
Setelah anak-anak dibuat pusing akan keputusan yang harus diambil karena Gibson memaksa untuk dilakukan vote guna memilih makhluk yang akan ditangkap, akhirnya Satyr mengajukan diri sebagai juri.
Satyr yang akan membacakan satu per satu dari kertas yang sudah ditulis dengan pilihan tiap anak. Satyr duduk di atas tanah dengan beberapa kertas dilipat di samping kakinya.
Mereka bicara dalam bahasa Mitologi. Terjemahan.
"Rex memilih Cyclops," ucapnya saat mengambil sebuah kertas di hadapan.
Rex tersenyum tipis lalu berjalan menuju ke lingkaran yang sudah dibuat oleh Satyr menggunakan ranting di atas tanah.
"Timo memilih Siren," ucapnya kemudian.
Timo melangkah dan kini berdiri dalam lingkaran besar buatan Satyr seperti lingkaran lainnya untuk tiap makhluk yang dipilih.
"Kenta memilih Chimera. Wow," ungkapnya dengan dua alis terangkat.
Semua anak ikut ber-Wow karena nyali Kenta cukup besar dengan memilih Chimera si penjaga pintu lorong penjara Hades yang dikenal buas.
"Selanjutnya, Gibson. Hem, aku sudah menduga dia akan memilih Sphinx," ucap Satyr seraya menunjukkan kertas putih yang telah dibuka ke hadapan anak-anak.
Semua anak mengangguk kagum karena mereka juga menyadari jika Gibson cukup pintar dan cerdik.
"Lalu Harun. Dia memilih Siren," sambungnya.
Harun melangkah dan kini berdiri di samping Timo. Dua orang itu saling melakukan tos dengan kepalan tangan karena sepemikiran.
"Rangga. Memilih Cyclops," ucap Satyr seraya melihat pemuda berkulit hitam itu yang melangkah dengan mantap mendatangi Rex. "Kemudian Ryan, dia memilih Cyclops juga," imbuhnya.
Ryan melangkah dengan riang mendatangi dua kawannya yang menyambut dengan jabat tangan dan senyuman.
Satyr kembali mengambil sebuah kertas dan membacakan satu per satu tulisan di dalamnya hingga kertas terakhir.
"Lalu pilihan terakhir bertuliskan ... Sphinx yang dipilih oleh Czar," ucap Satyr lalu mengembuskan napas panjang terlihat lelah karena membacakan banyak pilihan para anak manusia itu.
"Dilihat dari jumlahnya, kita akan melawan Cyclops terlebih dahulu, lalu Siren, kemudian Sphinx dan terakhir Chimera," tegas Gibson usai menghitung jumlah kawan-kawannya dalam lingkaran yang sudah dipilih.
"Oke!" jawab Czar mantap dengan anggukan.
"Lalu, sesuai kesepakatan. Jika Cyclops berhasil ditangkap, orang yang akan menyerahkan kepada sosok hitam adalah Bara," tegasnya. Bara dan semua anak mengangguk paham. "Jika Siren berhasil ditangkap, maka Harun yang akan maju sebagai pesertanya."
"Ya, kami mengerti," ucap Nicolas.
"Jika Sphinx berhasil dikalahkan, Rangga yang akan menemui sosok hitam," imbuhnya seraya menatap Rangga, dan lelaki itu mengangguk mantap. "Dan terakhir Chimera. Jika berhasil melumpuhkannya, Boas yang akan menyerahkan makhluk itu."
__ADS_1
"Jadi, dua leher Cerberus sudah diputuskan untuk nama Timo dan Kenta. Begitu?" tanya Mandarin, dan Gibson mengangguk.
"Tapi, Gib. Aku ... aku masih merasa tidak adil. Kau berjuang bersama kami sejauh ini. Kami membutuhkan pemikiran cerdasmu untuk melanjutkan ke level selanjutnya!" seru Vadim tampak frustasi.
"Hei, kalian itu kuat dan pintar. Hanya karena ada aku, kalian selalu mengandalkanku. Mulailah berpikir cerdik tanpaku nantinya. Kalian sudah berjanji akan lolos ke level-level selanjutnya dan menang. Aku menanti untuk dibangkitkan," jawabnya tenang dengan senyuman, tapi anak-anak masih terlihat kesal akan keputusan sepihak Gibson yang merelakan diri.
"Baru kali ini ada orang yang diberikan penawaran menggiurkan untuk tetap hidup, tapi malah menolak. Jika bisa, aku mau bertukar posisi dengan kalian," sahut Satyr terheran-heran.
Anak-anak yang masih kesal, mendesis pada makhluk setengah kambing tersebut. Akan tetapi, Satyr malah tertawa terbahak.
"Oke! Semuanya bersiap! Kita lawan Cyclops. Pastikan senjata kalian sudah terasah dan tajam. Ingat latihan yang sudah kuajarkan pada kalian semua. Dan yang terpenting, kerjasama tim. Ayo!" seru Gibson memimpin.
"Ayo!" teriak semua anak serempak.
Satyr ikut bersemangat karena sorakan anak-anak manusia itu. Rex dan anak-anak berubah menjadi makhluk mitologi dengan kemampuan terbang. Sisanya, menaiki punggung naga Rex.
