MONSTER HUNTER-13 DEMON KIDS

MONSTER HUNTER-13 DEMON KIDS
PENGAP*


__ADS_3

Di tempat Ryan dan Czar berada.


Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan.


"Ryan, bangun!" panggil Czar dari seberang dinding penghalang.


Namun, Ryan yang terlihat begitu kelelahan karena perjalanan jauh dengan berjalan kaki, membuat remaja lelaki itu tertidur lelap di atas rumput.


Czar menghembuskan napas pelan. Ia melihat dua hewan penyimpan cadangan jiwa itu dengan mudah menerobos dinding penghalang seperti tak ada pembatas diantara mereka.


Czar yang bosan, malah ikut bermain bersama dua hewan itu.


"Piii!" lengking hewan milik Laika yang berhasil ditangkap oleh Czar, tapi ....


"Eh?!"


BRUKK!!


Hewan milik Laika yang gesit dengan mudah melepaskan diri dan membuat Czar malah jatuh tengkurap.


Namun, ia baru menyadari jika setengah tubuhnya berada di sisi tempat Ryan berada. Praktis, mata Czar melebar seketika.


"Ba-bagaimana bisa?" tanyanya bingung. Saat Czar akan bangun, setengah tubuhnya yang berada di dimensi lain seperti terjebak. Pemuda itu tak bisa menarik sisa tubuhnya yang berada di seberang dinding pembatas. Sontak, Czar panik seketika. "Oh! To-tolong!" teriaknya tak bisa bergerak.


"Hah? Ada apa?" tanya Ryan yang akhirnya terbangun karena mendengar teriakan di dekatnya. "Oh, Czar! Tu-tubuhmu ... tubuhmu ada di tempatku! Bagaimana bisa?" tanya Ryan bingung dan langsung duduk dengan mata melotot.


"Aku tersangkut! Aku tak bisa maju atau pun mundur!" jawabnya panik.


Seketika, Ryan ikut panik. Ia mencoba menarik tubuh Czar tapi tak berhasil.


"Hei kalian. Kaubantu aku menarik tubuh Czar. Lalu, dorong dari sisi sebelah sana. Kalian mengerti?" tanya Ryan, dan dua hewan itu seperti memahami ucapan lelaki itu.


Saat dua hewan penyimpan cadangan jiwa tersebut memegang tubuh Czar dari dua sisi dimensi bersamaan dengan Ryan yang menarik kedua tangan Czar, tiba-tiba ....


"Be-berhasil!" seru Czar senang saat ia akhirnya bisa masuk ke satu dimensi yang sama dengan Ryan.


Dua pemuda itu terlihat senang dan saling berpelukan. Dua hewan penyimpan cadangan jiwa ikut gembira karena melompat riang di sekitar Czar.


"Ah, aku paham! Kenapa tak terpikirkan olehku sebelumnya? Aku jadi ingin mengujinya lagi," ucap Czar langsung memegang hewan penyimpan cadangan jiwa miliknya.


"Apa maksudmu?" tanya Ryan bingung.


Czar mendekap hewan miliknya di depan dada, dan TAP!


"Oh! Kaukembali ke sana!" seru Ryan terkejut dan langsung berdiri karena kaget.


"Aku coba ke tempatmu," ucap Czar terlihat siap.


Ryan mengangguk cepat terlihat gugup, tapi ternyata apa yang dikatakan oleh Czar benar. Pemuda itu bisa berpindah dimensi dengan cara memegang hewan penyimpan cadangan jiwa.


"Mereka kuncinya!" seru Ryan langsung berjongkok dan menggendong hewan milik Laika.


"Ya, kau benar! Kita sungguh bodoh karena baru menyadarinya sekarang," keluh Czar, dan diangguki Ryan karena merasa otaknya tumpul tak terpikirkan hal itu.


"Czar, karena kita sudah satu dimensi, sebaiknya bergegas. Gunung itu terlihat tak begitu jauh dari sini. Ayo!" ajak Ryan semangat.


Czar mengangguk mantap dan keduanya kembali berjalan meski wilayah itu gelap. Selain itu, mereka tak membawa bekal apa pun.


Namun, keduanya beruntung karena hewan penyimpan cadangan jiwa selalu bisa menemukan makanan untuk keduanya sehingga tak kelaparan.


Hingga akhirnya, mereka tiba di sebuah wilayah seperti tak bertuan. Ryan dan Czar tampak gugup melihat pemandangan berbeda di depannya.

