MONSTER HUNTER-13 DEMON KIDS

MONSTER HUNTER-13 DEMON KIDS
TINGGAL SEDIKIT LAGI! BERJUANGLAH!


__ADS_3

Mereka bicara dalam bahasa Mitologi. Terjemahan.


Harun yang baru menyadari jika memiliki benda ajaib dari hadiah misi sebelumnya, bergegas menggunakan jubah tersebut. Pemuda itu berharap jika kain berbulu yang digunakannya bisa menaklukkan hewan berekor seperti tikus tersebut. Bara siap dengan posisi Kesatria Garuda untuk melindungi Harun.


Pemuda berkulit hitam itu menarik napas dalam dan berdiri gagah. Saat anak-anak lain berusaha menghindari serangan bulu jarum dari hewan berkaki empat, Harun langsung merentangkan tangan dan berlagak layaknya seorang penguasa. Ternyata, hal itu berdampak ke beberapa teman yang memiliki bulu, termasuk Bara karena sosok setengah manusia burung.


"Dengar! Aku adalah Raja dari semua makhluk berbulu yang berada di alam semesta! Berlututlah dan tunduk padaku!" teriak Harun lantang.


Seketika, titahnya bagaikan penguasa itu membuat makhluk tersebut langsung menghentikan serangan. Hewan itu seperti membungkuk di hadapan Harun. Lazarus terkejut ketika melihat Bara, Rangga dan Czar ikut membungkuk. Harun tersentak karena tak menyangka jika tiga temannya ikut memberikan hormat padanya.


Namun, Harun terlihat senang. Nicolas menahan tawa karena baginya ini lucu. Hingga Harun menyadari jika kawan-kawan lain yang tak terkena dampak malah menikmati pertunjukan tersebut.


"Cepat ambil darahnya!" pekik Harun dengan mata melotot masih mempertahankan gayanya.


Nicolas yang baru paham dari strategi ini, bergegas meminta kawan-kawannya yang masih memiliki sisa suntikan agar segera digunakan untuk menghisap darah makhluk berbulu cokelat itu. Rex dan anak-anak yang kembali ke wujud manusia segera berlari. Mereka mengerumuni makhluk tersebut dan bersiap untuk mengambil darah.


"Eh, tunggu! Kurang satu. Harusnya ada empat! Siapa yang membawa suntikan terakhir?" tanya Rex bingung.


Semua anak saling memandang, tapi mereka menggeleng. Harun terlihat mulai tak bisa menahan kemampuannya lagi karena ternyata, makhluk itu seperti melakukan perlawanan.


"Cepat! Dia menolak kekuasaanku! Argh!" erang Harun yang kini beradu kekuatan pikiran dengan makhluk tersebut.


Rex dan lainnya tak mau kehilangan kesempatan. Mereka bergegas menusukkan jarum itu meski hanya bertiga saja. Makhluk tersebut berusaha memberontak, tapi anak-anak lain memegangi hewan tersebut saat tubuhnya ditusuk tiga jarum sekaligus pada bagian perut, punggung dan kaki belakang.


"Harg! Harg!" erangnya yang mulai memberontak.


"Egh, a-aku tak bisa menahannya lagi! Semua menyingkir!" teriak Harun dengan tubuh menegang hingga otot-ototnya terlihat jelas menonjol.


"GOARRR!"


"AAAA!" teriak anak-anak saat hewan itu menggerakkan tubuh dan mulai mengeluarkan cakarnya.


"Cepat pergi dari sini! Menghindar!" seru Boas, dan semua anak segera berlari.


Rangga, Bara, dan Czar yang ikut terbebas, berusaha melindungi kawan-kawan mereka yang menyelamatkan suntikkan berisi darah itu. Rex, Lazarus, dan Nicolas, berlari kencang menuju ke tebing untuk diserahkan pada Timo agar diamankan.


"Bulu jarumnya kembali bangkit! Awas serangan!" seru Czar dengan wujud Griffin-nya.


Benar saja. Makhluk itu membidik tiga makhluk berbulu tersebut. Czar, Bara, dan Rangga panik. Saat mereka terbang untuk menghindar, tiba-tiba ....


WHOOM!!

__ADS_1


"HARGHH!" erang makhluk itu saat tubuhnya tersembur kobaran api besar dari atas.


Ternyata, Kenta sudah kembali pulih dan kini ikut menyerang dalam wujud Phoenix. Semua anak ikut terkejut karena kedatangan Kenta yang tiba-tiba.


"Timo! Sekarang!" seru Kenta saat Timo datang bersama Tuan Pohon.


Lazarus dan lainnya dibuat bengong ketika melihat Timo seperti berseluncur di atas lumpur kering. Mata Harun menyipit saat melihat kedua kaki Timo terlilit akar kuat yang ternyata ulah dari Tuan Pohon.


"Bagus! Terus bergerak! Aku akan melindungi kalian!" seru Harun langsung menanggalkan jubahnya. Ia berubah menjadi Yeti dan berlari melindungi Timo.


Makhluk itu tak berkutik. Ia tak bisa kabur saat Kenta sengaja menghalangi pergerakannya dengan menyemburkan napas api tepat di depan.


"Tahan makhluk itu!" seru Kenta saat melihat makhluk tersebut tak berbulu jarum lagi.


"Heyahhh!"


BRUKK!


