MONSTER HUNTER-13 DEMON KIDS

MONSTER HUNTER-13 DEMON KIDS
LUPA*


__ADS_3

Lazarus berlari kencang meninggalkan hutan di mana Laika membimbingnya ke tempat para tabung berada.


Nicolas yang menikmati perannya menjadi manusia panjat, menangkap sosok tiga kawannya sedang menuju ke arahnya.


"Itu Lazarus dan lainnya! Pasti mereka membawa penyihir lagi!" seru Nicolas gembira.


"Yeah!" seru anak-anak lainnya dan segera berkumpul karena tak sabar menunggu kedatangan tim lainnya.


Namun, saat Lazarus mendekat, Nicolas dan kawan-kawannya bingung karena bukan penyihir yang mereka bawa melainkan Jubaedah yang tak sadarkan diri.


"Dia kenapa?" tanya Azumi bingung.


"Aku tak tahu, tapi Juby berdarah. Tolong," jawab Laika panik.


Segera, anak-anak lainnya membantu untuk menurunkan Jubaedah dari punggung Centaur Lazarus. Gadis malang itu dibaringkan di atas tanah di bawah pohon permen.


"Berikan permen agar ia sembuh. Lihat! Kepalanya berdarah," ucap Tina panik.


Segera. Timo berlari mengambil sebuah permen. Sayangnya, Jubaedah yang pingsan, sulit untuk memakannya.


"Caranya bagaimana memberikan dia permen ini?" tanya Timo bingung.


Semua anak terdiam memikirkan hal tersebut. "Oh, air! Adakah yang masih menyimpan persediaan air?" tanya Lazarus dengan tubuh sudah berubah menjadi manusia.


"Aku punya! Tapi, air cokelat. Dari kolam waktu itu," jawab Ryan lalu mengeluarkan botol minumnya.


"Mungkin air cokelat itu bisa menyembuhkan juga. Cepat berikan!" seru Timo dan diangguki semua anak yang sependapat.


Lazarus membantu mendudukkan Jubaedah sedang Laika menekan luka di kepala gadis manis itu menggunakan kain.


Sedikit demi sedikit, Ryan meminumkan air itu agar Jubaedah tak tersedak. Semua anak tampak cemas mengingat mereka sudah cukup akrab dengan gadis periang itu.


"Emph, uhuk!"


"Oh! Dia sadar!" seru Nicolas yang menenteng hadiah milik Pasha dalam genggaman.


Jubaedah mulai membuka mata. Ia terlihat lesu dan lemah. Lazarus menjadikan tubuhnya seperti sandaran untuk kawan wanitanya itu.


"Juby? Kamu gak papa?" tanya keturunan Benedict itu cemas.


Jubaedah menatap Lazarus lekat dan mengedipkan mata berulang kali. Semua anak dibuat penasaran karena Jubaedah memandangi Lazarus dengan aneh. Pemuda itu ikut canggung karena Jubaedah menatapnya dalam.


Tiba-tiba saja, Jubaedah memeluk Lazarus erat dengan senyum terkembang. Lazarus terkejut sampai ia hampir jatuh karena sikap Jubaedah yang tak disangkanya.


"Oke, aku bingung," ucap Laika yang sudah melepaskan kain di mana darah di kepala Jubaedah sudah tak mengalir.


"Wah! Lukanya sembuh! Air cokelat ini benar-benar berkhasiat!" seru Timo saat melihat luka robek di kepala belakang Jubaedah telah tertutup dan hanya meninggalkan bekas darah.


"Sungguh? Woah, keren," sahut Tina ikut kagum.


"Em, Juby. Juby?" panggil Lazarus karena merasa tak nyaman dipeluk oleh teman wanitanya yang memiliki kekasih.


"Juby kira cuma mimpi, tapi ternyata bener. Kamu pangeran Juby," ucapnya masih memeluk Lazarus kuat.


"Ha? Pangeran apa? Kaubilang apa?" tanya Lazarus bingung.


