MONSTER HUNTER-13 DEMON KIDS

MONSTER HUNTER-13 DEMON KIDS
MAKHLUK-MAKHLUK LAIN BERMUNCULAN*


__ADS_3

Mereka bicara dalam bahasa Mitologi. Terjemahan.


Tentu saja, anak-anak dibuat panik. Meskipun Leviathan terluka parah dan roboh, tapi dugaan Gibson yang mengatakan jika air adalah sumber kekuatan monster itu, membuat para remaja bergegas untuk mengantisipasinya.


"Juby! Pertahankan kekuatanmu!" seru Gibson dari tempatnya berada.


Jubaedah mengangguk siap meski keringat mulai bercucuran karena panas terik seperti di gurun tandus. Timo kembali menggulung air di sekitar wilayah itu agar tak mengenai tubuh Leviathan. Ryan dan timnya kembali membuat longsor untuk memperkuat bendungan agar tak jebol. Sedang Laika dan timnya yang melakukan serangan langsung pada Leviathan, kembali membombardir karena makhluk itu masih bernapas.


"GORRR! GOORRR!" raung Leviathan dengan seruan lain dalam posisi tengkurap dan kepala mendongak ke atas.


Kening Gibson berkerut saat mendengar raungan Leviathan seperti sebuah panggilan. Mata pemuda itu menyipit ketika melihat pergerakan air dalam bendungan seperti terjadi pergolakan. Lazarus dan tim tak bersayap menusuk tubuh Leviathan dengan Trisula. Monster yang sudah tak berlapis pelindung karena kehilangan kekuatannya terluka parah. Darah menyeruak dan merembes ke dalam tanah tandus. Senjata apapun kini bisa melukainya.


"Jadikan dia monster bakar, Kenta!" seru Rex.


Kenta dengan sigap membakar tubuh Leviathan hingga monster itu meraung kesakitan karena tubuhnya dilahap api dahsyat.


"Yeah!" seru Tina bersorak senang karena menganggap misi mereka telah selesai.


Namun tiba-tiba, "Awas!" seru Czar saat melihat dari lautan yang dibendung muncul beberapa makhluk berleher panjang layaknya dinosaurus air seperti kisah dongeng.


"Oh! I-itu ...," ucap Boas tergagap.


"Nessie!" seru Pasha yang mengenali wujud tersebut.



"Bagaimana bisa makhluk itu hidup di lautan? Bukankah Loch Ness tinggal di danau?" tanya Rangga heran.


"Di tempat ini semua bisa terjadi, Rangga! Aku saja bisa hidup di air tawar dan asin. Malah, aku kini bisa hidup di daratan dalam wujud Mermaid," sahut Timo dengan wajah tegang karena kemunculan makhluk baru di hadapan mereka. Semua anak mengangguk setuju karena hal itu benar adanya.


"Apa yang mereka lakukan?" tanya Vadim ikut terkejut yang kini pandangan semua anak tertuju pada lima makhluk berleher panjang dan memiliki empat kaki layaknya penyu, tapi berukuran besar.


BYUR!!


"Mereka menyemprotkan air dari luar bendungan ke arah Leviathan! Halangi!" seru Czar yang menyadari pergerakan dari makhluk air tersebut.


Air-air yang berhasil disemprotkan dan mengenai tubuh Leviathan, membuat luka-luka di tubuh monster besar itu perlahan pulih. Mata Nicolas dan lainnya melebar karena Loch Ness membantu Leviathan.


"Mereka malah membantunya! Jangan biarkan! Serang!" seru Rex, dan diangguki semua anak.


Para Kesatria dengan kemampuan terbang berusaha menghentikan aksi para Loch Ness yang menyemprotkan air ke tubuh Leviathan.


CRATT!!

__ADS_1


"Agh! Mereka melakukan perlawanan!" seru Bara saat tubuhnya terkena semprotan air dari mulut seekor Loch Ness.


BRANGG!!


"Mereka mencoba menghancurkan bendungan!" seru Azumi saat melihat dari atas jika batu-batu besar itu seperti didorong dengan hantaman kuat.


