MONSTER HUNTER-13 DEMON KIDS

MONSTER HUNTER-13 DEMON KIDS
AZUMI LOLOS*


__ADS_3

Akhirnya, anak-anak berhasil membawa Harpy itu sampai ke pintu lorong untuk menyerahkan buruan mereka, Harpy, kepada sosok hitam.


Azumi dibantu oleh Kenta, Rex, dan Mandarin untuk menemui sosok hitam demi mendapatkan hadiah.


Sedang Harpy tersebut, dipegangi kuat oleh Ryan yang mulai terbiasa menggunakan sosok Tuan Pohon saat mengamankan tahanannya.


Mereka bicara dalam bahasa Mitologi. Terjemahan.


"Hargghh!! Herrghh!" erang Harpy tersebut dengan sosok menyeramkan sudah tak cantik lagi seperti saat pertama kali kaumnya muncul.


Sosok hitam itu melihat Harpy yang meronta tak bisa berkutik karena diikat kuat. Lagi, tangan dari sang penghisap jiwa terulur ke arah tahanannya.


Mata semua anak menajam saat melihat jiwa dari makhluk bersayap yang melakukan banyak kejahatan di masa lalu itu terhisap oleh sang pencabut nyawa di Penjara Hades.


"Lihatlah Harpy itu. Dia sampai tak menjerit lagi saat rohnya dihisap," ucap Azumi lirih dengan wajah pucat.


"Namun kali ini, aku merasa misi kita paling masuk akal, Azumi. Kita dikirim ke Penjara Hades layaknya polisi, dan sosok hitam itu sebagai hakim. Kini, para penjahat sudah mendapatkan hukumannya. Aku penasaran dengan makhluk mitologi lainnya yang akan kita tangkap nanti," bisik Kenta dengan mata terkunci pada sosok Harpy yang telah mengering.


"Penasaran kenapa?" tanya Rex menoleh ke arah Kenta.


"Penasaran dengan kejahatan mereka saat di Bumi," jawabnya balas menoleh.


Anak-anak yang mendengar mengangguk sepakat. Mereka kini mulai terbiasa dengan perilaku sosok hitam dan juga makhluk mitologi di sekitar.


Bagi anak-anak itu, makhluk-makhluk mitologi layaknya masyarakat yang bermukim di sebuah planet seperti di Bumi. Hanya saja, dengan wujud yang unik berikut kemampuannya.


"Azumi, kau lolos," ucap sosok hitam yang membuat semua anak bernapas lega.


Kenta dan lainnya segera pamit. Azumi duduk di kepala tuan pohon selama perjalanan kembali ke dalam penjara untuk menangkap buruan yang lain.


"Siapa sangka, di pintu ini, kita sudah menangkap banyak penjahat mitologi. Namun, aku penasaran dengan penjara yang mengapung itu. Tempat itu, apa ya?" tanya Mandarin penuh rasa ingin tahu.


"Ah, kenapa tak tanya sosok hitam tadi?" sahut Ryan.


"Tanya saja pada Satyr. Dia pasti tahu," timpal Azumi.


"Haish," gerutu Kenta langsung melirik adiknya tajam.


"Dia serba tahu. Ya, walaupun sikapnya menyebalkan," imbuhnya.


"Jika di Bumi, dia itu sejenis lelaki playboy, Azumi. Kau harus hati-hati. Kau tak pernah berpacaran sebelumnya. Jadi, jangan merasa jika Satyr itu baik padamu. Dia hanya memanfaatkanmu karena kau perempuan, cantik, dan baik hati," sahut Kenta yang diangguki oleh teman-teman lelaki lainnya.


"Oh, begitukah? Ya, itu benar. Itu karena aku belum punya pacar jadi tak tahu akan hal itu," jawab Azumi dengan polosnya.


Tiba-tiba, Kenta menepuk tangannya. Semua anak terkejut karena remaja itu sampai menghentikan langkah.


"Kenapa?" tanya Mandarin heran.


"Aku punya ide agar Satyr itu tak mengganggu Azumi lagi!" ucapnya senang. Semua anak berkerut kening.


Setibanya di dalam Penjara Hades.


Kening Satyr berkerut saat melihat Mandarin dan Azumi bergandengan tangan dengan senyum terkembang. Keduanya terlihat malu-malu saat saling bertatapan.


"Aku tahu wajah itu. Sangat menjijikkan," ucap Satyr tersebut sebal dengan dua tangan melipat depan dada.


