
Jubaedah dan Rex bergegas masuk ke dalam untuk mencari keberadaan kawan-kawannya. Praktis, dua remaja itu terkejut saat melihat teman-teman mereka bertempur melawan para vampir.
Makhluk yang memiliki sayap seperti kelelawar itu seperti tahu jika Kenta bisa berubah wujud menjadi burung Phoenix. Remaja asal Jepang itu diikat dengan sebuah rantai masih dalam sosok manusia.
Herannya, kawan-kawan mereka yang masih berwujud manusia tak dihisap darahnya seperti kejadian Peter hingga lelaki itu tewas.
"Rex! Berubah jadi naga!" seru Jubaedah panik.
"Tidak bisa. Tubuhku terlalu besar, gua ini bisa runtuh dan malah menimbun kita semua!" jawabnya terlihat bingung menolong kawan-kawannya.
"Gunakan Rainbow Gas!" pinta Jubaedah seraya membuka tas yang berisi koper tersebut.
"Hanya tersisa sedikit, Juby! Kau harus pastikan kawan-kawan kita mendapatkan serum. Jika tidak, mereka bisa tewas!" ucap Rex yang melihat gadis manis itu sudah memegang botol berisi kapsul serum penawar warna hijau.
Jubaedah meminum satu dan memberikan sebutir kepada Rex. Terlihat, remaja tampan itu bersiap untuk melemparkan gas di mana Jubaedah yang akan berlari untuk melindungi kawan-kawannya.
"Formasi baseball, oke?" ucap Rex dan Jubaedah sudah bersiap dengan posisi berlari. "Now!" seru Rex lantang yang mulai melemparkan granat tanpa bom itu ke arah kawan-kawannya yang sedang diserang pada posisi angka 2.
"Azumi!" seru Jubaedah lantang ketika melihat semburan gas hijau mulai menyeruak.
Azumi, Tina , Mandarin dan Timo langsung menoleh saat menyadari kedatangan Jubaedah.
Anak-anak itu panik termasuk para vampir ketika terkena kepungan gas berwarna hijau yang menutup sisi Timur gua.
"Cepat minum ini dan keluar dari gua! Rex berhasil melumpuhkan banyak vampir di luar. Kita tak perlu menangkap di dalam sini. Ayo!" ajak Jubaedah dan empat anak itu mengangguk siap usai meminum kapsul cair tersebut.
"Hei, amankan tas dan koperku!" pinta Rex memberikan tas berisi sisa Rainbow Gas kepada Timo. Pemuda itu mengangguk siap dan segera keluar dari gua.
Jubaedah kini berlari ke arah Utara. Rex dengan sigap melemparkan granat yang mengeluarkan asap hijau beracun itu ke kumpulan vampir dan kawan-kawannya yang sedang bertarung sengit.
BUZZ!!
"Uhuk! Apa ini?!" pekik Ryan panik saat ia merubah dirinya menjadi Tuan Pohon dan Nicolas sedang duduk di kepalanya seraya melesatkan anak panah.
"Tangkap!" seru Jubaedah karena tubuh Ryan yang tinggi.
Dengan sigap, Nicolas melompat dan mengambil sebutir kapsul dengan cairan hijau di dalamnya.
Ryan mulai terkena dampak dan mengerang. Nicolas yang sudah meminum lebih dahulu, meminta kepada Jubaedah serum tersebut.
Jubaedah segera memberikannya dan berlari mendatangi Lazarus yang ikut merintih terkena efek gas gatal.
"Ryan! Minum ini, cepat!" seru Nicolas seraya memanjat tubuh pohon Ryan. Remaja itu membuka mulut kayunya lebar. Nicolas memasukkan kapsul itu dengan cepat. Ryan ambruk dan kembali ke wujud manusia dengan napas tersengal. "Huff, hampir saja," ucap Nicolas di mana mereka berdua masih berada dalam lindungan asap hijau.
"Cepat keluar dari sini!" seru Jubaedah saat berhasil menolong Lazarus dan pemuda itu tampak baik-baik saja.
__ADS_1
"Cepat! Cepat!" seru Rex mengarahkan ke lorong tempat ia datang bersama kekasihnya tadi.
Nicolas memapah Ryan yang masih lesu. Lazarus melihat kawan-kawan lainnya masih bersusah payah menyerang para vampir.
"Juby, naik ke punggungku. Cepat!" serunya lantang, dan Jubaedah segera naik. "Rex, selesaikan!" teriak Lazarus seraya mengayunkan pedang dan perisainya menuju ke kelompok Gibson yang mulai kualahan.
Rex dengan sigap melemparkan granat tersebut ke kumpulan kelompok Gibson. Jubaedah bersiap untuk memberikan kapsul-kapsul itu kepada kawan-kawannya.
Namun tiba-tiba, "AAAAA!" teriak Jubaedah saat tubuhnya terangkat ke atas karena ditangkap oleh vampir dengan wujud lain.
"Juby!" panggil Lazarus dan Rex bersamaan.
Jubaedah melemparkan botol berisi kapsul serum itu ke arah Lazarus.
"Selamatkan mereka!" seru Jubaedah yang pasrah ditangkap oleh vampir yang memiliki warna merah menyeramkan itu.
