MONSTER HUNTER-13 DEMON KIDS

MONSTER HUNTER-13 DEMON KIDS
MEREKA MASIH HIDUP?*


__ADS_3

Di tempat Jubaedah dan Kenta berada.


Usai Kenta memberitahukan jika ada aliran sungai dalam gua, Jubaedah terlihat bersemangat untuk menelusuri dari pada harus menerobos dingin bersalju di luar.


"Kita naik perahu?" tanya Jubaedah saat Kenta menemukan perahu kayu di aliran sungai itu usai menuruni tebing.


Kenta mengangguk dan meminta Jubaedah menunggu di tepian sungai karena ia akan mengambil perahu tersebut di tempat yang sedikit sulit dijangkau.


Jubaedah mengangguk paham dan menunggu di tempat yang ditunjukkan oleh Kenta meski jaraknya sedikit lebih jauh.


Pemuda Jepang itu segera mendatangi perahu yang akan ia gunakan bersama kekasih Rex untuk mengarungi sungai entah akan membawa mereka ke mana.


Ternyata, dalam perahu yang ditemukannya, ada lampu penerang. Kenta menggunakan alat itu karena tempat tersebut cukup gelap.


Kenta segera mengarungi tepian menuju ke tempat Jubaedah menunggu di tempat yang sudah ia janjikan bersama hewan penyimpan cadangan jiwa yang sudah terbang lebih dahulu seperti menunjukkan sebuah rute.



"Juby!" panggil Kenta yang suaranya sampai menggema dan malah membuatnya kaget sendiri.


"Hei! Sini, sini!" jawabnya riang dan siap menaiki perahu dengan hewan cadangan nyawa berada di pundaknya.


Dua anak manusia itu menyusuri sungai di gua yang gelap bersama dua hewan milik mereka. Kenta dan Jubaedah mendayung perahu kayu tersebut cukup jauh hingga rasa letih mulai melanda.


"Tempatnya serem. Semoga gak ketemu makhluk yang bikin kita bye-bye," ucap Jubaedah terlihat takut saat melihat sekitar.


"Jangan menakut-nakuti. Sebaiknya kaudiam saja dari pada membuat kondisi kita semakin mengenaskan," sahut Kenta mencoba menepis ketakutannya.


Jubaedah memonyongkan bibir. "Ini air sungainya bisa diminum gak sih? Juby haus," tanyanya merengek.


"Entahlah. Kalau kita memiliki kerang milik Timo, sudah dari tadi aku meminumnya. Aku tak mau ambil risiko meski memiliki cadangan nyawa. Bersabarlah, Juby," jawab Kenta, dan Jubaedah menurut meski wajahnya cemberut.


Hingga akhirnya, perahu mereka tiba di sebuah tempat bercahaya seperti pintu gua. Senyum dua anak manusia itu merekah dan semakin cepat mendayung.


"Woah!" seru Jubaedah dengan mata berbinar ketika melihat pemandangan ajaib di depannya penuh dengan warna.



Kenta segera merapatkan perahu kayunya di tempat unik bercahaya tersebut. Keduanya segera turun terlihat bersemangat.


Saat Jubaedah dan Kenta melihat sekitar, dua hewan menyimpan cadangan jiwa itu meminum air tersebut di tepian sungai.


Praktis, Jubaedah ikut berjongkok dan meminumnya langsung dengan menyeruput menggunakan bibir monyongnya.


Kenta terkejut, tapi memilih diam karena tak ingin mendengar kekasih Rex tersebut mengomel jika ditegur.


Kenta memilih mengeluarkan botol air minum dari tasnya lalu mengisi botol itu dengan air tersebut.


"Kau sakit perut tidak?" tanya Kenta was-was yang sudah berjongkok di tepian.


"Enggak. Airnya seger banget tahu. Rasanya ...."


BRUK!!

__ADS_1


"JUBY!" teriak Kenta langsung menjatuhkan botol air minumnya saat ia hampir meneguk air sungai itu.


Jubaedah tergeletak di tepian sungai dan wajahnya berubah pucat seperti mayat. Kenta panik dan semakin ketakutan saat merasakan tubuh Jubaedah kaku dan dingin.


"JUBY! JUBY!"


Tiba-tiba, mata Kenta melotot. Ia melihat hewan penyimpan cadangan jiwa Jubaedah tampak lesu dan perlahan memudar menjadi bulir-bulir cahaya seperti bintang yang terbawa angin menuju langit.


