
Lazarus dan Boas tampak gugup. Keduanya merasa jika ucapan Centaur jantan itu jujur. Seolah ia memang berada di zaman itu.
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan.
"Maksudmu ... para makhluk Mitologi pernah mendatangi Bumi sebelumnya? Oleh karena itu, ada cerita tentang naga, peri dan semacamnya?" tanya Boas memastikan pendengarannya.
Heros tak menjawab dan berpaling terlihat kesal. Boas dan Lazarus saling melirik. Keduanya terlihat bingung dalam bersikap, tapi akhirnya mereka tahu alasan Heros membenci manusia.
Selain itu, bagi mereka cukup masuk akal kenapa di Bumi bisa ada makhluk-makhluk aneh seperti dalam cerita Yunani kuno.
"Oke. Aku tak mau mengungkit masa lalu. Kata ayahku, hal itu hanya akan membuat kebencian semakin dalam karena sulit memaafkan. Akibatnya, kita hidup dalam dendam dan hidup tak tenang. Maaf, bukannya menggurui, tapi ... kami generasi manusia modern yang tidak seperti itu," ucap Lazarus memberikan pengertian.
"Belum. Hal itu belum terjadi pada kalian. Kalian masih anak-anak dan belum dewasa. Ketamakan kalian masih terbatas karena tak memiliki kemampuan layaknya orang dewasa," tegas Heros seraya menghentikan langkah kudanya.
"Kau tahu yang membuat ini semakin aneh? Jika para makhluk Mitologi membenci manusia, kenapa kalian malah menyeret kami kemari? Bukankah hidup kalian sudah damai tanpa jenis kami?" tanya Boas yang membuat Atala seperti terkejut.
Heros menoleh dan kembali mendatangi dua anak manusia itu, tapi kali ini tak terlihat seperti membenci keduanya, lebih seperti iba.
"Itu karena, spesies kalian akan musnah. Kami mencoba menyelamatkan kalian seperti janji kami kepada para manusia terakhir yang hidup di planet ini," jawab Heros yang kembali membuat kaget dua pemuda itu.
"Apa maksudnya musnah? Seperti kiamat begitu?" tanya Lazarus terlihat pucat.
"Itulah yang tadi kubilang, ketamakan manusia dewasa. Ingin berkuasa, menjadi pemimpin terkuat, dan merasa mampu mengendalikan semua. Mereka lupa, jika alam tak bisa dilawan. Itulah hukuman bagi kaum kalian yang congkak," tegas Heros yang membuat dua remaja tampan itu menunjukkan wajah serius.
"Apakah maksudmu ... kiamat karena bencana ciptaan kami sendiri? Seperti sebuah wabah yang kami buat dan menghancurkan kehidupan manusia di dalamnya? Begitu?" tanya Lazarus berpendapat.
"Kau pintar. Aku rasa petunjukku sudah sangat banyak. Aku membocorkan banyak hal karena kulihat, kalian bisa memberikan perubahan pada Bumi jika berhasil sampai ke misi terakhir," ucap Heros tersenyum miring dan mengajak Atala untuk berjalan bersamanya.
Atala tampak gugup, tapi menurut. Sang puteri meminta kepada Lazarus dan Boas untuk mengikuti mereka.
"Lalu tujuan kami melakukan misi sampai 10 level, apakah kalian bermaksud untuk mengetes kami? Apa mungkin, lawan kami nanti dari kaum seperti kalian? Monster begitu?" tanya Boas masih belum puas dengan misteri Mitologi, tapi sepertinya ucapan remaja itu menyinggung Heros.
Pejantan centaur itu langsung berlari kencang dan menjatuhkan tubuh Boas hingga pemuda asal Australia tersebut jatuh terlentang.
"Hai! Jangan kasar!" seru Lazarus marah, tapi Atala langsung memegangi tangannya.
__ADS_1
Napas Lazarus menderu melihat Heros berdiri gagah dengan empat kakinya. Seolah, ia memandang Boas rendah yang jatuh di bawah kakinya.
"Kami bukan monster. Kalianlah monster itu. Jangan bicara sembarangan jika tak tahu apa pun," tegas Heros dengan sorot mata tajam mengunci pandangannya pada Boas.
Pemuda itu tampak ketakutan dan mengangguk dengan wajah pucat. Heros kembali melangkah dan Lazarus melepaskan cengkeraman Atala paksa untuk menolong kawannya.
"Kau tak apa? Dia kasar sekali," tanya Lazarus seraya membangunkan Boas dan membantu membersihkan pakaiannya yang kotor terkena tanah dan rumput.
