MONSTER HUNTER-13 DEMON KIDS

MONSTER HUNTER-13 DEMON KIDS
HARUN LOLOS


__ADS_3

Anak-anak tampak semangat karena tersisa satu makhluk Mitologi yang harus mereka kalahkan yakni Chimera agar bisa lolos level 7.


Siapa sangka, keberhasilan mereka menangkap Siren mendapatkan sorakan gembira dari tujuh anak yang dibangkitkan kembali.


Mereka begitu bahagia karena kawan-kawannya tak ada yang gugur dan tetap bertahan.


Mereka bicara dalam bahasa Mitologi. Terjemahan.


"Timo! Berjuanglah!" seru Tina memberikan dukungan meski sang kakak tak menyadari hal itu.


"Bagus, Vadim! Teruslah bertahan hingga level 10!" sahut Pasha ikut memberikan semangat.


Hihi dan lainnya juga terus mendoakan keselamatan bagi kawan-kawan mereka yang terus berjuang untuk menyelesaikan level sulit tersebut.


Sedang Oag dan para alien bertentakel itu, diam-diam menaruh kekaguman kepada para peserta dari Bumi.


Siapa sangka, jika anak-anak yang tak saling kenal itu bisa menjadi kawan karib selama mengikuti permainan Maniac di Planet Mitologi. Bahkan, bisa berkawan dengan makhluk dari planet tersebut.


Setibanya di hadapan sosok hitam. Harun dengan mantap menyerahkan Siren yang sekarat karena terluka parah.


Makhluk bersayap itu terlihat tak berdaya bahkan hanya bisa menunjukkan wajah sedih saat sosok hitam menghisap jiwanya.


"Kesalahan apa yang dia buat?" tanya Harun penasaran usai melihat Siren tersebut mengering.


"Dia yang memulai pemberontakan dan menghasut Siren lain untuk menentang Oag. Mereka membunuh para makhluk Mitologi yang sejalan dengan pemikiran pemimpin planet ini. Pembantaian terjadi di beberapa tempat dan membuat para makhluk yang lemah ketakutan. Oleh karena itu, Oag menyeretnya kemari, tapi sepertinya tak memberikan efek jera karena mereka masih mengganggu makhluk Mitologi lainnya," jawab sosok hitam tenang.


"Wah, mereka provokator ya? Apa karena tak sependapat dengan teknis permainan Maniac dan melibatkan para anak manusia di Bumi?" tanya Harun yang terlihat masih penasaran. Sosok hitam mengangguk. "Kenapa anak-anak? Bukan orang dewasa yang diikut sertakan dalam permainan ini?" tanya Harun lagi, tapi kali ini sosok hitam diam saja. "Oke, aku diabaikan olehnya. Baiklah kalau begitu. Sampai bertemu lagi, terima kasih atas hadiah kelulusannya dan, salam," sambung Harun sopan lalu pamit pergi.


Namun, Bara dan Rangga terkekeh.


"Dia bilang salam, Bro. Dikira mau silaturahmi kali ya," ucap Bara heran karena baginya Harun bersikap aneh.


"Biarin aja sih. Paling selanjutnya sungkem, hehehe," sahut Rangga dengan tawa diakhir kalimat.


Harun yang mendengar hal tersebut hanya melirik dua kawannya. Anak-anak itu kembali ke tempat Satyr dan lainnya menunggu.


Ucapan selamat kembali dilayangkan oleh tiap anak kepada para sahabatnya atas keberhasilan mereka.


"Hah, tinggal satu lagi. Chimera," ucap Gibson mengingatkan.


"Besok saja, Gib. Aku lelah sekali. Jarak ke sana sangat jauh. Aku lapar," keluh Vadim langsung ambruk di atas rumput lalu terlentang.


"Selama di sini, kalian hanya makan ikan bakar 'kan? Ingin kubuatkan makanan lezat lainnya? Aku tahu beberapa resep jika ingin mencobanya," tawar Satyr.


