MONSTER HUNTER-13 DEMON KIDS

MONSTER HUNTER-13 DEMON KIDS
PORTAL MISI*


__ADS_3


Sebuah keajaiban dari planet tak dikenal, kini memukau mata para remaja yang memiliki tujuan untuk mengembalikan telur para naga ke sarangnya.


Kepala anak-anak itu sampai mendongak saat melihat banyak pulau terapung di atas kepala mereka.


"Woah! Woah!" seru Vadim tak bisa menyembunyikan rasa kagumnya akan hal gaib yang tertangkap matanya.


"Itu ... bisa melayang gitu gimana caranya?" tanya Jubaedah menunjuk sampai terbengong-bengong.


"Mesin," jawab para kurcaci serempak.


"He? Pulau-pulau kecil itu adalah mesin?" tanya Rex ikut melebarkan mata. Para kurcaci mengangguk membenarkan.


Semua anak makin kagum dengan yang dimiliki planet itu. Selain hal-hal aneh dari para makhluk yang hidup di dalamnya, ternyata perpaduan teknologi untuk menguatkan hal-hal di luar nalar, membuat semuanya menjadi mulai masuk akal.


"Woah, jika ayah dan ibu tahu, mereka pasti bersikukuh ingin tinggal di sini," sahut putera Eiji dan diangguki Jubaedah.


"Tak ada manusia dewasa yang tinggal di planet mitologi sejak berabad-abad. Semua manusia telah punah dari planet ini akibat ketamakan mereka. Hanya para elf yang tersisa, itu pun ... mereka juga sampai berubah agar bisa bertahan hidup," ucap Kurcaci topi merah, tapi membuat semua orang tertarik untuk mengetahui kisahnya.


"Elf? Kaya di film Lord of the Rings, gitu?" tanya Gibson memastikan, tapi para kurcaci berkerut kening karena tak tahu jenis film yang dimaksud, bahkan mereka tak tahu film itu apa.


"Di mana bisa menemukan elf? Aku penasaran dengan rupa mereka," tanya Azumi penuh harap, tapi para kurcaci terlihat enggan untuk menjawab termasuk Hihi yang malah bersiul.


Vadim dan Pasha saling berbisik menunjuk Hihi. Ternyata, beberapa anak menyadarinya.


"Kalian kenapa?" tanya Timo yang berjalan di belakang keduanya.


"Hihi 'kan awalnya manusia, tapi kok dia sepertinya tahu banyak tentang planet Mitologi? Apa jangan-jangan, memori Hihi udah menyatu dengan peri yang dimakannya?" tanya Vadim menduga.


Seketika, Tina yang menjadi serigala menghentikan langkah. Ia melihat kaki kanannya dengan tatapan sendu. Oscar menatap Tina saksama yang tampak sedih.


"Aku yakin kau akan berubah menjadi manusia lagi, Tina. Hanya saja, kita belum menemukan caranya. Kau harus yakin," ucap Oscar menyemangati dan Tina mengangguk pelan.


Tina kembali melangkah mengikuti rombongannya menuju ke sarang naga. Hingga akhirnya, mereka tiba di sebuah tempat terlihat sejuk meneduhkan mata.


Para kurcaci menghentikan langkah lalu menatap kumpulan anak-anak itu yang kini berdiri menghadap ke arah mereka.


"Para naga bisa mencium bau manusia. Kalian akan dianggap sebagai ancaman. Sebaiknya, kalian tunggu di sini, tak usah ikut dengan kami," ucap Kurcaci topi ungu.


"Berapa lama?" tanya Ryan cemas karena tempat itu terlihat tak nyaman untuknya.

__ADS_1


"Hem, sampai perut Vadim dan Pasha keroncongan," jawab Kurcaci topi kuning menunjuk dua anak gemuk itu, tapi malah membuat semua anak tertawa.


"Oh, makan siang ya. Oke," sahut Pasha seraya mengelus perut buncitnya.


"Eh, bagaimana jika Harun atau Mandarin ikut bersama kalian? Mereka 'kan bisa berubah menjadi makhluk Mitologi. Hanya ingin memastikan kalian tak diserang oleh para pencuri telur. Aku cukup yakin, jika para goblin berada di sekitar sini," ucap Nicolas menyarankan.


Para kurcaci baru menyadari hal itu dan mengangguk setuju.


"Aku saja. Mereka 'kan masih berwujud manusia, sedang aku sudah menjadi makhluk Mitologi sepenuhnya. Seharusnya, aku bukan ancaman bagi para naga," sahut Tina menawarkan diri seraya melangkah pelan.


Semua orang tampak sedih jika teringat akan nasib gadis cantik itu. Tina meyakinkan kakaknya jika ia akan baik-baik saja, dan para kurcaci juga berjanji akan melindunginya. Timo pun merelakan adiknya pergi bersama para kurcaci.


Akhirnya, anak-anak itu memberikan tas berisi telur naga kepada lima kurcaci. Masing-masing tas berisi dua telur naga.


Timo memeluk Tina erat sebelum adiknya pergi termasuk Gibson yang terlihat begitu menyayangi serigala putih itu.


