MONSTER HUNTER-13 DEMON KIDS

MONSTER HUNTER-13 DEMON KIDS
MISI LEVEL 8*


__ADS_3


Meskipun ketigabelas anak-anak itu sudah dinyatakan lolos misi level 7, tapi tetap saja kesedihan menyelimuti hati mereka karena Gibson telah tiada.


Para remaja pria itu tertunduk lesu seperti kehilangan semangat. Satyr yang telah berwujud Faun meski jiwanya tetap seperti dulu, tak bisa menutupi dukanya karena ia dibebaskan dari Penjara Hades oleh seorang anak manusia bernama Gibson.


Mereka bicara dalam bahasa Mitologi. Terjemahan.


"Selamat kepada kalian semua. Vadim, Rangga, Bara, Lazarus, Kenta, Czar, Timo, Harun, Nicolas, Boas, Ryan, Mandarin, dan Rex. Tiga belas dari kalian akan melanjutkan ke level 8 setelah menerima hadiah. Bersiaplah, Oag sudah menunggu kalian di kediamannya," ucap sosok hitam yang membuat anak-anak itu langsung menatapnya lekat.


Tiba-tiba, Satyr mengangkat tangan. Sosok hitam seolah menatap Satyr itu tajam. Manusia setengah kambing itu terlihat gugup.


"Izinkan aku ikut bersama mereka sampai bertemu dengan kekasihku, Lana. Aku ... ingin membalas kebaikan Gibson dengan menjaga kawan-kawannya. Bolehkah?" tanya Satyr dengan wajah tegang.


Senyum terbit di wajah murung anak-anak manusia itu. Mereka menatap sosok hitam dengan wajah berbinar penuh harap. Sosok hitam diam saja, tapi tak lama dia mengangguk.


"Yeah! Kau akan ikut dengan kami berpetualang, Satyr!" seru Vadim gembira.


"Aku sudah memantapkan pilihanku. Entahlah, magnet kalian sangat kuat untuk membuatku terus mengikuti. Sialan, semoga aku tak menjadi seperti kalian nantinya," sahut Satyr yang sikapnya mulai berubah tak ramah seperti dulu lagi.


"Wujud Faun miliknya hanya kedok belaka. Aslinya dia masih sama. Si Satyr yang menyebalkan," bisik Harun, dan semua anak mengangguk setuju.


"Oke! Kami siap! Ayo bertemu Oag!" ucap Satyr senang seraya bertolak pinggang.


"Kau, tidak bisa menemuinya. Hanya anak-anak manusia Bumi yang diizinkan. Kau, harus menunggu di bawah akar sampai urusan mereka selesai dengan pemimpin Mitologi," jawab sosok hitam tenang.


"He? Akar?" sahut Nicolas bingung.


Dalam sekejap, "Woahhh!" seru anak-anak begitu pula Satyr ketika mereka seperti memasuki sebuah pusaran antar dimensi yang akan membawa entah ke mana.


BRUK! BRUK! BRUK!


"Aggg, aduh ... sa-sakit sekali. Singkirkan tubuhmu! Kau menggencetku!" gerutu Rangga ketika tubuh Czar berada di atasnya.


"Ma-maaf. Aduh, aku juga kaget," jawab Czar langsung berdiri seraya melihat sekitar.


"Woah! Kita di mana?" tanya Timo heran karena tempat mereka saat ini sangat jauh berbeda.



"Hei! Lihat itu!" seru Bara menunjuk dengan mata melotot.


"Woah! Tinggi sekali sampai tak terlihat ujungnya!" pekik Rex mendongak dan matanya menyipit karena silau matahari.

__ADS_1


"Pernah mendengar kisah Jack dan Pohon Kacang Ajaib?" tanya sosok hitam. Semua anak mengangguk cepat, sedang Satyr menggeleng. "Panjatlah sampai kalian menemukan Istana Oag. Dilarang terbang. Ini sekaligus misi level 8. Akan kuberikan petunjuk untuk misi level 8. Dengarkan baik-baik," ucap sosok hitam yang membuat wajah semua anak tegang. "Dalam kisah, Jack bertemu dengan para raksasa, begitupula kalian nantinya."


"Raksasa? Kenapa bisa misi lagi? Mana hadiah kami?!" pekik Mandarin kesal, tapi Lazarus memegang pundak kawannya itu dan menatapnya lekat.


"Jangan potong pembicaraan. Aku percaya mereka tak mencurangi kita. Dengarkan saja dulu," ucap Lazarus tenang.


Mandarin mendengkus kesal. Ia mengangguk meski wajahnya cemberut. Satyr masih diam seperti tak tahu dongeng tersebut.


"Kalian harus mengambil tiap benda yang dimiliki oleh para raksasa itu. Jumlah mereka sama dengan kalian, 13. Masing-masing dari kalian harus membawa benda berharga milik mereka untuk dibawa saat bertemu dengan Oag. Barang-barang itu, adalah milik Oag yang dicuri oleh para raksasa, dan sang pemilik mengutus kalian untuk membawanya kembali."


"Ya ampun. Bang Oag bener-bener keterlaluan. Kita baru aja lega karena nyawa masih aman gak melayang. Lah, udah dikasih misi lagi," ucap Bara lesu.


Semua anak ikut tak bersemangat. Namun tiba-tiba, "Wah! Tas kalian!" seru Satyr seraya menunjuk.


Tas yang digendong oleh para anak manusia itu berubah menjadi bagus tak rusak lagi. Kembali bersih, dan menggembung seperti ada isinya.


