
Di sisi lain. Anak-anak yang masih bertahan mulai membentuk kelompok. Beberapa dari mereka tersebar di berbagai wilayah Planet Mitologi.
Namun, banyak dari para remaja yang selamat belum mendapatkan misi. Mereka terus berpetualang dan berusaha untuk tetap bertahan hidup sampai menemukan jalan pulang.
Kenta terlihat asyik dengan temuan dua telur naga dalam dekapannya. Ia menyelimuti dua telur itu dengan selimut yang ditemukan Harun dan Nico saat di gua Yeti.
Namun, dua anak itu terlihat heran dengan tingkah Kenta yang seakan tak takut jika telur naga tersebut akan menetas.
"Kenta. Itu telur naga kalau nanti menetas terus kita dimakan sebagai menu pembuka gimana?" tanya Harun cemas di mana mereka bertiga terus berjalan menyusuri hutan.
"Kenta bakal jadiin mereka herbivora. Kenta akan jadi orangtua yang baik buat dua calon naga ini. Jangan khawatir," jawabnya dengan senyum terkembang.
"Beneran udah gak waras. Tengkoraknya bener gak rusak, tapi bagian dalamnya udah encer. Kasian, masih muda udah gila," sahut Nicolas mendramatisir.
Lelah berjalan, akhirnya mereka memutuskan untuk beristirahat meski belum menemukan tempat untuk berteduh.
Kenta tiba-tiba menghentikan langkah seraya melihat sekitar, bahkan kepalanya sampai mendongak.
"Ada apa? Apa kamu mencurigai sesuatu? Kita diawasi oleh makhluk aneh dan buas?" tanya Nicolas seraya mendekat terlihat takut.
"Bukan. Coba kalian berdua pegang telur ini dulu. Jangan sampai pecah. Hati-hati," pinta Kenta seraya memberikan dua telur naga ke masing-masing pemuda di hadapannya.
"Kau mau ke mana?" tanya Harun panik karena merasa telur yang terbungkus kain dalam genggamannya seperti bergerak-gerak.
"Ingin, mph!" jawabnya seraya memanjat sebuah pohon yang cukup tinggi. "Aku ingin lihat di mana posisi kita. Aku memperkirakan, sudah satu jam kita berada di dalam hutan, tapi tak diketahui di mana ujungnya. Jadi, mph!" jawabnya sembari terus memanjat. Tanpa disadari, Kenta sudah cukup tinggi mendekati puncak pohon. "Jadi, aku ingin tahu posisi kita di mana," sambungnya seraya menggapai dahan pohon dan sosoknya menghilang dari pandangan karena tertutupi rimbunnya dedaunan.
"Kenta?" panggil Nicolas mendongak seraya memeluk telur naga dalam dekapannya.
Harun juga ikut melihat ke atas karena sosok Kenta tak terlihat, tapi daun yang menutupi tubuhnya bergerak-gerak.
"Hoi!" seru Kenta lantang yang membuat Harun dan Nicolas semakin melebarkan mata.
__ADS_1
"Ada apa?" tanya Nicolas dengan mata melebar.
"Aku melihat sungai dan ada beberapa bukit indah. Tak jauh dari sini. Ayo! Kita pergi ke sana!" serunya gembira.
Harun dan Nicolas terlihat senang. Keduanya mengangguk setuju. Kenta turun perlahan agar tak jatuh meski bajunya menjadi kotor.
Kenta menunjukkan lokasi tersebut. Ketiganya berjalan dengan semangat, bahkan Harun dan Nicolas sampai lupa jika mereka masih membawa telur naga.
Akhirnya, mereka tiba di sebuah aliran sungai dengan pemandangan yang menakjubkan terlihat begitu asri dan terang. Tiga anak itu terlihat begitu gembira.
Dengan sigap, mereka meletakkan seluruh barang bawaan di samping pohon yang memiliki bunga dengan warna biru keunguan nampak begitu cantik.