"Kau kenapa?" tanya Vadim heran seraya memakan apel yang ia dapat di hutan.


"Oh! Kalian ...," tunjuk Bara terkejut.

__ADS_1


"Akhirnya, Azumi menerima perasaanku. Kami resmi berpacaran dan Kenta menyetujuinya!" ucap Mandarin dengan wajah berbinar yang mengejutkan semua orang.


"What?! Ada yang jadian lagi! Ish, padahal Bara udah seneng pas Rex pisah sama Juby."


"Apa katamu?!" teriak Rex langsung mengaum bagaikan singa.


Bara yang merasa salah ucap langsung bersujud di hadapan kekasih Jubaedah itu.


"Mohon ampun, Gusti Pangeran. Bara khilaf. Keceplosan. Ampuni hamba, Pangeran Naga," ucap Bara seraya memegang tangan Rex dan menatapnya dengan wajah memelas.


"Hiss!" desis Rex dengan wajah bengis langsung melepaskan genggaman tangan Bara.


Rex yang marah beranjak dari pemuda asal Indonesia itu dan pergi mendatangi Gibson serta lainnya yang sedang menyiapkan makan siang.


"Mulut gak dijaga sih. Marah 'kan si Rex," ucap Rangga seraya mencubit bibir kawannya itu.


Bara hanya bisa berteriak kesakitan, tapi ia menyadari kesalahannya. Bara terus mengekor pada Rex seraya terus meminta maaf.


Rex yang risih dengan sikap Bara karena selalu mencolek tubuhnya, dengan terpaksa memaafkan.


"Iya! Diem! Berisik!" teriaknya marah.


"Aku sayang padamu, Rexy," ucap Bara seraya memeluk Rex, tapi pemuda tampan itu segera melepaskan dekapan Bara di tubuhnya.


Anak-anak lain hanya terkekeh melihat keduanya yang sering adu mulut jika hal-hal berbau pacaran diungkit.


Sedang Satyr, tampak kesal melihat kedekatan Azumi dengan Mandarin. Matanya bergerak mengikuti gerak-gerik pasangan baru itu selama mereka berkumpul bersama.


"Hehe, wajahmu jelek sekali," ledek Nicolas.


"Mereka tiba-tiba menjadi pasangan kekasih. Ini mencurigakan," jawab Satyr seraya memakan anggur dengan sorot mata tajam membidik Mandarin dan Azumi.


"Seingatku, sejak awal Azumi dan Mandarin memang sudah bersama ketika tersedot ke portal. Jadi, menurutku wajar jika mereka berdua saling menyukai," sahut Vadim terlihat santai menanggapi.


Kenta yang mendengar hal tersebut langsung melebarkan mata. Ia kaget karena sepertinya, taktiknya malah membuat Satyr makin berambisi mendekati sang adik.


Kenta bergegas mendatangi Mandarin dan berbisik padanya. Mandarin ikut terkejut dan kini menatap Satyr itu tajam.


"Jangan harap, Satyr. Kau itu sudah menjadi fosil di planetku," ucap Mandarin yang membuat kening Satyr berkerut.


"Fosil? Apa itu?" tanya makhluk bertanduk itu heran.


"Semacam tulang belulang begitulah. Punah. Sudah musnah dan lenyap dari peradaban. Ya, itulah faktanya di Bumi. Kalian tinggal dongeng," sahut Harun.


Satyr itu tampak terkejut. Ia lalu diam, tapi seperti berpikir serius akan suatu hal. Kenta dan Mandarin tersenyum sinis melihat makhluk setengah kambing itu tampak gugup.


"Hei, makan siang sudah siap! Ayo!" panggil Gibson, dan semua anak segera merapat untuk menikmati ikan bakar.


Semua anak tampak bergembira karena misi level 7 dapat terlaksana dengan cepat. Ditambah, ada makhluk mitologi asli planet itu yang membantu memudahkan mereka menyelesaikannya.


"Selanjutnya, apa buruan kita?" tanya Lazarus seraya melemparkan tusukan bekas ikan ke dalam api unggun.


Ryan dengan sigap membuka buku catatannya. "Aku penasaran dengan wujud Cockatrice. Cock seperti memiliki arti ayam. Apakah ... makhluk itu berwujud ayam?" tanya Ryan menebak.


"Hem. Dia seperti ayam. Akan kugambarkan," sahut Satyr itu cepat seraya menggunakan ujung dari ranting bekas ikan bakar untuk melukis di atas tanah.