"GOARRR!" raung makhluk itu lagi ketika Harun melompat dan berhasil menekan tubuh lawannya.


Timo dengan sigap menusukkan ujung jarum yang tadi diberikan pada Kenta untuk mengambil darah makhluk tersebut. Warna hijau dari darah tersebut membuat mata Timo melebar karena baru mengetahuinya.


"Yeah! Aku berhasil!" seru Timo senang saat mencabut suntikan tersebut.


"Woah!" pekik Timo langsung melotot ketika melihat Harun mematahkan leher makhluk itu dengan lengan Yeti-nya.


Jantung Timo berdebar dengan cepat. Namun, Harun terlihat biasa saja bahkan langsung berdiri.


"Kerja bagus, Timo. Tanpa wujud Merman, kau tetap hebat," puji Harun yang membuat Timo mengembangkan senyuman.


Kenta segera mendarat dan merubah wujudnya menjadi manusia lagi. Semua anak berkumpul kecuali Vadim. Mereka bersorak senang karena berhasil menyelesaikan misi. Siapa sangka, kegembiraan mereka membuat Vadim terbangun. Remaja gemuk itu melihat sekitar dan tak mendapati kawan-kawan berada di dekatnya. Namun, suara tawa mereka terdengar jelas sampai ke atas tebing.


"Oh! Mereka di bawah sana. Apa yang terjadi?" tanya Vadim bingung seraya mengucek mata.


Vadim segera berubah menjadi Pegasus. Ia terbang ke bawah dan menghampiri kawan-kawannya.


"Hei! Hei!" panggilnya yang berhasil mendarat dengan sempurna dan kembali menjadi manusia.


"Vadim! Kita berhasil! Ketiga belas darah dari empat makhluk sudah terisi penuh! Kita menyelesaikan misi level 9!" seru Rex senang.


"Benarkah? Hahahaha!" tawanya gembira, tapi Timo berdecak kesal. "Kaulihat itu, Oag! Kami memang hebat!" serunya seraya menunjuk ke atas langit.

__ADS_1


Semua anak ikut mendongak meski terlihat bingung. Apa benar Oag melihatnya?


Di markas Oag.


"Wah, mereka berlagak," ucap Jenderal saat para cendikiawan dan ketujuh anak manusia yang dibangkitkan bersorak gembira atas keberhasilan 13 Demon Kids.


"Hem, kita lihat. Apakah mereka akan berhasil di level 10? Aku tak yakin akan hal itu," sindir Oag.


Praktis, tawa kegembiraan para manusia dewasa lenyap. Mereka saling memandang terlihat cemas.


"Oag, jujur. Misi level 10 kami rasa mustahil bisa dimenangkan. Bahkan jika dilakukan oleh para manusia dewasa. Hanya petarung sejati yang mampu mengalahkan makhluk itu. Kalian sendiri saja tidak mampu!" ucap salah seorang cendikiawan wanita berambut sebahu.


"Itu benar, Oag. Mereka bisa tewas!" sahut ilmuwan lain berkacamata.


"Perjanjian tetap perjanjian. Level 10 menanti mereka setelah ini," jawab Oag dengan keputusan mutlak.


Para orang dewasa itu terlihat cemas. Sang Jenderal menyipitkan mata menatap ketiga belas anak itu yang saling berpelukan karena berhasil menyelesaikan misi dengan cepat.


"Jangan cemas. Mereka anak-anak para mafia keturunan 13 Demon Heads. Kita sudah tahu sepak terjang orang-orang itu. Aku yakin, mereka akan berhasil," ucap sang Jenderal meyakinkan anggota timnya.


"Wow! Anda kini memihak para mafia itu? Sungguh?" tanya salah satu wanita dengan rambut sudah beruban.


"Ya. Melihat kondisinya cukup mengkhawatirkan, aku hanya bisa berharap," jawabnya berwajah malas enggan mengakui.


Para cendikiawan menahan senyum, tapi sependapat dengan sang Jenderal. Oag yang mendengar hal itu diam saja. Ia lalu memberikan kode kepada petugas yang mengawasi jalannya permainan dengan sentakan tentakel. Petugas bercorak biru itu mengangguk.


Di tempat anak-anak berada. Lokasi level 9 berlangsung.


"Hahaha! Lihat rambutmu, Kenta! Kau jadi pitak!" ejek Bara karena rambut Kenta bagian belakang tak tumbuh. Kulit kepalanya terlihat dan membuat gemas anak-anak lain yang ingin mengelusnya.


"Hentikan! Aku tahu ini menggemaskan, tapi singkirkan tangan kotor kalian!" seru Kenta marah, tapi para remaja itu tak peduli.


"Hahaha! Cukur gundul saja rambutmu!" ucap Mandarin menyarankan.


"Ya, itu benar! Dari pada rambutmu hanya tumbuh setengah," sahut Nicolas masih terkekeh geli dengan gaya rambut Kenta yang unik.


Kenta diam terlihat memikirkan hal tersebut. Saat semua anak berkumpul merayakan kemenangan mereka di atas tebing, tiba-tiba saja sebuah portal muncul. Praktis, pandangan semua anak terkunci pada cahaya biru dari portal tersebut.


***


__ADS_1


uhuy makasih tipsnya diriku😆 ahh 11 hari lagi tamat. semangat 💪💪💪


__ADS_2