MONSTER HUNTER-13 DEMON KIDS

MONSTER HUNTER-13 DEMON KIDS
TERBANG!*


__ADS_3

Wajah Azumi tampak berbinar yang membuatnya terlihat semakin manis hari itu. Lazarus, Boas dan Harun malah tersipu malu saat menatap adik Kenta tersebut.


"Awalnya, aku dan Harun diserang oleh monster cacing es. Seram sekali! Namun, aku jadi tahu kemampuan dari wujud Unicorn-ku," ucapnya dengan senyum merekah.


"Kaubisa melakukan apa?" tanya Boas dengan mata melebar.


"Azumi bisa terbang tanpa sayap. Selain itu, tanduknya bisa membuat benda-benda melayang! Keren bukan?" sahut Harun terlihat senang.


"Woah ... itu keren. Terbang tanpa sayap? Lalu, bagaimana teknisnya?" tanya Lazarus terbengong.


"Anggap saja dia seperti pegasus Vadim, hanya saja sayapnya tak terlihat. Ia bisa berlari di udara," jawab Harun menjelaskan.


Lazarus dan Boas mengangguk-anggukan kepala terlihat mulai mengerti.


"Kami menemukan kalian saat hewan penyimpan cadangan jiwa seperti melihat sesuatu di bawah. Akhirnya kami turun. Saat Harun menyusuri sekitar bersama mereka, Harun menemukan kalian berada dalam sebuah celah karena hewan milik kalian memanggil-manggil. Harun menghancurkan dinding batu untuk mengeluarkan kalian. Dan aku menggunakan kekuatan tandukku untuk mengangkat kalian karena wujud Yeti Harun terlalu besar, jadi tangannya tak bisa masuk ke dalam. Kalau terlalu besar membuat lubang, dinding akan runtuh dan malah menimbun kalian nantinya. Itu bisa berbahaya," terang Azumi menjelaskan.


"Terima kasih. Kalian sungguh hebat," ucap Lazarus memuji.


"Sepertinya, para hewan penyimpan cadangan jiwa memiliki hubungan yang kuat. Kami tahu keberadaan kalian karena panggilan mereka. Mungkin, suara lengkingan mereka memiliki sebuah frekuensi khusus yang hanya bisa dimengerti oleh jenisnya," ucap Harun menduga seraya melihat hewan milik Lazarus yang tampak sendu.



"Hewanmu sangat lucu," ucap Azumi sembari mengambil hewan milik Lazarus lalu memangkunya.


"Aku tak tahu dia ini jenis apa, tapi ... ya setelah kulihat-lihat, dia menggemaskan," sahut Lazarus yang ikut membelai lembut bulu halus di tubuh hewan miliknya.


Seketika, hewan berbulu toska keunguan itu melompat dari pangkuan Azumi ke pangkuan tuannya. Hewan itu tampak gembira. Lazarus terlihat senang dan terus membelainya.


"Kita ... ada di mana? Apa sudah tak berada di wilayah es? Rasanya, udara sudah tak dingin seperti tadi," tanya Boas melihat sekitar.



"Ya. Aku dan Harun membawa kalian ke dimensi lain. Kami juga sebenarnya tak sengaja menemukannya saat hewan kalian berlari ke sana kemari. Tiba-tiba saja ada sebuah wilayah aneh di balik gunung bersalju. Saat kami melewatinya bersama hewan-hewan itu, kita sudah berada di tempat ini," jawab Azumi ikut menoleh ke kanan dan ke kiri.


"Apakah tempat ini aman?" tanya Lazarus terlihat takut karena sedari tadi matanya melirik ke kanan dan ke kiri.


"Hem. Hewan penyimpan cadangan jiwa kita seperti bisa mendeteksi ancaman. Jika mereka terlihat riang, tandanya tempat itu aman. Namun, jika mereka melengking atau mengerang, nah kita berada dalam bahaya," tegas Harun.


"Wah, sepertinya kalian sudah mempelajari banyak hal dari hewan-hewan ini," ucap Boas tampak kagum.


"Ya. Jilatan mereka juga bisa membuat luka cepat sembuh. Kalian sebelumnya mengalami lecet seperti goresan. Setelah hewan-hewan kami menjilat kalian, tubuh yang terluka menjadi pulih dengan cepat. Mereka sungguh hebat!" ucap Azumi terlihat gemas pada hewan miliknya di mana bulunya tetap bersih seperti anti air karena selama ia bermain di kubangan lumpur, bulunya tetap kering.


"Jadi ... apa yang harus kita lakukan selanjutnya? Sejauh ini, hanya kalian yang baru kami temui. Apakah kalian mendapat petunjuk di mana keberadaan kawan-kawan lainnya?" tanya Lazarus menatap Harun dan Azumi saksama.


"Kami sudah menyusuri sekitar wilayah es hingga menemukan kalian. Namun, tak ada jejak apa pun dari kawan-kawan kita. Wilayah ini belum kami susuri. Jadi, ayo kita mencoba mencari di sekitar. Kita manfaatkan kemampuan dari hewan-hewan ini untuk mencari keberadaan kawan-kawan," jawab Harun mengusulkan.

__ADS_1


"Haha! Ide bagus! Kau sungguh pintar, Harun. Ah, aku iri padamu," ucap Boas tampak kecewa pada dirinya.


"Kita sebaiknya terbang saja. Jika melihat dari atas langit, akan lebih mudah menemukan keberadaan teman-teman," saran Azumi.


"Aku tak bisa terbang," ucap Lazarus menunjuk dirinya.


Azumi tersenyum. Tiba-tiba, gadis cantik itu merubah dirinya menjadi Unicorn. Semua anak tampak kaget saat tanduk Azumi memancarkan cahaya dan seketika, "Wow! Wow! Wow!" pekik Lazarus panik ketika tubuhnya tiba-tiba terangkat dan melayang di udara.


