
Anak-anak menikmati makan siang dengan penuh canda tawa. Seolah, misi mereka yang tak berkesudahan sudah menjadi hal biasa.
Usai beristirahat, anak-anak kembali menguatkan mental untuk segera melanjutkan misi.
Mereka tak ingin membuang waktu dan bergegas menyelesaikan tugas agar bisa segera pulang ke Bumi.
Mereka bicara dalam bahasa Mitologi. Terjemahan.
"Ayo!" ajak Gibson dengan tas berisi perlengkapan dan perbekalan yang tersisa.
"Ayo!" jawab semua anak serempak termasuk Satyr yang sepertinya mulai terbiasa bersama kumpulan anak-anak manusia itu.
Para remaja yang memiliki kemampuan terbang segera berubah. Naga Rex kembali menjadi tunggangan kawan-kawannya selama mereka menuju ke wilayah tempat Cockatrice berada.
Satyr kali ini duduk di depan sebagai penunjuk jalan. Semua anak menurut karena bagaimanapun, Satyr memiliki banyak pengetahuan tentang wilayah penjara Hades melebihi siapapun.
Mereka terbang melintasi wilayah sebelumnya saat berurusan dengan para Harpy. Siapa sangka, mereka bertemu dengan makhluk-makhluk itu lagi, tapi kali ini sikap para Harpy lain.
Para Harpy itu terlihat takut saat melihat sekelompok makhluk mitologi dan anak-anak yang menatap mereka tajam ketika melintasi gua tempat ketua Harpy ditangkap.
"Yeah, benar begitu! Takutlah pada kami, Wanita jelek! Hahaha!" tawa Satyr begitu gembira saat para Harpy yang sudah kehilangan sayap karena berubah menjadi batu, bergegas masuk dalam gua.
Gibson dan lainnya hanya menahan senyum karena tak menyangka bisa memberikan efek jera pada jenis makhluk mitologi tersebut.
Hingga akhirnya, mereka mendapati wilayah lapang dengan sedikit tumbuhan di sekitar layaknya padang gurun, tapi tak begitu tandus.
"Bersiaplah. Ayam naga itu berada di sekitar sini. Wilayah ini adalah daerah kekuasaannya. Jujur, aku belum pernah berurusan dengan dia sebelumnya. Namun yang kudengar, napas dan sorot matanya sangat beracun karena memiliki sifat pembunuh. Dia hewan paling ditakuti di penjara ini. Oleh karena itu, jarang sekali ada yang melihat wujudnya sebab makhluk itu juga tipe penyendiri, tapi jangan salah. Dia bisa menyerang kita kapan saja jika dianggap ancaman. Sebaiknya kita—"
"Itu dia!" seru Czar lantang saat semua anak fokus mendengarkan penuturan manusia setengah kambing itu.
"Awas! Menghindar!" titah Gibson yang duduk di punggung Czar mengomandoi kelompoknya.
"Oakkk!" lengking makhluk dengan wujud seperti campuran beberapa hewan itu dengan kepakan sayap besarnya.
"Dasar ayam jelek! Aku belum selesai bicara kau sudah muncul!" teriak Satyr marah.
"Kenta!" seru Gibson saat kumpulan mereka menyebar membentuk formasi melingkar.
Makhluk dengan wujud seperti gabungan ayam, reptil, dan burung itu mengincar Rex karena terdapat para anak manusia di punggungnya.
"Serang dia!" titah Gibson masih bertahan dalam wujud manusia karena Czar tak bisa menahan beban jika ia berubah menjadi Hanoman.
Dengan sigap, WHOOM!!
"Oakkk!!"
"Bagus! Bakar dia!" seru Satyr senang dengan tangan ke atas ketika melihat makhluk tersebut mulai mengarahkan cakar kaki untuk menangkap mereka.
"Rex!" seru Gibson lagi saat melihat Kenta mulai kehabisan napas apinya.
