MONSTER HUNTER-13 DEMON KIDS

MONSTER HUNTER-13 DEMON KIDS
DIA KEMBALI


__ADS_3

Segera, Harun yang masih berwujud manusia masuk kembali dalam gua seraya menggenggam jam pasir.


Harun berkelit di antara puing mencoba menerobos celah yang sempit. Jalanan itu hampir tertutup oleh puing. Harun tak menyerah, ia ingin menyelamatkan dua kawannya.


Susah payah Harun mencoba menggapai keberadaan Jubaedah dan Rex, hingga akhirnya ia melihat wujud keduanya yang tertimpa pecahan batu besar dengan tubuh naga Rex melindungi Jubaedah dalam dekapannya.


"Rex! Juby!" teriak Harun lantang. Sayangnya, dua remaja itu tak mendengar.


Rex seperti pingsan karena Harun melihat mata sang naga terpejam. Sedang Jubaedah menangis seraya memegangi kakinya yang bengkak. Mata Harun melebar melihat pergelangan kaki Jubaedah seperti terluka parah.


Harun melihat waktu pada jam pasirnya akan segera habis. Dengan sigap, ia membopong Jubaedah dan terpaksa meninggalkan Rex karena tubuh naganya yang besar.


Harun berlari kencang dan kembali menyelinap ke dalam puing dalam terowongan. Harun terpaksa menyeret tubuh Jubaedah yang ia letakkan di atas tanah karena tak cukup ruang jika harus membopongnya.


Usaha Harun berhasil. Ia meletakkan tubuh Jubaedah di samping Gibson dan Rocky. Harun kembali masuk ke dalam dan meninggalkan jam pasir bersama Jubaedah.


Kini, Harun melawan waktu. Ia berubah menjadi Yeti dan menyingkirkan puing-puing besar dalam gua yang menghalangi jalannya untuk menolong Rex.


"Hargghh!" erangnya seraya mengangkat batu besar yang menimbun tubuh naga Rex.


Harun melihat jika ada lubang di atas gua di mana ia yakin jika Rex muat untuk keluar dari celah tersebut.


Hanya saja, kawannya itu harus bangun terlebih dahulu. Harun terus berusaha hingga pasir hitam dalam jam telah berada di bawah.


"Ayo, Rex!" seru Harun seraya menyingkirkan puing di tubuh naga kawannya.


Hingga akhirnya, BRUKK! BRUKK! DEM! DEM!


"Woah! Waktunya sudah habis!" pekik Harun panik karena tanah kembali berguncang. Sayangnya, sang naga masih memejamkan mata. "Rexy, bangun! Rex!" teriak Harun lantang berusaha membangunkan kawannya, tapi Rex tak bergerak.


Harun panik, ia mendekatkan tangan Yeti-nya ke lubang hidung naga. Harun masih bisa merasakan embusan napas tipis. Pemuda itu lega.


Sayangnya, batu-batu itu masih terus berjatuhan. Harun khawatir, dirinya juga akan tertimbun di sana.


"Hah, bagaimana ini?" ucap Harun panik karena tak melihat jalan keluar.


Tiba-tiba, "Harun!" panggil seseorang yang suaranya ia kenal dari atas gua.


Harun mendongak dan melihat sosok Manticore Pasha muncul bersama Pegasus Vadim.


"Hei! Hei! Aku di sini! Tapi Rex tak sadar!" jawab Harun seraya melambaikan tangan, di mana ia hampir jatuh karena guncangan masih terus terasa.


"Aku akan keluarkan kaudulu! Kita akan pikirkan caranya!" seru Vadim yang terbang memasuki celah.


Harun segera berubah menjadi manusia. Pemuda berkulit hitam itu naik ke punggung Pegasus Vadim dan terpaksa meninggalkan Rex yang tak sadarkan diri.


Tak lama, Boas dan Bara muncul dengan wujud Mitologi mereka. Pasha ikut panik karena gua itu seperti akan ambles. Mereka tak menyangka jika kekuatan Jubaedah bisa meruntuhkan sebuah gunung.


"Bagaimana kita mengeluarkannya? Dia sangat besar!" tanya Boas ikut bingung karena tubuh naga Rex.

__ADS_1


"Aku akan membantu!" sahut Kenta tiba-tiba yang sudah berwujud Phoenix.


Semua anak langsung menyingkir. Kenta berusaha meredam apinya yang membara agar tak melukai Rex.


Sayangnya, tubuh Rex begitu berat. Kenta tak mampu mengangkatnya meski sudah mengepakkan sayap apinya.


"Arrrghhh! Berusahalah!" seru Pasha yang membantu dengan mengangkat tubuh Rex dari bawah saat ia sudah melayang beberapa meter di atas permukaan.


"Ayo!" seru Boas ikut membantu, begitupula Bara. Vadim dan Czar kembali dan ikut menolong.


Anak-anak dengan kemampuan terbang itu bahu-membahu untuk mengeluarkan Rex. Sayangnya, tenaga mereka sangat terbatas.


Terlihat, anak-anak itu mulai kewalahan ketika berusaha mengeluarkan sang naga dari celah gua.


Tiba-tiba saja, "Oh! Apa yang terjadi?" tanya Boas bingung ketika melihat tubuh naga Rex melayang dengan sendirinya meski masih tergolek lemas.


Mata mereka melebar saat melihat Jubaedah menaiki seekor naga yang terbang mengepakkan sayap besarnya dan mengembuskan angin ke arah Rex sehingga tubuhnya melayang.


"Menyingkir! Ini di luar kemampuan kita," ucap Czar dan anak-anak menurut.


Mereka terbang di sekitar Jubaedah untuk melihat fenomena langka itu. Mereka melihat Jubaedah menangis, tapi ia seperti bersenandung seolah memerintahkan naga besar yang ditungganginya untuk menolong Rex.


