MONSTER HUNTER-13 DEMON KIDS

MONSTER HUNTER-13 DEMON KIDS
KEMBALI KE WUJUD SEMULA*


__ADS_3

Tina bergegas menuju ke sarang naga lainnya untuk mengembalikan telur-telur yang hampir menetas. Tina mengerahkan kemampuan terbangnya agar segera sampai ke lokasi.


Para kurcaci terlihat bangga pada gadis serigala itu karena bersedia menolong tanpa pamrih.



Hingga akhirnya, mereka tiba di tempat yang terasa begitu panas bagaikan dipanggang dalam oven.


Napas Tina tersengal dan matanya terasa perih karena asap yang muncul dari permukaan tanah.


Kurcaci topi jingga menyadari jika Tina tak bisa bertahan lebih lama lagi. Ia terbang semakin menurun dan mulai berbelok-belok menghindari uap panas.


"Tina, kita turun di dekat sungai lava itu. Hati-hati," pinta kurcaci topi jingga dan Tina segera terbang turun ke wilayah yang dimaksud.


Tampak, serigala putih itu kelelahan. Tina sempoyongan dan melangkah terhuyung saat keempat kakinya telah memijak bebatuan hitam gunung.


BRUK!!


"Tina!" pekik Kurcaci panik.


"Hah, aku tak apa. Pergilah. Aku akan menunggu di sini. Aku ... lelah," jawabnya lesu dengan mata sayu.


Kurcaci topi jingga mengangguk paham dan segera berlari menuju ke sebuah gua di bawah gunung berapi. Tina meletakkan kepalanya yang terasa berat dengan napas terengah.


"Panas sekali. Aku haus ...," ucapnya lirih dengan tubuh tergeletak tak berdaya di tepi sungai lava.


Perlahan, Tina memejamkan mata. Namun, tanpa sepengetahuannya, seekor naga mendekatinya. Ia mengendus tubuh Tina dan tiba-tiba, "Hoarrghhh!"


"Hah!" pekik Tina terkejut saat membuka mata dan melihat seekor naga merah seperti mengamuk.


Tina bangun dengan segera. Namun, naga itu terus meraung dan membuat serigala putih itu terdesak. Tina ketakutan karena kakinya sudah berada di tepian sungai lava.


"Horgh! Harrggg!" Naga itu terus mengaum dan melangkah maju mengintimidasi Tina.


"Agh! Hentikan!" pinta Tina panik karena naga itu mendorong tubuhnya seperti ingin memasukkannya ke sungai lava.


Tiba-tiba, "Hei! Apa yang kaulakukan?!" pekik Kurcaci topi jingga berlari tergesa mencoba menyelamatkan Tina.


Naga itu menoleh dan mendatangi Kurcaci tersebut.


"Dia memakan anakku. Aku bisa merasakannya di dalam tubuh serigala ini," ucap Naga itu yang membuat Tina dan Kurcaci tersebut terkejut.


"Ya, itu benar. Aku minta maaf. Namun, dia sudah berkorban dan hampir tewas karena melindungi telur-telur naga yang dicuri oleh para Goblin. Telurmu sudah retak dan cahaya embrio meredup. Satu-satunya jalan dengan memberikannya kepada Tina," jawab Kurcaci membela.


"Hargh! Tidak bisa! Keluarkan anakku. Dia masih hidup dalam tubuhnya. Lebih baik keluarkan sekarang sebelum anakku membesar di dalam sana dan memakan tubuhnya!"


Mata serigala Tina terbelalak. Ia kaget setengah mati mendengar hal yang tak diketahuinya itu.

__ADS_1


"Maksudmu ... ada bayi naga dalam tubuhku? Begitu? Bagaimana mungkin?" tanya Tina bingung.


Kurcaci topi jingga menatap Tina sendu.


"Itu ... karena Biru ingin menyelamatkanmu, Tina. Kau hampir tewas kala itu. Jadi, Biru memberikanmu embrio naga agar tetap hidup. Namun, hal ini sungguh langka. Tak pernah janin naga hidup setelah dimakan, tapi yang terjadi padamu sungguh ajaib," jelasnya.


Tina terlihat bingung dan kembali roboh karena keempat kakinya terasa lemah usai mendengar pernyataan Kurcaci. Naga itu menatap Tina yang terlihat sedih.


"Kalau begitu, keluarkan. Jika memang sudah waktunya aku mati, biarlah. Aku tak mengapa," ucapnya pasrah.


"Tina?" sahut Kurcaci topi jingga sedih. Naga merah menatap Tina saksama. "Jika bayi naga itu dikeluarkan, kau akan mati," ucap Kurcaci lesu.


Tina tersenyum menatap Kurcaci itu saksama seolah ia rela melakukannya. Tina lalu melihat induk naga dan mengangguk bertanda ia siap.


"Aku akan membantumu mengeluarkan anakku dalam tubuhmu," ucap Naga itu.


Naga itu memintanya untuk bangun, tapi posisi tubuh bagian depan serigalanya merunduk seperti ingin muntah.


Naga itu mengembuskan napasnya ke tubuh serigala. Tina merasakan perutnya bergejolak seperti ada yang bergerak.


Tubuh serigala Tina mulai mengejang dan mulutnya mengeluarkan lendir. Kurcaci topi jingga terlihat panik karena Tina seperti kesakitan hingga air matanya menetes.


"Hok! Hok! Hoek!"