__ADS_1



"Tempat ini mengingatkanku akan Hydra," guman Ryan.


"Awas, hati-hati. Jangan sampai tercebur ke dalam genangan air itu. Tetaplah memijak di tanah," ucap Czar yang kini berjalan dengan melompat agar kakinya tak masuk ke genangan air.


Ryan terlihat waspada dan hati-hati karena ia merasa wilayah itu cukup menyeramkan. Gelap dan hening. Bahkan, angin tak terasa di tempat itu.


Mereka memilih untuk berjalan di atas bebatuan terjal agar tak masuk ke kubangan air yang semakin luas.


Perlahan, tapi pasti, dua anak itu akhirnya tiba di gunung dengan suhu yang berbeda karena terasa dingin.


"Oh! Apakah ... ini salju?" tanya Ryan karena melihat gunung yang akan didakinya berselimut tumpukan es yang membuat tubuh menggigil.


"Entahlah, tapi ... hanya ini satu-satunya wilayah yang belum kita datangi. Lihat, sepanjang mata memandang, hanya ada rawa," jawab Czar seraya menunjuk sekitar.


Ryan mengangguk setuju. Ia terlihat siap untuk memasuki wilayah bersalju itu. Namun, dua anak itu merasa cemas mengingat mereka tak memiliki perbekalan yang memadahi, apalagi pakaian hangat untuk menjelajah gunung bersalju itu.


"Bagaimana? Kausiap?" tanya Czar.


Ryan mengangguk seraya mendekap hewan penyimpan cadangan jiwa milik Laika di perutnya.


Dua anak itu segera menginjakkan kaki di gunung yang diselimuti salju. Keduanya tampak berusaha untuk melihat, apakah di depan sana ada petunjuk untuk menemukan kawan-kawan lainnya yang belum diketahui keberadaannya.


Keduanya terus melangkah dan berusaha menahan udara dingin yang mengusik meski hembusan angin mulai terasa meski tipis.


Hingga tiba-tiba, mata Czar mendapati sebuah pintu masuk seperti gua dalam gunung batu yang diselimuti tumpukan salju itu.


"Ryan, lihat!" seru Czar seraya menunjuk.


"Ya, kita ke sana! Aku merasa paru-paruku seperti membeku! Kita harus menghangatkan badan. Mungkin, kita akan mendapatkan petunjuk di gua itu," sahut Ryan dengan mulut seperti mengeluarkan asap.


Czar mengangguk cepat. Keduanya berlari bersamaan menuju ke gua tak dikenal itu. Saat mereka baru menginjakkan kaki ke mulut gua, KRAK!!


"Piii! Piii!" lengking hewan penyimpan cadangan jiwa tampak panik akan sesuatu.


Czar dan Ryan kebingungan, tapi mereka menyadari jika ada hal tak wajar dengan gua itu. Saat mereka sepakat untuk meninggalkan gua tersebut, tiba-tiba ....


DOOM! DOOM!


"Gem-gempa bumi!" seru Ryan panik karena tubuhnya berguncang.


Getaran hebat begitu terasa hingga keduanya seperti akan jatuh. Perlahan, atap gua seperti akan runtuh karena serpihan tanah berjatuhan.


Spontan, dua anak lelaki itu memegang dinding gua yang terdapat jaring laba-laba. Tangan keduanya malah seperti merekat dan tak bisa lepas.


Sontak, dua remaja itu panik seketika. Semakin mereka menarik jaring itu, tubuh mereka yang lain malah seperti ikut tertarik.


"Agh! Ti-tidak bisa lepas!" teriak Czar berusaha sekuat tenaga menarik jaring yang melekat di kedua telapak tangan dan dua kakinya.


Saat dua anak manusia itu berusaha dengan susah payah, getaran bak gempa bumi semakin kencang terasa.


Tiba-tiba, "Badai salju!" teriak Czar yang melihat gumpalan seperti gulungan angin besar siap menghantam mereka yang masih berada di pinggir gua.


Benar saja, WHUSS!!


"AAAA!" teriak keduanya yang langsung terdorong kuat hingga masuk dalam gua.


Dua remaja itu tergulung oleh jaring laba-laba yang menjadikan tubuh mereka bagaikan kepompong. Czar dan Ryan panik.


Dua makhluk penyimpan cadangan jiwa ikut terperangkap dalam tubuh mereka karena berpegangan kuat pada pakaian anak manusia itu.

__ADS_1



"Argh! Hah, hah! Czar!"


