MONSTER HUNTER-13 DEMON KIDS

MONSTER HUNTER-13 DEMON KIDS
ALAM YANG BERBEDA*


__ADS_3


Sedang di tempat Tina berada.


Gadis cantik itu tampak ketakutan saat dirinya tersadar dan berada di hutan yang ditinggali oleh makhluk-makhluk aneh sedang menatap dirinya tajam.


Tina berjalan mundur dengan gugup mencoba untuk tak menarik perhatian karena tak tahu jenis makhluk-makhluk itu adalah tipe pemangsa atau bukan.


Wajah Tina tegang dan matanya terus terkunci pada hewan-hewan berbentuk aneh seperti campuran antara kelelawar, monyet dan juga belalang tersebut di atas pohon.


Saat Tina membalik tubuhnya siap untuk berlari, tiba-tiba, "Hag! Hag!"


"AAAAAA!"


Tina berteriak histeris saat salah satu makhluk itu bergelantungan di mana kakinya seperti ekor ular yang mampu melilit.


Kepala hewan aneh itu terbalik layaknya kelelawar dengan taring tajam ia tunjukkan. Mata Tina melebar. Ia spontan berlari kencang menghindar.


"Timo!" teriak Tina panik dan terus berlari ketika ia menyadari jika dirinya dikejar oleh sekumpulan makhluk yang tak memiliki bulu itu dari atas pohon.


"Hah! Hah! Help!" teriaknya lagi mencoba untuk mencari bantuan karena ia sendirian dan tak ada hewan penyimpan cadangan jiwa atau kawan seperjuangan.


Tina terus berlari dan enggan melihat ke belakang. Matanya fokus melompati dahan-dahan yang berserakan di jalan seperti berusaha menghalangi jalannya.


Hingga akhirnya, Tina melihat cahaya terang di luar. Tina bergegas untuk keluar dari hutan aneh tersebut dan berharap bertemu dengan yang lainnya. Saat Tina berhasil keluar dari hutan, tiba-tiba ....


SRAKKK!! BRUKK!


"AAAAA!"


Kaki Tina terjerat oleh ekor dari makhluk menyeramkan tersebut. Tina jatuh tengkurap, tapi ia berusaha untuk melawan.


Jari-jarinya mencakar permukaan agar tubuhnya tak kembali masuk ke dalam. Saat Tina merasa dirinya akan mati di tempat tersebut, ia teringat akan kemampuan mitologinya.


Dengan sigap, Tina memegang taring serigala yang ia jadikan kalung. Seketika, "GARRRR!"


Tina berubah wujud menjadi manusia serigala. Ia dengan gesit membalik tubuhnya. Para makhluk itu terkejut dan tampak ketakutan saat Tina melompat ke tubuh dari makhluk yang menangkapnya.


Tina menggunakan kuku tajamnya untuk merobek ekor dari hewan tersebut yang melilit kakinya.


"Haagg!" erang makhluk yang menangkap Tina kesakitan.


Tina menjadi buas dan tak segan menggigit leher makhluk itu hingg terdengar suara tulang remuk dari tubuh musuhnya.

__ADS_1


Darah warna kuning menyeruak dari luka robekan musuh yang berakhir dengan kematian karena tak mampu mengalahkan kekejaman serigala tersebut.


"AUUUUU!"


Tina melolong saat ia berhasil mengalahkan salah satu makhluk itu. Para makhluk lainnya langsung kabur usai melihat anggota kelompok mereka tewas mengenaskan karena serangan mematikan dari serigala jadi-jadian.


Napas Tina memburu. Ia keluar dari hutan dan mendatangi sebuah batu di atas tebing. Tina melolong seperti menyuarakan kesedihannya, tapi ia menyadari jika wujud serigalanya sangat menolong untuk melindungi diri di tempat antah berantah.



"Hah, hah, aku harus temukan Timo dan yang lainnya," ucap Tina yang mulai sadar dan berpikir layaknya manusia meski dalam wujud serigala.


Tina menggunakan indera penciuman, penglihatan dan telinganya yang tajam. Ia mengendus sekitar dan mendapati bau yang ia kenal.


"Oh! Aroma ini! Dia tak jauh dari tempatku berada! Tunggu aku!" seru Tina yang tampak terkejut dengan temuannya.


Tina berlari dengan keempat kakinya menyusuri wilayah tak dikenal di mana ia melihat entah bulan atau planet tampak begitu besar.


Tina semakin yakin jika ia berada di sebuah tempat di planet baru yang tak pernah ia kunjungi sebelumnya karena langit berwarna kebiruan meski kelip bintang memancarkan keindahan dalam kegelapan malam.