"Kau memasak? Sungguh?" tanya Mandarin terkejut, dan Satyr tersebut tersenyum.

__ADS_1


"Boleh juga. Aku bantu. Kau butuh bahan apa?" tanya Kenta seraya mendekat.


"Ikan pastinya. Lalu ... beberapa dedaunan, buah, dan rempah. Aku memilikinya di gua tempat tinggalku dulu. Kita bisa mengambilnya jika kalian berkenan," jawabnya sopan.


"Oke, aku ikut denganmu," sahut Nicolas.


Kenta dan Nicolas mengikuti Satyr menuju ke gua tempat tinggalnya dulu yang ia tinggalkan karena memilih untuk bergabung bersama anak-anak manusia demi merampungkan misi.


Timo yang sudah merasa lebih baik, kembali menyelam di sungai untuk menangkap ikan. Lazarus dan Ryan membantu untuk menjaring ikan-ikan itu.


Sedang Gibson dan lainnya, mengumpulkan kayu bakar untuk membuat api unggun. Beberapa diantaranya mengasah pedang Elf agar tetap tajam. Anak-anak terlihat sibuk di dalam penjara luas tersebut.


Setibanya di gua Satyr, Nicolas dan Kenta dibuat kagum. Ternyata, Satyr menyimpan banyak botol berisi minuman anggur yang memabukkan.


Makhluk setengah kambing setengah manusia itu mengambil botol-botol itu lalu memasukkannya dalam tas Azumi.


"Kami masih remaja, tak boleh minum alkohol," ujar Nicolas.


"Ini untukku, bukan kalian. Meskipun aku kini menjadi Faun, tapi jiwaku masih berkata jika diriku Satyr. Aku tak mau kehilangan kebiasaan. Jadi, mungkin saja jika aku masih bisa mempertahankan sisi Satyr, aku bisa kembali lagi ke wujud semula meski terdengar mustahil," ucap Satyr menatap dua anak manusia itu lekat.


"Oh, begitu. Ya, terserah saja," jawab Kenta sambil menganggukkan kepala.


"Nah, ambilah wadah-wadah dari kayu itu. Semua itu adalah bumbu untuk memasak. Bawa saja semua perlengkapan," ucap Satyr. Nicolas dan Kenta mengangguk.


Mereka memasukkan benda-benda itu dalam tas dan sebagian didekap depan dada.


Mereka langsung mundur dan waspada karena wajah dari sosok itu tak terlihat akibat gua yang gelap dan ia memunggungi cahaya.


"Kau siapa?!" tanya Kenta lantang.


"Aku sudah memberitahukan tentang kalian kepada Chimera. Bersiaplah menerima kematian sebentar lagi. Karena kali ini, tak perlu repot-repot mendatangi Chimera di sarangnya, dia akan kemari. Hahahaha!" tawa makhluk itu bersuara seperti kaum pejantan.


Ia lalu pergi begitu saja dengan berlari layaknya hewan berkaki empat. Nicolas, Kenta dan Satyr terkejut.


Mereka bergegas keluar untuk mencari tahu siapa sosok itu. Beruntung, mereka melihat wujud itu saat masuk ke dalam hutan layaknya manusia serigala.


"Kita harus peringatkan yang lain!" seru Nicolas.


Saytr dan Kenta bergegas kembali ke kumpulan untuk mengabarkan hal buruk yang akan menimpa sebentar lagi.


"Apa katamu? Sungguh?!" pekik Lazarus saat semua anak sudah berkumpul dan siap memasak.


"Ya. Sepertinya peringatan serigala itu nyata. Kita harus bersiap!" jawab Kenta yakin.


"Meski kita tidak tahu hal itu benar apa tidak, tapi menurutku, berita ini memberikan keuntungan bagi kita. Jika demikian, semuanya bersiap!" seru Gibson mantap.