Zar ... Zar ... Zar ....


Panggil Ryan yang suaranya menjadi menggema dalam gua tersebut.


Czar yang tergulung tak jauh dari tempat Ryan berada ikut panik saat melihat gua tersebut seperti sarang laba-laba karena banyak jaring dan juga tengkorak dari makhluk yang pernah dimangsa sebelumnya.


"Ryan! Bagaimana sekarang? Kita terperangkap!" tanya Czar panik dan berusaha melepaskan jaring yang membelenggu tubuhnya.


"Tidak tahu. Hah, aku merasa sesak napas. Gua ini pengap dan seperti tak ada udara," jawabnya dengan wajah terlihat tegang.


Czar tampak panik saat melihat Ryan seperti orang terkena asthma. Czar berusaha membebaskan diri termasuk hewan penyimpan cadangan jiwa yang ikut terperangkap di dadanya.


"Hah, kita harus lakukan sesuatu sebelum pemilik gua ini datang. Hei, kau. Apa kaupunya ide?" tanya Czar seraya melihat wajah hewan penyimpan cadangan jiwanya yang tampak sendu.


"Piii ...," jawabnya imut.


"Kaubisa keluar dari kepompong ini? Aku masih bisa menggerakkan kedua tanganku. Kurasa kaubisa menyelinap. Ambilkan aku tulang dari bangkai itu. Bagaimana? Kaupaham dengan yang kukatakan?" tanya Czar seraya menatap hewan miliknya lekat.


"Piii," jawabnya dengan mata membulat penuh.


"Aku anggap kaumengerti. Ayo, bergeraklah. Merayaplah di dadaku dan keluarkan kami dari sini," pinta Czar berusaha menggerakkan kedua tangannya agar hewan miliknya mendapatkan celah untuk menyelinap.


Czar melihat Ryan seperti kesulitan bernapas karena tersengal. Czar khawatir jika Ryan akan tewas karena panik.


Ternyata, usaha Czar dan hewan miliknya berhasil. Hewan milik Czar keluar dari kepompong dan kini duduk di dahinya.


"Ambil tulang dari bangkai itu dan berikan padaku. Lihat, aku berhasil merobek jaring di tangan sebelah kanan. Cepat!" pintanya penuh harap.


Hewan lucu itu melompat dan mendatangi tulang belulang yang berserakan. Ia mengambil sebuah tulang dan berlari kembali pada tuannya.


Czar berusaha menggerakkan tubuhnya layaknya ulat menuju ke tempat Ryan berada untuk memastikan kawannya baik-baik saja.


"Piii?" panggil hewan milik Czar dengan sebuah tulang dalam gigitannya.


Czar menggerakkan jari-jari di tangan kanannya dan hewan itu menyerahkan tulang tersebut. Czar mencoba merobek jaring yang terasa lemas, tapi lengket bagaikan gulali dengan membuatnya seperti menggulung permen kapas.


"Hah, hah, bertahanlah, Ryan. Tinggal sedikit lagi," ucap Czar yang kini tergeletak di samping Ryan.


Czar merasa, jaring itu sebenarnya tidak berbahaya dan mudah dilepaskan. Namun, udara dalam gua itu seperti melemaskan pergerakan otot-otot tubuh sehingga terasa lunglai dan sesak napas. Czar mulai merasakan dampak tersebut.


Pemuda berwajah tegas itu semakin berusaha keras meski napasnya tersengal. Hingga akhirnya, usahanya berhasil dan membuat tubuh bagian atasnya terbebas.


"Ryan, hah, uhuk! Ayo, kita harus segera pergi dari sini. Kita bisa mati kehabisan oksigen jika tetap di gua ini," ucap Czar dengan kening berkerut dan tampak pucat.


Namun, Ryan seperti hilang kesadaran karena matanya perlahan meredup.


"Ryan! Ryan!" panggil Czar seraya menggoyangkan kedua lengan sahabatnya yang masih terperangkap dalam jaring laba-laba.


Praktis, pemuda Rusia itu panik karena Ryan diam saja tak menjawab dengan mata terpejam.


***


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE


__ADS_1


Uhuy makasih tipsnya diriku😍 Kwkwkw. Jangan lupa bantu boom like audio book lele yg Vesper dan Secret Missions ya💋Bulan kemarin gak nyampai 19 koin jumlah play jadi gak bisa bonus eps baik di MH atau KingD. Jangan lupa vote poinnya, lele padamu❤️


__ADS_2