Tubuh naga Rex diletakkan pada sebuah daratan dengan rumput hijau di bawah cahaya rembulan.


Mata Tina sengaja ditutup kain oleh Timo agar tak melihat bulan besar itu. Timo khawatir, jika bulan itu akan memicu perubahan dalam diri Tina seperti waktu itu.


Satu per satu, naga-naga berkumpul di sekitar Rex yang tak sadarkan diri. Anak-anak lainnya tampak kagum ketika naga-naga itu seperti meniupkan angin dengan kilauan cahaya ke tubuh Rex.


"Bangun, Rexy," pinta Jubaedah yang membuat hati semua anak yang melihatnya ikut teriris.


Anak-anak yang lain hanya bisa berdiri diam melihat Jubaedah memeluk wajah kekasihnya erat.


"Butuh keajaiban agar Rex kembali sadar, Lady. Kami sudah berusaha sebaik mungkin," ucap seekor naga dengan kilau emas di tubuhnya.


Jubaedah hanya bisa mengangguk pelan meski matanya masih berlinang. Seketika, cuaca berubah menjadi mendung dengan angin berhembus membawa bulir-bulir air, tapi bukan hujan.


Saat suasana duka sedang menyelimuti hati semua anak, tiba-tiba muncul seekor naga dari dalam gua seraya membawa sebuah patung yang masih utuh.


"Oh! Itu Laika!" seru Czar yang menyadari wujud dari patung itu.


Naga yang berukuran lebih kecil itu meletakkan patung tersebut perlahan dengan merebahkannya. Kening Kenta berkerut, ia seperti mengenali naga itu.


"Hei! Bukannya kamu ... Kolor Hijau?!" pekik Kenta yang telah berubah menjadi manusia termasuk kawan-kawannya yang lain.


Namun sepertinya, naga hijau itu tak mengenali Kenta. Ia malah menaiki patung Laika, dan tiba-tiba ....


CURRR!!


"Hei! Apa yang kaulakukan?!" pekik Czar marah besar dan langsung mengusir naga itu karena mengencingii patung Laika.

__ADS_1


Anak-anak lainnya hanya bisa diam karena bingung menyikapi hal ini. Namun, keajaiban terjadi.


"Oh, lihat!" seru Azumi menunjuk.


Praktis, mata Czar melebar ketika melihat batu pada patung itu terkikis. Perlahan, tubuh manusia Laika kembali. Semua anak tampak terkejut dan bersorak riang.


"Laika kembali!" seru Rangga senang dan disambut gembira oleh semua orang.


Laika terlihat bingung karena tubuhnya basah. Sayangnya, tak ada satu pun yang mau memeluknya, termasuk Czar.


"Oh!" pekik Laika yang ikut terkejut karena dirinya kembali. Namun, kening gadis itu berkerut. "Ada yang aneh," ucapnya heran. Praktis, kebahagiaan itu sirna. "Sepertinya ... kekuatan Medusaku menghilang," imbuhnya.


Tentu saja, semua anak terkejut.


"Itu bukan masalah besar. Yang terpenting, kau hidup!" ucap Czar yang kini duduk bersimpuh di depannya.


Laika tersenyum senang dan memeluk Czar erat.


"Iuh," ucap Vadim jijik karena Czar terkena air kencing naga. Czar tak bisa menghindar meski ia ingin muntah, tapi berusaha ia tahan.


Naga hijau itu seperti berbicara, tapi anak-anak tak ada yang mengerti. Jubaedah yang dirundung kesedihan kini hanya fokus pada kesembuhan Rex.


Tiba-tiba, Rocky mendekat dengan tubuh mitologi seorang kurcaci. "Oh! Naga itu mengatakan. Dia memiliki kemampuan untuk merubah manusia yang menjadi batu dengan mengencingiinya. Katanya, kemampuan itu langka dan hanya dimiliki oleh naga terpilih," ucap Rocky menerjemahkan.


"Woah! Kau hebat, Kolor Hijau!" puji Kenta kepada naga yang pernah diselamatkannya.


Kolor Hijau mendekati Kenta. Pemuda asal Jepang itu senang dan memberanikan diri mengelus wajah naga yang kini sudah berukuran lebih besar.


"Kami harus pergi, Lady," ucap seekor naga yang tadi ditunggangi Jubaedah.


Jubaedah hanya mengangguk dan mengizinkan para naga itu pergi. Kenta tampak sedih karena harus berpisah dengan naga kesayangannya itu. Rex masih tak sadarkan diri, dan Jubaedah dengan setia menunggu kekasihnya.


"Sekarang bagaimana?" tanya Ryan terlihat bingung.


"Rex sudah bersusah payah menolong kita. Bawa bangkai para vampir itu dan selesaikan misi. Kita pergi bergantian," titah Gibson.


Anak-anak segera mendatangi bangkai vampir dan mengumpulkannya. Mereka pergi berkelompok bersama kawan-kawan yang memiliki kemampuan terbang secara bergantian menuju kolam beracun.


Laika dan Gibson menemani Jubaedah yang dirundung kesedihan.


"Rex lelaki yang kuat. Dia pasti akan selamat. Kau harus bersabar, Juby," ucap Laika menenangkan.


Jubaedah mengangguk pelan meski masih terlihat sedih. Gibson dan Laika hanya bisa pasrah dengan takdir.


Mereka menunggu giliran menuju ke kolam untuk menyelesaikan misi seraya menemani Jubaedah yang berduka.


***


__ADS_1


tips jeng shofia keslempit😆 untung diingetin dan ketemu. makasih ya. lele padamu muach pokokmen💋


__ADS_2