MONSTER HUNTER-13 DEMON KIDS

MONSTER HUNTER-13 DEMON KIDS
RASANYA SAKIT


__ADS_3

Anak-anak yang tersebar kelima penjuru segera bergegas untuk mencari keberadaan harta karun tersebut karena mereka juga tak tahu seperti apa wujudnya.


Sayangnya, tim wilayah Timur yang beranggotakan Nicolas, Mandarin, Harun dan Pasha terlihat kerepotan karena kawanan Elf mengepung dan tak mengizinkan pergi.


Mereka bicara dalam bahasa Mitologi. Terjemahan.


"Jadi kalian memihak Oag? Baiklah kalau begitu, kami tak segan untuk melenyapkan kalian!" seru Lady Elf marah.


Seketika, para Elf tersebut seperti membentuk sebuah posisi untuk menyerang. Nicolas dan lainnya tampak waspada.


"Lihatlah. Mereka hanya anak-anak yang banyak mulut, tapi tak memiliki strategi untuk bertarung. Habisi!" titah Lady Elf dengan juluran tangan ke depan seperti memberikan perintah.


"Awas!" seru Pasha ketika melihat Elf di barisan pertama tiba-tiba saja berjongkok dengan pedang terhunus ke depan, tapi Elf barisan kedua dengan sigap mengarahkan anak panahnya ke tubuh anak-anak itu seperti siap untuk dilesatkan.


"Menghindar!" seru Nicolas saat melihat panah-panah tersebut mulai dilepaskan.


Semua anak menyingkir. Pasha terbang ke atas untuk menghindari ujung anak panah yang tajam itu. Namun, tubuh Mandarin yang besar menjadi sasaran empuk penyerangan.


JLEB! JLEB! JLEB!


"Goaarr!"


"Mandarin!" teriak Nicolas yang dilindungi oleh sosok Yeti Harun saat kawannya itu ikut dibidik.


Ogre tersebut meraung kesakitan karena panah-panah tajam itu tertancap di lengan saat Mandarin berusaha berlari ke samping, tapi kalah cepat.


"Mereka lambat! Serang!" seru Lady Elf ketika melihat pergerakan Ogre tersebut tak gesit.


Dengan cepat, para Elf yang membawa pedang berlari ke arah Mandarin, siap untuk menusuk dan menebasnya.


"Mandarin!" panggil Pasha panik karena kawannya sedang bersusah payah menahan kesakitan dengan mencabut panah-panah yang melukai tubuhnya.


"Habisi dia!" titah Lady Elf makin gencar memberikan perintah.


"Kalian keterlaluan!" seru Pasha geram dan menukik tajam mendatangi para Elf yang berusaha menyerang Mandarin.


Saat Pasha siap untuk menerkam dengan kuku dan gigi tajamnya, tiba-tiba saja, DUAKK!!


"Arghhh!"


"Pasha!" panggil Harun dengan mata melebar ketika melihat tubuh Manticore Pasha dihantam kuat dari samping oleh sosok pegasus yang dikendarai oleh Lady Elf.


Pemimpin Elf tersebut kini membidik Pasha yang jatuh tersungkur di atas tanah karena tak menduga serangan itu. Tombak milik sang Lady sudah terarah siap untuk dilemparkan.


"Tidak!" teriak Nicolas panik dan segera melepaskan dekapan Harun di tubuhnya.


Harun terkejut, tapi ia akhirnya sadar dengan apa yang harus diperbuat. Nicolas menaiki tubuh Yeti Harun dan berdiri di salah satu pundaknya.


"Hiyah!" seru Nicolas lantang seraya melesatkan anak panahnya ke tubuh para Elf yang ingin menusuk tubuh Ogre Mandarin.


"Menyingkir!" seru Elf jantan yang mendapati sosok Nicolas saat di pohon.


Para Elf dengan sigap menghindar. Nicolas terus melesatkan anak panahnya yang tak pernah habis itu.


Elf jantan tersebut melihat pergerakan Nicolas yang terampil dan terlihat begitu tangguh dalam sosok menawannya.


"Kita bukan tandingan mereka! Ayo pergi!" titah Elf jantan, tapi membuat para Elf serta Lady mereka kebingungan.


"Apa yang kaukatakan? Kita bisa mengalahkan mereka!" seru Lady Elf bersikeras.


Elf jantan tersebut terlihat bingung memihak. Kelompok Elf-nya terlihat begitu berambisi untuk mengalahkan kelompok makhluk Mitologi. Sedang kawanan dengan berbagai jenis makhluk itu tampak gigih melawan.


JLEB!!


"HOORGHH!"


"Oh!" pekik Jubaedah langsung menoleh ke asal suara raungan yang ia kenal.


"I-itu ...," ucapnya tergagap dan membuat langkahnya terhenti seketika.


"Harun!" seru Rex, Rangga dan Timo.


"Mereka pasti dalam bahaya! Suaranya tak jauh dari sini! Ayo!" ajak Rangga, dan tiga kawan lainnya mengangguk siap.

__ADS_1


Di tempat Harun dan timnya berada.


