
Rangga dan kawan-kawannya terlihat pucat saat didatangi oleh para naga yang tampak marah karena kehadiran manusia di antara mereka.
Anak-anak itu tahu, jika makhluk besar bersayap di hadapan mereka tak menyukai keberadaan manusia.
"Hei, tunggu!" seru Jubaedah dengan bahasa Mitologi. Namun ternyata, Rangga dan kawan-kawannya yang telah memakan daun merah muda milik Rex, juga mengetahui pembicaraan itu. "Jangan lupa, aku juga manusia!" sambung Jubaedah langsung berdiri di hadapan kawan-kawannya dengan tangan direntangkan seperti menghalangi.
"Kau adalah Lady Dragon. Bukan manusia," jawab seekor naga berkulit hitam kemerahan yang tampak lain dari jenis lainnya karena sayapnya seperti robek-robek. Jubaedah terlihat pucat.
"Tapi ... wujud Juby tetep manusia 'kan? Bukan jadi serigala, ikan apalagi naga. Wujud Juby tetep manusia. Punya dua tangan, sepuluh jari, dua kaki, tubuh bohay aduhai gini, dan juga wajah cantik," jawabnya malah meliuk-liuk memamerkan tubuh barunya. Kawan-kawan Jubaedah mengedipkan mata.
"Oh, dia jadi Lady Dragon. Seperti ... Tina? Bukankah dulu, Tina juga menjadi Lady Wolf?" tanya Lazarus setelah mereka mengenal akrab kawan-kawan baru dari kelompok Jubaedah ketika di markas Minotaur.
Para naga menatap Jubaedah saksama seperti memikirkan sesuatu.
"Kau kini adalah Ibu dari para naga. Jangan lupakan tugasmu. Dan hati-hatilah dengan suasana hatimu. Itu bisa menyebabkan bencana alam jika kau tak bisa mengendalikannya," tegas seekor naga bersisik cokelat keemasan.
"Apa? Ibu para naga?" tanya L terlihat kaget dengan ucapan para naga.
"Ya gitu. Juby dapet reward dan berubah menjadi Lady Dragon," jawabnya menjulurkan bibir bawah.
"Wah. Bagi kami, itu keren, Juby. Jadi ... kemampuan apa yang kamu miliki?" tanya C penasaran yang akhirnya berani menampakkan diri dan keluar dari semak.
Para naga masih menatap anak-anak manusia itu saksama. Jubaedah melihat para naga dan kawan-kawannya seperti memikirkan sesuatu.
"Juby ... masih mencari tahu," jawabnya gugup. "Oia, karena Juby udah ketemu, kalian bisa tinggal di sini sementara waktu," sambungnya.
"Sayangnya tidak bisa, Juby. Kawan-kawan lainnya berada di sebuah tempat di mana kita pertama kali menemukan Ryan. Kau ingat, gunung berapi dengan naga besar mengeluarkan lava yang diceritakan Ryan kala itu? Dan juga, rusa bercahaya yang membuat tangan Ryan menyala dalam kegelapan?" tanya Rex mendekat sudah tak berwujud naga lagi.
Mata para naga kini teralih pada sosok Rex yang berjalan mendekat ke arah Jubaedah.
"Kau menjadi naga? Apakah itu hadiahmu?" tanya seekor naga warna jingga dengan tanduk kecil berjumlah tiga di atas kepalanya.
"Ya, begitulah. Kenapa?" tanya Rex menatap naga itu seperti tak terlihat takut.
"Apa kalian tahu? Setiap perubahan wujud, itu karena keinginan kalian. Apakah kau semacam penggemar naga?" tanya naga jingga itu lagi.
__ADS_1
"Mm, ya begitulah. Namun, ada kawan kami yang lebih maniak. Namanya, Kenta. Dia sangat menyukai naga. Dia sampai menyebut dirinya papa Naga. Bahkan, dia pernah menyelamatkan telur naga, menetaskannya dan hampir buta karena melindungi telur-telur itu," jawab Rex mantap.
"Maksudmu ... naga hijau yang hampir mirip sepertimu?" tanya seekor naga besar berwarna hijau kecokelatan.
"Mm ... maybe? Saat itu ... kami belum satu kelompok dengannya. Tapi ... katanya iya. Naga itu diberi nama Kolor Hijau," jawab Rex menatap naga itu lekat.
Praktis, Jubaedah dan kawan-kawannya terkekeh karena mereka tahu arti Kolor Hijau.
"Hem, mungkinkah ... naga yang dimaksud adalah anakku?" tanya naga itu, tapi membuat semua anak terkejut.
"Anda ... Anda Ibu dari Kolor Hijau?" tanya Rangga langsung mendekat.
"Aku Ayahnya."
"Oh, maaf," jawab Rangga malu karena tak bisa membedakan jenis kelamiin para naga. Selain itu, para naga itu bersuara besar dan hampir mirip antara satu dan lainnya.
