MONSTER HUNTER-13 DEMON KIDS

MONSTER HUNTER-13 DEMON KIDS
PERUBAHAN JUBAEDAH*


__ADS_3

Rex menurunkan kawan-kawannya di sebuah tanah lapang dekat kawasan terakhir Boas menyelesaikan misi.


Satu per satu, anak-anak itu berkumpul. Namun, benar saja, Pasha muntah begitu turun dari punggung naga Rex.


Semua anak lega karena Pasha mampu menahannya meski ia terlihat lemas dan pucat. Vadim serta lainnya menemani Pasha hingga seluruh kawan-kawan mereka berkumpul.


"Rex, kita harus kembali untuk menjemput sisanya. Bagaimana? Kau lelah dan ingin beristirahat dulu, atau ... kita langsung berangkat sekarang?" tanya Gibson.


"Langsung saja. Ayo, aku merasakan udara sedikit dingin seperti akan turun hujan," jawab Rex dan diangguki oleh Gibson.


"Hati-hati. Kami akan menunggu di sini," ucap Kenta mengantarkan kepergian dua kawannya.


Gibson dan Rex mengangguk bersamaan. Gibson menaiki punggung naga Rex dan keduanya segera bergegas menjemput kelompok lainnya.


Di sisi lain tempat Jubaedah berada.


Siapa sangka, gadis manis itu malah terlihat asyik menikmati waktunya bersama para naga. Terlihat, para naga tak mempermasalahkan keberadaannya.



"I-ih, kamu lucu banget deh walopun kaya tokek," ucap Jubaedah saat seekor bayi naga yang baru saja menetas menaiki jarinya.


Jubaedah dikerubungi oleh bayi-bayi naga dengan berbagai jenis. Gadis berambut panjang itu terlihat senang saat menghabiskan hari-harinya bermain bersama anak-anak naga ketika induk mereka pergi entah ke mana.


"Aduh, Juby laper," ucapnya seraya mengelus perutnya.


Seekor naga seperti memahami ucapan Juby. Gadis manis itu mengambil sisa buah dari seekor naga kecil dan berpura-pura memakannya seperti memberikan isyarat kemauannya.



Para naga yang memakan buah segera terbang ke pohon dan memetik buah-buahan itu. Jubaedah terlihat senang dan bertepuk tangan ketika mendapati banyak buah dengan berbagai macam rasa dipangkuannya.

__ADS_1


"Makasih ya ... emph, ini enak banget!" serunya saat sebuah ceri merah kini bersemayam di mulutnya.


Para naga terlihat menyukai Juby. Gadis itu dimanjakan oleh para naga. Juby juga terlihat asyik saat berjalan-jalan di hutan yang dipenuhi oleh buah-buahan segar dengan berbagai macam bentuk dan warna.


Jubaedah seperti melupakan kawan-kawannya saat bersama para naga itu. Hingga tiba-tiba, sebuah portal muncul ketika gadis berambut hitam itu mendatangi sungai untuk minum.



Para naga kecil langsung bersembunyi di berbagai tempat seperti terlihat takut dengan benda bercahaya tersebut.


Jubaedah melihat awan cerah di sekitarnya berubah gelap. Namun, gadis itu tak terlihat takut. Ia melangkah mendatangi portal dan membaca sebuah tulisan yang perlahan muncul dari dalam lingkaran.


"Dapatkan hadiahmu atas keberhasilan menyelamatkan anak-anak yang disekap oleh para Minotaur," ucapnya pelan. "Oh! Misi itu!" pekik Jubaedah lantang terlihat gembira.


Dengan sigap, puteri dari Eko tersebut masuk ke dalam portal. Seketika, kilau cahaya dari balik portal merubah gadis itu menjadi sosok lain.


Para naga kecil yang awalnya bersembunyi, langsung berbondong-bondong menghampirinya. Jubaedah mengucek matanya terlihat seperti merasakan ada perubahan dalam dirinya.