"Hem, aku tak apa. Sebaiknya kita bergegas. Kita harus mencari kawan-kawan," jawab Boas serius dan Lazarus mengangguk setuju.
Boas dan Lazarus mengikuti Heros hingga mereka tiba di sebuah pintu seperti portal. Praktis, keduanya terkejut.
Terlebih, dua hewan penyimpan cadangan nyawa milik mereka sudah berada di sana, tapi dikurung oleh Heros.
"Milik kalian?" tanya Heros menunjuk dua hewan yang terlihat riang saat bertemu tuannya.
"Jangan sakiti mereka!" seru Lazarus panik.
"Menyakiti? Heh, kalian sungguh para manusia berpikiran sempit. Mereka berasal dari sini. Tak mungkin aku menyakiti makhluk-makhluk ini. Kalian beruntung, Oag memberikan hadiah tak ternilai tiap berhasil menyelesaikan misi. Cepatlah pergi dan pulanglah ke Bumi. Aku tak pernah setuju dengan permainan Maniac yang dibuat oleh Oag, tapi tidak dengan lainnya," jawab Heros seraya membuka kurungan yang terbuat dari besi itu.
Lazarus dan Boas tampak senang. Dua hewan lucu itu langsung berlari menghampiri tuannya. Lazarus dan Boas memeluk mereka erat dengan senyum terkembang.
"Aku mengerti, Puteri Atala. Terima kasih atas kebaikanmu selama ini. Jika aku berhasil menyelesaikan misi dan kembali ke Bumi, aku akan mengabadikan sebuah lukisan dengan sosokmu di kastilku. Aku berjanji," ucap Lazarus yang membuat sang puteri berlinang air mata.
Atala memeluk Lazarus erat dan meneteskan air mata. Boas ikut terharu seraya mendekap hewan miliknya di depan dada dengan senyuman.
"Pergilah," ucap Heros seperti tak suka melihat orang-orang dari Bumi itu terlalu lama berada di wilayahnya.
Boas cemberut, tapi menurut. Lazarus melepaskan pelukannya dan menghapus air mata Atala dengan senyuman.
Atala terlihat begitu sedih saat lelaki yang disukainya akhirnya memasuki pintu portal dan menghilang dari pandangan.
"Ingat perbedaan kita dengan mereka, Atala. Sesuai perjanjian. Kuantarkan mereka ke pintu portal dan kau, akan menikah denganku," tegas Heros.
Atala mengangguk pelan saat pintu bercahaya itu ditutup oleh sang penjaga. Heros memberikan tangannya dan sang puteri dengan kaku meraihnya.
__ADS_1
Keduanya berjalan meninggalkan pintu portal yang terselimuti oleh tumbuhan merambat dan tertutup oleh pohon yang bisa bergeser seperti melindunginya.
Atala menoleh sekali lagi dengan pandangan sendu karena harus berpisah dengan pujaan hati untuk selamanya.
Usai Lazarus dan Boas memasuki pintu portal, keduanya langsung menggigil. Dua pemuda itu tampak terkejut saat memasuki wilayah es, tapi tempat itu tampak menyeramkan karena terdapat patung-patung berwujud aneh dan bangunan yang tak pernah dilihat sebelumnya.
"I-ini di mana? Dan ... woah! Portalnya lenyap!" seru Boas terkejut dan langsung mendekap tubuhnya karena hanya memakai pakaian tipis.
"Hah, entahlah," jawab Lazarus ikut menggigil karena mulutnya sampai mengeluarkan asap saat bicara.
"Hati-hati! Banyak celah di permukaan es ini. Awas tergelincir," ucap Boas mengingatkan.
Namun, baru saja ia menutup mulutnya, SRAKK!
"AAAAA!"
"LAZARUS!" teriak Boas karena pemuda asal Inggris itu terperosok dalam sebuah celah dan membuatnya meluncur dengan cepat ke bawah hingga sosoknya tak terlihat. "Lazarus!" teriaknya lagi panik.
Hewan yang ikut bersama Lazarus ikut jatuh bersama tuannya. Boas terlihat bingung.
"Agh, sial! Baiklah, kita harus menyusulnya. Aku tak mau hanya berada di sini denganmu saja," ucap Boas pada hewan penyimpan cadangan nyawanya.
"Bobo?" ucap makhluk imut itu menatap Boas lekat.
SRAKK!
"AAAA!" Boas ikut berteriak histeris karena kali ini, ia sengaja menjatuhkan dirinya ke dalam celah mengejar Lazarus.
***
ILUSTRASI
SOURCE : GOOGLE
__ADS_1
Uhuy tengkiyuw tipsnya❤️ Kwkwkw yang lainnya kuy ikutan nangkring dong SS nya. Lele padamu💋