
Sedang di tempat Rangga.
Pemuda itu tampak takjub dengan tempatnya kini berada. Ia yang berhasil menyelamatkan tas berikut hewan cadangan nyawa milik Timo, menggunakan topeng ikan sehingga mampu bernapas dalam air.
"Aku tak tahu di mana teman-teman yang lain. Namun, lihatlah. Tempat ini seperti sebuah markas. Ada beberapa benda mengerikan yang terapung. Kita harus berhati-hati," ucap Rangga kepada gurita milik Timo yang terbawa olehnya.
Rangga tetap bersembunyi karena ia khawatir bertemu dengan makhluk mengerikan yang tak pernah ia jumpai sebelumnya dan membuat nyawanya melayang.
Rangga melihat sekitar dan mencoba untuk pergi dari tempat itu tanpa harus ketahuan. Tiba-tiba, makhluk milik Timo berenang dengan menggerakkan tentakelnya.
Rangga yang merasa makhluk milik Timo memiliki jalan, mengikutinya dengan waspada. Namun ternyata, "Oh ... shitt!" pekiknya dengan suara tertahan saat bertemu dengan makhluk mengerikan yang tepat melintas di depannya.
Rangga mematung seketika, sedang hewan milik Timo yang berukuran kecil berenang dengan santai seperti tak melihat hewan mengerikan di dekatnya adalah ancaman.
Herannya, gurita menggemaskan itu mampu melewati makhluk seperti campuran antara ikan dan manusia dengan mudah tanpa diserang.
Rangga tetap diam karena makhluk seram di hadapannya masih berenang di sekitar. Ia takut, jika melakukan gerakan tiba-tiba, dirinya dikejar atau bahkan dimakan. Rangga bergidik ngeri membayangkan.
"Eh, eh! Kok malah ninggalin Rangga sih? Ish! Ubur-ubur jelek!" pekik Rangga panik dengan suara tertahan karena hewan milik Timo berenang semakin jauh sedang ia masih belum bisa bergerak karena hewan itu ada di dekatnya.
Namun, Rangga merasa aneh karena hewan itu seperti menganggapnya bukan sebuah ancaman. Hewan itu seperti menyadari keberadaannya, tapi didiamkan.
Rangga menguatkan hati meski tubuhnya gemetaran. Rangga memberanikan diri bergerak dan mulai berenang menyusul hewan milik Timo.
Mata Rangga membidik hewan bersirip dan bergigi tajam itu saat berenang melintas di belakangnya. Jantung Rangga berdebar kencang tak karuan karena takut ditangkap.
Anehnya, hewan itu seperti mengabaikan keberadaannya. Ia malah berenang menjauh menuju ke dasar laut yang gelap.
Rangga bernapas lega dan semakin cepat menggerakkan kedua kaki serta tangannya untuk mengejar gurita merah muda itu.
__ADS_1
Hingga mata ikan Rangga melebar saat mendapati dinding batu yang menjulang tinggi dan terdapat pintu seperti celah gua.
Hewan milik Timo masuk ke dalam, tapi Rangga tak yakin muat karena ukuran yang sempit.
"Mau diajak ke mana sih?" tanya Rangga heran dan kini berusaha memasukkan tubuh manusia setengah ikannya ke dalam celah itu meski harus dalam posisi miring terpepet dinding.
"Hei, tunggu! Ah!" erang Rangga karena gurita Timo berenang dengan gesit seperti meninggalkannya.
Benar saja, KREK!
"Agh! Aduh, tasnya nyangkut! Hei! Tunggu aku!" panggil Rangga panik berusaha membebaskan dirinya yang tersangkut.
Namun siapa sangka, teriakannya mengundang perhatian para penghuni air tempatnya berada. Gurita Timo tampak panik dan berenang tak tentu arah.
Seketika, "AAAAA!" teriak Rangga histeris ketika mahkluk yang dijumpainya tadi kini berenang dengan buas ke arahnya secara bergerombol dari arah celah.
"Hah! Hah! Tolong!" teriak Rangga ketakutan karena makhluk-makhluk itu berusaha meraihnya di mana tubuh mereka juga terhimpit saat akan menangkap pemuda berkulit hitam tersebut.
Rangga segera berenang menyusul gurita Timo dan mendekapnya kuat. Tas yang tersangkut berhasil ditangkap oleh makhluk-makhluk seperti duyung, tapi lebih buas dan mengerikan.
Tas Rangga tercabik hingga robek dan isinya berhamburan. Seketika, Rangga menyadari jika bola sebagai tiket kepulangannya ke Bumi masih berada dalam tas itu.
Rangga menghentikan laju berenangnya saat ia melihat makhluk-makhluk itu masih terobsesi untuk mengejarnya melalui celah.
Rangga melihat bola miliknya terjatuh. Dengan sigap, tubuhnya yang ramping berusaha berenang ke kedalaman untuk meraih bola itu.
Para monster air melihat pergerakan Rangga dan berusaha mengejarnya. Gurita Timo tampak ketakutan. Ia sepertinya sadar jika Rangga dalam bahaya.
Rangga berusaha dengan sekuat tenaga untuk menyelinap dalam celah demi mengambil bola berharga yang tersangkut dengan menggapai menggunakan satu tangannya.
"Se-sedikit lagi ...," erangnya berusaha dengan susah payah ketika jemarinya berhasil menyentuh permukaan bola transparan itu.
"Mo-Mo!" lengking gurita lucu tersebut saat melihat segerombolan monster laut berenang dengan agresif menuju ke arah Rangga.
__ADS_1
Rangga terus mengerang dan berusaha mengambil bolanya sebelum makhluk-makhluk itu menangkapnya.
"Hah! Dapat!" serunya riang saat bola itu telah berhasil ia genggam dengan kuat.
Namun, "HORG!!"
"AAAAAA!"
"Mo-Mo!" lengking gurita Timo saat melihat Rangga dikerubungi monster laut bersirip tersebut hingga tubuhnya tak terlihat.
Di sisi lain, tempat hewan penyimpan setengah cadangan nyawa Rangga berada.
"Oh! Apa yang terjadi padanya?!" pekik Lazarus terkejut saat hewan milik Rangga yang berhasil diselamatkannya mengeluarkan semacam energi dari tubuh.
Hewan berbentuk seperti Minotaur itu tiba-tiba memudar dan menjadi bulir-bulir yang terangkat ke langit hingga perlahan tubuhnya sirna.
"Rangga!" teriak Boas teringat akan kawannya dan fungsi dari hewan penyimpan setengah jiwa itu.
Mata Lazarus dan Boas melebar saat makhluk itu lenyap begitu saja. Mereka tampak shock hingga napas keduanya tersengal.
"Apakah itu berarti ... Rangga tewas?" tanya Lazarus sampai kesulitan bicara.
"Ya, secara teknis begitu, tapi ... ia hidup lagi dengan setengah cadangan nyawa yang disimpan oleh hewan itu. Oh! Apa yang terjadi padanya? Pasti hal buruk menimpa Rangga! Kita harus mencarinya!" seru Boas langsung berdiri dan melihat sekitar di mana hanya ada padang rumput.
"Kita susuri tempat ini. Ayo!" ajak Lazarus.
Dua pemuda itu segera berlari ke tempat yang belum dijelajahi sebelumnya dengan perasaan cemas luar biasa.
***
uhuy tengkiyuw tipsnya dirikuh❤️ doain lele sehat biar MH lancar upnya. amin~ lele padamu💋
__ADS_1