MONSTER HUNTER-13 DEMON KIDS

MONSTER HUNTER-13 DEMON KIDS
MISI LEVEL 9*


__ADS_3

Seketika, mereka berada di sebuah tempat layaknya hutan. Ryan menjadikan dirinya seperti sekretaris dari kelompok tanpa ada yang menunjuknya.


Mereka bicara dalam bahasa Mitologi. Terjemahan.


"Satu, dua, tiga, ...," ucap Ryan seraya melakukan penghitungan pada kawan-kawannya. "Oke, kita lengkap!" sambungnya mantap. Semua anak mengangguk pelan. "Lalu ... adakah strategi khusus yang akan kita gunakan untuk menangkap para makhluk ini? Jika kudengar dari pengakuan Lana, hewan-hewan itu buas dan liar," imbuhnya.


"Jumlah makhluk yang harus ditangkap ada 4. Bagaimana jika kita bagi menjadi empat kelompok?" tawar Harun.


"Aku anggota Tim Utara," ucap Rangga dengan sigap melangkah maju dan berdiri di dekat sebuah pohon berdaun lebat.


"Oke. Aku anggota Tim Selatan," sahut Boas cepat dan melakukan hal sama seperti Rangga.


"Aku Tim Timur," sambung Rex yang ikut melakukan inisiatif tanpa diminta.


"Aku Tim Barat," ucap Mandarin sebagai penutup pembagian tim.


"Kita terapkan cara lama. Minimal harus ada satu orang yang memiliki wujud terbang dalam kelompok. Seperti saat bersama para alien bajak laut. Bagaimana?" saran Timo.


"Ya, aku setuju. Kalau begitu, aku ikut tim Mandarin saja," ujar Vadim langsung masuk ke dalam barisan. Mandarin mengajak tos kepalan tangan dan Vadim menyambutnya dengan mantap.


"Seperti biasa. Teman satu sekolah akan ikut. Aku masuk tim Rangga," ucap Bara seraya berjalan ke barisan ketua Pramuka di kelompoknya. Rangga terkekeh dan menyambut kawan senegaranya itu.


"Aku sudah merasa cocok dengan Ryan. Jadi ... kami berdua akan ikut dalam tim Rex saja," usul Nicolas, dan Ryan mengangguk setuju.


"Hohoho! Kalau begitu, aku juga harus ikut agar serangan kami fatal kepada musuh," imbuh Kenta.


Rex tersenyum lebar menyambut kedatangan tiga anggota sekaligus dalam kelompoknya.


"Baiklah. Kau butuh anggota yang jago berenang, Boas," ucap Timo seraya mendekati lelaki dengan potongan rambut belah tengah. Pemuda asal Australia itu mengangguk seraya menepuk pundak kawan Filipina-nya.


"Kau butuh makhluk bertubuh besar dan kuat sepertiku," imbuh Harun yang ikut mendatangi Boas. Pemuda itu mengangguk dengan senyuman.


"Semua itu tak cukup tanpa pangeran berkuda dan ahli dalam menggunakan pedang serta perisai," sahut Lazarus seraya berjalan bak Tuan Muda.


Keturunan Benedict tersebut masuk dalam kelompok Mandarin. Orang-orang terkekeh karena Lazarus mulai menyombongkan dirinya.


"Dia sudah tertular Satyr," bisik Bara, dan Rangga mengangguk dengan senyuman.


"Hem, melihat jumlahnya, aku penuhi slot tim Rangga saja," ujar Czar. Rangga dan Bara menyambut kedatangan remaja Rusia itu dengan high five.


"Mantap! Jadi ... kita sudah lengkap. Oke, seperti strategi yang pernah dilakukan pada misi-misi sebelumnya, kita jangan berpisah karena risiko tewas sangat tinggi. Terlebih, ini sudah level 9. Tinggal sedikit lagi kita menang!" ucap Kenta semangat.


"Oke. Kita sebaiknya mulai berburu, jangan membuang waktu. Di sini, kita masih belum tahu perubahan siang dan malam termasuk kondisi alam dari wilayah ini. Hati-hati, dan waspada. Ingat kata Gibson, mata memindai atas, bawah, kanan, kiri, dan depan," tegas Lazarus, dan semua anak mengangguk siap.


Mereka berjalan secara berkelompok sesuai pembagian tim dalam formasi belah ketupat. Semua anak menyiagakan senjata sebagai bentuk antisipasi terhadap serangan. Mereka melangkah perlahan dan saling menjaga. Hingga terdengar suara raungan hewan di kejauhan.


