MONSTER HUNTER-13 DEMON KIDS

MONSTER HUNTER-13 DEMON KIDS
SERANGAN BRUTAL


__ADS_3

Semburan api Kenta berhasil membuat para manusia kelelawar itu kabur meski sebagian dari mereka tak bisa meloloskan diri dari api panas yang membakar tubuh.


Para vampir berjatuhan di lantai gua dengan mengenaskan tak bernyawa.


Namun, di balik kemenangan itu, Rex berusaha keras menangkap Timo yang jatuh dari ketinggian dengan tubuh naganya.


"Rex!" panggil Timo berusaha menggapai mulut naga Rex.


Tiba-tiba ....


Waktu kembali berhenti. Timo dan Rex mematung dengan tubuh saling berhadapan. Keduanya masih berada di ketinggian di mana jarak Rex dan Timo masih sangat jauh bahkan mungkin tak bisa digapai oleh sang naga.


Namun, berkat jam pasir yang digunakan oleh Czar, pemuda itu berhasil merubah dirinya menjadi Griffin.


Czar dengan sigap menukik ke bawah dan menangkap tubuh Timo yang hampir saja tertusuk oleh batuan tajam di wilayah tak dikenal tersebut.


"Emph! Bertahanlah, Timo," ucap Czar seraya mengepakkan sayapnya kuat membawa Timo dalam cengkeraman tangan elangnya kembali ke atas.


Czar melewati tubuh naga Rex yang berkali-kali lipat dari ukuran tubuh Griffin-nya. Rex masih dalam posisi menukik, mencoba untuk menyelamatkan Timo. Sayangnya, Rex belum menyadari jika Timo sudah berhasil diselamatkan.


"Hah, hah, masih ada waktu," engah Czar saat ia sudah meletakkan tubuh Timo yang mematung dengan ekspresi panik ditunjukkan.


Czar terkekeh melihat pemandangan orang-orang di sekitarnya yang ketakutan karena serangan manusia vampir.


Czar yang tak ingin melewatkan kesempatan, menggunakan sisa waktunya untuk mencari keberadaan Tina dan Peter.


Ia mengambil kompas milik Timo dan mengalungkan ke leher elangnya. Ia segera memasuki gerbang dalam wujud Griffin seraya membawa jam pasir.


Czar terbang di dalam gua di mana ia yakin jika Tina dan Peter berada di lorong sisi lain di mana para vampir bersemayam.


Remaja asal Rusia itu terkejut dan bergidik ngeri ketika mendapati banyak manusia vampir dalam gua. Beruntung, mereka mematung karena efek dari jam pasir yang bisa menghentikan waktu.


"Hah, hah, di mana mereka?" engah Czar dengan napas tersengal karena panik mencari keberadaan dua kawannya.


Czar bergegas karena pasir dalam tabung itu mulai menipis. Ia khawatir jika waktu yang dibutuhkannya untuk menemukan Tina dan Peter tak cukup. Kompas yang ia gunakan juga tak bergerak terkena dampak dari jam pasir.


Hingga akhirnya, Czar mendapati sebuah tempat dengan banyak rantai di sekitarnya. Ia terkejut saat melihat Tina sudah berubah menjadi manusia dengan Peter di sebelahnya.


"Yeah! Aku menemukan mereka!" seru Czar senang dan segera mendekat.


Ia mencoba melepaskan belenggu rantai yang melilit pergelangan tangan Tina dan Peter. Czar memanfaatkan paruh Griffin yang kuat.


KLANG!


"Oh! Aku tak menyangka bisa memotong besi ini dengan paruhku! Luar biasa!" seru Czar senang.


Sayangnya, waktu yang dibutuhkannya tak banyak. Czar menaikkan tubuh Peter di punggungnya menggunakan paruh dan memegang tubuh Tina dengan cakar dari wujud elangnya.


Czar memasukkan jam pasir ke dalam tas Tina yang masih digendong saat ia kembali berubah ke wujud manusia.


Czar segera mengepakkan sayapnya di mana jalan yang harus ia lalui penuh dengan rintangan karena melewati para manusia vampir.


"Agh! Siall! Apa aku bisa tiba di luar sebelum pasir habis?" tanya Czar pada dirinya sendiri dan berusaha untuk terbang dengan cepat.

