
Saat semua anak dirundung duka, Gibson baru menyadari jika ada portal di hutan dekat bangunan markas para Minotaur. Warna merah muda di sekitar tempat itu memudar dan membuat semuanya kembali tampak normal.
Gibson berjalan mendekat dengan pandangan fokus ke arah benda berwarna merah menyala berbentuk segitiga diantara pepohonan dalam hutan tersebut.
Praktis, pandangan anak-anak teralih pada pergerakan Gibson. Pada akhirnya, anak-anak ikut mendekat dan berkumpul di belakang pria Asia tersebut.
"Apa itu, Gib?" tanya Rex penasaran.
"Mungkin reward setelah kita berhasil menyelamatkan anak-anak yang tersekap," jawabnya yang membuat Lazarus menghampirinya.
"Oh! Kalian mendapatkan misi untuk menyelamatkan kami, begitu?" tanya keturunan Benedict memastikan. Gibson dan lainnya mengangguk membenarkan.
Benar saja, muncul tulisan dalam portal. Mata anak-anak itu melebar seketika. Pandangan mereka terfokus pada tulisan berbahasa Inggris tersebut. Terjemahan.
"Ambil hadiah atas keberhasilan kalian dalam menyelesaikan misi," ucap anak-anak berguman.
Kemudian, tulisan itu menghilang lalu berganti tulisan lain. Seketika, mata Rex melebar karena namanya tertulis di sana.
"Woah! Cepat masuk, Rex! Jangan tunda lagi. Ayo!" seru Jubaedah lantang seraya mendorong punggung kekasihnya.
Rex terlihat ragu, tapi setelah diyakinkan Timo dan Gibson, pemuda itu akhirnya melangkah menuju ke portal yang ukurannya kini semakin besar.
Rex melangkah masuk terlihat gugup, sedang semua anak yang melihat berwajah tegang. Seketika, "Waaaa!" seru semua anak ketika tubuh Rex berubah menjadi seekor naga berwarna hijau.
Rex malah panik saat tubuhnya berubah besar menjadi puluhan kali lipat dan membuat pohon di sekitarnya roboh terkena ekor serta sayap naganya.
"Rex! Stop! Jangan berputar-putar!" pinta Jubaedah berteriak seraya merunduk.
Anak-anak yang lain berlari menghindar agar tak terkena tubuh naga Rex.
"Haha! Keren sekali!" ucap Kenta gembira ketika melihat wujud naga Rex yang baginya mengagumkan.
__ADS_1
"Bagaimana caraku kembali ke wujud semula?" tanya Rex panik yang akhirnya bisa menenangkan diri.
Gibson kembali mendatangi portal dan mendapati jawaban dari pertanyaan Rex mengenai perubahan dirinya.
"Oh, Rex! Di sini tertulis jika kau ingin berubah menjadi naga cukup berteriak 'Naga', maka kau akan berubah. Lalu, jika kau ingin menjadi manusia lagi cukup berteriak 'Manusia'," ucap Mandarin membaca tulisan dalam portal.
"Bikin gaya yang keren, Rexy! Kaya di anime 'kan kalau mereka mau berubah suka bikin gaya sambil teriak tuh," ucap Jubaedah dengan wajah berbinar.
"Iya, Rexy! Kaya Power Ranger aja. Berubah, heyah!" seru Vadim menyahut dengan sebuah gaya kedua tangan ke samping kanan menjulur ke atas.
Anak-anak lain malah membuat gerakan beragam seperti kung fu. Rex terbengong karena menurutnya, sikap kawan-kawannya sangat kekanakan.
"Manusia," ucapnya datar dan seketika ....
"Wah! Dia berubah lagi!" seru Nicolas menunjuk.
"Ayo, Rex, jadilah naga lagi. Kau bisa membawa kita semua kembali ke rumah pohon!" pinta Pasha yang membuat kening remaja itu berkerut.
