MONSTER HUNTER-13 DEMON KIDS

MONSTER HUNTER-13 DEMON KIDS
PERUBAHAN MENYELURUH LEVEL 1*


__ADS_3

Akhirnya, saat yang dinantikan oleh anak-anak itu tiba. Seluruh portal muncul di berbagai tempat di mana anak-anak yang masih bertahan hidup di Planet Mitologi belum mendapatkan perubahan wujud.


"Oh! Ada tulisan dalam portal!" seru Rangga seraya mendekat ke cahaya terang dari dalam bingkai portal tersebut. "Dapatkan hadiah dari keberhasilan misi level 1. Hadiah acak akan diberikan bagi anak-anak yang belum mendapatkan perubahan bentuk makhluk Mitologi."


"Bara! Kamu belum dapet 'kan? Buruan! Nanti portalnya hilang lagi seperti saat itu!" seru Rex di kejauhan.


Bara dengan sigap mengangguk mantap. Ia segera masuk ke portal bercahaya terang tersebut. Seketika, mata semua anak menyipit saat Bara muncul dengan wujud Mitologinya.


"Woah! Bara jadi apa?!" pekik Jubaedah sampai melotot saat sinar menyilaukan itu hilang dan mengubah Bara menjadi sosok yang belum pernah dilihatnya.


"Waaa! Kenapa mulut gua jadi ada paruhnya gini? Gua jadi apaan?!" pekik Bara panik dan berputar-putar.


"Oh! Dia memiliki sayap dan kepala burung warna merah! Namun, lihat tubuhnya! Berotot! Wow!" kagum Lazarus sampai mulutnya menganga.


"He? Tubuh Bara berotot? Hehe, keren dong," ucapnya tak lagi panik dan malah bertolak pinggang membusungkan dada. Sedang Rangga menyipitkan mata.


"Bentar deh. Gak asing ini wujudnya. Hem ...," ucap Rangga seraya menggosok dagunya dengan kening berkerut.


"Kelamaan mikir. Tuh di portal sudah diberitahu jika Bara berubah menjadi Kesatria Burung Garuda. Wah, dia makhluk Mitologi dari negara kamu, Juby!" seru Rex membaca tulisan dari portal.


"Kenapa Juby gak jadi Ratu Pantai Selatan gitu? Bisa diubah gak?" rengeknya berandai-andai.


"Malah pengen jadi Nyi Roro Kidul dia," keluh Rex yang merasa pacarnya sungguh aneh.


"Terus, di portal ada instruksi apa?" tanya Bara terlihat puas dengan perubahannya.


"Di sini tertulis, kau cukup berteriak 'Garuda' dan kau akan berubah wujud. Lalu, untuk kembali ke wujud manusia, kau harus ... he?" jawab Rangga langsung terdiam saat membaca tulisan yang baginya cukup aneh. "Rangga gak salah baca 'kan, Rex?" tanya Rangga menatap pria berwajah Asia di sebelahnya.


"Tulisannya sih gitu," jawab Rex mengangguk membenarkan.


"Ha? Kalau mau jadi manusia Bara suruh ngapain?" tanya pemuda itu penasaran.


"Kau harus mencabut satu helai bulumu!" jawab Rex dan Rangga serempak.


"Ha? Cabut bulu? Kaya cabut bulu ketek gitu? Dih, sakit lah," keluhnya, tapi Jubaedah malah terkekeh.


"Bulu ketek," ulang Jubaedah terlihat geli dengan imajinasinya sendiri.


"Coba cabut, Bara. Kami ingin lihat hasilnya," pinta L, tapi Bara terlihat enggan melakukannya. Namun, karena dipaksa, akhirnya remaja itu mencabut bulu di lehernya.


"Agh! Sakit gila!" pekiknya seraya mengelus leher. Benar saja, Bara kembali berubah menjadi manusia dengan ajaib.


"Woah ...."


PROK! PROK! PROK!

__ADS_1


Spontan, anak-anak itu bertepuk tangan karena kagum. Sedang Bara masih mengelus lehernya yang sudah tak berbulu lebat. Bara melihat bulu berwarna merah itu dalam apitan ibu jari dan telunjuknya.


"Bara simpen deh, buat kenang-kenangan," ucapnya seraya memasukkan bulu Garudanya ke dalam saku celana pramuka.



Markas Oag.


"Simpan kartunya," ucap pemimpin di Planet Mitologi tersebut.


"Yes, Oag," jawab operator bercorak biru dan memiliki tentakel didagunya.


Oag terlihat serius ketika anak-anak lain memasuki portal dan mendapatkan perubahan wujud Mitologi mereka.


Di tempat Jubaedah dan kawan-kawannya berada.


"C! L! Kalian belum 'kan? Buruan!" pinta Jubaedah mengingatkan.


C meminta kepada L untuk masuk terlebih dahulu. L mengangguk paham dan ia melangkah mantap menuju portal tak terlihat takut.


Sedang anak-anak lainnya, tampak tegang menunggu kemunculan L dengan wujud Mitologinya.


Seketika, "Waaaa!" teriak Jubaedah histeris saat melihat perwujudan dari L yang tak ia duga.