Langit kembali terang seperti sedia kala. Jubaedah mendapati genangan air jernih dan seekor naga kecil yang bisa mengembuskan udara dingin untuk merubah air menjadi es.


"Eh kamu yang lucu gemesin, tolong dong bikin genangan air ini jadi es. Wus, wus gitu," pintanya seraya memperagakan gaya meniup.


Naga itu seperti memahami yang diucapkan oleh Jubaedah. Naga warna putih itu meniupkan udara dari mulutnya, dan seketika, genangan air tersebut berubah menjadi papan es seperti yang gadis itu inginkan.


Jubaedah mengambil bongkahan es dan menyenderkannya ke batuan. Seketika, mata Jubaedah melebar saat melihat sosok dirinya.


"Woah! Juby jadi apa nih? Princess? Eh, tapi ... kuping Juby lancip kaya ... kalau di film itu apa ya namanya? Mm ...," ucapnya berpikir dengan serius dan dipandangi oleh para naga kecil yang berkumpul di sekelilingnya. "Oh! Elf! Juby kaya elf! Woah!" serunya bahagia dan berputar-putar.


Jubaedah melihat wajahnya memiliki ukiran seperti tato berwarna hijau dan tak bisa dihapus, seperti sudah menyatu dengan kulit tubuhnya.


Jubaedah melihat tubuhnya yang menjadi seperti wanita dewasa karena buah dadanya membesar. Jubaedah terkekeh geli, tapi terlihat senang dengan perubahan wujudnya.

__ADS_1


"Eh, ada batu hijau di jidat Juby. Kaya filmnya si Avanger aja ada batu di jidat, hehe," kekehnya teringat film kuno koleksi dari sang ayah.


Jubaedah lalu berjongkok saat para naga terlihat mengagumi sosoknya dan tak takut lagi. Dua naga berbeda warna, tapi masih satu indukan menaiki tubuh Jubaedah


Gadis cantik itu memberikan telapak tangannya untuk dinaiki oleh dua naga tersebut. Terlihat, para bayi naga menyukai dirinya. Hebatnya, Jubaedah seperti mengerti apa yang dikatakan oleh para naga itu.



Saat Jubaedah sedang bermain bersama para naga kecil dengan berlari ke sana kemari, tiba-tiba saja, para induk naga pemakan buah dan tumbuhan datang.


Terpaan angin kencang membuat Jubaedah memejamkan mata karena hampir menghempaskan tubuhnya. Para naga kecil mendatangi induk-induk mereka dan meninggalkan Jubaedah seorang diri.


Para naga dengan berbagai jenis bentuk, ukuran, dan warna tersebut seperti membungkuk. Jubaedah bingung dan ikut melakukan hal yang sama.


Seekor naga berwarna hijau dengan corak jingga mendatangi Juby dan membuat gadis itu terlihat gugup karena ukuran hewan tersebut sangatlah besar.


"Lady Dragon," ucap sang Naga dan membuat Jubaedah melongo.


"Ha?"


"Sebelumnya, kami para naga pernah mendengar kabar jika salah satu anak manusia di Planet Mitologi ini ada yang berubah menjadi Lady Wolf. Sayangnya, gelar kehormatan itu telah diambil lagi oleh semesta. Kini, kau generasi berikutnya. Para manusia menyebutnya ... reinkarnasi. Kau, adalah jelmaan dari Lady Dragon. Kau bertugas sebagai penjaga para naga dan kau memiliki kendali atas para naga di Planet ini," ucap Naga itu yang praktis, membuat Jubaedah melongo seketika.


"Juby ... jadi emak para naga gitu?" tanya Juby menunjuk dirinya, tapi naga itu terlihat bingung dengan bahasanya. "Maksudnya ... Juby jadi Ibu para naga?"


Para naga mengangguk membenarkan. Jubaedah makin melebarkan matanya dengan ekspresi terkejut.


***


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE

__ADS_1


__ADS_2