__ADS_1


"Yeah!" jawab Rex dan lainnya dengan senjata dalam genggaman.


Namun, Vadim yang lapar tetap bersikeras untuk makan karena bagaimanapun, asupan energi dibutuhkan oleh anak-anak itu.


Satyr dengan sigap memasak seperti yang ia janjikan. Sedang anak-anak lain bersiaga di beberapa titik untuk mengawasi jikalau Chimera benar datang untuk menyerang mereka.


"Makan yang cepat, lalu kita gantian berjaga," tegas Gibson yang mendapat jatah makan terlebih dahulu bersama Vadim, Kenta, Ryan, Rex, Nicolas, dan Lazarus.


Semua anak yang menjadi tim B tersebut mengangguk siap. Mereka makan dengan cepat bahkan hampir tak dikunyah karena masakan Satyr seperti sup.


Siapa sangka, masakan manusia setengah kambing itu cukup lezat dan cocok di lidah Mitologi mereka.


Usai tim B menikmati makan malam, giliran tim A untuk mengisi perut mereka. Para remaja itu makan dengan cepat mengingat Chimera adalah lawan yang tangguh.


"Oia, kita belum membuat strategi untuk mengalahkan Chimera. Apa yang harus dilakukan?" tanya Czar seraya meletakkan mangkuk yang terbuat dari kayu setelah makanannya habis.


"Chimera itu makhluk berkepala tiga. Ular, kambing dan singa. Anggap saja seperti saat kita melawan Cerberus," sahut Boas.


"Hem, begitu ya? Semoga kita menang kali ini. Karena jujur, saat melihat wujudnya, dia sepertinya sangat buas," jawab Czar serius.


"Selain itu, mereka bisa menyemburkan api dari hidung dan mulut. Mirip seperti sosok Phoenix Kenta. Hanya saja, wujud Phoenix Kenta dengan yang kuketahui sedikit berbeda," ucap Satyr yang membuat anak-anak itu langsung menatapnya lekat.


"Berbeda bagaimana?" tanya Mandarin dengan kening berkerut.


"Aku pernah bertemu sosok Phoenix sebelumnya, tapi ukuran dia kecil tak sebesar Kenta. Selain itu, dia tak menyemburkan api. Tubuhnya juga tak berkobar layaknya api yang membara. Namun, air mata Phoenix juga bisa menyembuhkan luka. Jika dia mati, akan hidup lagi. Selain itu, dia juga berumur panjang," jawab Satyr menjelaskan.


"Oh, benarkah? Kenta sepertinya tak menyadari hal itu," ucap Mandarin menduga.


"Mungkin, wujud Kenta adalah jenis yang berbeda setelah direkayasa oleh Oag agar menjadi makhluk yang tangguh," sahut Satyr.


Semua anak diam mendengarkan. Ketika keheningan menyelimuti kawasan di hari yang gelap dan hanya bercahaya bulan, tiba-tiba ....


"Eerrr ...."


"Oh! Suara apa itu? Chimera?" tanya Rangga langsung menoleh karena merasakan kehadiran sosok makhluk bersuara besar.


Semua anak terlihat tegang dan langsung memegang pedang Elf dengan kuat. Satyr meletakkan telinganya di atas tanah seperti ingin memastikan sesuatu.


"Dia mengendap," ucap Satyr pelan yang perkataannya membuat semua anak fokus padanya. "Dia ... dia datang dari sebelah Timur!" pekik Satyr yang membuat semua anak langsung menoleh ke arah tersebut.


"Chimera!" teriak Bara histeris dengan mata melotot saat melihat kedatangan makhluk besar berkepala tiga tersebut.


***


__ADS_1


Wah ada yg tips😍 Makasih banyak ya. Lele padamu💋 Tar lele kasih bonus eps yg up hari ini juga. Mudahan bisa dobel eps ya. Amin❤️


__ADS_2