
Mereka bicara dalam bahasa Mitologi. Terjemahan.
Czar dan Vadim dibuat panik setengah mati karena raksasa berambut gondrong itu berdiri tepat di depan keduanya, tapi ia tak melihat.
Namun, raksasa itu seperti menyadari sesuatu karena hidungnya bergerak mengendus.
Vadim menahan pipis karena rasanya ia ingin mengompol akibat ketakutan. Semua anak ikut mencemaskan kondisi dua kawan mereka yang keberadaannya cukup mengkhawatirkan.
Tiba-tiba, DUK!!
"Hem?"
Raksasa dengan tubuh berotot itu melihat sebuah pergerakan di samping dinding istana dekat menara.
Sosok besar yang diyakini berjenis kelamin laki-laki tersebut melangkah mendatangi asal suara yang menarik perhatiannya.
"Hehe, berhasil!" bisik Ryan saat ia melemparkan kerikil ke sisi lain agar raksasa yang mencurigai keberadaan Czar dan Vadim menjauh.
"Kita harus bebaskan Lazarus dan Kenta. Gunakan cara yang sama," bisik Nicolas, dan teman-teman yang berada di dekatnya mengangguk.
Czar yang menyadari jika raksasa itu sudah pergi menjauh mengintip dari dalam selimut. Ia melongok dan melihat Harun melambaikan tangan agar datang padanya ke arah pepohonan.
Czar mengangguk paham. Namun, saat mengajak Vadim berdiri, ia merasakan jika tanah yang dipijaknya basah dan tercium bau menyengat yang sangat ia kenal. Kencing.
"Kau mengompol?!" pekik Czar melotot ke arah sahabatnya.
Vadim mengangguk dengan wajah pucat. Czar yang jijik menyibakkan selimut tak terlihat milik Gibson dan langsung menjauh. Naas, seorang raksasa melihat keberadaan dua anak itu di kejauhan.
"Ada dua anak manusia lagi! Di sana!" seru seorang monster berkepala gundul menunjuk ke arah Vadim dan Czar.
"Sial, sial, sial! Vadim! Cepat pergi dari sini!" teriak Czar panik.
Vadim yang merasa tak nyaman karena celananya basah tampak risih saat harus berlari. Sedang Czar, sudah berada jauh di depan.
"Yang ini gendut! Hah, rasanya pasti lezat! Sudah lama aku tak makan daging manusia!" seru raksasa yang memiliki taring mencuat keluar dari bibirnya.
"AAAA! Lemakku banyak! Aku tidak enak! Kolesterol! Kolesterol!" teriak Vadim panik dan terus berlari.
Saat raksasa itu sudah mengulurkan tangan, siap untuk menangkap Vadim, tiba-tiba ....
SHOOT! JLEB! JLEB!
"Harghhh!" erang raksasa itu ketika punggung tangan dan lengannya tertancap anak panah.
Para raksasa yang ikut mengejar di belakang langsung menoleh ke arah panah itu dilesatkan.
Seketika, mata mereka melebar ketika melihat wujud Elf cantik yang berdiri di atas pohon sedang membidik mereka.
"Hem, kena kau," ucap Nicolas dengan suara seksi layaknya wanita dewasa.
"Kenapa ada Elf di sini?! Kita pasti dikepung!" seru seorang raksasa dengan sepasang tanduk kecil di kepala.
Kening Nicolas berkerut, tapi ia menyadari sesuatu. "Ini kesempatan kita! Akan kubuat mereka ketakutan. Segera bebaskan Lazarus dan Kenta!" titah pemuda dalam wujud Elf tersebut.
Mandarin dengan sigap melompat. Ryan bergegas mendatangi kurungan besi tempat Lazarus dan Kenta disekap.
Namun, dua kawan mereka itu seperti orang mabuk karena mengigau dengan pandangan tak menentu.
"Kurungan ini digembok! Aku tak bisa membukanya!" ucap Ryan panik seraya menggoyang-goyangkan gembok besi tersebut. Namun perlahan, Ryan seperti menyadari sesuatu. "Mungkin ... dengan cara ini bisa," ucapnya lalu berubah menjadi Tuan Pohon.
__ADS_1
Ryan terkejut karena tangan sulurnya berubah menjadi tangan kayu ketika dalam wujud Mitologi. Ryan mencoba mengubah jari-jari tangannya membentuk sebuah kunci, dan ternyata berhasil.
Mandarin yang mendampingi Ryan tampak kagum saat pemuda berdarah India campuran itu mulai memutar pada lubang kunci untuk dibuka.