"Oh, kalian mendengar itu?" tanya Rangga yang berada di posisi paling depan karena Tim Utara.


"Ya, hati-hati. Ingat kata Lana jika semua makhluk dalam dimensi ini adalah jenis pemangsa," sahut Boas yang berada di sisi paling belakang dari tim Utara.

__ADS_1


Rangga dan lainnya mengangguk siap. Mereka berjalan mengendap dan menghindari langkah bersuara agar pergerakan tak diketahui oleh makhluk penghuni wilayah itu. Tiba-tiba, Czar berjongkok, dan hal itu mengejutkan semua orang.


"Ada apa?" tanya Bara menatap kawan Rusia-nya lekat.


"Merunduk! Semuanya merunduk! Cepat!" pintanya berbisik dan menoleh ke semua kawan-kawan yang berada di belakangnya.


Tim Timur, Barat dan Selatan menuruti perintah Czar. Mereka merunduk setelah menyadari ucapan Czar benar jika ada hewan yang melintas di depan dan bertubuh besar.


"Sembunyi! Sembunyi!" pekik Timo saat merasakan langkah hewan itu semakin mendekat.


Semua anak bergegas mencari tempat persembunyian dengan cepat. Ada yang berlindung di balik batang pohon besar, batu, semak, bahkan memanjat pohon agar posisinya tak ketahuan.


"Grrrr," erang seekor makhluk yang akhirnya menunjukkan diri.



Mata semua anak melebar saat makhluk itu seperti menyadari keberadaan mereka di dekatnya. Semua anak membungkam mulutnya rapat dengan senjata digenggam erat, siap untuk digunakan jika keadaan terancam. Makhluk dengan corak unik serta bentuk yang tak biasa bagaikan campuran beberapa spesies, membuat anak-anak penasaran dengan kemampuannya karena jenis itu masuk dalam kategori yang harus mereka tangkap.


"Dia salah satu buruan kita. Ini kesempatan bagus," bisik Mandarin.


"Oke. Jangan gegabah. Kita harus memiliki pengalih perhatian sebelum menyerangnya," jawab Lazarus ikut berbisik.


"Aku saja. Kalian, segeralah tangkap hewan itu dan ambil darahnya," jawab Vadim. Mandarin dan Lazarus mengangguk pelan.


Vadim yang bersembunyi di balik batu besar bersama dua kawan satu timnya mulai menarik napas dalam. Makhluk itu masih berada di tempatnya seraya mengendus. Anak-anak terlihat tegang di mana Mandarin dan Lazarus sudah bersiap dengan serangan.


"Heyahh!" seru Vadim yang tiba-tiba muncul dari balik batu dengan sosok Pegasus.


"Serang!" seru Lazarus yang ikut berubah menjadi sosok Centaur, begitupula Mandarin dalam sosok Ogre.


Makhluk itu terkejut dan seketika, "Aakkk!" teriaknya yang membuat kelopak di sekitar kepalanya bagaikan bunga terkembang seperti sedang mekar.


Dua taring tajam ia tunjukkan saat membuka mulutnya lebar. Tiba-tiba, CRATT!!


"Awas!" teriak Mandarin saat melihat ujung ekor hewan itu menyemprotkan semacam cairan berwarna biru ke arah Lazarus.


Dengan sigap, Lazarus melindungi tubuhnya dengan perisai Centaur-nya. Namun, siapa sangka jika cairan itu seperti bisa melelehkan logam.


"Hati-hati dengan ekornya!" pekik Lazarus saat melihat perisainya sampai berlubang.


"Tebas ekornya agar tak bisa menyemprot lagi!" seru Mandarin.


Namun, makhluk itu cukup gesit. Ia terus menyemprot secara bergantian ke arah Mandarin dan Lazarus. Makhluk tersebut seperti bisa membaca pergerakan dua makhluk Mitologi itu yang ingin mendatanginya.


"Tim Timur akan membantu! Sisanya, bersiap untuk mengambil darah!" teriak Rex yang bersembunyi di balik semak sisi kanan.


"Oke!" jawab Tim Utara dan Selatan bersamaan.


Ryan dan Nicolas dengan sigap berubah. Makhluk itu kembali terkejut saat menyadari jika ada pergerakan lain dari sampingnya. Nicolas langsung membidik makhluk itu dengan anak panahnya di atas kepala Tuan Pohon. Saat Nicolas siap untuk melesatkan benda berujung runcing itu.

__ADS_1


"Raarrr!"


"Nico!" teriak Rex saat melihat hewan sejenis muncul dari dalam semak. Makhluk itu melompat seperti siap menerkam.