"Ju-Juby!" teriak Kenta sampai gemetaran saat melihat hewan penyimpan cadangan jiwa Jubaedah menghilang.


Sedang kelelawar milik Kenta terlihat sedih. Kenta bingung dan berpikir jika air itu beracun. Namun, hewan penyimpan cadangan jiwanya terlihat baik-baik saja.


Kenta merebahkan tubuh Jubaedah di atas rumput dan berdiri menangkap hewan miliknya dengan panik.


"Ka-kau tidak apa-apa?" tanya Kenta pucat seraya mengamati hewan miliknya dengan perasaan cemas.


Namun, Kenta melihat jika kelelawar putihnya baik-baik saja. Saat Kenta kebingungan, tiba-tiba saja, "Hah!"


"Woahhh!" seru Kenta sampai terperanjat dan jatuh di atas rumput karena kaget.


Ia yakin jika Jubaedah tadinya sudah mati karena detak jantung serta napasnya tak terasa. Kenta merangkak mundur dari tepi sungai dan menatap Jubaedah lekat yang kembali normal.


"Oh! Juby mimpi buruk. Juby mimpi mati," ucapnya menatap Kenta lekat.


"Ka-kau memang mati tadi," jawab Kenta tergagap.


"Apa? Juby mati? Beneran mati?!" pekiknya ikut kaget, dan Kenta mengangguk cepat.


Jubaedah tampak ketakutan dan melihat air sungai yang diminumnya tadi. Ia langsung berdiri dengan tergesa dan mendatangi Kenta yang duduk di atas rumput masih menatapnya tajam.


"Di-dia ... dia memudar lalu ... lenyap. Sepertinya, dia memberikan cadangan nyawa padamu. Hal itu membuatnya mati, Juby," jawab Kenta menduga.


Praktis, mata gadis manis itu langsung berlinang.


"He-hewan Juby mati?" tanyanya seperti siap untuk menggelontorkan seluruh air matanya.


Kenta mengangguk terlihat sedih. Benar saja, gadis itu langsung menangis. Beruntung, Jubaedah dalam wujud manusia bukan makhluk Mitologi. Kenta bingung menenangkan kawannya yang menangis terisak.


"Aku turut berduka, Juby," ucap Kenta iba dan memberanikan diri menyentuh punggung kekasih Rex untuk menenangkannya.


"Hiks, Caby mati ... Caby ...," tangisnya sedih dengan air mata bercucuran.


Kenta akhirnya memeluk Jubaedah karena kasihan dengan gadis itu. Kenta tahu jika Jubaedah sangat menyayangi hewan penyimpan cadangan jiwanya.


"Sudahlah, Juby. Sebaiknya, kaujaga diri. Ingat, tak ada cadangan nyawa lagi untukmu. Lain kali, berhati-hatilah," tegas Kenta mengingatkan.


"Tapi itu tadi hewanmu juga ikut minum, kok gak mati?" tanya Jubaedah bingung seraya melepaskan pelukan.


"Entahlah. Sebaiknya, tahan dirimu jangan asal bertindak. Mereka 'kan makhluk seperti alien, sedang kita manusia. Pasti ada perbedaan antara kita dan mereka. Lihat, sedari kemarin mereka tak makan, tapi tak mati. Bisa saja air itu beracun buat kita, tapi tidak dengan mereka," jawab Kenta mengutarakan pemikiran.


Jubaedah mengangguk pelan, tapi tiba-tiba memegang tangan pemuda itu erat. Kenta sampai terperanjat.


"Apa?" tanya Kenta bingung.

__ADS_1


"Tadi, pas Juby mati ... jasad Juby masih di sini?" tanya gadis itu menatap Kenta lekat. Pemuda asal Jepang itu mengangguk membenarkan dengan wajah lugu. "Juby mimpi tau. Aneh sumpah," sambungnya terlihat serius.


"Mimpi apa?" tanya Kenta heran.


"Pas Juby mati, Juby sempat kaya terbangun gitu. Juby liat temen-temen kita yang udah mati duluan, seperti ... Teddy, Peter dan lainnya," jawabnya tampak serius.


"Ha? Maksudmu ... teman-teman kita yang berasal dari Amerika?" tanya Kenta teringat akan lima kawannya yang telah tiada. Jubaedah mengangguk cepat membenarkan.