KLEK!
"Wah, berhasil!" seru Ryan senang dengan mata berbinar.
"Kau hebat, Ryan!" puji Mandarin ikut senang dan langsung masuk ke dalam kurungan untuk membangunkan dua kawannya. Namun, Lazarus dan Kenta terlihat begitu lesu.
"Hei, hei, ayo! Kita harus segera pergi dari sini!" ajak Mandarin menarik tangan Kenta, tapi pemuda Jepang itu malah jatuh tersungkur di lantai besi.
Ryan melihat jika dua temannya itu tak bisa berdiri apalagi berjalan. Ryan mengambil tubuh Kenta dan Lazarus dengan dua tangan kayu lalu mengeluarkannya.
"Cepat pergi! Raksasa lainnya datang!" teriak Boas yang berubah menjadi peri dan terbang di atas untuk memantau keadaan.
"Kau bisa terbang? Sayapmu tak hilang?" tanya Mandarin heran.
"Sepertinya, sayap ditiadakan agar tak curang ketika memanjat pohon kacang. Oag tampaknya mengizinkan kita menggunakan wujud Mitologi saat melawan para raksasa," jawab Boas yakin.
"Kalian utusan Oag? Harghhh!" tanya seorang raksasa tampak begitu marah.
Praktis, semua anak dibuat panik karenanya. Para raksasa yang tadinya berada di dalam istana mulai menampakkan diri satu per satu hingga ketiga belas dari mereka berada di luar.
"Semuanya, berpencar!" seru Rangga yang melihat hal ini sebuah kesempatan untuk menyelesaikan misi level 8.
"Kita belum memiliki strategi apa pun untuk melawan mereka!" seru Bara panik yang ikut berubah dalam wujud Kesatria Garuda, tapi sosoknya dibidik oleh seorang raksasa yang mencoba untuk menangkapnya dengan sebuah jaring besar.
"Satu orang satu raksasa! Pasti bisa! Jumlah mereka sama dengan kita, 13!" ucap Timo yakin yang tak bisa berubah menjadi Merman karena tak ada air di sana.
Semua anak mengangguk setuju. Sayang, Lazarus dan Kenta masih lunglai entah apa yang terjadi pada mereka karena terlihat tak bertenaga.
"Ryan! Letakkan mereka di sini! Kurasa tempat ini aman!" seru Czar yang kembali menjadi Griffin dan bertengger di sebuah menara tinggi.
"Oke!" jawab Ryan mantap.
Namun tiba-tiba, WHOOM!
"Arghhh!"
"Ryan!" seru Czar panik saat melihat seorang raksasa membakar tubuh Tuan Pohon dengan obor. Ryan mengerang kesakitan dan tubuh kayunya mulai terbakar.
"Arghh!" erang Ryan dan menjatuhkan Lazarus serta Kenta di atas tanah.
Czar dengan sigap terbang menukik dan mencengkeram dua kawannya itu agar tak terkena dampak dari serangan para raksasa.
"Aku datang! Aku datang!" seru Vadim seraya membawa celananya yang basah terkena kencing lalu digunakan untuk memadamkan api di tubuh Ryan.
Vadim terpaksa hanya memakai celana dalaam karena tak menemukan air di dekat mereka. Namun, usaha Vadim berhasil. Api di tubuh Ryan berhasil dipadamkan meski terlihat gosong di beberapa bagian.
"Hah, hah, terima kasih, Vadim," ucap Ryan tergolek lemas di atas tanah.
"Ya, sama-sama," jawabnya dengan senyuman. Namun seketika, mata Vadim melebar. "Celanaku bolong dan hangus!" teriaknya panik saat mengangkat celananya.
"Vadim, awas!" teriak Czar saat melihat raksasa yang tadi melemparkan obor kepada Ryan kembali datang.
"Wa! Wa! Wa!" teriak Vadim yang spontan melemparkan celana ompolnya ke arah raksasa itu.
PLAK!
"Hempf, hempf," dengkus raksasa tersebut saat celana itu menempel di wajahnya. "Harghhh! Bau apa ini?!" pekiknya langsung panik dan melemparkan celana Vadim ke sembarang tempat.
__ADS_1
"Sepertinya memang bau banget sampai raksasa saja protes," ucap Vadim dengan polosnya.
"Vadim! Cepat pergi dari sana! Bawa Ryan bersamamu!" seru Czar yang kini berjaga di menara usai berhasil mengamankan Lazarus serta Kenta di dalam.
Vadim mengangguk. Ia meminta Ryan segera kembali ke wujud manusia agar bisa membawanya terbang. Ryan segera berubah, tapi ternyata tubuhnya terluka parah.