Ketiganya berjongkok di tepian untuk meminum air tersebut. Mereka seperti orang kehausan.
Anak-anak itu juga membasuh wajah karena air sungai tersebut sangat jernih dan tidak dalam. Kenta bahkan tak segan melepaskan pakaiannya dan menyisakan celana dalammnya saja.
"Mau ngapain, woi!" seru Harun karena kawan Asianya kembali bertingkah gila.
Harun dan Nicolas merasa ucapan Kenta ada benarnya. Mereka berdua ikut melucuti pakaian dan meletakkan di dekat pohon. Telur naga temuan mereka sengaja ditutupi oleh pakaian agar tak terlihat.
Tiga remaja pria itu terlihat asyik bermain di sungai. Kenta bahkan menggunakan batuan untuk menggosok tubuhnya pengganti spons mandi.
Nicolas dan Harun awalnya menolak, tapi pemuda Asia itu memaksa dan akhirnya, dua anak lelaki itupun ikut serta menggunakan cara kuno tersebut.
Saat mereka bertiga terlihat riang bermain air sungai dengan saling menciprati, tiba-tiba ....
"Piiikkk!"
"Woah!" seru Kenta menunjuk ke tumpukan barang bawah pohon, saat melihat ada ekor yang bergerak di balik pakaian.
__ADS_1
"Woah! Apa itu? Ular?" tanya Nicolas langsung berlindung di balik tubuh besar Harun.
Kenta yang penasaran segera naik ke tepian. Ia mengendap ke arah tumpukan itu. Harun mengambil sebuah batu siap dilemparkan jika benar ada ular berbisa di balik pakaiannya.
Nicolas ikut mengambil batu dengan ukuran lebih besar, ia genggam dengan wajah tegang. Kenta terlihat gugup saat berjongkok di samping kain yang bergerak-gerak itu.
Harun dan Nicolas telah siap di belakang Kenta dengan batu dalam genggaman. Perlahan, Kenta menarik kain yang menumpuk satu persatu hingga akhirnya ia melihat sebuah keajaiban.
"Wahhhh! Anakku sudah menetas! Come to Daddy my little dragon!" serunya gembira, tapi membuat Nicolas dan Harun malah bergidik ngeri karena wujud naga kecil itu mirip kadal.
Hanya saja, telur yang menetas hanya satu. Telur satunya belum menunjukkan tanda-tanda. Namun, Kenta tetap merasa senang. Ia mengambil bayi naga itu dan meletakkannya di telapak tangannya.
Harun dan Nicolas meletakkan kembali batu temuan mereka. Keduanya melongok untuk melihat lebih jelas bayi naga tersebut.
"Halo. Wah, kaulucu sekali. Aku akan memanggilmu ...," ucapnya menggantung memikirkan sebuah nama indah untuk naga kecilnya.
"Kolor hijau!" sahut Nicolas, tapi wajah Kenta langsung berkerut seketika saat menoleh ke arah kawannya yang berambut pirang.
"Warna kulit naga itu sama seperti celana dalammu. Hijau. Kalian berdua memang serasi. Nama itu sangat pantas, cocok!" sambung Nicolas seraya menunjukkan jempolnya dengan ekspresi penuh keyakinan.
Harun menahan tawa, tapi sepertinya Kenta memikirkan dengan serius nama itu. Kenta melihat celana dalaam yang ia pakai lalu menyamakan dengan corak kulit naga tersebut seperti yang dikatakan oleh Nicolas.
"Ya, aku rasa ada benarnya. Baiklah Kolor Hijau, aku kini Ayahmu. Namaku Kenta. Jadi, panggil aku Kenta si Papa Naga," ucapnya dengan senyum terkembang, tapi membuat Harun dan Nicolas tertawa terbahak.
***
ILUSTRASI
SOURCE : GOOGLE
__ADS_1
Uhuy tengkiyuw tipsnya. Lele padamu. Ngantuk berat uyy lanjut besok lagi❤️