"Akan tetapi ... bukannya kau keturunan Benedict? Rumahmu kastil megah. Sudah pasti kau seorang pangeran walaupun tidak termasuk dalam kerajaan Inggris," sahut Laika. Lazarus dibuat bingung.


Saat semua anak merasa sikap Jubaedah aneh, Rex muncul dengan wujud naganya membawa beberapa anak yang terlihat berantakan, tapi membawa buruan mereka yakni para penyihir.


"Itu Rex! Wah, mereka berhasil!" seru Nicolas menunjuk dengan wajah berbinar.


"Yey!" seru anak-anak gembira.


Lazarus panik dan berusaha melepaskan pelukan Jubaedah, tapi gadis itu enggan melepaskannya. Lazarus makin salah tingkah saat Rex mendarat dan mengenali kekasihnya.


"Juby!" panggil Rex senang yang langsung berubah menjadi manusia.

__ADS_1


Rex berlari ke arah Lazarus, tapi seketika langkahnya terhenti. Lazarus terlihat pucat dan masih duduk di tanah saat memandangi kawannya yang berwajah masam itu.


"Aku tak tahu apa yang terjadi, tapi sepertinya ... Jubaedah sedikit bermasalah. Dia mengatakan aku pangeran di mimpinya dan tak melepaskan pelukan sejak dia sadar," ucap Lazarus menjelaskan dengan tenang meski wajahnya tegang.


Rex terlihat kesal. Ia melepaskan dekapan Jubaedah paksa dan menariknya. Praktis, Jubaedah langsung memberontak seolah ia tak mengenali kekasihnya itu.


"Prince! Tolong!" teriak Jubaedah mencoba melepaskan cengkeraman Rex di lengannya, tapi Rex bersikukuh agar Jubaedah kembali padanya.


"Rex, jangan kasar gitu," ucap Tina iba karena Jubaedah sampai menangis.


Namun, Rex seperti gelap mata. Rex menarik Jubaedah kasar dan membuatnya menjauh dari Lazarus.


Sedang pemuda asal Inggris itu bingung. Jubaedah memanggilnya dengan sebutan 'Prince' berulang kali bahkan sampai menangis. Lazarus tak tega dan nekat mendatangi Rex.


"Rex, lepaskan! Kau menyakitinya!" seru Lazarus langsung memegang tangan Rex dan melepaskan cengkeramannya.


Rex terkejut karena Jubaedah langsung memeluk Lazarus seperti begitu menyukainya.


"Kau apakan dia, ha?!" tanya Rex dengan napas tersengal menunjuk gadis malang itu.


"Dia pingsan saat kami temukan! Aku dan Laika membawanya kemari! Banyak anak sebagai saksi atas sikap Juby yang aneh ini, tapi tidak dengan cara kasar begitu!" jawab Lazarus balas berteriak, tapi ia masih tak berani membalas pelukan Juby. Ia membiarkan gadis itu memeluknya dengan tangisan.


Napas Rex memburu. Anak-anak mencoba untuk menenangkannya. Rex bahkan mengabaikan hadiahnya karena diliputi oleh amarah.


"Rex, segera masukkan penyihirmu sebelum ia kabur. Cepat!" seru Nicolas yang menahan penyihir itu dengan memeganginya kuat seraya mendudukinya.


Rex berpaling dan melangkah dengan gusar. Ia dibantu oleh Ryan yang merubah dirinya menjadi Tuan Pohon untuk memasukkan penyihir ke atas tabung.


Rex yang marah, memasukkan penyihir itu dengan kasar seperti membantingnya. Anak-anak tahu, jika pemuda itu kesal.


Rex yang dikenal paling tenang diantara yang lain menunjukkan sisi lain saat merasa kekasihnya direbut oleh kawannya sendiri.


"Kita pergi dari sini. Juby gak suka sama cowok mata sipit itu," ucap Jubaedah merengek.


"Cowok yang kaubilang sipit itu adalah pacarmu, Juby," tegas Laika mengingatkan dan diangguki oleh Lazarus.