Praktis, semua anak langsung memejamkan mata bahkan para naga dengan sigap terbang menjauh seperti tahu petaka yang bisa dibuat oleh L.


"Oh! Apa ini? Aku ... aku ...," ucap L panik dan gemetaran ketika akan memegang rambutnya yang bergerak-gerak bersuara ular mendesis. "Aku menjadi Medusa!" pekiknya panik. "Apa yang harus kulakukan?" tanya L menangis saat ia menjadi makhluk yang tak dikehendakinya.


C membuka mata menuju ke portal. Laika yang tak ingin kawannya itu menjadi batu, langsung membalik tubuh. Gadis itu tak bisa berhenti menangis dan terlihat ngeri dengan sosoknya sekarang.


"Kau benar, L. Kau berubah menjadi Medusa," ucap C seraya membuka matanya takut-takut. L memejamkan mata tak berani memegang wajahnya.


"Bagaimana caraku berubah menjadi manusia lagi? Cepat katakan!" pintanya tergesa. C segera membaca tulisan di bawahnya. "Kau cukup menangkap salah satu kepala dari rambut ularmu dan menariknya," jawab C gugup.


"Iyuh. Nangkep kepala ular? Ya ampun!" pekik Jubaedah ngeri, meski sedari tadi matanya terpejam setelah mengetahui sosok Laika.


Terlihat, gadis malang itu ikut jijik dengan dirinya. Laika melirik dan melihat kepala ularnya bergerak ke sana kemari dengan desisan.


Laika menahan tangisannya saat ia berusaha untuk mencoba menangkap salah satu kepala ularnya yang sedari tadi menjulurkan lidah.


Namun ternyata, ular-ular itu seperti tahu jika akan ditangkap. Ular-ular yang dulunya rambut panjang dari gadis cantik itu malah menggeliat ke sana kemari, memberikan sensasi mengerikan bagi yang melihatnya.


"Aaaa! Aku tidak bisa! Aku tidak bisa melakukannya? Hiks, aku akan menjadi Medusa selamanya ...," tangis Laika yang akhirnya roboh karena tak mampu untuk menangkap kepala-kepala ular itu.


Jubaedah dan lainnya yang masih memejamkan mata ikut iba. Namun, mereka tak bisa membantu.

__ADS_1


Jika mereka membuka mata dan melihat mata ular dari Laika yang berwujud Medusa, mereka akan berubah menjadi batu.


Jubaedah dan lainnya tampak kebingungan menyikapi masalah ini. Namun, C yang memunggungi L dengan mata terbuka terlihat berpikir serius.


"Itu hanya ular, Laika! Dulunya adalah rambutmu. Ular-ular jelmaan itu hidup di kepalamu. Kau sebagai pemiliknya, maka kau yang memiliki kemampuan untuk mengendalikan mereka. Jangan takut, aku dan lainnya tetap akan menganggapmu sebagai kawan meski kau berwujud mengerikan. Namun, cobalah. Kau adalah Laika si gadis tangguh yang kukenal. Aku ingin pulang bersamamu kembali ke Bumi. Berusahalah. Jangan takut!" ucap C lantang terlihat begitu berharap pada teman wanitanya.


Ucapan C membangkitkan semangat kawan-kawan satu timnya.


"Yang dikatakan oleh C benar, L. Jangan permalukan nama besar ayah dan ibumu. Kau harus bisa mengalahkan ketakutanmu. Tangkap kepala ular itu dan tarik dengan kuat!" sahut Lazarus dengan wajah tertunduk dan mata terpejam.


Seketika, tangis Laika reda. Gadis cantik itu membuka mata meski wajahnya sudah tergenang air mata.


Laika melihat kedua tangannya yang bersisik bahkan kedua kakinya telah berubah menjadi ekor ular. Laika menarik napas dalam mencoba menghentikan tangisannya.


"Laika! Laika! Laika!" sorak Bara dan Rangga memberikan semangat meski mata mereka terpejam.


"Come on, L!" seru Rex ikut menyemangati.


Laika menoleh dan melihat kawan-kawannya bersorak agar ia bisa berubah wujud menjadi manusia lagi. Laika memantapkan hatinya.


Gadis berkulit cokelat itu melirik tajam ke arah ular-ular yang mendesis menunjukkan taring mereka seperti melawan pemilik kepala itu.


"Kalian hanya penumpang gelap! Argh!" erang Laika yang akhirnya berhasil menangkap salah satu kepala ular dan menariknya paksa.


Seketika, SRINGG!


C langsung membalik tubuhnya saat melihat cahaya terang bersinar. C menyipitkan mata ketika melihat wujud Medusa itu mulai memudar.


"Dia kembali! Laika sudah menjadi manusia lagi!" seru C memberikan kabar gembira.


Praktis, mata Jubaedah dan lainnya terbuka. Mereka terlihat senang, karena L berani melawan rambut ularnya agar bisa menjadi manusia lagi.


"Semua berkat kalian. Terima kasih," ucap L penuh haru.


"Yeah!" sorak Jubaedah disusul anak-anak lain seraya menghampiri L yang masih duduk di atas rerumputan.



***


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE


__ADS_1


Uhuy tengkiyuw tipsnya mbk Aju❤️Lele padamu loh wlpn ni punggung remuk sumpah 😩


__ADS_2