Tina tampak canggung saat Gibson memeluk dan mengelus tubuhnya yang memiliki bulu lembut. Anak-anak melambaikan tangan saat kumpulan makhluk Mitologi itu pergi memasuki jalan menuju sarang naga.


"Jadi sambil nunggu, kita ngapain nih?" tanya Juby terlihat malas.


"Banyak diantara kita yang belum mendapatkan misi. Tak bisakah kita diberitahu misi selanjutnya?" tanya Gibson kesal entah kepada siapa ia mengajukan pertanyaan tersebut.


Tiba-tiba ....



Jantung semua anak berdebar saat muncul tulisan dari dalam portal bercahaya itu. Gibson memberanikan diri mendekat saat semua anak terlihat takut untuk mencari tahu dari kemunculan portal seperti yang diharapkankannya.


"Oh! Ada misi!" ucapnya yang membuat semua anak melebarkan mata.


"Bacakan, Gib!" pinta Kenta yang membuat putera dari One tersebut mengangguk mantap.


"Bebaskan para tahanan dari cengkeraman Minotaur. Hadiah acak akan diberikan kepada tiap anak yang berhasil membebaskan masing-masing satu sandera di penjara bawah tanah."


"Ha? Maksudmu ... ada anak manusia yang dikurung dalam penjara bawah tanah oleh Minotaur, begitu?" tanya Harun memastikan dan Gibson mengangguk membenarkan.


"Lamanya penyelesaikan misi tidak ditentukan. Lokasi misi," sambung Gibson.


Pemuda itu lalu terlihat serius ketika mendapati titik menuju ke lokasi tersebut yang ternyata tak jauh dari tempat mereka berada.


"Ryan, cepat kemari! Tulis!" pinta Gibson lantang karena takut jika ingatannya tentang lokasi tersebut hilang. Dengan sigap, Ryan mengambil buku dan menggambar lokasi misi dengan cepat.

__ADS_1


"Eh," kejut Ryan saat tiba-tiba portal di hadapannya hilang dan kembali menjadi gundukan.


Semua anak tampak tegang. Gibson mendekati Ryan yang berhasil membuat peta sederhana menuju ke misi tersebut.


"Kita harus melakukan misi ini. Bukan karena hadiahnya, tapi ada anak lain yang selamat," ucap Gibson seraya menunjukkan peta buatan Ryan ke hadapan kawan-kawannya.


"Ya, kami setuju. Semakin banyak semakin bagus. Peluang kita untuk kembali ke Bumi semakin besar. Kita tunggu para kurcaci dan Tina kembali lalu pergi menyelesaikan misi itu," seru Mandarin semangat dan diangguki anak-anak lain yang sependapat.


Saat semua orang tampak tegang, tiba-tiba saja, Kenta malah memanjat pohon. Anak-anak tampak bingung termasuk Hihi.


"Apa yang dia lakukan?" tanya Rex heran.


"Aku, emph, ingin melihat dari atas pohon ini tempat yang disebutkan itu. Kalian, tunggu saja di bawah," jawabnya seraya terus memanjat.


"Oke," jawab Nicolas kembali duduk. Hihi yang khawatir jika Kenta terjatuh, terbang di sampingnya. Kenta tersenyum karena Hihi mendampinginya.


Azumi yang takut jika kakaknya jatuh, memilih untuk menunggu di bawah pohon. Mandarin ikut berdiri di sampingnya menemani.


"Kak Kenta, bagaimana?" tanya Azumi saat sosok Kenta sudah tak terlihat.


"Ah, benar! Jika tak salah ingat dari titik yang digambar, kita hanya perlu mengikuti aliran sungai. Nanti, kita akan menemukan gunung. Tempat disekapnya anak-anak itu, ada di balik gunung itu. Mungkin ... sekitar dua atau tiga hari dengan berjalan kaki," jawabnya dari atas pohon.


"Hem, lumayan lama juga. Kalau begitu, kita harus isi amunisi perut agar tak kelaparan. Timo, ikan," sahut Vadim dengan senyum penuh maksud ke arah Merman itu.


Timo terkekeh, tapi mengangguk paham. Rex dan lainnya dengan sigap segera bersiap untuk mengumpulkan kayu lalu membuat api unggun.


Jubaedah dibantu oleh Azumi membersihkan ikan nantinya. Terlihat, anak-anak itu kompak saling bahu membahu.


"Aku akan mencari kayu bakar," ucap Oscar dan diangguki anak-anak yang lain.


Oscar pergi meninggalkan kawanan di mana ia bermaksud untuk mengejar para kurcaci dan Tina yang sedang dalam perjalanan untuk mengembalikan telur. Oscar tak berniat untuk kembali berkumpul bersama kelompok itu.


"Enak saja aku diminta untuk berjalan lebih jauh lagi. Lebih baik, aku menyelesaikan misi kelompokku sendiri lalu segera pulang ke Bumi," gerutunya dan terus melangkah memasuki jalan menuju sarang naga.


***


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE


__ADS_1


Uhuy tengkiyuw tipsnya❤️ Lele padamu💋Jangan lupa boom like audio book rekaman lele ya. Makasih~


__ADS_2