__ADS_1


Sayangnya, ia yang membawa beban dengan tubuh Peter berada di punggungnya tanpa tali dan keadaan beku, membuatnya takut jika kawannya itu terjatuh.


Benar saja, saat Czar akan melewati sekumpulan manusia kelelawar itu, tiba-tiba saja ....


"No!" teriak Czar dengan mata melotot saat melihat vampir yang berada di sampingnya mulai menggerakkan bola mata seperti menangkap pergerakannya.


"Hargghhh!" erang para makhluk vampir itu saat terbebas dari pengaruh jam pasir.


"Oh! Oh!" kejut Tina saat ia melihat tubuhnya melayang di udara dan melihat sekumpulan manusia vampir berada di sekitarnya.


"Aghhh!" teriak Peter yang kaget dan tubuhnya terperosok dari sosok Griffin.


"Pegangan!" teriak Czar lantang dan berusaha menghindari para vampir yang beberapa diantara mereka belum menyadari keberadaannya.


"Czar? Kaukah itu?" tanya Tina mendongakkan kepala.


"Ya! Kita harus segera keluar dari sini! Timo dan lainnya berada di luar gua!" jawab Czar yang mulai kualahan karena dikejar oleh beberapa vampir dan sebagian menghalangi jalannya.


"Czar!" teriak Peter saat ia ditangkap oleh seekor vampir dan membuat tubuhnya bergelantungan.


Beruntung, Peter berhasil memegang ekor singa Czar, tapi tarikan dari manusia vampir itu sungguh kuat.


"AAAA!" teriak Tina saat tubuh Czar tertarik dan membuatnya jatuh di atas lantai gua beserta kawan-kawannya.


"Lepaskan aku!" teriak Peter panik saat ia akan dibawa terbang oleh dua vampir, tapi remaja itu masih memegang ekor Griffin kuat.


Seketika, "AUUU!" lolong Tina yang mengubah dirinya menjadi serigala.


Para vampir yang awalnya ingin menangkap Tina langsung terbang mundur dengan cepat. Mereka tampak kaget saat Tina berubah menjadi manusia serigala.


Czar segera bangkit dan menggunakan cakar tajamnya untuk mencabik tangan manusia vampir yang berusaha untuk mengambil Peter darinya.


"Cepat naik!" seru Czar yang melihat peluang. Peter bergegas naik dan berpegangan pada rambut elang Czar yang lebat.


"Aku akan melindungi dari bawah. Tunjukkan jalannya!" seru Tina.


Peter yang melihat Czar mengalungkan kompas langsung menggenggamnya. Ia memejamkan mata dan meminta jalan keluar dari gua.


Jarum kompas bergerak dan Peter dengan sigap memberikan arahan kepada teman-temannya.


"Lurus terus ke depan!" serunya lantang dan tetap menunduk saat Czar berusaha melakukan manuver-manuver tajam menghindari sekumpulan vampir yang berusaha menghalangi jalannya.


Tina berlari kencang di bawah tubuh Czar. Ia melakukan aksi serang kepada para vampir. Tina terus melolong dan berharap suaranya membawa bala bantuan.


"Belok kanan di lorong itu!" seru Peter saat melihat jarum pada kompas bergerak ke sisi kanan.


Czar dengan sigap menukik, meski ia tak segan melakukan aksi serang kepada para vampir yang berusaha menghalangi jalannya.


Peter melongok ke bawah dan mendapati Tina masih berusaha keras untuk melawan para vampir yang berulang kali berhasil menangkapnya, tapi Tina dengan gesit menggigit dan tak segan mencakar musuhnya sehingga mereka merintih kesakitan.


"Oh! Aku kenal jalan ini! Kita hampir sampai!" seru Czar senang dan membuat senyum Peter terkembang.


Saat mereka berhasil memasuki lorong, tiba-tiba saja, "AAAAA!" teriak anak-anak saat dari pintu gua muncul segerombolan vampir yang memblokir jalan mereka.

__ADS_1


Czar, Tina dan Peter disergap. Mereka dikepung dari dua arah dan membuat ketiganya terhimpit di tengah-tengah lorong gua yang sempit.