Sedang di tempat Timo berada.


Pemuda itu ketakutan saat ia menyadari jika berada di dasar laut. Ia bersembunyi dalam wujud Merman di balik batu.



Timo melihat ikan-ikan itu berenang di dekat permukaan dekat tempatnya berada. Timo melihat sekitar untuk mencari jalan keluar.


Sayangnya, tempat itu gelap dan hanya ada batu besar serta air di sana, tak ada tumbuhan serta lainnya.


"Ini sangat mengerikan. Aku harus segera keluar dari tempat ini, tapi ... bagaimana caranya?" bisiknya kebingungan karena tak menemukan jalan lain.


Lama Timo terdiam hingga ia akhirnya nekat untuk berenang ke permukaan untuk melihat di mana dirinya berada. Ia menunggu saat suasana sepi dan tak ada duyung melintas di dekatnya.


"Aku bisa! Jangan takut!" ucapnya menyemangati diri.


BLUB!!


Timo menarik napas dalam dan terlihat serius untuk mulai beraksi. Timo yang bisa bernapas di dalam air layaknya ikan tak mengalami masalah saat ia menyadari jika air itu asin.


Timo menggerakkan ekornya kuat menuju ke permukaan untuk mencari tahu di mana ia berada.


Hanya saja, keajaiban lainnya terjadi. Saat Timo berhasil ke permukaan air, matanya melebar hingga mulutnya menganga saat melihat fenomena di luar nalar muncul di depannya.

__ADS_1



"Pa? Paus? Di atas awan?" tanyanya dengan tubuh manusia berada di atas permukaan air.


Timo melihat sekitar dan menemukan hal aneh lainnya. Permukaan air itu diselimuti oleh gumpalan awan seolah ia berada di langit.


Timo yang bingung dengan hal itu kembali menyelam dan mendapati sosoknya masih dalam wujud merman.


Saat Timo sedang mencari alasan logis dalam hal ini, matanya melebar saat melihat sekumpulan ikan dengan wajah mengerikan karena memiliki taring berenang cepat ke arahnya.


"Waa!" teriaknya panik dan segera berenang menjauh menghindari kejaran makhluk tak dikenal yang mungkin bisa membunuhnya.


Timo berenang dengan sangat cepat dan gesit menghindari tangkapan menuju ke arah ikan paus karena merasa jika hewan besar itu mampu menolongnya.


Sayangnya, dari dalam air, ia tak mendapati sosok ikan besar itu. Timo nekat melompat ke permukaan layaknya ikan lumba-lumba untuk melihat keberadaan paus tersebut.


Ternyata, hewan besar itu masih berada di sana dan tak jauh dari tempatnya berada. Timo kembali menyelam dan berenang. Ia menoleh dan mendapati ikan-ikan buas itu mengejarnya seperti siap memangsanya.


Timo terus melakukan lompatan dan berteriak memanggil sang paus. Pemuda asal Filipina itu berharap agar dirinya ditolong oleh hewan yang ia yakini berasal dari Bumi di mana tak ada satu pun manusia atau hewan masuk akal dalam pikirannya yang bisa membantunya lolos dari maut itu.


"Tuan Paus! Tolong!" teriak Timo panik saat melompat di udara.


Siapa sangka, paus tersebut mendengar panggilan Timo. Hewan besar itu menoleh dan melihat duyung dengan rambut panjang tergerai indah sedang berenang susah payah ke arahnya seraya terus menyelam lalu melompat.


Namun, saat Timo sudah hampir tiba, mulut sang paus malah terbuka lebar. Timo terkejut hingga matanya melotot.


Sayangnya, ia tak bisa berhenti atau berbalik arah karena duyung-duyung mengerikan itu mengepungnya dari tiba penjuru.


Timo memilih untuk mengambil risiko layaknya kisah dongeng Pinokio dengan masuk ke mulut paus.


"Arghhh!" erangnya saat melompat ke mulut hewan besar itu dan jatuh di atas lidahnya.


Seketika, mulut paus tersebut tertutup dan Timo merasakan hewan tersebut bergerak entah akan membawanya ke mana. Timo pucat pasi.


***


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE



Uhuy dapat tips. Makasih ya😍Epsnya pendek dulu aja. Lele baru mendarat di Depok dan ngantuknya ini parah banget gaes jadi mau lanjut rehat dulu. Trims sudah sabar menunggu. Lele padamu💋

__ADS_1


__ADS_2