"Ini aneh, sungguh. Apakah ... dia mengalami semacam amnesia atau semacamnya? Penyakit lupa ingatan," ucap Azumi menduga.


"Wah! Bisa jadi!" seru Tina sependapat.


Lazarus pusing sampai menggaruk kepalanya. Ia melihat di kejauhan saat Rex menatapnya tajam seperti ingin mencabik lalu memakannya dalam wujud naga.


Lazarus mencoba untuk tenang. Sayangnya, Jubaedah begitu lengket padanya seperti koala.


"Mungkin ... kalian memang berjodoh," ledek Laika.


"Jangan mulai," gerutu Lazarus menatapnya tajam.


Tak lama, anak-anak lainnya berkumpul. Mereka memasukkan satu per satu penyihir dalam tabung termasuk Jubaedah dan Lazarus yang diberikan oleh tim saat berhasil menangkap seluruh penyihir.


Rex melihat gerak-gerik kekasihnya yang terlihat begitu menyukai Lazarus karena tak ingin berjauhan dengannya.


"Tenanglah, Sobat. Seperti dugaan Azumi dan lainnya, Jubaedah mengalami amnesia. Semoga, itu hanya lupa ingatan sementara. Yang terpenting, jangan berbuat kasar padanya. Tetap tunjukkan perhatianmu padanya. Mungkin dengan begitu, Jubaedah akan ingat denganmu seperti sedia kala," ucap Gibson menasehati, dan Rex akhirnya mengangguk paham.


"Aku dengar yang diucapkan Juby saat berusaha menolongku. Dia ... menyesal sudah putus denganmu. Ia jadi berani melawan para penyihir karena kesal pada mereka. Juby menyalahkan para penyihir karena ulah mereka, dia jadi putus denganmu. Jika mengingatnya, aku ingin tertawa. Maksudku ... keadaan sedang gawat dan dia sempat-sempatnya berkata demikian," ucap Kenta dan dibenarkan oleh Lazarus.


Rex mulai meredakan amarahnya. Namun, Jubaedah terlihat seperti sungguh enggan untuk dekat dengannya apalagi memandanginya.


Rex mendekati kekasihnya perlahan dan tersenyum, sedang gadis itu bersembunyi di balik tubuh Lazarus.


"Bersabarlah. Aku berjanji tak akan mencari kesempatan. Dia pacarmu, bukan pacarku," bisik Lazarus. Rex mengangguk.


"Juby. Rex udah janji sama om Eko akan selalu lindungi kamu. Walaupun kamu gak di samping Rex lagi, tapi Rex tetep bakal jagain kamu. Cepet sehat ya. Maafin Rex. Mungkin Juby gini karena sikap Rex waktu itu," ucap Rex lembut di depan tubuh Lazarus.


"Oke. Ini canggung. Kenapa aku harus berdiri di antara kalian? Haruskah aku berubah menjadi pohon seperti Ryan?" ucap Lazarus malas.


Semua anak tertawa. Rex menahan malu karena baru menyadari hal itu. Lazarus dan Rex saling tersenyum tak tampak berselisih lagi.

__ADS_1


"Oh! Mana Pasha?" tanya Vadim saat mencari kawannya yang tak ada dalam kelompok.


"Pasha mengejar Rocky. Sepertinya ... salah paham juga terjadi diantara mereka. Pasha mendapatkan hadiahnya, ini keren," jawab Nicolas seraya menunjukkan hadiah Pasha yang telah ia coba.


"Woah! Aku juga dapat hadiah yang berbeda, bukan botol!" sahut Harun menunjukkan hadiahnya dan menjelaskan fungsinya.


"Lihat! Aku juga dapat benda lain!" sahut Vadim saat ia mendapatkan sebuah kompas, tapi dengan bentuk aneh.


Tak ada penunjuk Utara, Selatan, Timur, Barat dan arah mata angin lainnya. Hanya sebuah jarum dengan ujung berwarna merah. Anak-anak penasaran dan mendekati tabung untuk melihat fungsi dari kompas unik itu.


