
Di tempat Rex dan timnya berada.
Akhirnya sang naga bangun dari tidurnya, tapi Rex terkejut karena tubuhnya dijadikan sandaran oleh kawan-kawan. Hanya saja, ada yang aneh menurut pengamatannya.
Matahari belum menunjukkan sinarnya padahal ia cukup yakin jika seharusnya pagi sudah menjelang.
Rex merasa jika malam di planet itu lebih lama ketimbang pagi hari, seperti di negara-negara bagian Utara yakni Islandia, Norwegia, Kanada, Alaska, Finlandia dan sekitarnya. Hanya saja, wilayah tempatnya berada sekarang tak dingin seperti negara-negara tersebut.
Rex yang merasa sudah cukup tidur, memutuskan untuk kembali ke wujud manusianya.
Czar yang seharusnya berjaga malah ikut terlelap seperti kelelahan termasuk Kenta yang awalnya masih terjaga, tapi lama-kelamaan memejamkan mata.
Benar saja, kawan-kawannya langsung terkejut dan bangun karena tubuh mereka tiba-tiba menghantam lantai gua.
BRUKK!!
"Agh! Aduh!" keluh Laika saat ia tertindih tubuh Timo dan Nicolas.
"Hehehe," kekeh Rex seraya berdiri di antara kawan-kawannya yang menggelepar di lantai.
"Oh! Kau sudah bangun?" tanya Timo dengan tubuh terlentang seraya mengedipkan mata.
"Ayo! Aku rasa istirahat kita sudah cukup. Saatnya melanjutkan pencarian," ucap Rex semangat.
"Tapi di luar masih gelap," sahut Kenta seraya mengucek mata.
"Aku rasa malam di planet ini lebih panjang. Manusia normal tidur rata-rata 7 sampai dengan 9 jam. Kita datang semalam langit sudah gelap. Jika memperkirakan waktu di Bumi, mungkin sekitar pukul 9 atau 10 malam melihat besarnya bulan. Jika aku bangun, seharusnya sekarang waktu sudah menunjukkan pukul 7 pagi. Namun lihatlah, langit masih gelap," ucap Rex menjelaskan dan anak-anak yang mendengar hanya melongo.
"Ha?" tanya Nicolas bingung. Rex mengembuskan napas malas.
"Intinya kita harus bergerak. Segera berkemas dan bersiap. Sepertinya, lawan kita kali ini tangguh dan sulit dikalahkan," tegas Rex dan anak-anak itu mengangguk mantap.
Saat Rex dan lainnya siap untuk menelusuri gua, tiba-tiba muncul portal. Para remaja itu terkejut dan langsung menjaga jarak dengan lingkaran cahaya yang menunjukkan instruksi misi.
Fokus anak-anak itu terkunci pada tulisan bercahaya tersebut. Seketika, para remaja itu terlihat tegang.
"Kolam beracun? Di mana letaknya kolam itu? Apa kalian tahu?" tanya Czar penasaran.
"Kita akan mengetahuinya dengan kompas ini," sahut Timo seraya menunjukkan kompas milik Vadim. Anak-anak terlihat lega karena masalah sudah terpecahkan.
"Baiklah, kita waspada. Kita bentuk formasi segitiga sama sisi. Setidaknya, dulu ayahku pernah mengajarkan demikian saat aku dan saudara-saudariku berburu di hutan," ucap Kenta, dan anak-anak mengikuti sarannya.
Kenta berada di paling depan sebagai pemimpin tim. Di sisi kanan ada Rex dan di belakangnya Laika. Lalu sisi kiri ada Timo dan di belakangnya Nicolas. Penutup dari kelompok itu adalah Czar.
Gua itu hanya diterangi oleh cahaya dari kristal biru. Mereka melangkah dengan perlahan dan mengendap agar suara pergerakan mereka tak diketahui musuh.
__ADS_1
Namun lama kelamaan, kristal-kristal biru itu tak mereka dapati di sepanjang jalan gua. Lorong mulai gelap dan hal itu membuat bulu kuduk meremang.
Sepanjang lorong, tak terdengar suara dari makhluk menyeramkan tersebut atau pun Tina dan Peter. Anak-anak mulai ragu jika arah yang ditunjukkan oleh kompas adalah benar.
Namun, Timo meyakinkan jika arah yang ditunjukkan oleh benda itu tepat karena sebelumnya berhasil saat mencari Rocky.
Mereka tetap melangkah hingga mendapati bagian dalam gua yang ternyata lebih besar. Langkah anak-anak itu terhenti seketika.
"Wow, seperti ... sebuah ruangan," ucap Nicolas berbisik, tapi disetujui kawan-kawan satu timnya.
"Lihat! Ada tangga di sana. Sepertinya menuju ke sebuah tempat," sahut Laika menunjuk.
"Lihat bagian bawah. Masih ada ruangan lagi," imbuh Czar saat ia berdiri di tepi sebuah lantai dan melongok ke bawah.
"Aku yakin ini sarang para vampir itu. Hati-hati, aku takut ada jebakan," ucap Rex dan semua anak langsung waspada.
"Timo, kita pergi ke arah mana?" tanya Kenta.
Timo melihat kompasnya lagi dan ternyata menuju ke tangga yang ditunjuk oleh Laika. Semua anak kembali melangkah dengan hati-hati karena khawatir ada jebakan yang bisa melukai mereka.
