
Mau curhat dulu. Sebel sama sistem review yg lama. Up naskah Red Lips dari magrib sampai aku cek jam 9 msh review. Sabar. Aku jadi was2 MH ke up jam berapa nih? Oia bonus play audio book lele sertain disini ya. Makasih yg udah ngeplay. Yg belom segera ya, klik profil lele, sub audio book yg lele dubbing, lalu bantu boom like semua epsnya ya. Tengkiyuw ❤️ Lele padamu💋
----- back to Story :
Sedang di tempat Pasha dan Harun berada. Keduanya berhasil membawa penyihir hasil tangkapan Jubaedah ke tabung.
Czar dan lainnya yang sedang memikirkan cara agar bisa keluar dari dinding penghalang terkejut ketika melihat kedatangan dua kawan mereka.
"Oh! Mereka berhasil!" seru Boas menunjuk wujud Manticore Pasha saat ia mendarat di samping sebuah tabung.
"Jangan sampai lolos!" seru Kenta ikut tegang walau hanya menyaksikan dari balik dinding penghalang.
"Cepat, Harun!" seru Pasha yang terlihat lelah karena penyihir itu terus memberontak selama perjalanan.
Harun segera berubah menjadi Yeti. Tubuhnya yang tinggi besar melampaui tinggi dari tabung tersebut.
Harun menangkap tubuh penyihir itu yang ditahan dengan injakan kaki singa Pasha. Harun memasukkannya dalam tabung di mana penyihir itu masih terus memberontak.
Semua anak tampak tegang karena penasaran dengan hasilnya. Tiba-tiba, muncul tulisan pada dinding kaca tabung. Praktis, Harun segera mendekat untuk mencari tahu.
"Selamat Harun. Kau berhasil menyelesaikan misi level 3. Dapatkan hadiahmu," ucap Harun yang membuat semua anak bersorak senang.
Harun segera berubah menjadi manusia dan berjongkok untuk mengambil hadiahnya. Anak-anak berasumsi jika hadiah yang didapat kali ini adalah botol seperti yang telah didapatkan oleh anak-anak sebelumnya.
Namun, dugaan mereka salah. Hadiah kali ini lain. Harun tampak bingung saat mendapati sebuah tanduk dan jubah berbulu tebal sebagai hadiahnya. Anak-anak lainnya ikut bingung dan saling menatap.
"Oh, ada tulisannya!" seru Laika menunjuk tabung dengan tulisan menyala terang pada bagian kacanya.
Harun dan Pasha yang kembali menjadi manusia segera mendekat.
"Tiup terompet Yeti untuk memanggil bantuan dari para makhluk yang memiliki bulu. Gunakan jubah bulu dan kau akan menjadi pemimpin makhluk berbulu yang berada di sekitarmu dalam radius 100 meter selama mengenakannya," ucap Pasha membacakan.
"Woah! Keren sekali!" seru Bara terlihat iri.
__ADS_1
"Ini hadiah spesial. Baru kali ini kita mendapatkan hadiah semacam ini!" seru Boas dan diangguki anak-anak yang lain.
Harun yang penasaran, meniup terompet itu dengan jubah telah ia kenakan. Anak-anak terlihat tegang dan penasaran karena suara terompet itu hampir tak terdengar. Harun bahkan merasa jika terompet tersebut rusak karena tak mengeluarkan suara.
"Jangan bilang jika aku dibodohi," ucap Harun sebal.
Namun tiba-tiba, "Bububububu!"
"Woah! Apa itu?!" pekik Laika panik saat melihat sekumpulan makhluk berbulu warna-warni berlari dengan kaki mungil mereka mendatangi Harun dan Pasha.
Seekor makhluk berbulu biru berdiri di depan Harun dan Pasha. Ia terlihat takjub akan sosok pria berkulit hitam bagaikan raja bagi mereka.
"Bubu ...," ucap makhluk berwarna biru dengan satu mata bulat besarnya.
"Run, dia ngomong apa? Terus ... kenapa jadi banyak makhluk mendatangi kita? Apakah ... mereka ini ... makhluk-makhluk di wilayah ini? Mereka ini makan orang tidak?" tanya Bara panik padahal dia terlindung dalam dinding.
"Em, entahlah," jawab Harun ragu.
Selain itu, makhluk-makhluk tersebut hanya setinggi lututnya. Mereka berdiri diam seperti terbengong ketika melihat sosoknya.