"Juby liat mereka masih hidup karena ... seingat Juby, ada yang mati jadi patung, terus punggungnya disayat sama penyihir, dan ... duh, kok lupa ya, tapi ... iyakan?" tanyanya memastikan.


"Ya, itu benar. Kau tahu dari mana jika mereka masih hidup?"


"Itu karena mereka seperti orang sehat, gak terluka, tubuh mereka masih bagus, dan pakaian yang digunakan masih rapi, gak rusak sama sekali. Namun, mereka seperti orang tidur yang mengigau," jawabnya yang membuat Kenta mengedipkan mata terlihat bingung. "Ih, serius! Juby gak bohong!" serunya karena merasa dianggap aneh oleh Kenta.


"Kaulihat itu di mana?" tanya Kenta berkerut kening.


"Nah! Mereka melayang dalam tabung. Bentuk tabungnya mirip dengan yang kita pakai saat kumpulin penyihir dan makhluk-makhluk lainnya ketika misi sebelumnya. Inget gak?" Kenta mengangguk pelan. Jubaedah makin semangat bercerita. "Nah, ada banyak tabung berisi anak-anak di tempat Jubaedah berada. Mereka kaya orang tidur mengigau gitu. Bahkan, Juby liat Bruce senyum-senyum sendiri. Rocky juga seperti orang tertawa sampai bahunya naik-turun. Aneh 'kan? Mimpinya kaya nyata banget. Selain itu, baru kali ini Juby mimpi selama di Planet Mitologi. Sebelumnya gak pernah sama sekali," ucapnya menjabarkan semua isi hati.


Kenta diam sejenak mencoba menelaah ucapan dari kawan perempuannya itu dengan pandangan tertunduk. Kenta sesekali melirik Jubaedah yang masih menatapnya lekat.


"Entahlah, Juby. Aku ... masih bingung dengan hal ini. Ceritamu kurang meyakinkanku," ucap Kenta mengutarakan pemikirannya.


"Yang Juby katakan terakhir ini, pasti bikin kamu percaya sama Juby seratus persen!" ucapnya mantap yang ternyata masih menyimpan senjata rahasia dari kisahnya.


"O-ke ... apa itu?" tanya Kenta penasaran dan membuat jantungnya malah berdebar kencang.


"Juby liat diri Juby dalam tabung lain! Persis! Mirip! Dia melayang kaya yang lainnya, tapi berbeda. Dia seperti ... kosong tak bernyawa gitu. Terus tiba-tiba, tabung punya Juby yang mirip itu, masuk dalam lubang di lantai terus ilang. Nah, gak lama setelah itu, Juby kebangun terus ketemu Kenta yang katanya Juby mati," jawabnya yang membuat mulut Kenta menganga lebar.


"Jangan pasang muka bloon gitu dong!" serunya sebal.


"Ka-kau ... hem, kau melihat dirimu sendiri, tapi berada di tabung lain gitu? Seperti ... kembaran?" tanya Kenta memastikan dan Jubaedah mengangguk mantap dengan mata membulat penuh.


Jubaedah akhirnya mempraktekkan dengan dua tangannya membentuk gumpalan. Kenta memperhatikan dengan saksama.


"Tangan kanan Juby tempat Juby sekarang. Juby yang asli. Paham?" tanyanya seraya menunjukkan tangan kanannya. Kenta mengangguk. "Nah, tangan kiri Juby itu replikanya. Terus, replika Juby masuk dalam lantai dan ilang. Gitu," jawabnya mantap.


"Woah ... aku ... tak bisa berkomentar," ucap Kenta bingung.


Saat Jubaedah merasa presentasinya sia-sia, tiba-tiba hewan penyimpan cadangan jiwa milik Kenta berseru.


Kenta dan Jubaedah langsung menoleh. Keduanya berdiri dengan sigap dan berlari mendatangi kelelawar putih milik Kenta menaiki jalan mendaki.


"Oh! I-itukan ...," pekik Jubaedah sampai matanya melotot sembari menunjuk.


"TIMO!" sahut Kenta yang mendapati kawannya tengkurap di tepian pantai dengan tubuh basah kuyup tak sadarkan diri.


***


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE


__ADS_1


Uhuy makasih tipsnya❤️ Lele padamu💋


__ADS_2