"Hem, ide bagus. Aku juga ingin mengetahui lebih lanjut seperti apa kemampuan dari perubahan wujud Mitologiku," jawabnya seraya melihat kedua tangannya yang kini memiliki sebuah tanda seperti tato dengan ukiran berbentuk naga.
Tanpa pikir panjang, Vadim segera masuk bahkan berlari begitu bersemangat. Seketika, "Woah!" seru anak-anak ketika melihat kawan mereka berubah menjadi pegasus.
Kuda bersayap itu tampak gagah dengan tubuh warna hitam pekat. Vadim terlihat kagum dengan perubahan wujudnya. Ia bahkan tak sabar untuk mencoba berlari dengan keempat kaki memutari sekitar.
"Wohoo!"
WUZZ!
"Wah! Dia terbang!" seru Ryan menunjuk sosok pegasus Vadim ketika merentangkan dua sayap besarnya lalu mengepak dengan kuat hingga tubuhnya terbang melayang di udara.
Anak-anak bersorak dan beberapa bertepuk tangan melihat keajaiban itu.
"Oh! Ada instruksinya!" seru C menunjuk portal yang memberikan arahan bagaimana merubah dan mengembalikan wujud.
"Caranya sama dengan Rex," sambung L dan semua anak yang membaca instruksi itu mengangguk sependapat.
__ADS_1
"Berubahlah, Vadim! Kami ingin lihat!" pinta Bara saat pegasus itu menapakkan keempat kakinya di tanah.
Vadim seperti mengambil posisi, tapi ternyata ia membuat gaya unik dan membuat kawan-kawannya tertawa terbahak karena tingkahnya.
Namun, gaya itu membuat Vadim kembali menjadi manusia. Tak lama, nama anak lainnya tertulis dan kini giliran Azumi yang akan masuk ke portal.
"Jangan takut Azumi. Kau berhak mendapatkan hadiahmu. Ayo," bujuk Mandarin menatapnya lekat.
Kenta ikut mengangguk memberikannya semangat. Azumi melangkahkan kakinya perlahan dengan kedua tangan saling menggenggam di depan dadanya.
Tampak jelas jika gadis manis itu gugup. Berulang kali Azumi menoleh ke belakang seperti ingin memastikan aksi yang akan dilakukannya. Semua anak menyemangatinya dan memastikan jika ia akan baik-baik saja.
Azumi menarik napas dalam dengan mata terpejam, lalu mengembuskannya perlahan seraya membuka kelopak matanya. Akhirnya, langkah kaki itu memasuki portal dan melewatinya. Seketika ....
"Dia menjadi unicorn!" seru Tina tampak kagum dengan wujud Mitologi kawan wanitanya itu.
Azumi terlihat senang dan langsung berlari ke sekitar hutan. Anak-anak lainnya ikut bahagia saat Azumi dengan lincah berlari berbelok-belok di antara pepohonan seraya mengibaskan rambut panjang kudanya.
"Azumi! Di sini tertulis jika cara berubahmu sama seperti Vadim dan Rex. Coba lakukan untuk kembali ke wujud manusia," pinta Bara dan Azumi mengangguk usai puas berlari ke sana kemari.
"Manusia!" seru Azumi lantang dengan kedua kaki terangkat ke atas.
Seketika, cahaya putih menyilaukan mata bersinar terang, muncul dari tubuh gadis Jepang itu. Mata semua anak terpejam karena kilauannya. Namun, cahaya tersebut membuat Azumi kembali ke tubuh gadis cantik berambut hitam panjang.
Azumi berlari dengan langkah riang mendatangi sang kakak dan memeluknya. Kenta ikut tak sabar menunggu hadiahnya seperti anak-anak yang lain di mana mereka belum mendapatkan wujud Mitologi selama di Planet itu.
"Juby! Kau selanjutnya! Namamu tertulis di sana!" seru Rex menunjuk dengan wajah gembira. Spontan, Jubaedah melompat kegirangan sambil bertepuk tangan.
***
ILUSTRASI
SOURCE : GOOGLE
__ADS_1