"Bahaya! Leviathan bisa kembali bangkit!" seru Mandarin panik di mana ia masih berusaha untuk meruntuhkan gunung sedikit demi sedikit.


"Semuanya! Gunakan Trisula untuk menyetrum para Nessie!" titah Gibson lantang.


"Yeah!" jawab semua anak serempak.


Segera, semua anak naik ke atas gunung yang berbatasan langsung dengan bendungan seraya mengarahkan Trisula ke permukaan air. Jubaedah meninggalkan tugasnya untuk ikut membantu. Para Loch Ness masih berusaha untuk menjebol bendungan agar Leviathan pulih saat terkena air.


"Serang!" seru Gibson mengomandoi timnya.


Seluruh Trisula kini memancarkan kilatan bagai petir ke dalam air yang terkurung itu. Seketika, para hewan berleher panjang tersebut merintih kesakitan karena tersengat. Para Kesatria mempertahankan serangannya. Hingga tiba-tiba, dari dalam tanah yang tandus muncul beberapa makhluk tak dikenal dan mengerubungi Leviathan.


"Lihat!" seru Rangga saat menyadari pergerakan di belakangnya.


Anak-anak menoleh dan menghentikan serangan usai melihat para makhluk berleher panjang mengeluarkan asap seperti terpanggang. Tubuh mereka mengapung di permukaan dalam keadaan sekarat.


"Apa lagi sekarang? Siapa makhluk-makhluk itu?" tanya Ryan kembali bersiap yang kini mengarahkan Trisula ke sekumpulan hewan layaknya tikus tanah yang memiliki cakar untuk menggali, tapi kakinya seperti ekor singa laut. Kepala makhluk-makhluk itu seperti cumi-cumi karena memiliki tentakel. Kening para remaja itu berkerut saat melihat keanehan terjadi.


Hewan-hewan seukuran lumba-lumba tersebut menempel pada tubuh Leviathan yang dipenuhi luka. Tentakel mereka seperti menyedot luka pada monster sebesar gunung itu. Mata Gibson menyipit saat melihat luka-luka pada Leviathan berangsur sembuh.


"Leviathan pulih! Kita harus segera bertindak!" seru Lazarus panik.


"Tunggu dulu!" ucap Gibson seraya merentangkan tangan. "Azumi, tolong turunkan aku."


"What? Berbahaya, Gibson! Kita tak tahu mereka lawan atau kawan," jawab Azumi menolak.


"Kita akan tahu setelah mendekatinya. Tidak apa, turunkan aku," pintanya memaksa.


"Kami akan melindungimu," ucap Bara, dan Gibson mengangguk pelan.


Azumi akhirnya menurunkan Gibson. Lelaki itu berjalan perlahan mendekati para makhluk yang masih menghisap luka Leviathan hingga tubuh besarnya tak terlihat. Rex, Kenta, Boas, Bara, Czar, Vadim, dan Pasha terbang mengelilingi tubuh Leviathan untuk memastikan pemimpin kelompok mereka tak diserang.


"Harr! Harr!" raung salah satu makhluk penghisap itu saat Gibson mendekat.


Gibson langsung menghentikan langkah dan menahan pergerakan kawan-kawannya yang ingin menyerang makhluk itu. Gibson mengamati salah satu makhluk penghisap yang tadinya berwarna biru seperti lautan dalam, tapi tiba-tiba menjadi putih pucat dan jatuh begitu saja dari tubuh Leviathan. Gibson terkejut, begitu pula semua orang. Satu per satu, makhluk penghisap itu jatuh bergelimpangan dari atas tubuh Leviathan dalam kondisi sudah tak bernyawa karena tak bergerak lagi.


Luka-luka pada monster sebesar gunung itu perlahan pulih dan matanya kembali terbuka. Gibson terperanjat saat dirinya ditatap tajam. Semua anak bersiaga karena Leviathan mulai mengangkat kepala dengan napas menderu. Gibson tegang seketika.

__ADS_1


"Gibson! Menyingkirlah!" seru Pasha panik karena Gibson kini dibidik oleh monster itu.


