
Kata mimin tetep suruh up biar gak anjlok levelnya. Ya sudahlah. Bakal kerja lembur ini buat selesein 4YM dan SIMULATION. Semoga selalu sehat. Amin.
---- back to Story :
Jubaedah terkejut saat para naga mengatakan jika dirinya adalah Ibu dari makhluk bersayap dan bertubuh besar tersebut.
"Duh, gak tau deh. Juby kudu seneng apa takut ya? Terus? Kenapa Juby gak jadi naga kaya kalian? Kenapa wujud Juby masih bentuk manusia gini?" tanya Jubaedah panik seraya mengipasi wajahnya dengan kedua tangan layaknya kipas.
"Itu sebuah anugerah untukmu, Lady Dragon. Tak semua anak manusia mendapatkan hal menakjubkan sepertimu. Sama seperti halnya kawanmu yang kala itu menjadi Lady Wolf. Hanya anak-anak berhati mulia yang bisa mendapatkan hadiah level tertinggi tersebut," ucap Naga Crystal.
Jubaedah kembali terbengong. Entah apa yang dipikirkan gadis itu, ia malah seperti orang bingung. Para naga menatap Jubaedah saksama yang mengedipkan mata berulang kali.
"Aduh! Rex di mana sih? Giliran Juby lagi butuh dia malah ilang!" ucapnya teringat akan sosok kekasihnya.
Di sisi lain.
"Hatchim!"
"Wow! Kenapa, Rex? Jangan bilang masuk angin," tanya Rangga yang kini duduk di punggungnya. Pemuda itu terkejut karena tubuh naga Rex berguncang.
"Hempf, entahlah. Mendadak hidung gatel," jawabnya seraya menggerakkan hidung besarnya saat mereka melintasi daratan untuk berkumpul bersama yang lain.
Kembali ke tempat Jubaedah dan para naga sedang berkumpul.
"Lalu ... Juby harus gimana dong sekarang?" tanya gadis manis itu bingung.
"Kau akan menetap di tempat ini. Kau bertugas untuk mengajarkan anak-anak naga yang sedang belajar terbang dan hal lainnya. Kau juga harus menjaga telur-telur naga yang belum menetas dari ancaman para Goblin yang gemar sekali mencuri telur-telur kami," jawab Naga Api menjelaskan.
"Ha? Mana Juby tahu cara ngajarin naga terbang? Juby aja gak punya sayap," tanya gadis bermata bulat itu terheran-heran.
"Semua yang kaubutuhkan, sudah ada pada dirimu, Lady Dragon. Mungkin, kau tak menyadarinya. Namun, kau adalah jelmaan Lady Dragon. Cari tahulah dari wujudmu yang sekarang. Kami ... pergi dulu," ucap seekor naga berwarna hitam dengan tubuh layaknya gumpalan batu.
"Eh, eh! Kok Juby ditinggal? Kalau salah ngajarinnya gimana?" tanyanya panik dan berlari mengejar para naga yang mulai melangkah menjauh seperti akan terbang.
WHUZ!
"Hei!" panggil Jubaedah lantang seraya berlari mengejar karena para naga yang mulai terbang satu persatu meninggalkan bukit tersebut. "Jangan tinggalin Juby sama piyik-piyik ini! Huwaaa!" rengek Jubaedah yang menangis di pinggir tebing karena bingung dengan kondisi yang kini dihadapinya.
Tiba-tiba saja, langit berubah menjadi mendung. Angin terasa berhembus kencang di mana sebelumnya, tak dirasakan angin bertiup di tempat itu.
__ADS_1
"Rex, kamu kenapa?" tanya Lazarus yang merasakan Rex seperti gelisah karena kepalanya menoleh ke kanan dan ke kiri.
"Perasaanku tak enak. Sepertinya ... ada suatu hal yang membuat hatiku ikut bersedih, tapi ... aku tak tahu apa. Aku merasa ... aku harus pergi ke suatu tempat," jawabnya yang kini menoleh ke sebuah tempat dengan bukit tinggi menjulang di kejauhan.
"Kita tetap harus bersamamu, Rex!" sahut C yang merasakan angin meniup tubuh naga Rex untuk datang ke tempat yang dituju.
"Baik! Pegangan yang kuat!" serunya lantang yang langsung mengarahkan tubuhnya menukik tajam.
"Waaaa!" seru anak-anak dari kelompok terakhir yang diangkut oleh Rex untuk berkumpul bersama kelompok sebelumnya.