"Kau kini bisa terbang," ucap Azumi yang membuat Lazarus terlihat begitu gembira.


"Aku seperti Superman, tapi tak berjubah!" serunya dengan gaya terbang dan dua tangan mengepal terjulur ke depan.


"Haish, kau memalukan," keluh Boas sambil menggelengkan kepala, tapi Lazarus mengabaikannya.


Azumi juga membuat Harun bisa terbang seperti Lazarus. Boas merubah wujudnya menjadi peri.


Para hewan penyimpan cadangan jiwa duduk di punggung Unicorn Azumi selama mereka mengarungi angkasa.


"Ini sungguh hebat!" seru Lazarus seraya melakukan banyak gerakan selama tubuhnya berada di udara.


"Hei, fokus! Kita sedang mencari keberadaan kawan-kawan kita!" seru Boas yang tak habis pikir jika sikap Lazarus kekanak-kanakan.


Harun hanya tersenyum seraya melihat ke arah hewan-hewan penyimpan cadangan jiwa yang tampak menikmati penerbangan mereka di punggung Azumi.


Pria berkulit hitam itu mengangguk pelan di mana ia terbang di sisi kanan Azumi, dan Lazarus di sisi kiri. Boas terbang di belakang mereka bertiga sebagai penjaga.


Hingga akhirnya, mereka melewati wilayah berkabut dan memasuki kawasan yang bersinar terang.


Semua anak tampak kagum karena mendapati aliran sungai di antara pegunungan berpasir di bawahnya.


"Bisakah kita mendarat dan beristirahat sebentar? Tempat itu sungguh indah. Apakah airnya bisa diminum?" tanya Boas seraya menelan ludah.


"Bisa, asalkan dalam wujud Mitologi," sahut Lazarus.


"Ha? Kenapa harus dalam wujud Mitologi?" tanya Azumi heran.


"Setelah aku simak baik-baik penuturan Atala, ada beberapa jenis makanan dan minuman yang bagi kita beracun, tapi bagi makhluk Mitologi tidak. Untuk mengetahuinya, biarkan makhluk-makhluk penyimpan cadangan jiwa kita meminumnya terlebih dahulu. Jika mereka bisa, kita ikut minum, tapi dalam wujud Mitologi. Demi keamanan," jawabnya.


"Ah, begitu. Oke, aku mengerti," sahut Harun dengan anggukan.


"Atala? Siapa itu?" tanya Azumi bingung.


"Pacar Lazarus. Makhluk Centaur, tapi putus beberapa waktu yang lalu karena kekasih setengah kudanya menikahi seorang penjaga," jawab Boas santai, tapi membuat kening Lazarus berkerut.


"Ha? Kaubicara apa?" tanya Lazarus langsung menatap kawannya tajam.

__ADS_1


Praktis, mata Boas melebar. Ia baru ingat jika Lazarus tak mengetahui hal itu karena saat kesepakatan terjalin, Lazarus masih tertidur. Boas meringis dan tampak gugup.


"Apakah ... Atala menikahi Heros? Kenapa?" tanya Lazarus seperti bisa menebak.


"Takdir?" jawab Boas asal, yang berkesan balik bertanya. Lazarus langsung terdiam meski ia terlihat bingung.


"Oke! Kita mendarat di sebelah sana saja. Ayo!" ajak Azumi dan semua orang mengangguk setuju.



Meskipun wilayah itu tak ditumbuhi pepohonan, tapi gunung-gunung besar berpasir membuat teduh tempat peristirahatan mereka.


"Tempat ini sungguh menakjubkan, meski banyak sekali ancaman. Namun, jika bisa menjaga diri, kita akan baik-baik saja," ucap Azumi masih dalam wujud Mitologi, di mana Harun dan Lazarus juga ikut berubah.


Azumi melihat hewan-hewan penyimpan cadangan jiwa meminum air sungai itu. Empat anak tersebut sepakat untuk ikut minum karena bagi mereka, apa yang diminum oleh makhluk Mitologi akan aman selama dalam wujud yang sama.


"Wah! Segar sekali! Kita harus menyimpan persediaan!" seru Lazarus, dan anak-anak itu mengangguk.


Wadah-wadah penyimpan air minum diisi sampai penuh sebagai cadangan selama mereka nanti tak menemukan mata air.


"Bagaimana jika kita susuri saja tepian sungai? Aku yakin, tempat ini pasti akan bermuara ke suatu tempat. Entah laut, danau atau apa pun itu," ujar Boas menyarankan.


"Hem, aku setuju. Kita terbang lagi saja," sahut Harun sependapat.


Harun dan Lazarus kembali menjadi manusia. Tubuh Mitologi mereka cukup menarik perhatian jika terlihat terbang di angkasa.


Azumi menggunakan kekuatannya kembali untuk membawa dua kawannya terbang menyusuri sungai.


Cukup lama mereka terbang meski anak-anak itu yakin jika seharusnya sore hari datang menjelang. Namun, karena mereka berada di sisi wilayah terang, tempat itu masih terlihat benderang.


Hingga akhirnya, mereka menemukan ujung dari sungai yang mengalir tersebut.


"Wah! Tebakanmu benar, Boas! Ada lautan di ujung sana!" seru Harun dari tempatnya terbang.


Semua anak terlihat gembira. Mereka sepakat untuk bermalam di tepi pantai untuk beristirahat karena merasakan letih akibat terbang terlalu lama.


***


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE



Uhuy makasih tipsnya❤️ Kwkwkw selamat hari minggu dan besok udah senin lagi. Semangat!!

__ADS_1


__ADS_2