Tina membuka mulut serigalanya lebar dengan mata terbelalak. Ia seperti ingin memuntahkan sesuatu, dan tiba-tiba ....


CRAT!


"Oh!" pekik Kurcaci saat melihat seekor bayi naga hitam keluar dari mulut Tina.


BRUKK!


"TINA!" teriak Kurcaci panik karena serigala putih itu langsung ambruk memejamkan mata.



Naga kecil itu melata di atas batuan hitam, dan seketika ekornya mengeluarkan api. Tanah yang tersentuh ekornya terbakar dan menjadi lava. Kurcaci itu segera menjauh karena bayi naga itu cukup agresif.


"Aw! Aw! Tina!" panggil Kurcaci cemas dan segera mendatangi Tina yang tak bergerak. "Oh, Tina," tangis Kurcaci sedih meneteskan air mata.


Perlahan, bulu serigala putih itu rontok. Kurcaci itu terkejut saat tangannya dipenuhi oleh bulu putih ketika mengelus tubuh serigala Tina.


"Huff ...."


Naga merah menghembuskan napasnya lagi dan membuat semua bulu serigala Tina terbang terbawa angin.


Naga itu lalu menjilat tubuh serigala Tina yang kembali menjadi hitam. Kurcaci itu duduk bersimpuh mematung saat melihat keajaiban di depannya.

__ADS_1


Naga kecil yang keluar dari mulut Tina ikut mendekat dan menjilati wajahnya. Tubuh Tina kini dipenuhi lendir dari dua naga itu.


Namun perlahan, kaki serigala Tina bergerak. Ia membuka matanya perlahan dan menghembuskan napas panjang dari lubang hidung serta mulutnya.


"Ohoho! Tina! Kau hidup!" seru Kurcaci senang, tapi enggan memeluk karena tubuh Tina yang lengket.


Naga itu duduk dan mengangkat kepala seperti menunjukkan keagungannya. Bayi naga mengikuti gerakan sang induk dan kini duduk di antara kedua kakinya.


"Hempf ... hempf ...," engah Tina seraya perlahan bangun.


"Tina! Taring serigalamu ada dalam genggaman kakimu. Kau bisa berubah menjadi manusia lagi!" seru Kurcaci senang.


Tina membuka telapak kaki serigalanya dan mendapati taring serigala yang bisa mengubah wujudnya. Senyum Tina terkembang, meski ia masih lemah dan belum bisa bergerak.


"Jadi ... kau manusia yang mendapatkan misi ya? Hem, mungkin karena itu bayiku bisa hidup dalam tubuhmu. Kau beruntung, Gadis kecil. Kau tetap hidup. Mungkin ... kau ditakdirkan untuk tinggal di Planet ini bersama kami," ucap Naga merah yang mengejutkan Kurcaci dan Tina.


"Ah, terima kasih atas pujianmu, tapi ... aku memiliki keluarga di Bumi. Aku harus pulang," jawab Tina masih dalam wujud serigalanya seraya perlahan bangun.


"Hem. Pantas saja kau bisa menjadi Lady Wolf. Kau memiliki hati yang mulia, hanya saja kau mudah dipengaruhi. Aku bisa melihat masa lalumu selama kau berada di Planet ini. Sebaiknya, kau segera kembali kepada kelompok kakakmu, Gadis baik. Dan saranku, berhati-hatilah dengan kelompok lamamu. Aku bisa melihat dari bayangan masa lalumu tentang mereka," ucap Naga merah menasehati.


"Maksudmu ... seperti Oscar, Bobby, Scott, dan Owen?" tanya Tina yang kini sudah kembali berdiri dengan empat kakinya. Naga itu mengangguk.


"Sebagai ucapan terima kasih, akan aku antarkan kau ke para Kurcaci. Kau sudah membantu para Kurcaci mengembalikan telur-telur naga yang dicuri. Kami para naga, berterima kasih padamu, em ... siapa namamu?"


"Tina, Mam, Tina," jawab Tina sopan seraya membungkuk dengan dua kaki depan ditekuk.


"Hem, Tina. Baiklah, Tina. Naiklah ke punggungku. Aku pastikan kau tak akan terbakar. Sebaiknya, kau berubah menjadi manusia saja. Aku lebih menyukai bau manusia ketimbang serigala."


Tina mengangguk, dan seketika tubuhnya berubah menjadi manusia lagi. Kurcaci itu terlihat senang karena Tina terlihat begitu manis meski tubuhnya masih dipenuhi lendir.


Bayi naga sampai memiringkan kepala karena melihat wujud manusia yang baru pertama kali ditemuinya.


"Kalian siap?" tanya Induk naga seraya membuka mulutnya agar bayinya masuk ke dalam.


Bayi naga itu dengan cepat masuk ke mulut ibunya dan bersemayam di sana. Tina memeluk perut Kurcaci yang duduk di depannya.


Tina tampak kagum dan juga takut saat naga besar itu mengepakkan sayap. Tubuhnya perlahan melayang di udara.


Tina berpegangan erat pada pundak Kurcaci saat mereka terbang di atas langit melintasi hamparan daratan dengan berbagai macam habitat di bawahnya.


Senyum Tina merekah. Ia bisa merasakan kulit manusianya terkena udara yang bergerak seperti angin karena kecepatan terbang dari naga itu yang tiga kali dari kemampuannya saat menjadi serigala terbang.


***


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE

__ADS_1


__ADS_2