Rex melesat cepat. Anak-anak itu berpegangan erat takut terjatuh dari ketinggian. Mata Rangga, Bara, Lazarus, dan C tertutup rapat.
Gibson yang akhirnya memilih untuk beristirahat karena merasa mual, tak ikut melakukan penjemputan tim terakhir.
Hanya Rex seorang diri yang terbang untuk menjemput kawan-kawannya di markas Minotaur.
"Wow! Merunduk!" seru L saat ia melihat naga lain ikut terbang ke arah tujuan Rex.
Seketika, banyak naga yang ikut berkumpul dari berbagai penjuru ke satu titik di bukit hijau. Mata Rex menajam saat ia melihat sosok wanita cantik sedang menangis sedih hingga air matanya berderai dan membuat hujan mulai turun dari atas langit.
"Lady Dragon!" panggil para naga yang mendarat satu persatu di sekitar Jubaedah, tapi gadis itu masih menangis hingga sesenggukan.
Jubaedah bersimpuh di atas rumput hingga wajahnya tergenang air mata.
"Juby!" serunya lantang langsung berlari dengan tubuh naganya.
"Wow! Wow! Wow!"
"Rex! Argh!"
BRUKK! BRUKK! BRUKK!
Rex seakan lupa jika kawan-kawannya duduk di atas punggungnya. Lazarus dan lainnya jatuh dari punggung naga Rex hingga bergulung-gulung di atas tanah.
Bukit yang menanjak, membuat mereka terperosot ke bawah dan tersangkut di semak-semak.
Namun mereka beruntung karena menjauh dari para naga yang kini mengerubungi Jubaedah. Yang diketahui oleh anak-anak itu, para naga tak menyukai keberadaan manusia.
"Juby!" panggil Rex mendekat dengan panik.
__ADS_1
Seketika, Jubaedah mengangkat kepalanya. Ia melihat seekor naga hijau menatapnya lekat. Saat itu juga, tangis Jubaedah mereda.
"Rexy?" panggilnya memastikan.
"Ya! Ini aku. Aku Rex!" jawabnya meyakinkan.
"Huwaaa! Rexy!" tangisnya lagi yang malah makin histeris dan melengking.
Seketika, petir menyambar hingga membuat pohon-pohon yang menjulang tinggi terkena dampaknya.
"Wow, kekuatan apa yang kaumiliki? Hei, hentikan tangisanmu itu. Kau membuat hujan badai berpetir!" seru Rex yang merasakan angin kencang mulai menerpa daratan disertai hujan deras dan guntur menyambar-nyambar.
Seketika, tangis Jubaedah sirna. Ia masih sesenggukan, tapi tak lagi meneteskan air mata.
Angin kencang dan hujan pun reda seketika. Petir tak lagi menyambar seolah kehebohan barusan lenyap, seirama dengan perasaan yang dialami gadis manis itu.
"Maaf ya, jika Rex datang terlambat. Rex dan lainnya sedang berusaha mencarimu dari jejak terakhir Boas. Namun, siapa sangka, Rex malah nemuin Juby di sini. Jodoh kali ya," ucapnya dengan senyum naga.
Seketika, wajah Jubaedah berbinar.
"Ah, Rexy! Kamu so sweet banget sih! Juby makin cinta deh!" ucapnya gembira dan langsung memeluk kepala naga kekasihnya.
Seketika itu juga, langit berubah cerah bahkan ada pelangi muncul setelah hujan badai. Para naga terlihat kagum dengan perubahan cuaca yang dramatis itu.
"Wow! The power of love," ucap L dari balik semak karena drama unik yang dilihatnya barusan antara Jubaedah dan Rex.
"Hehe, mereka benar-benar cocok," ucap Rangga dan diangguki oleh kawan-kawan lainnya yang ikut mengintip di balik semak.
Namun, tiba-tiba, "Wa! Wa! Waaa!" seru Bara panik saat tubuhnya diangkat ke atas.
Lazarus dan lainnya melotot ketika melihat baju Bara digigit oleh seekor naga warna ungu berwujud seperti ular besar, tapi memiliki sayap di kanan kirinya.
"Penyusup! Ada manusia di sini!" ucap naga Ungu tersebut, dan praktis, kepala para naga yang berkumpul di sekitar Jubaedah menoleh ke arah Rangga dan kawan-kawannya.
"Matilah kita," ucap C menelan ludah.
***
__ADS_1
ILUSTRASI
SOURCE : GOOGLE