"Minum ramuan ajaib Oag sekarang. Cepat!" perintah Vadim yang berjongkok di samping kawannya.
Ryan segera membuka tasnya dan meneguk ramuan tersebut. Vadim dengan sigap berubah menjadi Pegasus dan meminta Ryan naik ke punggungnya.
"Woah! Ta-tangan sulurku sudah menjadi tangan manusia lagi!" seru Ryan terkejut.
"Benarkah? Ini bagus! Segera kabarkan pada kawan-kawan lainnya!" ucap Vadim lantang yang kini terbang ke langit.
"Hei! Minum ramuan ajaib Oag! Kita akan menjadi manusia lagi! Tangan sulurku hilang!" teriak Ryan saat Vadim terbang mengelilingi kawan-kawannya yang tersebar di berbagai wilayah.
Semua anak mengangguk paham dan segera meminum ramuan itu. Benar saja, jari tangan mereka kembali lagi seperti semula.
Namun, para remaja itu membutuhkan wujud Mitologi untuk menyelesaikan misi level 8. Beberapa diantara mereka berubah dan melawan para raksasa.
"Aku lupa instruksi misinya! Ada yang ingat?" tanya Harun panik yang berubah menjadi Yeti dan mencoba menjatuhkan seorang raksasa.
"Ambil benda berharga mereka. Barang milik Oag!" jawab Rex dalam wujud naga yang dibidik oleh seorang raksasaĀ bermata satu seperti Cyclops dengan ketapel berpeluru batu.
"Bagaimana kita tahu benda berharga mereka seperti apa?!" pekik Harun panik dan berusaha menghindar dari tangkapan raksasa yang ukuran tubuh tiga kali darinya.
"Ingat cerita Jack? Bukankah dia mengambil telur emas, harpa dan sejenisnya. Mungkin benda itu ada dalam istana. Aku akan mencarinya!" sahut Boas yang masih terbang dan terus berkelit agar tak terjaring oleh alat seperti penangkap kupu-kupu tersebut.
"Hati-hati, Boas!" seru Timo lantang yang terlihat susah payah bersembunyi dan menyelinap di balik benda-benda besar agar tak ditemukan seorang raksasa dengan kumis tebal dan brewok panjang.
Boas berusaha kabur dari raksasa yang membidiknya. Ia menyelinap ke dalam jendela istana dan masuk ke dalam. Nicolas dan lainnya membantu agar para raksasa itu teralihkan tak mengejar Boas.
"Hah, hah, di mana benda-benda itu?" tanya Boas dengan napas tersengal.
Ia terbang di sepanjang lorong mencari benda berharga milik para raksasa. Sayangnya, semua ruangan yang sudah ia masuki, tak terdapat benda berkilauan yang tampak menggiurkan untuk dicuri.
Boas frustasi dan kembali keluar setelah merasa usahanya gagal mendapatkan benda-benda itu.
"Dia kembali!" seru Ryan yang kembali dalam wujud Tuan Pohon dan melakukan serangan balik kepada para raksasa dengan membuat mereka jatuh karena akar pohonnya mencuat dari dalam tanah.
"Tidak ada! Aku sudah mencarinya ke segala tempat, tapi benda itu tak ada!" jawab Boas terlihat kesal.
"Kau yakin?!" tanya Czar yang kini terbang di sekitar istana seraya melemparkan genteng-genteng atap istana menggunakan cakar elang ke arah seorang raksasa di bawah.
Para remaja itu dibuat kebingungan. Kenta dan Lazarus yang sudah diberikan ramuan ajaib mulai membaik. Kenta membuka tasnya dan mengambil cermin ajaib Azumi meski masih terlihat lesu.
"Kau benar! Tanya pada cermin ajaib!" seru Lazarus saat melihat Kenta menunjukkan benda itu yang kini berada di pangkuannya. Namun seketika, "Kenta, awas! Arghhh!" erang Lazarus saat melihat seorang raksasa nekat memanjat menara itu dan tangan besarnya menyelinap masuk untuk menangkap Kenta.
Lazarus dengan sigap mendorong tubuh Kenta, tapi malah dirinya yang tertangkap. Praktis, mata Kenta melebar seketika.
"Lazarus!" teriak Kenta panik karena kawannya berhasil ditangkap oleh seorang raksasa yang terlihat senang karena buruannya tertangkap.
***
ILUSTRASI.
SOURCE : GOOGLE
wah makasih tipsnya mak ben. lele padamuš
__ADS_1