, kami akan berusaha keras untuk bisa mengimplementasikan formula-formula misterius dari kalian kepada para manusia terpilih agar mereka yang nantinya menghadapi bencana itu. Jadi, saat kalian terbangun, seperti harapan, tugas kalian untuk mengembalikan ekosistem, habitat, dan peradaban dunia bisa dilaksanakan setelah bencana berakhir," ucap Sandara seraya menatap wajah-wajah muda di hadapannya. Anak-anak masih diam terlihat serius mendengarkan.


"Kalian sudah bekerja keras selama di Planet Mitologi. Sudah sewajarnya kalian beristirahat. Serahkan tugas berat menghadapi bencana kepada orang lain," imbuh Jordan.


"Ya, kurasa ada benarnya juga. Kita sudah susah payah berjuang di Planet Mitologi bahkan diantara kita harus mati," sahut Boas, dan anak-anak lain mengangguk setuju. Sandara dan Jordan saling melirik dengan senyuman.


"Baiklah, kurasa sudah cukup penjelasan dariku. Kuminta kalian semua menginputkan data dari tabung-tabung yang sudah selesai kami ciptakan meski belum sempurna. Rahasiakan hal ini dari siapapun termasuk orang tua, teman, dan orang-orang yang kalian percayai. Hanya kalian, kelompok Demon Kids yang mengetahui hal ini. Kalian paham?" tegas Sandara, dan anak-anak itu mengangguk paham meski wajah mereka tegang.


Satu per satu, anak-anak itu melakukan penginputan data pada tabung seperti yang Lazarus lakukan. Setelah selesai, mereka kembali ke rumah untuk melakukan pesta barbeque. Anak-anak kembali dikejutkan saat Sandara mengatakan jika mereka akan berkeliling dunia sekaligus berkunjung ke rumah teman-teman dalam kelompok Demon Kids saat diantarkan pulang.


"Maksud Bibi, besok kita akan ke Paris, sekaligus mengantarkan Hihi pulang? Kami ... menginap semalam di rumahnya lalu melanjutkan perjalanan lagi ke rumah kawan lainnya sesuai rute hingga yang terakhir dari kami dipulangkan?" tanya Bobby dengan mata melotot karena kaget.


"Ah, ya ya. Kami paham. Maaf ya, jika kami merepotkan," sahut Jimmy tak enak hati dengan potongan buah segar dalam mangkuk yang sedang ia nikmati.


Siapa sangka, malam itu anak-anak sibuk mengabarkan kepada orang tua mereka tentang rencana berkunjung ke rumah kawan-kawan yang tersebar di seluruh dunia. Para orang tua dibuat pusing mengingat harga tiket yang mahal kecuali bagi beberapa anak yang notabene tingkat kekayaan ekonomi keluarga cukup mumpuni.


"Aku ingin berkunjung ke rumah Boas di Australia, Ayah! Aku juga ingin berkunjung ke rumah Timo dan Tina di Filipina. Kata Paman Jordan, persinggahan terakhir di Indonesia. Jadi, terbangkan aku dari Indonesia ke rumah Juby di Turki atau langsung ke Rusia," rengek Rex karena permintaannya ditolak oleh Eiji saat mengetahui rute penerbangan tersebut.


"Kaupikir tiket keluar negeri murah? Mahal!" seru Eiji marah.


"Ya sudah kalau begitu. Aku akan tinggal dan menetap di Indonesia saja dan menjadi anggota keluarga Herlambang. Mereka tak keberatan menerimaku termasuk Juby," ancam Rex.

__ADS_1


"Hiss, kau ini benar-benar! Awas saja saat kaupulang nanti. Ayah akan mengurungmu dan tak akan kubiarkan kaupergi ke luar negeri lagi!" bentak Eiji tersulut emosi.


"Saat besar nanti aku akan cari uang yang banyak agar bisa terbang sendiri ke luar negeri. Dasar pelit!" balas Rex yang langsung menutup telepon.


Semua anak yang melihat kawan mereka marah-marah hanya bisa diam, tapi Jubaedah malah terkekeh.


"Napa sih ayang Rex marah-marah? Tar dikurung sama Papi Eiji beneran loh," ledek Jubaedah.


"Jika aku bisa berubah wujud menjadi naga, aku bisa terbang ke mana pun yang kumau. Hah, aku merindukan sosokku yang besar, bersayap, berwarna hijau dan bisa menyemburkan gas beracun," keluh Rex teringat akan dirinya saat di Planet Mitologi.


Ternyata, keluhan Rex ditimpali oleh kawan-kawannya. Mereka saling bertukar cerita saat berada di Planet tersebut dengan penuh semangat. Sayangnya, hasil foto dan video rekaman dari ponsel masing-masing anak lenyap seperti sengaja dihapus oleh Oag. Diam-diam, Sandara dan Jordan menyimak pembicaraan itu dengan sebuah earphone terpasang di salah satu telinga. Mereka memasang penyadap di sekitar lokasi pesta. Keduanya semakin yakin jika anak-anak tersebut tak mengarang.


"Kaudengar itu, Jordan? Ada makhluk lain di luar angkasa sana yang mengawasi kita selama ini," ucap Sandara seraya menatap langit dengan tubuh ia rebahkan di atas kursi santai tepi pantai.


"Oag. Aku penasaran seperti apa Planet itu. Mendengar anak-anak bercerita, tampaknya ... sangat mengagumkan dan dipenuhi hal-hal ajaib. Mungkin ... seperti negeri dongeng?" sahut Jordan ikut menatap langit yang dipenuhi bintang.


Jordan dan Sandara seperti berimajinasi. Keduanya membayangkan ketika berada di Planet tersebut dan menjalankan misi-misi tak terduga dari Oag seperti pengalaman yang diceritakan anak-anak Demon Kids. Malam yang dipenuhi kemeriahan membuat kediaman Jordan yang biasanya sepi, bagaikan pesta sepanjang malam.


...*** TAMAT ***...


Terima kasih para LAP semua. Akhirnya novel Monster Hunter tamat sesuai jadwal💋 Alhamdulilah lele masih sehat meski kaki jadi bengkak dan jebule jari lele sakit kena sindrom apa gitu namanya, susah lah pokoknya😆 Nah, per September nanti lele akan lanjut King D dan juga The Ghost Writer karena kudunya itu TGW tamat akhir bulan ini tapi jebule kondisi fisik lele gak mumpuni selama hamil jadi tertunda. Baiklah, mulai Sept nanti semua limpahan kekayaan kalian sodorkan ke King D aja ya. Red Lips akan lele up setelah lahiran aja. Lele padamu❤️

__ADS_1


__ADS_2