"Meskipun bayiku belum bisa melihat dengan jelas, tapi ... aku bisa melihat isi pikirannya. Mungkin, jika di dunia manusia, seperti ... melihat sebuah rekaman? Aku melihat ada seorang anak lelaki seperti mencintai anakku. Ada juga seorang pemuda yang mencoba menyelamatkan anakku dan satu telurku yang belum menetas dengan memanjat pohon. Hem, sepertinya ... tak semua anak Adam jahat," ucap naga tersebut dan membuat para remaja itu senang.
"Kami ini tidak jahat. Maksudnya ... tidak semua. Kami juga bertemu dengan anak-anak lain yang ingin mencelakai kami. Namun sungguh, kami ini sebenarnya juga tak ingin berada di sini. Kami ingin pulang," jawab Bara ikut merapat.
"Mm, belum semua. Beberapa dari kami belum menyelesaikan misi. Malah, ada yang belum mendapatkan misi," jawab C dan semua naga langsung mengangkat kepala seperti mengetahui sesuatu.
"Saranku, jika kalian berkelompok, buatlah agar semua anggota kalian sudah berubah wujud menjadi makhluk Mitologi. Selanjutnya, kalian akan mendapatkan misi level 2, dan itu akan terus berlanjut hingga misi level 10 yakni kelompok gabungan. Namun, melihat kalian, sepertinya ... kelompok gabungan itu sudah terjalin tanpa harus menjalani misi level yang sulit secara bertahap," ucap naga bercorak biru, tapi memiliki sebagian bulu layaknya unggas.
"Sepertinya ... kalian tahu banyak tentang sistem permainan ini. Bisakah ... kalian berikan lebih banyak informasi, agar kami bisa segera pulang?" pinta Jubaedah penuh harap menatap para naganya.
"Bukannya tidak mau membantu, hanya saja ... ini adalah misi kalian. Cari tahulah tentang sistem permainan 'Maniac' ini. Ada perjanjian antara kami dan para pendahulu kalian yang disahkan oleh Oag. Sayangnya, tak semua makhluk Mitologi setuju dengan keputusan ini karena dianggap tak sepadan," sahut seekor naga seperti terbuat dari besi.
Kulit naga itu berkilau saat terkena cahaya matahari. Tubuhnya besar dan tampak sangat sulit untuk dilukai.
Ditambah, kukunya begitu tajam seolah jika sudah tertusuk, dipastikan nyawa melayang. Anak-anak menelan ludah setelah melihat banyaknya naga di hadapan mereka.
Namun, L seperti merencanakan sesuatu.
__ADS_1
"Biasanya, jika kita memenangkan tiap level, ada hadiahnya. Seperti saat Rex, Rangga dan Jubaedah ketika menyelesaikan misi, portal aneh muncul. Saat mereka masuk, mereka berubah menjadi makhluk Mitologi. Apakah ... itu misi dari level pertama?" tanya L menatap naga besi itu saksama.
"Ya, begitulah," jawabnya dengan dada membusung. L mengangguk pelan.
"Lalu ... kapan misi level 2 didapat? Kami berkelana cukup jauh, tapi tak pernah melihat portal itu lagi, atau ... semacam petunjuk untuk melakukan misi level 2. Jika terlalu lama ditunda, bukankah itu malah membuat kami terperangkap cukup lama di sini? Bukankah ... kehadiran kami cukup merepotkan? Kenapa tak dipercepat saja sehingga kami bisa segera merampungkan misi dan pulang ke Bumi?" tanya L menatap para naga yang balas memandanginya.
Ternyata, pembicaraan itu sampai ke telinga Oag.
"Apakah sudah diperbaharui? Jangan mempermalukanku dengan kerusakan sistem pada portal," tegas Oag meski wajahnya selalu tampak sama, dan sulit dibedakan suasana hatinya kecuali dari intonasi tiap ia bicara.
"Sudah, Oag. Apakah ... kau ingin memberikan hadiah pada anak-anak itu?" tanya operator bertentakel dengan corak biru menoleh ke arah pemimpinnya.
"Mereka belum menyelesaikan misi. Namun ... baiklah. Oag sedang berbaik hati. Keluarkan portal dan rubah mereka semua. Jangan lupa, simpan kartu anak-anak itu," tegas Oag.
"Baik. Portal ditampilkan."
Seketika, CRING!
"Woah! Portal itu muncul!" seru Bara menunjuk ketika sebuah portal yang tiba-tiba saja muncul di tempat Jubedah tadi mendapatkan perubahannya.
"Masuk cepet! Tapi ... kenapa Juby ngerasa, Oag nguping pembicaraan kita ya? Baru dibahas, eh si portal nongol. Aneh bin ajaib sumpah," ucap Jubaedah seraya melihat sekitar sampai kepalanya mendongak.
Para naga saling melirik dalam diam. Segera, Bara, C dan L yang belum mendapatkan perubahan wujud mereka mendekati portal tersebut dengan berlari.
Rangga, Jubaedah, Rex dan Lazarus mengikuti kawan mereka karena penasaran dengan perubahan yang akan diperoleh.
"Ya ampun, Juby deg-degan!" pekik gadis manis itu terlihat tak sabar saat mata mereka terfokus pada cahaya terang dari dalam portal.
***
ILUSTRASI
SOURCE : GOOGLE
uhuy, tengkiyuw tipsnya❤️ lele padamu😍
__ADS_1