Mandarin tampak tak mampu bertahan karena ia terluka parah. Darah campuran biru dan merah terlihat di beberapa anggota bagian tubuh karena para Elf terus menyerangnya dengan gesit.


Harun ikut tak berkutik karena pedang-pedang tajam para Elf menusuk kulit berbulunya. Nicolas tak sanggup melawan para Elf itu sendirian karena mereka begitu terampil seperti memang terlatih untuk menghadapi pertempuran semacam ini.


Sedang Pasha, harus berhadapan dengan pegasus hitam milik Lady Elf di mana wanita itu juga gencar melakukan serangan ke tubuh Manticore dengan mencoba menusuknya menggunakan ujung tombak tajam, tapi berhasil ditangkis dengan ekor kalajengking Pasha.


"Hah, hah, Kawan-kawan," engah Nicolas terlihat kewalahan karena baru kali ini ia tak bisa menghadapi musuh yang berjumlah 15 Elf.


Hingga tiba-tiba, JLEB!


"Arghh!"


BRUK!


"Nico!" seru Harun dengan mata melebar saat ia melihat salah satu paha belakang Nicolas terkena anak panah seorang satu Elf hingga jatuh dengan keras di atas tanah.


Elf jantan tersebut terkejut. Ia berlari mendatangi Nicolas bermaksud ingin menolongnya, tapi ....


"Harghh!"


Mandarin dalam sosok Ogre dengan sigap mengayunkan senjatanya ke arah Elf tersebut dan membuat pejantan itu bergulung ke samping untuk menghindar.


"Nico!" panggil Mandarin dengan suara besarnya saat melihat kawannya berusaha bangun dan menahan sakit di paha.


BRUKK!!


"GOARR!"


"Harun!" panggil Mandarin lantang saat tubuh Harun kini terjerat oleh tali dan membuatnya roboh di atas tanah.


Para Elf itu mengepung dan mengikatnya dengan kuat. Pasha ikut panik dan segera terbang menjauh meninggalkan lawannya, tapi ....


SWING! JLEB!


"HARGHH!"


"Pasha!" teriak Nicolas dengan mata melotot tajam saat melihat perut singa Manticore Pasha tertusuk tombak tajam dari Lady Elf.


"Hargghhh!" erang Harun marah besar di mana hatinya kini diliputi kebencian saat melihat kawannya disakiti. "Kalian tak akan kumaafkan!" geram Harun yang berusaha keras untuk melepaskan ikatannya.


Elf jantan tersebut melangkah mundur saat melihat Ogre tersebut mengamuk dan mengayunkan tongkatnya dengan buas ke tubuh para Elf hingga mereka terlempar jauh.


"Minos! Jangan diam saja! Bunuh dia!" seru Lady Elf karena salah satu anggota pasukannya malah menjauh.


Elf jantan yang dipanggil Minos tersebut tampak gugup dan ragu saat akan mengayunkan pedangnya.


Hingga tiba-tiba, "GOARR!!"


"Rex!" panggil Nicolas lantang saat mendengar raungan yang dikenalnya.


"Oh! Pasha!" pekik Jubaedah langsung melotot saat melihat napas Pasha terengah dalam wujud Manticore-nya.


"Dia yang melakukannya, Juby! Dia menusuk Pasha!" seru Mandarin menunjuk Lady Elf yang masih menunggangi pegasus hitam.


Seketika, "Aaarrghhh!" erang Jubaedah lantang di atas punggung naga Rex dalam wujud Lady Dragon.


Mata para Elf melebar saat tiba-tiba saja awan hitam berkumpul di langit. Rex mengepakkan sayap besarnya seraya meraung untuk menjatuhkan mental lawan.


Para Elf mencoba bertahan dengan posisi mereka agar tak terhempas angin kencang dari sayap naga Rex.


Sedang Rangga yang datang dengan wujud Minotaur, segera meluncur turun dari ekor naga Rex bersama Timo yang ia gendong di punggung.


"Pasha!" seru Timo panik dan segera berlari kencang.


Napas Pasha terengah dan matanya perlahan meredup. Nicolas mendatangi Pasha dan memegangi kepala singanya dengan tangan gemetar.


"No, Pasha, no," ucap Nicolas sedih dan air mata itu menetes begitu saja.


"Hah, hah, sa-sakit ...," keluh Pasha terlihat sudah tak berdaya.


Pasha melihat Rangga mencoba melepaskan jeratan di tubuh Yeti Harun dengan senjata kapaknya.

__ADS_1


Ogre Mandarin terus mengayunkan tongkatnya yang memiliki duri-duri tajam untuk menyingkirkan para Elf yang ingin melukai kawan-kawannya.


Lady Elf terlihat ketakutan saat melihat kekuatan dari gadis bernama Jubaedah yang dijuluki sebagai Lady Dragon.


Guntur menyambar-nyambar hingga ke permukaan dan menyerang para Elf yang berada di daratan.


"Kalian melukai temanku! Tak bisa dimaafkan!" seru Jubaedah lantang terlihat begitu marah hingga wajahnya berubah bengis.