Segera, anak-anak itu melepas tas mereka dan membukanya.


"I-inikan?" ucap Timo tergagap.


"Barang-barang milik teman kalian yang sudah hilang atau rusak, kukembalikan dalam keadaan utuh seperti saat kalian datang kemari pertama kali. Bahkan, milik kawan kalian yang sudah tewas sebelumnya berikut benda-benda temuan selama berpetualang di planet Mitologi. Semua benda itu, akan sangat berguna untuk membantu kalian hingga ke level berikutnya," ucap sosok hitam tenang.


"Woah! Daun esku ada lagi!" seru Harun senang seraya menunjukkan daun warna putih yang telah habis saat menjalankan misi.



"Lihat! Ramuan ajaib untuk menyembuhkan luka juga kembali terisi penuh!" seru Ryan senang dengan wajah berbinar saat mengambil botol itu dari dalam tasnya.


"Woah! Ini yang paling hebat!" teriak Vadim histeris yang duduk bersimpuh di atas rumput. Semua anak langsung menatapnya lekat. "Makanan manis dari planet Permen! Ini sungguh luar biasa!" seru Vadim senang saat menemukan plastik-plastik berisi makanan yang bisa menyembuhkan luka ketika mereka menjalankan misi menangkap penyihir.


"Aku sungguh tak menyangka akan mendapatkan barang-barang ini lagi. Terima kasih, So— eh? Ke mana dia pergi?" tanya Boas heran karena sosok hitam menghilang begitu saja.


Semua anak saling memandang terlihat bingung. Sedang Satyr berkerut kening dengan dua tangan menyilang depan dada.


"Apakah benda-benda itu sungguh hebat hingga kalian begitu bahagia bisa mendapatkannya?"


"Tentu saja!" jawab semua anak serempak melihat Satyr lekat.


"Oh, baiklah," jawab Satyr dengan anggukan.


Semua anak terlihat senang. Terlebih, barang milik Tina, Jubaedah, Pasha, dan lainnya ada bersama mereka.


Namun, tas-tas itu menjadi sangat banyak. Mereka bingung memilah selama berkumpul di bawah pohon kacang berakar besar melilit itu.

__ADS_1


"Kita bermalam di sini dulu saja. Kita memanjat besok pagi. Aku ingin merapikan barang-barang ini dulu. Dan kurasa, kita tak bisa membawa semuanya sampai ke atas," ucap Ryan terlihat pusing usai membongkar isi tas milik kawan-kawannya yang telah tewas.


"Ya, aku setuju. Seperti biasa, kita bagi tugas. Namun, karena tak ada sungai dekat sini, kolam dan semacamnya, kita makan dari bekal yang tersedia saja dalam tas. Bagaimana?" saran Rex.


"Ya, sekaligus mengurangi muatan! Lihatlah tas Pasha. Isinya snack Bumi semua. Oh, aku merindukan keripik kentang ini," ucap Vadim seraya memeluk makanan pabrik temuannya.


Semua anak tersenyum lebar. Satyr ikut berkumpul meski ia masih tampak bingung ketika anak-anak tersebut antusias bercerita mengenai benda-benda yang tak ia kenal.


Satyr bahkan ikut mengincipi cokelat batangan pemberian Vadim, keripik kentang, bahkan minuman soda.


Tentu saja, manusia setengah kambing itu terkejut dengan rasanya. Malah, ia mengalami sakit perut dan terpaksa meminum ramuan ajaib untuk menyembuhkan diri.


"Ah, kau payah. Kau tak cocok tinggal di Bumi," sindir Rangga.


"Bumi saat kupijak, tak ada makanan seperti itu!" teriaknya marah seraya mengelus perutnya yang masih terasa nyeri.


"Ah, iya juga ya. Kau pasti akan shock jika tahu Bumi sekarang seperti apa," ujar Czar.


"Aku sudah melihatnya melalui cermin ajaib saat melawan Sphinx. Hah, kenapa cermin itu ada lagi? Aku lebih senang saat dia pecah dan tak berguna lagi," gerutu Satyr saat Kenta begitu bahagia karena cermin milik Azumi kembali utuh.


"Oia. Selama kami menjalankan misi level 8, kau jaga tas-tas lainnya ya. Kami percaya padamu. Jangan sampai hilang," ucap Nicolas mengancam.


"Hah! Barang-barang tak berguna itu, hilang pun tak merugikan buatku," jawab Satyr malas.


"Ini sangat berguna bagi kami! Ya sudah, tak jadi saja. Biar kami bawa. Nanti malah kau bakar semua tas berharga ini," gerutu Timo langsung mengambil tas milik Tina dan mendekapnya.


Satyr terlihat masa bodoh. Ia merebahkan diri di atas rumput seraya menatap langit yang masih silau padahal mereka berada di bawah pohon yang teduh.


"Udara di sini berbeda. Seperti tak ada angin. Jadi ... aku bebas ya? Aku tak sabar untuk bertemu Lana. Semoga ... dia masih mencintaiku," ucap Satyr berwajah sendu.


Anak-anak diam tak berkomentar. Mereka memilih untuk mengisi energi lalu beristirahat sebelum melanjutkan misi level 8 esok hari.


***


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE



udh setor king D dari kemarin malem sampai sekarang belom up. entahlah ini MT kumat😑 jadinya King D mau lele percepat ya karena level anjlok drastis. mungkin akhir bulan ini tamat bareng monster hunter. hehe😁Makasih tipsnya. Akhirnya ada yg sedekah juga. Lele padamu😍


__ADS_1


__ADS_2