
Saat Kenta dan kawan-kawannya bergembira karena anggota kelompok mereka bertambah, tiba-tiba muncul segerombolan anak dari balik hutan menatap mereka tajam.
Kenta, Harun dan Nicolas dengan sigap berkumpul seraya mengambil pakaian lalu mengenakannya.
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan.
"Apakah itu naga?" tanya seorang anak bertubuh gemuk tak terlihat ramah.
"Ya. Kenapa?" jawab Nicolas seraya memakai celananya dengan tergesa.
"Kalian menetaskannya? Apakah itu sebuah misi?" tanya anak itu lagi. Kenta dan dua kawannya saling bertatapan terlihat curiga.
"Ya! Memang kenapa? Misiku menetaskan 10 telur naga!" jawab Kenta asal.
"Kalau begitu, kalian berlawanan dengan kami. Tugas kami adalah, mengumpulkan 10 telur naga lalu menukarnya di portal. Aku lihat, kalian punya satu telur naga yang belum menetas. Cepat serahkan, sebelum ada yang mati," tegasnya mengancam seraya mengarahkan pedang ke tiga pemuda yang baru ditemuinya tersebut.
Praktis, mata Kenta dan lainnya melebar seketika.
"Kauingin membunuh kami? Hanya karena telur naga dan misi? Dasar gila!" seru Harun sampai matanya melotot.
"Ya. Demi kembali ke Bumi," jawabnya bengis.
"Kaukira, hanya kausaja yang ingin pulang, ha? Kami juga!" sahut Nicolas marah.
"Banyak bicara. Serang mereka dan ambil telur naga itu!" perintahnya kepada empat anggota kelompok yang ikut dalam timnya.
Kenta, Harun dan Nicolas langsung melebarkan mata. Mereka terkejut karena ingin dibunuh oleh sekumpulan anak-anak yang berlari ke arah mereka seraya membawa senjata tajam.
"Harun! Yeti!" seru Kenta lantang mendekap naga yang baru saja menetas dan telur yang ditemukannya dengan panik.
__ADS_1
Dengan sigap, Harun memegang bulu Yeti yang selalu ia simpan dalam kantong celana dan menjadi senjata andalannya. Seketika, "Hooarrghhhh!"
"Huwaaa!" teriak empat anak yang akan menyerang kelompok Kenta.
Spontan, langkah mereka terhenti karena ketakutan. Tubuh Yeti Harun sangat besar dan sosoknya terlihat beringas.
Namun, remaja yang menjadi pemimpin kelompok itu terlihat tak takut. Saat kawan-kawannya mundur dengan tergesa karena takut terluka, remaja itu berjalan dengan mantap seraya menggenggam sesuatu yang ia jadikan gelang. Seketika ....
"Waaaa!"
Kini, giliran Kenta dan Nicolas yang terkejut. Anak lelaki bertubuh gemuk dan tinggi itu berubah menjadi Troll dengan warna hijau terlihat tangguh.
Harun terlihat kaget karena ia mendapatkan lawan seimbang kali ini. Nicolas dan Kenta menghindar seraya menyelamatkan barang-barang mereka.
Kenta memasukkan telur naga ke dalam tas agar aman, termasuk naga yang telah menetas itu.
Kenta menggendong tas tersebut. Sedang Nicolas, terlihat waspada dengan empat anak lain dari kelompok tak dikenal itu.
"Nico, hati-hati. Mereka mengincar kita," ucap Kenta seraya melangkah mundur karena kini empat anak itu membagi menjadi dua tim.
Mereka memutari wilayah itu seperti ingin mengepung mereka. Harun terlihat fokus dengan lawan di hadapannya.
"Rebut tas itu!" seru Oscar memimpin kawan-kawannya yang mengepung Nicolas dan Kenta.
"Serang!" seru anak-anak itu langsung berlari dengan senjata dalam genggaman tangan mereka.
Nicolas dan Kenta panik. Kenta melihat pohon besar dekat mereka berdiri. Ia meminta Nicolas segera memanjat. Pemuda berambut pirang itu mengangguk cepat.
__ADS_1
Kenta berusaha bertahan dengan melempari batu-batu yang ia dapat di sekitarnya ke arah empat anak itu.
DUAK!!
"Agh!" rintih seorang anak yang kepalanya terkena batu lemparan Kenta.
Nicolas terus memanjat dengan gesit. Ia yang terbiasa ikut sang ayah memanjat tebing, terlihat tak kesulitan saat harus memanjat sebuah pohon.
"Kenta! Berikan tasmu!" serunya saat sudah berada di sebuah dahan pohon.
Kenta dengan sigap melepaskan tasnya dan memberikan pada Nicolas. Putera dari James segera menerima dan menggendongnya di punggung.
Nicolas kembali memanjat semakin tinggi agar ia tak tergapai. Kenta dengan gagah berani tak terlihat takut terus melakukan perlawanan, hingga ia menyadari jika batu-batu di sekitarnya telah habis. Kenta panik seketika.
"Serang dia!" seru Oscar makin berambisi untuk melenyapkan Kenta.
Praktis, mata pemuda Asia itu terbelalak. Kenta terpaksa berlari menyelamatkan diri. Nicolas yang sudah berada di atas pohon, melihat Harun sedang berkelahi dengan Troll di padang rumput sangat sengit.
Sedang Kenta, ia berlari menghindar menuju ke sungai entah apa yang direncanakan.
Namun, ada satu anak perempuan yang ternyata mengincar Nicolas di bawah pohon. Mata Nicolas terbelalak lebar saat ia melihat gadis itu menyeringai padanya.
Nicolas bergidik ngeri, terlebih saat gadis itu mengambil sebuah benda dari dalam saku celana. Jantung Nicolas berdebar kencang seketika, saat tiba-tiba, gadis cantik itu berubah menjadi makhluk menyeramkan penuh dengan bulu.
"Huwaaa!" teriak Nicolas histeris di atas pohon.
***
ILUSTRASI
__ADS_1
SOURCE : GOOGLE
Lele mau rehat. Gila hari ini 3 novel up semua mana simulation crazy up. Doain selalu sehat karena udah nyut2an ini dan ngantuk berat😵 Kalo ada tipo maklumin aja dulu dan silakan dikoreksi nanti lele revisi. Lele padamu❤️