__ADS_1
Rex dengan sigap menyemburkan asap beracunnya ke arah makhluk terbang itu. Cockatrice tak berkutik saat ia diserang dari depan dan belakang. Makhluk tersebut masih berusaha untuk tetap terbang meski terluka.
"Nicolas!" seru Gibson menunjuk Nicolas yang dengan sigap membidik monster ayam itu dengan anak panah Elf-nya.
SHOOT!! JLEB! JLEB! JLEB!
"Oakkk!!" rintih makhluk itu lagi saat sisi kanannya diserang oleh Nicolas dengan panah-panah tajam yang menusuk tubuh naganya.
Cockatrice tersebut kelimpungan saat tak bisa menghindar karena terkepung. Ia diserang dari tiga sudut dengan racun, panah yang menembus kulit, serta kobaran api dahyat yang membakar tubuhnya.
"Tutup mata atau kalian akan terluka! Cepat!" seru Satyr kepada para anak manusia yang duduk di punggung naga Rex.
Anak-anak itu mengangguk cepat dan langsung memejamkan mata. Makhluk seperti ayam itu tampak tak bisa bertahan dan mulai jatuh dari ketinggian usai terkena dampak mematikan dari serangan brutal itu.
"Jangan biarkan ia lolos! Dia belum mati!" seru Satyr yang bersiap dengan serulingnya.
"Kejar dia!" titah Gibson lagi yang kini berpegangan kuat pada bulu Czar karena Griffin tersebut menukik tajam.
Tubuh Cockatrice terbakar dan terluka parah. Nicolas terus melesatkan panahnya bagaikan hujan kematian bagi makhluk bersayap itu saat duduk di punggung Pegasus Vadim.
"Kau hebat sekali, Nico! Terus panah dia!" seru Vadim ikut bersemangat karena Nicolas tak memberikan jeda pada serangannya hingga Cockatrice tersebut tak bergerak dan terus jatuh ke bawah.
BRAKKK!!
"Selesaikan!" seru Satyr bersemangat ketika makhluk seperti ayam jantan itu menghantam permukaan dengan keras.
"Oaaakkk ...," rintih makhluk itu dengan asap menyelimuti tubuh.
Panah-panah Nicolas tertancap di seluruh tubuh Cockatrice dan membuat makhluk itu tergeletak meski matanya masih terbuka.
"Apakah ... apakah dia sudah mati?" tanya Lazarus yang bersiap dengan senjatanya jika makhluk itu kembali bangkit.
"Entahlah. Namun, waspada. Aku tak menyangka jika dia mudah di—"
"Hempf!"
"Dia masih hidup! Menghindar!" seru Gibson saat melihat makhluk itu mengeluarkan napas beracunnya di sekitar mereka.
Anak-anak berlari dengan tergesa agar tak terkena dampak. Cockatrice tersebut kembali bangun meski sebagian tubuhnya telah hangus terbakar dengan panah tertancap di sekujur tubuhnya.
Namun, makhluk itu sungguh kuat dan tak mudah dikalahkan. Ia menyemburkan napas beracun di sekitar tubuhnya yang terluka.
"Aku akan menyelesaikannya. Kalian berubahlah!" seru Satyr, dan para makhluk mitologi dari kumpulan anak-anak itu dengan sigap kembali ke wujud manusia.
Satyr tersebut bergegas memainkan seruling saat makhluk itu mencoba untuk kembali terbang dengan mengepakkan sayap.
"Oakkkk!!"
"Yeah! Bagus, Tuan Satyr! Kalahkan dia!" seru Boas memberikan semangat di kejauhan.
__ADS_1
Satyr yang senang dipuji semakin lincah menggerakkan jarinya ketika memberikan musik kematian bagi Cockatrice tersebut.
Makhluk itu mengerang kesakitan dan pada akhirnya ambruk dengan telinga mengeluarkan darah.