Namun, dengan sigap, "Oakkk!"


"Bagus, Kenta!" seru Rex saat Kenta berubah wujud menjadi Phoenix.


Kenta menggunakan cakar burungnya untuk menangkap tubuh makhluk itu dan membawanya terbang. Makhluk tersebut memberontak dan berusaha untuk melawan dengan mengarahkan ujung ekornya seperti siap untuk menyemprot. Kenta yang melihat pergerakan itu dengan cekatan menyemburkan napas apinya hingga makhluk berkaki empat itu meraung kesakitan karena tubuh terbakar.


"Harghh!" erang makhluk itu yang tubuhnya terselimuti kobaran api dan jatuh dari ketinggian.


Kenta melepaskan cengkeramannya. Burung Phoenix itu sengaja menjatuhkan makhluk tersebut. Benar saja, makhluk berkaki empat itu jatuh dengan keras di atas tanah. Timo dengan sigap mendatangi makhluk tersebut yang merintih kesakitan dengan beberapa luka di tubuhnya.


CLEB!


"Bagus, Timo! Ambil darahnya!" seru Boas saat melihat Timo dengan cekatan menancapkan jarum ke tubuh makhluk tersebut seraya menginjak kepalanya agar tak banyak bergerak.


"Aku bantu!" seru Harun langsung berubah dalam wujud Yeti karena melihat Timo kesulitan menghisap darahnya karena makhluk itu terus bergerak.


Harun dengan sigap memegangi tubuh makhluk itu dengan dua tangan besarnya. Timo akhirnya bisa melakukan tugasnya di mana darah makhluk itu ternyata berwarna biru saat berhasil disedot oleh tabung khusus pemberian Oag.


"Kawan-kawannya datang!" seru Kenta yang melihat dari atas hutan ketika segerombolan makhluk sejenis muncul dan berlari dengan cepat ke arah mereka.


"Aku sudah dapatkan darahnya!" seru Timo seraya mencabut suntikan itu dengan cairan terisi penuh.


"Kita pergi dari sini! Tak usah lawan mereka!" seru Bara seraya mengubah dirinya menjadi Kesatria Garuda.


"Ayo!" sahut Rex yang dengan sigap berubah menjadi naga.


Rangga dan lainnya yang tak memiliki kemampuan terbang segera naik ke punggung naga Rex dalam wujud manusia. Sedang anak-anak yang memiliki kemampuan terbang, berusaha menghalau serangan dari makhluk tak dikenal itu agar Rex berhasil terbang. Kenta menyemburkan napas apinya dan membuat hutan terbakar. Makhluk-makhluk berkaki empat itu terkejut dan segera mengambil arah lain.


Lazarus dan Mandarin segera berlari ke arah Rex untuk menyelamatkan diri. Kini, makhluk itu berhadapan dengan Bara, Czar, dan Boas dalam wujud Mitologi terbang mereka. Nicolas membantu dengan melesatkan anak panah ke tubuh makhluk berkaki empat yang pertama kali muncul dari atas punggung Rex. Makhluk itu tampak kerepotan karena mendapatkan serangan dari berbagai arah.


"Kami berhasil! Ayo, pergi dari sini!" seru Ryan yang kembali menjadi manusia di punggung naga Rex.


Boas dan lainnya segera terbang termasuk Vadim. Mereka mengejar ketinggalan karena Rex melesat lebih dulu. Makhluk-makhluk yang memiliki kelopak di kepalanya tak bisa melakukan serangan karena semprotan mereka tak bisa menjangkau ketinggian tempat anak-anak itu terbang.


"Yeah! Kita berhasil mendapatkan satu!" seru Vadim senang dengan sosok Pegasus.


"Woah, hampir saja," sahut Lazarus nyaris terluka usai melihat cairan yang disemprotkan makhluk itu ternyata bisa melubangi besi.


Keturunan Benedict itu tak bisa membayangkan jika terkena cairan tersebut di tubuhnya. Timo dengan sigap mengamankan suntikan itu dan berpegangan kuat pada tubuh naga Rex. Mereka terus terbang menjauh dari wilayah hutan di mana anak-anak itu yakin jika kelompok dari makhluk tersebut berusaha untuk mengejar.


"Lihat! Ada sungai di sana. Kita seberangi dan istirahat sejenak. Bagaimana?" tawar Czar dalam wujud Griffin.


"Oke!" jawab Harun mantap, dan diangguki anak-anak lain yang setuju dengannya.


***

__ADS_1


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE


__ADS_2