"Gibson!" panggil Vadim ikut panik saat dua tangan besar Leviathan mulai bergerak seperti menopang tubuhnya untuk bangkit.


Gibson masih diam dan berdiri tegap menggenggam Trisula terlihat tak takut dengan monster besar di depannya.


"Entah kaupaham atau tidak dengan yang kuucapkan, tapi makhluk-makhluk itu seperti melindungimu. Rahasia apa yang kausembunyikan, Leviathan?" tanya Gibson menatap monster yang kini dalam posisi merangkak menatap Gibson tajam.


Jantung semua orang berdebar karena Leviathan seperti memahami ucapan dari Gibson. Tiba-tiba, perut Leviathan yang memiliki mulut besar seperti monster pemangsa terbuka dengan pusaran air di sekitar. Makhluk itu membuka telapak tangan kanan dan menjulurkannya ke arah Gibson. Praktis, mata Gibson melebar. Ia bisa melihat wajah sendu Leviathan dan suaranya yang lirih seperti sebuah permohonan.


"Gibson!" panggil Nicolas panik dengan anak panah tertuju pada kepala monster besar itu.


Gibson menoleh ke arah Nicolas dengan tangan kiri terangkat seperti memberikan kode padanya agar tak menyerang. Semua anak dibuat bingung ketika Gibson berjalan perlahan mendatangi Leviathan dan kini berdiri di telapak tangannya. Monster besar itu memasukkan Gibson ke mulut monster yang berada di perutnya. Anak-anak dibuat tertegun saat Gibson dilahap dan kawan mereka hilang karena mulut itu tertutup.


"Gibson! Apa yang kaulakukan padanya?!" pekik Harun marah, tapi Jubaedah menahan amukan kawan-kawannya yang ingin menyerang Leviathan.


"Kita tunggu saja, jangan menyerang monster itu. Gibson ada dalam tubuhnya," ucap gadis manis itu seraya menatap kawan-kawannya lekat.


Leviathan berdiri dengan mata terpejam tak bergerak entah apa yang terjadi dengannya dan juga Gibson. Semua anak masih waspada karena tak paham dengan hal ini.


Markas Oag.


"Kaulihat itu, Oag?" tanya Jenderal. Pemimpin Planet Mitologi tersebut mengangguk.


"Kalian tetap di sini," tegasnya seraya berjalan keluar dari ruangan.


Jenderal dan para ilmuwan saling memandang dalam diam. Tiba-tiba, salah satu cendikiawan menunjuk ke arah layar. Jenderal dan para alien bertentakel lainnya terkejut saat Oag tiba-tiba muncul dari sebuah portal di tanah kering tempat Leviathan berada.


"I-itu, Oag!" seru Timo dengan mata melotot.


Praktis semua anak dibuat tertegun akan kemunculan alien tersebut. Terlebih, Leviathan membuka mata dan kini ia bertatapan langsung dengan Oag. Mereka saling diam tak bicara. Hingga akhirnya, mulut monster di perut Leviathan kembali terbuka.


Semua orang termasuk Oag melebarkan mata saat Gibson muncul seraya menggenggam rantai emas dengan kunci warna hitam sebesar telapak tangan orang dewasa tergantung. Mata Oag terkunci pada sosok Gibson yang dirasa bisa menaklukkan Leviathan hingga monster itu luluh padanya. Leviathan menengadahkan tangannya lagi sebagai pijakan Gibson. Monster itu menurunkan Gibson tepat di hadapan Oag. Mata Gibson dan Oag saling bertatapan tajam hingga pemimpin Planet Mitologi itu melirik ke arah kunci hitam yang berada di tangan putera One.


"Aku mengambilkannya untukmu, Oag. Terimalah. Dengan ini, tugas kami selesai. Permainan berakhir," tegas Gibson seraya menyerahkan kunci itu.


***


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE


__ADS_1


Yey akhirnya lele bisa kasih tips untuk diri sendiri biar bulan depan bisa gajian persiapan menyambut debay. Gak terasa udah mau Sept aja uyy, lele deg-degan! Doain nanti lahirannya lancar ya. Makasih para LAP yang masih setia baca novel karya Lele. Aku padamu❤


__ADS_2