Semua anak tak menyangka jika kemampuan seruling Satyr begitu dahsyat bahkan bisa membuat gendang telinga makhluk mitologi pecah.
"Dia sudah tuli. Cepat bawa dia! Tutup mata dan sumpal lubang hidungnya!" seru Satyr memerintah.
Semua anak bergegas mendatangi makhluk itu untuk melakukan yang Satyr ucapkan. Mereka dengan sigap mengikat kaki makhluk itu agar tak memberontak saat dibawa terbang menemui sosok hitam.
"Kali ini giliranmu, Nicolas. Kau berhak untuk lolos," ucap Gibson, dan pemuda berambut pirang itu terlihat senang.
"Dia masih hidup. Cepat!" seru Satyr tampak panik dan bersiap dengan serulingnya lagi.
Semua anak bersusah payah dan melakukannya dengan cepat karena khawatir jika makhluk itu kembali memberontak.
Kenta dan Rex akan membawa makhluk itu karena ukurannya hampir sama dengan mereka.
Sebagian dari anak-anak akan terbang bersama kawan-kawan dalam wujud mitologi yang memiliki kemampuan terbang.
"Bagaimana? Kalian bisa?" tanya Gibson memastikan.
"Ya. Aku siap!" jawab Kenta mantap, dan diangguki Rex.
"Oke! Angkat dia!" seru Gibson yang masih menunggu di bawah ketika makhluk itu perlahan diangkat oleh Rex dan Kenta untuk dibawa terbang menggunakan tali serta ranting yang dianyam oleh tuan pohon.
"Yeah! Kalian berhasil! Ayo, kita harus segera menyusul mereka!" seru Mandarin senang.
Satyr tetap duduk di punggung naga Rex karena ia enggan terbang bersama makhluk mitologi lainnya.
Mandarin menaiki punggung Unicorn Azumi meski terlihat malu. Harun dan Rangga duduk di punggung Pegasus Vadim. Sedang Gibson dan Ryan naik ke punggung Griffin Czar.
Lazarus terbang dengan berpegangan pada kaki Boas. Tubuhnya menggantung sama seperti Timo yang berpegangan pada kaki Kesatria Garuda Bara.
Namun, baik Lazarus atau Timo tampak biasa saja tak mempermasalahkan hal tersebut. Mereka malah senang karena menganggap hal ini sebagai latihan untuk menguatkan otot tangan.
Namun Nicolas, malah duduk di tubuh Cockatrice seraya berpegangan pada anak panahnya yang menancap pada tubuh makhluk itu.
"Hahaha, lihatlah gayanya. Nicolas benar-benar bisa berpenampilan keren," ucap Ryan yang membuat semua orang terkekeh.
"Sayangnya dia wanita jadi-jadian. Oag bodoh atau bagaimana? Nicolas itu laki-laki, kenapa mendapat wujud perempuan? Apa dia sudah tak lagi bisa membedakan jeniis kelamin?" sahut Satyr terheran-heran, tapi Nicolas tampak cuek saat mengibaskan rambut panjangnya dan malah membenarkan posisi buah dada agar tetap terlihat menonjol. "Jika aku tak ingat dia seorang bocah laki-laki, aku pasti sudah terangsangg," imbuh Satyr yang memilih untuk memalingkan pandangan karena sosok Elf Nicolas sangat menggoda untuk dipandang.
Anak-anak terkekeh, terlebih Nicolas yang sepertinya memiliki taktik tersendiri untuk membuat Satyr itu kapok dengan sikap mesummnya. Kenta ikut menyeringai.
***
uhuy makasih tipsnya diriku😆 yang gak bisa tips koin, silakan dengerin audio book yang didubbing lele ya. hasil like dan play kalian akan memberikan kontribusi bagi dubber untuk mendapatkan bonus koin walaupun sejimpit. kuy segera sambangi novel vesper dan play audio booknya ya. lele padamu❤️
__ADS_1