"Lihat! Instruksinya keluar!" seru Rangga dengan mata melebar. "Kompas itu akan menunjukkan arah ke mana tujuanmu dan apa keinginanmu."


"Ha? Maksudnya?" tanya Vadim bingung.


Peter meminta kompas itu dan Vadim memberikannya. Peter menatap kompas dengan jarum tak bergerak dalam lapisan kaca pelindung lekat.


"Aku ingin bertemu Rocky. Bawa aku padanya," ucap Peter.


Seketika, jarum kompas itu bergerak. Semua anak terkejut karena mereka baru tahu fungsi dari kompas itu.


"Keren! Kita tak akan tersesat jika seperti ini!" sahut Rangga senang dan diangguki semua anak.


"Kau harus menyimpannya dengan baik, Vadim! Benda itu sangat bermanfaat!" seru Mandarin.


Vadim dengan cepat mengambil kompas itu. Peter terkejut dan diam saja saat Vadim terlihat bersemangat seperti ingin mengatakan sesuatu.


"Tunjukkan di mana istana kue!" serunya senang.


Seketika, jarum kompas itu bergerak menunjuk ke sebuah arah. Anak-anak tak menyangka jika ada istana kue di tempat itu. Namun dengan sigap, Gibson merebutnya.


"Itu bisa ditunda. Kita harus cari Rocky dan Pasha. Mereka terpisah dari kita. Dan penyihir ini, harus segera dimasukkan dalam tabung. Kematian Jimmy adalah pukulan berat bagi kita, tapi hadiahnya harus kita ambil karena akan sangat berguna untuk kita nantinya," ucap Gibson serius.


"Kau saja yang ambil, Kenta. Karena kobaran apimu, membuat kami berhasil menemukan sarang penyihir dan menangkapnya," ucap Mandarin dan semua anak mengangguk setuju.


Kenta lalu berjalan mendekat. Ia memasukkan penyihir yang sudah membeku karena daun es dari Harun. Kenta mendapatkan hadiahnya di mana benda itu tampak aneh untuknya.


"Ini apa?" tanyanya bingung saat mendapatkan sebuah topi seperti yang biasa digunakan oleh salah satu adiknya ketika tidur.



"Lihat! Ada instruksinya!" seru Mandarin menunjuk.


Segera, semua anak berkumpul kecuali Jubaedah, Rex dan Lazarus karena gadis itu seperti enggan berkumpul dengan kawan-kawan lainnya seolah tak mengenali mereka.


"Topi mimpi. Di sini tertulis, siapa pun pemakainya, akan mendapatkan mimpi indah," ucap Azumi membacakan.


"Hempf, kurang seru. Hadiah macam apa ini?" ucap Kenta terlihat kecewa.


"Jangan salah, benda itu mungkin akan bermanfaat untuk kita nantinya. Kita hanya belum tahu kapan waktu yang tepat untuk menggunakannya," ucap Gibson dan anak-anak setuju dengan pendapatnya.


Semua hadiah dikumpulkan. Ryan kembali menulis di mana ia sudah seperti sekretaris bagi kelompok itu.


"Oke. Kita sekarang fokus untuk mencari keberadaan Rocky dan Pasha. Vadim, tunjukkan jalannya," ucap Gibson dan Vadim mengangguk siap. Namun, Vadim memberikan kompas itu pada Peter.


Jarum kompas bergerak saat Peter menyebutkan tujuannya. Rex segera berubah menjadi makhluk mitologi wujud naga, termasuk kawan-kawan bersayap lainnya.


Kelompok besar itu bergerak dengan Vadim memimpin di depan, dan Peter sebagai pemegang kompas menunjukkan arah.


***


ILUSTRASI


SORUCE : GOOGLE



Uhuy tengkiyuw tipsnya❤️ Lele padamu💋 Mau rehat dulu, gak enak badan uyy😵

__ADS_1


__ADS_2