"Aku, Harun. Aku ... adalah pemimpin kalian. Jadi, beri hormat padaku," ucap Harun mengetes kemampuannya.
"Ha-run," ucap para monster imut itu menyebutkan namanya.
Harun terlihat senang saat makhluk-makhluk itu memanggil namanya. Namun, Pasha masih takut dan memilih bersembunyi di balik tubuh Harun.
Tiba-tiba, tabung yang memperangkap penyihir tersebut masuk ke dalam tanah dan mengejutkan semua orang.
"Manusia!" seru salah satu makhluk panik menunjuk penyihir dalam tabung yang kini sudah menghilang.
Praktis, makhluk-makhluk itu kocar-kacir terlihat seperti ketakutan akan sosok penyihir yang berhasil ditangkap oleh kelompok Harun. Harun bingung berikut kawan-kawan lainnya.
"Oh! Jangan-jangan makhluk yang kabur saat itu karena ia berpikir jika kita manusia seperti para penyihir itu!" seru Kenta teringat ketika Jubaedah bertanya pada salah satu makhluk imut yang mereka jumpai kala itu.
"Hei, hei, tenang! Kami bukan manusia jahat. Kami berbeda dengan para penyihir itu! Kami ini manusia baik. Lihat, kami tak melukai kalian!" seru Harun lantang mencoba untuk menangkan anak buah barunya yang sedang berlarian ke sana kemari dengan panik, meski terlihat menggemaskan bagi para remaja itu.
__ADS_1
"Bubu?" tanya salah satu makhluk dengan bulu warna ungu.
"Aku tak mengerti yang kalian katakan, tapi kami bukan orang jahat. Lihat, teman-temanku ini juga bukan orang jahat. Kami manusia baik. Kami bukan penyihir," tegas Harun seraya memperkenalkan kawan-kawannya yang terperangkap dalam dinding penghalang.
Laika dan lainnya melambaikan tangan dengan senyuman. Para makhluk itu mulai tenang dan malah mendekat ke arah dinding.
Kenta dan lainnya tampak gugup saat tiba-tiba saja, antena di kepala makhluk-makhluk itu menyala kuning. Mata besar mereka terpejam lalu mereka seperti bersenandung.
"Ba ... ba ... ba-ba-ba ... bu-bu, bu!" ucap para makhluk itu serempak.
Tiba-tiba saja, dinding penghalang itu seperti meleleh. Boas dan lainnya terkejut. Mereka menjauh dan terlihat takjub akan kemampuan makhluk-makhluk mungil berbulu warna-warni itu saat melakukan hal yang tak pernah mereka duga.
"Baba bubu?" tanya salah satu makhluk saat mereka telah selesai membuka dinding pembatas.
"Wah, kalian keren sekali. Hebat!" seru Harun senang bertepuk tangan.
Anak-anak terlihat gembira. Czar segera keluar dari wilayah tak bertuan itu dengan kawan-kawan satu timnya.
Para remaja itu mendatangi para makhluk imut tak dikenal tersebut dan mengelus tubuh halus mereka. Tampak, makhluk-makhluk itu senang dibelai.
"Mereka sangat menggemaskan!" ucap Kenta seraya memeluk salah satu makhluk berwarna hijau.
"Oh! Mana lainnya?" tanya Czar mengingatkan.
Praktis, mata Harun dan Pasha melebar. Mereka baru ingat jika kawan-kawan dalam satu kelompoknya masih menjalankan misi untuk menangkap para penyihir.
"Kita harus kembali. Ayo cepat!" seru Harun, dan diangguki anak-anak lainnya. Harun menatap anak buah berbulunya saksama. "Maaf, tapi kami harus pergi. Sampai jumpa lagi dan terima kasih!" ucap Harun senang seraya melambaikan tangan ke para makhluk-makhluk imut tersebut.
Harun segera menaiki punggung Manticore Pasha untuk meninggalkan tempat itu. Pasha segera terbang dan diikuti kawan-kawan lainnya yang berubah menjadi makhluk Mitologi. Mereka terbang dalam kelompok untuk membantu teman-teman lainnya.
"Bubu?" ucap salah satu makhluk tampak sedih melihat kepergian Harun dan lainnya.
***
ILUSTRASI
SOURCE : GOOGLE
__ADS_1