MONSTER HUNTER-13 DEMON KIDS

MONSTER HUNTER-13 DEMON KIDS
TERLEMPAR KE DIMENSI LAIN*


__ADS_3

Akhirnya, hal yang dinantikan oleh para remaja itu tiba. Mereka telah memasuki wilayah terang dari sisi lain planet Mitologi.


Anak-anak itu tampak senang saat melihat cahaya matahari menyinari sekitar wilayah yang mereka lewati.


"Oh! Kalian rasakan perubahan ini? Seperti yang kita duga, tak ada angin," ucap Gibson ketika tubuhnya merasakan hangat terpapar matahari, tapi tak merasakan angin berhembus di sekitarnya.


"Ya. Aku juga merasa sangat lelah karena tak dibantu angin ketika terbang. Seperti melawan gravitasi," sahut Rex yang semakin sering mengepakkan sayap.


"Rexy capek?" tanya Jubaedah iba.


"Jangan khawatir, aku baik-baik saja," jawab Rex dengan senyum naganya.


"Oh, ya udah. Padahal mau Juby bantu datengin angin. Namun, Rex bilang bukan masalah, gak jadi aja. Irit tenaga," jawabnya, tapi membuat Rex langsung kecewa.


Para remaja terkekeh. Rex mulai terlihat lelah karena berulang kali terlihat mengembuskan napas.


Saat anak-anak sedang menikmati penerbangan tersebut, tiba-tiba saja muncul gumpalan awan hitam seperti akan turun hujan badai di depan mereka. Gemuruh mulai terdengar dan membuat anak-anak tegang seketika.


"Rex salah ngomong sama Juby kah?" tanya Rex panik.


"Itu bukan ulah Juby. Liat, Juby aja dalam wujud manusia," jawabnya jujur.


Ternyata, gumpalan awan hitam itu seperti sebuah pertanda buruk. Para hewan penyimpanan cadangan jiwa mulai meraung ketika awan itu semakin bergerak mendekat.


"Rrrrr," erang para makhluk-makhluk menggemaskan itu.


"Kalian lihat?" tanya Boas ketika melihat hewan yang ia gendong seperti marah.


"Pasti pertanda bahaya! Cepat menghindar! Turun! Turun!" seru Gibson lantang yang merasakan hal serupa ketika hewan miliknya dan Vadim menunjukkan wajah seram tak imut lagi.


Dengan sigap, semua makhluk dengan kemampuan terbang itu menukik tajam turun dari langit. Mereka bermaksud untuk turun ke permukaan, tapi ternyata badai itu mengejar.


"Badai itu mengikuti kita!" seru Mandarin yang duduk paling belakang di punggung naga Rex saat menoleh ke belakang.


"Bertahan!" seru Kenta saat ia berusaha melindungi kawan-kawannya yang terbang lebih dulu dengan menjadi perisai dari wujud Phoenix-nya.


Namun ternyata, "AAAA!" teriak para remaja itu ketika mereka tersedot oleh angin kencang yang muncul dari dalam gumpalan awan badai tersebut.

__ADS_1


"Czar!" teriak Laika saat ia terlempar dari tubuh Griffin pemuda tersebut.


"Laika!" panggil Czar panik, tapi tak bisa menolong karena kekuatan besar dari badai tersebut.


Semua anak terpisah dan terombang-ambing dalam badai besar tersebut. Beberapa dari mereka berhasil menangkap para makhluk penyimpan cadangan nyawa dan mendekapnya kuat.


Saat anak-anak itu dilanda ketakutan, tiba-tiba saja, WUSS!!


"AAAA!" teriak Ryan histeris saat badai yang menariknya hilang dan membuatnya terlempar ke sebuah tempat antah berantah tak dikenal.


BRUKK!


Ryan jatuh tersungkur di atas semak yang cukup tinggi dan beruntung karena tak terluka parah.