Para Elf ketakutan, terlebih saat Jubaedah mulai menggerakkan tangannya seperti mengarahkan serangan mematikan itu pada mereka.


Benar saja, DUWARRR!!


"ARGHHH!"


Para Elf terkena sambaran petir maha dahsyat dari Lady Dragon yang mengamuk. Mata semua orang yang menyaksikan terpejam karena kilat bercahaya terang.


Rex menambahkan serangan dengan menyemburkan gas hijau beracun ke kumpulan Elf bersenjata dan Lady Elf yang berusaha kabur dengan Pegasus-nya.


"Eerrghhh!" erang Jubaedah saat mengakhiri serangannya setelah melihat para manusia bertelinga runcing itu mengeluarkan asap dengan tubuh hangus terbakar.


Elf jantan yang menghindar dari pertempuran dan bersembunyi di balik batang pohon besar menganga seketika melihat serangan mengerikan itu.


"Hah, La-Lady Elf," ucapnya tergagap saat melihat pemimpinnya tewas dengan pegasus yang dikendarainya jatuh di atas tanah.


Para Elf itu tewas seketika karena tak bisa melawan serangan kilat dari Jubaedah.


CRAT!! KLANG!


"Pasha!" panggil Timo saat ia terpaksa mencabut tombak itu di perut kawannya dan melemparnya jauh.


Namun ternyata, luka tusukan itu begitu dalam. Darah tak berhenti mengalir dari luka tusukan itu meski sudah ditekan kuat oleh Timo.


"Juby! Rex!" panggil Nicolas dengan air mata sudah menggenangi wajah karena napas Pasha mulai melemah.


Rex segera mendarat dan berubah wujud menjadi manusia.


"Pasha! Pasha!" panggil Jubaedah panik dan langsung berlari ke arah kawan asal Rusia-nya masih dalam wujud Lady Dragon. "Ya, ampun. Pasha ...," panggil Jubaedah dengan tetesan air mata yang mengakibatkan langit seperti ikut menangis.


"Hah, Juby ... to-long ... jaga baik kompas itu ya. Bawa teman-teman ke tempat harta karun dan selesaikan misi. Hah, hah ... titip salamku untuk Vadim dan lainnya," ucapnya dengan mata sayu dan napas terengah.


"No, Pasha! Bertahanlah, kita akan menemukan cara untuk menyembuhkanmu!" ucap Timo yang langsung menumpahkan seluruh isi tasnya mencoba mencari benda apa pun untuk menyelamatkan kawannya.


"Sa ... kit ...," keluhnya lagi yang membuat semua anak meneteskan air mata dengan isak tangis bersahut-sahutan.


"Pasha! Pasha!" panggil Harun dengan jalan tergopoh saat kembali berubah menjadi manusia dibantu oleh Rangga yang berhasil menolongnya.


"Oh! Ini ...," panggil Timo ketika mendapatkan sebuah mutiara yang diberikan oleh Elena kala itu.


"Apa itu, Timo?" tanya Rex menatap kawannya lekat dengan mata ikut sembab karena menangis.


"Kalau tidak salah, Elena pernah bilang. Saat keadaan darurat, telanlah mutiara ini. Bisakah kita memberikannya pada Pasha?" tanya Timo gugup.


Saat semua anak saling memandang untuk memutuskan, tiba-tiba saja, "Pasha? Pasha? Pasha!" teriak Jubaedah langsung menjatuhkan wajahnya ke tubuh singa Pasha.


Praktis, mata semua anak melebar seketika. Tangan Timo yang memegang mutiara itu dan terkena lumuran darah Pasha gemetaran. Mulut singa Pasha tak bisa dibuka karena tubuhnya menjadi kaku seketika.


"Masukkan mutiara itu! Mungkin masih bisa menolongnya!" teriak Rangga panik.


"Tidak bisa! Mulutnya tertutup rapat! Rahangnya mengeras!" seru Rex yang ikut mencoba membuka mulut Pasha hingga otot di tubuhnya menegang.


"No, Pasha! Pasha!" teriak Timo ikut memeluk kawannya yang tak bergerak lagi dengan mata terpejam dan mutiara dalam genggaman.


Semua anak menangis karena tak percaya jika Pasha akan tewas dalam pertempuran itu. Tubuh Pasha dipeluk beramai-ramai hingga sosoknya tak terlihat.


Hujan deras langsung mengguyur kawasan itu sebagai perwujudan atas perginya Pasha yang dikenal doyan makan dan baik hati.


Elf jantan tersebut perlahan melangkah pergi dalam guyuran hujan lebat yang membuat daerah itu gelap gulita.


Namun, hujan yang tiba-tiba datang, disadari oleh kelompok lain termasuk para bajak laut.


"Lady Dragon. Apa yang terjadi?" tanya sang kapten saat melihat hujan deras dengan guntur bergemuruh berada di wilayah Timur Pulau Pelangi.


***

__ADS_1



makasih tipsnya mbak Aju😍Lele padamu💋 Selamat akhir pekan semua🥳


__ADS_2