"Argg!" erang Tina, Czar dan Peter saat mereka merasakan taring para vampir menusuk kulit.


Tubuh manusia Peter dikerubungi oleh enam vampir yang menancapkan taring mereka di masing-masing pundak, pergelangan tangan dan pergelangan kaki.


Peter yang masih berada di atas tubuh Czar perlahan pucat dan akhirnya jatuh menghantam lantai gua. Anak lelaki itu tak bergerak dengan mata terbuka.


"Oakkk!"


"Kenta!" seru Tina yang menyadari kedatangan kawannya yang suaranya terdengar dari luar bibir gua.


Benar saja, WHOOM!


"Harrghhh!" erang para vampir yang menutup jalan dari luar gua.


Tubuh para vampir terbakar hebat. Czar dan Tina yang diserang oleh sekumpulan makhluk itu langsung terkulai lemas di lantai dalam wujud Mitologi. Mereka mendapatkan gigitan, tapi ternyata tak menewaskan.


Napas Tina dan Czar tersengal saat kawan-kawan mereka datang berusaha untuk menolong.


Tina dan Czar segera berubah menjadi manusia meski mereka terlihat menyedihkan dengan tubuh penuh luka.


Nicolas dengan sigap memberikan permen penyembuh dari planet sebelumnya dan berharap bisa mengobati dua kawannya yang terluka parah.


"Peter? Peter?" panggil Laika saat ia mendapati tubuh Peter sudah membiru dengan banyak luka gigitan di beberapa bagian tubuh.


"Peter?" panggil Czar langsung merangkak mendekati remaja pria yang berusaha ia selamatkan.


Seketika, tangis Tina pecah. Semua anak terlihat shock saat menyadari jika Peter tewas karena serangan brutal itu.


Czar terlihat begitu bersalah. Ia menangis sampai seluruh tubuhnya tubuhnya menegang. Laika ikut meneteskan air mata lalu menutup mata Peter yang masih terbuka.


"Arrrghhh!" teriak Czar lantang hingga suaranya menggema di gua para vampir itu. "Hiks, ini salahku. Jika saja aku mau menunggu, mungkin tak akan seperti ini. Hiks, Peter mati karenaku. Aku yang membunuhnya," ucap Czar menyalahkan dirinya.


Semua anak terdiam. Czar mencengkeram kuat kepalanya dengan dua kaki ditekuk seperti orang berjongkok. Timo memeluk adiknya yang berhasil selamat meski terluka parah.


"Kita harus segera pergi dari sini sebelum makhluk-makhluk itu kembali. Rex sudah menunggu kita di luar," ucap Nicolas dan semua anak mengangguk setuju.


Kenta yang sudah mengubah wujudnya menjadi manusia lagi, membantu Nicolas membopong tubuh Peter yang telah kaku keluar dari gua. Laika berusaha menangkan kawannya yang terpuruk dan begitu sedih.


Rex yang masih dalam wujud naga mengerutkan kening saat melihat sosok Peter sudah tak bergerak dengan tubuh penuh luka.


"Peter?" tanya Rex menatap kawan-kawannya lekat yang wajahnya basah karena air mata.


"Dia tewas karenaku, Rex. Aku tak bisa melindunginya," ucap Czar dengan wajah memerah karena terlalu banyak menangis.


Rex diam sejenak. "Namun, kauberhasil menyelamatkan Timo. Berhentilah menyalahkan diri sendiri. Ayo, kita harus segera kembali. Kita akan makamkan Peter dengan layak," ucap Rex dan semua anak mengangguk pelan.


Para remaja itu naik ke punggung naga Rex. Czar mengarahkan jalan menuju ke tempat anak-anak lain berkumpul.


Saat mereka sudah tiba dan memasuki gua, para remaja itu terkejut ketika mendapati semua kawan-kawannya tertidur lelap.


"Biarkan mereka beristirahat. Kita makamkan Peter sekarang," ucap Nicolas dan semua anak mengangguk setuju.

__ADS_1


***


masih eps bonus dari tante bee😍 tengkiyuw tipsnya❤️ btw yg lain gak ada mau ikut sedekah gitu? idep2 hadiah bwt ultah lele besok yg makin menua😆


__ADS_2