Rex melotot. Ia panik dan pandangannya terfokus pada kekasihnya yang berusaha memberontak mencoba untuk meloloskan diri.
Sayangnya, kepulan asap hijau membuat pandangan Lazarus terganggu. Botol yang Jubaedah lemparkan tak berhasil ia tangkap. Lazarus panik.
"Di mana botolnya?!" serunya mencoba mencari di sekitar di mana kawan-kawannya sudah terkena dampak dan kini mengerang kesakitan di lantai gua. "Rex!" panggil Lazarus karena remaja itu malah mematung. "Rex!" panggil Lazarus panik karena kawan-kawannya mulai kesakitan.
Rex menguatkan hati dan merelakan sang kekasih yang terancam nyawanya. Pemuda itu berlari ke arah Lazarus dan membantu mencari botol itu.
Dengan sigap, dua remaja itu mengambil beberapa kapsul dan mendatangi kawan-kawan mereka yang sudah kejang-kejang terkena dampak.
Tanpa mereka sadari, pergerakan mereka dilihat oleh vampir berwarna merah. Vampir itu melepaskan cengkeramannya di tubuh Jubaedah dan membuat gadis manis itu jatuh dari ketinggian.
"Rexy!" panggil Jubaedah lantang.
Sontak, Rex langsung menoleh ke asal suara dan melihat Jubaedah jatuh dengan cepat.
"Juby!" seru Rex panik dan segera berlari menembus kepulan asap hijau yang menghalangi langkahnya.
Namun, BRUKK!! KRAKK!
"AAAAA! Arrghhh!" erang Jubaedah menjerit histeris saat kakinya mengenai lantai gua dan patah hingga pergelangan kakinya bengkok.
Seketika, gua itu bergetar seperti terkena gempa bumi. Baik vampir atau para remaja yang berada dalam gua panik. Pertempuran itu berakhir seketika.
Lazarus tak menyadari jika kapsul serum berhasil diambil oleh vampir bertubuh merah dan dibawa kabur. Saat Lazarus ingin mengamankan sisa serum, matanya melebar karena botol itu hilang.
"Di mana botol itu?!" pekiknya panik saat asap hijau mulai menghilang.
"Gua ini akan runtuh! Cepat pergi, Zar!" seru Rangga dengan tubuh memerah dan masih terlihat bekas seperti di gigit nyamuk karena kulitnya menonjol.
__ADS_1
Lazarus panik, tapi ia mengikuti saran kawan-kawannya. Anak-anak itu bergegas pergi.
Czar masih berdiri di patung Laika di mana kawannya itu telah berubah menjadi batu. Czar ingin membawanya, tapi tubuh Laika yang sudah mengeras sangat berat untuk diangkat.
"Czar! Tak ada gunanya lagi! Cepat pergi dari sini!" seru Bara, dan Lazarus hanya bisa menangis terisak saat terpaksa pergi meninggalkan kawan wanitanya.
Kenta berhasil dibebaskan oleh Vadim dan Pasha. Semua anak berlari keluar dengan tergesa keluar dari gua.
Sayangnya, Jubaedah yang terluka parah hingga kakinya membiru dan bengkak tak bisa bergerak. Air matanya menetes deras karena sakit yang dirasakannya.
Rex berusaha untuk menggapai kekasihnya yang duduk di atas lantai gua sendirian di mana gua itu mulai runtuh perlahan. Benar saja, sebuah batu besar jatuh dari atap gua tanpa Jubaedah sadari.
"JUBY!" seru Rex lantang yang membuat mata gadis manis itu terbuka.
Jubaedah mendongak ke atas dengan tangisan mereda saat melihat sebuah batu besar siap menghantamnya.
"Arrghhh! Naga!" seru Rex lantang, dan BRUSHH!!
Di luar gua.
"Gua ini akan runtuh!" seru Azumi saat menyadari jika terjadi retakan besar pada gunung tersebut.
"Bawa mereka pergi dari sini!" seru Gibson.
Dengan sigap, anak-anak yang memiliki kemampuan terbang, memindahkan kawan-kawan mereka secara bergantian.
"Hei, mana Rex dan Jubaedah?" tanya Rocky saat menyadari jika dua kawannya tak ada.
"Mereka masih berada di dalam!" seru Boas saat menggendong Azumi yang kembali bertubuh manusia.
"Kalian pergilah cepat! Akan kupikirkan cara menyelamatkan mereka!" seru Gibson meminta kawan-kawannya segera pergi karena guncangan semakin terasa hingga kaki mereka berpijak bergetar hebat.
"Bagaimana kita menyelamatkan mereka?" tanya Kenta ikut panik masih dalam wujud manusia.
"Jam pasir!" seru Timo lantang.
"Dia benar. Gunakan jam pasir, Rocky!" sahut Gibson dengan mata melebar.
"Aku saja yang gunakan. Tubuhku besar dan mampu mengangkat puing yang menghalangi jalan," ucap Harun mendekat.
Semua anak mengangguk setuju. Harun segera memutar tutup dari jam pasir itu dan membalik tabung tersebut. Seketika, waktu berhenti. Harun terkejut karena tak menyangka dengan kemampuan ajaib itu.
***
masih eps bonus dari tante Bee. Trims❤️ Happy weekend 💋
__ADS_1