Kali ini, Satyr menaiki punggung Pegasus karena penasaran. Sedang Gibson menunggangi punggung Griffin Czar dan terbang berdampingan dengan Vadim.
"Aku tahu beberapa gua di sekitar tempat ini. Kita akan mengunjungi satu per satu. Waspadalah," ucap Satyr mengingatkan dan semua anak mengangguk paham.
Nicolas berubah menjadi Elf karena mata tajamnya sangat membantu melihat pergerakan di daratan.
Ditambah, ia bisa bahasa pohon dan binatang sehingga membantunya mendengar makhluk-makhluk itu ketika mereka berbincang.
Rex segera mendarat di wilayah yang sekiranya cukup untuk tubuhnya yang besar. Satu per satu, anak-anak turun dari punggung naga Rex melalui ekornya.
"Hati-hati," ucap Gibson mengingatkan.
Para anak manusia itu bersiap dengan senjata Elf dalam genggaman. Satyr juga terlihat serius ketika mengintip ke dalam gua dengan seruling dalam genggaman.
"Oke. Aku mulai," ucap Satyr bersiap untuk memainkan musik kematiannya.
Anak-anak yang sudah kembali ke wujud manusia bersiap di luar gua dalam sebuah formasi. Satyr berdiri di pintu gua dengan sorot mata tajam mengarah ke dalam gua yang gelap.
"Fuuu ...."
Anak-anak terlihat fokus mengamati pergerakan dari dalam gua. Satyr terus memainkan serulingnya di mana musik yang terdengar merdu di telinga anak-anak menggema dalam gua gelap itu.
"Harghhh!" erang seekor makhluk, tapi bersuara seperti perempuan.
Anak-anak terkejut karena menurut informasi dari Satyr, Cyclops adalah jenis pejantan. Hingga tiba-tiba, sosok itu keluar dari dalam gua yang mengejutkan semua orang termasuk Satyr.
"Satyr! Awas!" seru Gibson langsung mendorong tubuh Satyr ke samping karena makhluk setengah kambing itu malah melotot ketika melihat seekor Harpy keluar dari dalam gua dengan teriakan.
__ADS_1
Anak-anak yang terkejut dengan sigap menghindar ke samping pintu gua dan diam saja melihat makhluk itu masuk ke dalam hutan.
Harpy tersebut ternyata telah kehilangan sayapnya karena menjadi batu akibat sihir Azumi kala itu.
Sayap mereka pecah saat terbang lalu jatuh menghantam daratan dengan keras. Harpy tersebut berlari tergopoh sembari menutup kedua telinga dengan tangannya.
"Oke. Jadi ... salah gua. Kita cari yang lain," ucap Bara, dan diangguki kawan-kawan yang sependapat dengannya.
Rex dan anak-anak yang memiliki kemampuan terbang segera berubah. Mereka terbang kembali untuk mendatangi gua lainnya sesuai petunjuk dari Satyr.
Para remaja itu merasa sangat terbantu karena ditolong oleh makhluk mitologi tersebut meski terkadang sikapnya menyebalkan.
"Satyr! Di sana ada gua!" tunjuk Nicolas yang duduk di punggung naga Rex.
"Ah, kau benar! Ayo ke sana!" seru Satyr, dan semua makhluk bersayap itu menukik tajam ke arah gua dekat sebuah sungai yang tertutup bebatuan.
Anak-anak kembali berubah menjadi manusia agar tak terkena dampak dari seruling Satyr. Mereka melakukan formasi seperti ketika mendatangi gua pertama yang ternyata dihuni oleh seekor Harpy.
"Oke. Aku mulai," ucap Satyr yang kembali berdiri di pintu gua gelap seraya memainkan musiknya.
"GOARRR!"
Kali ini, suara raungan itu seperti monster jenis pejantan. Semua anak semakin erat menggenggam senjata di tangan. Mereka yakin jika makhluk itu adalah Cyclops karena suara raungannya begitu besar.
"Dia keluar! Dia keluar!" seru Czar saat melihat makhluk itu merangkak dengan cepat keluar dari gua.
Namun seketika, Satyr menghentikan tiupan. Makhluk itu menatap sekumpulan para anak manusia yang memandanginya dengan kening berkerut. Satyr terlihat bingung dalam berucap.
"Aku ... tak tahu jenis apa dia ini. Sepertinya ... aku baru pertama kali melihatnya," ucap Satyr bingung sendiri. "Apakah ... kau jenis baru?" tanya makhluk setengah kambing itu dengan kening berkerut.
Makhluk itu tak menjawab. Ia masih merangkak lalu kemudian masuk ke dalam gua begitu saja. Satyr dan anak-anak bingung. Tanpa bicara, mereka dengan sendirinya pergi meninggalkan gua tersebut.
"Pastinya itu bukan Cyclops," ucap Rangga, dan semua anak mengangguk setuju saat mereka kembali terbang di langit untuk mencari gua lainnya.
***
ILUSTRASI
SOURCE : FREE IMAGES
__ADS_1
Uhuy makasih tipsnya diriku. Lele padamu❤️ Kwkwkw😆