"Hah, hah?! Di mana aku? Dan ... di mana kawan-kawan lainnya?" tanyanya panik ketika ia bangun dan melihat sekitarnya berupa semak belukar, tapi berwarna cokelat kekuningan seperti padi yang siap untuk panen.


Selain itu, ia tak bisa melihat sekitar dengan jelas karena wilayah itu tertutupi kabut seperti asap.


"Mandarin! Gibson! Tina!" panggil Ryan mencoba memanggil kawan-kawannya dengan panik.


"Hah, di mana dia? Agh! Aku belum memberinya nama. Aku ... aku harus memanggilnya apa?" ucapnya kebingungan seraya melihat sekitar dan malah mendapati sebuah topi di dekatnya.


Ryan berlari menerobos semak belukar setinggi lututnya itu. Ia tak melihat ada orang lain di sana.


Ryan memakai topi itu begitu saja. Tiba-tiba, muncul pergerakan dari arah kabut berwarna jingga di depannya.


Bayangan besar muncul secara perlahan mendekat. Ryan gemetaran dan malah berdiri mematung saat melihat bayangan besar itu akhirnya menampakkan wujud aslinya.



"Ha-ha-ha-hari ... harimau!" teriaknya sampai tergagap, tapi dengan tubuh mematung ketika mendapati seekor harimau besar setinggi gedung muncul dan kini sedang menatapnya.


"Oh! Ini pasti hanya ilusi. Tak pernah ada harimau sebesar ini dalam dunia nyata. Ini pasti—"


"GOARRR!"


Ryan terperanjat dan BRUKK! Pemuda itu pingsan karena kaget.

__ADS_1


Sedang di sisi lain.


Para remaja lainnya dibuat panik karena mereka terpisah dari kawan-kawan. Gibson terheran-heran saat ia bangun dan mendapati dirinya berada di tempat tak dikenal dengan cahaya biru di sekitar.


Gibson memanggil kawan-kawannya sembari berlari dan memberikan tanda pada batang pohon yang ia temui dengan sebuah batu membentuk tanda silang.


"Hah, hah! Vadim!" panggilnya karena terakhir kali sebelum terhempas, ia menaiki pegasus tersebut.


Sayangnya, Gibson merasa dirinya sendirian. Makhluk yang ia dekap ikut menghilang karena keduanya terseret oleh badai aneh yang muncul secara tiba-tiba.


Sama seperti Ryan, Gibson menemukan sebuah jaket tergeletak di atas semak saat perjalanannya. Ia memakainya karena merasa udara di sekitarnya lembab seperti basah jika tersentuh kulit.


Namun, temuannya pada jaket itu membuat Gibson yakin jika ia tak sendiri melainkan ada orang lain di dekatnya.


Gibson tak menyerah, ia terus berlari hingga ia menyadari langit di atasnya bergerak lain seperti ombak di lautan.


Gibson berhenti di dekat sebuah batang pohon dan mendongak. Seketika, matanya melebar saat menyadari jika ia berada di dunia yang sangat sulit untuk diungkapkan.


Gibson bergegas memanjat batang pohon itu untuk memastikan dugaannya. Benar saja, saat ia sudah berada di tengah rimbunnya dedaunan warna biru, matanya melebar.


Ia melihat sekitar jika berada di tengah lautan, tapi di bagian bawahnya adalah wilayah kering daratan.


Tubuh bagian atasnya basah terkena air laut, tapi pinggul ke bawah kering karena masih berada di wilayah darat.


Gibson segera turun dan malah kebingungan. Ia berdiri mematung dengan tempat yang sangat sulit ia terima secara logika. "Di mana aku?" tanyanya pucat.



***


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE



aduh bumil diserang pilek gaes ketularan hula-hula. obatnya apa nih? makasih tips koinnya jeng shofia, besok lagi ya. kwkwkw nglunjak😆

__ADS_1


__ADS_2