Jantung semua orang berdebar. Napas mereka terasa tercekat. Tempat itu sudah tak dipenuhi oleh cahaya kristal lagi, tapi terlihat seperti ada cahaya matahari yang menyelinap masuk melalui celah-celah gua.
Anak-anak itu terus melangkah demi bisa menemukan Tina dan Peter. Hingga akhirnya, anak tangga habis dan mereka dihadapi oleh sebuah jurang yang sangat dalam untuk bisa mencapai sisi gua.
Kenta dan lainnya menurut. Akhirnya, Czar berubah menjadi Griffin. Timo segera naik ke punggungnya karena ia sebagai penunjuk arah.
Timo berhasil menyeberang dengan selamat. Czar kembali dan kini membawa Nicolas yang dilanjutkan dengan mengangkut Laika, Rex lalu Kenta.
"Jika kita tak memiliki perubahan wujud Mitologi, ini akan sangat menyulitkan," ucap Kenta saat mereka kembali menyusuri gua yang semakin gelap.
Ternyata, lorong gua itu bercabang. Namun, mereka tak khawatir tersesat karena kompas menunjukkan arah jalan mana yang akan ditempuh.
Saat anak-anak mulai merasa tak ada bahaya mengancam selama mereka menyusuri gua, tiba-tiba saja, "Harrghhh!"
"AAAA!" teriak Laika histeris ketika dari atap gua muncul manusia kelelawar dengan tubuh terbalik.
Makhluk itu mengembangkan sayap besar kelelawarnya seraya menunjukkan gigi yang bertaring. Praktis, Timo dan lainnya langsung berlari kencang melarikan diri.
"Kenta! Berubah menjadi phoenix!" seru Nicolas yang berlari di barisan paling depan.
"Jangan! Kau akan membakar kami semua!" bantah Rex yang berlari di belakang remaja berambut pirang itu.
__ADS_1
"Lalu sekarang bagaimana?" tanya Laika yang ikut panik dan terus berlari mengikuti kawan-kawannya.
"Lari terus! Jangan berhenti!" jawab Timo dengan napas tersengal karena dikejar oleh sekumpulan makhluk yang diyakini adalah vampir.
Timo dan lainnya lari terbirit-birit hingga kembali dipertemukan dengan ruangan besar beratap tinggi. Mereka terus berlari menghindari kejaran.
Ternyata, makhluk-makhluk itu bersemayam di langit-langit gua layaknya kelelawar. Mendengar keributan tersebut, para vampir bangun dan ikut memburu para anak manusia yang menyusup masuk ke gua mereka.
"Harghh!" erang para vampir yang terbang di atas para remaja itu dan berusaha untuk menangkap dengan buas.
Namun, Nicolas dan lainnya berhasil menghindar. Mereka merunduk saat akan ditangkap dan memanfaatkan pilar-pilar pada gua untuk menyulitkan musuh menangkap mereka.
Hingga akhirnya, mereka tiba di sebuah tempat yang menembus luar gua ke alam liar. Namun, Timo yang tak melihat permukaan dari lantai yang dipijaknya, tiba-tiba, SRAK!!
"AAAAA!" teriaknya lantang saat menyadari jika tempat mereka berada di sebuah tebing yang curam.
"TIMO!" panggil Czar panik karena Timo jatuh dari ketinggian dengan cepat.
Segera, Rex berubah menjadi naga untuk menolong kawannya. Sayangnya, para vampir berhasil mengejar.
Anak-anak panik karena tempat mereka berdiri berada di celah yang sempit dan tak mungkin menghindar selain melompat.
"Semua tiarap!" seru Kenta lantang.
Laika dan lainnya langsung merobohkan diri. Kenta menarik napas dalam dengan sorot mata tajam saat melihat sekumpulan manusia kelelawar keluar dari mulut gua.
"Oakkkk!" lengking Kenta saat berubah menjadi burung Phoenix dengan api membara di sekujur tubuhnya.
Anak-anak lainnya menutup kepala mereka dan tetap tiarap di atas lantai luar gua yang sempit melindungi diri dari panasnya api.
"Terbakarlah," ucapnya bengis seraya memposisikan tubuhnya di depan bibir gua.
WHOOM!
"Hargghhh!" erang para vampir saat Kenta menyemburkan api dari paruh burungnya.
Kemampuan phoenix Kenta yang tak bisa, sangat menolong kawan-kawannya. Mereka tak menyangka jika wujud phoenix Kenta bisa menyemburkan api layaknya naga bahkan bulu-bulunya bisa mengobarkan api seperti terbakar dalam panas membara.
Anak-anak berasumsi. Mungkin karena Kenta menyukai naga dan saat itu ia sangat menginginkan wujud Mitologi hewan besar itu, sosok phoenix-nya memiliki kemampuan seperti naga api.
Namun, itu hanya dugaan. Hanya saja melihat yang terjadi pada Kenta, mereka mulai mempercayai pemikiran itu.
***
ILUSTRASI
__ADS_1
SOURCE : GOOGLE
Ya ampun baru sempet ngetik. Jadwal padat gila uyy😩 Lele setor jam 21.30 entah naik naskah kapan. Masih eps bonus dari tips tante Bee ya. Yang lainnya ditunggu kucuran tipsnya. Yg belum vote vocer segera ya. Lele padamu❤️