Semua anak mengamatinya saksama, tapi mereka tak paham karena gambar makhluk itu ternyata jelek sekali.


"Agh! Gambarmu aneh. Malah terlihat seperti ubur-ubur. Kita tanya cermin ajaib saja!" ucap Boas yang membuat Satyr itu kesal dan melemparkan rantingnya ke tubuh Boas. Keduanya malah saling melotot dan memaki.

__ADS_1


"Diam!" teriak Gibson kesal karena keduanya berselisih hanya karena hal sepele. "Kita tanya cermin agar tak salah tangkap. Siapkan barter jika cermin itu meminta imbalan," tegas pemimpin kelompok tersebut.


Rex dengan sigap mengeluarkan sebuah ramuan berwarna pelangi di mana anak-anak tahu isi dari cairan itu.


"Apa itu?" tanya Satyr tampak penasaran.


"Oh, ini ramuan jodoh. Aku dan Jubaedah pernah menggunakannya. Aku hanya merasa, benda ini sudah tak berguna lagi. Kami mungkin memang berjodoh, tapi ... tak sehidup semati. Juby tidak ada di sini bersamaku lagi," jawab Rex terlihat sedih saat melihat botol itu.


Semua anak diam karena mereka ingat pernikahan naga kala itu yang cukup mengagumkan meski efek dari ramuan tersebut hanya sementara.


"Oh! Ramuan jodoh? Buatku saja! Jangan berikan pada cermin jelek itu!" pinta Satyr antusias.


"Tidak mau! Misi kami menyangkut hidup dan mati. Enak saja," tolak Rex langsung mengamankan botol itu ke balik bajunya.


Satyr itu terlihat kesal, tapi tak bisa berbuat apapun karena anak-anak meliriknya tajam.


"Hah! Benar-benar menyebalkan!" gerutu Satyr dengan dua tangan melipat depan dada.


Semua anak menghela napas dan mengabaikan perasaan Satyr yang sepertinya sangat menginginkan ramuan itu.


Azumi dengan sigap mengeluarkan cermin ajaib dan meminta petunjuk darinya. Namun, siapa duga. Kali ini, cermin matre itu tak meminta imbalan. Ia menunjukkan target selanjutnya dengan suka rela.



"Oh inikah makhluk yang akan kita tangkap selanjutnya? Woah, aku baru melihat jenis seperti ini," ungkap Czar tampak kagum.


"Dia seperti gabungan beberapa jenis hewan. Keren," sahut Bara, dan diangguki anak-anak yang sependapat dengannya.


"Akan tetapi, dia terlihat buas dan kejam. Lihat cakarnya. Jangan sampai kita dicincang jika diserang olehnya," timpal Harun yang membuat semua anak menelan ludah.


"Di mana kami bisa menemukan Cockatrice?" tanya Azumi yang menatap bayangannya di pantulan cermin itu.


"Apa yang akan kauberikan padaku sebagai imbalan?" tanya cermin.


Tiba-tiba, Satyr merebut cermin itu dan membaliknya. Azumi dan lainnya terkejut saat Satyr menunjukkan wajah serius di hadapan mereka.


"Berikan ramuan itu padaku, dan akan kutunjukkan jalan menemukan hewan jelek itu. Bagaimana?" tawarnya.


Semua anak saling melirik.


"Oke. Kami percaya padamu, Tuan Satyr. Sejauh ini, informasi yang kauberikan akurat. Jadi, jangan kecewakan kami untuk hadiah yang akan kauterima nantinya," tegas Gibson.


"Haha! Kau dengar itu, cermin jelek! Tak ada imbalan untukmu! Pergi sana!" ledek Satyr yang membalik cermin itu dan wajah keduanya saling bertatapan.


Cermin itu tampak kesal lalu menghilang. Satyr tersebut begitu gembira. Ia menari di hadapan anak-anak seperti melakukan pertunjukkan.


"Dia senang sekali. Hanya untuk sebuah ramuan tak begitu berharga, dia rela menjadi pemandu kita selama di sini," ungkap Rex heran.


"Biarkan saja. Dia memang aneh," bisik Boas, dan Rex mengangguk setuju.


***


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE



uhuy makasih tipsnya diriku😘 oia mau info aja. novel baru The Ghost Writer akan terbit per tanggal 25 nanti. jangan lupa untuk segera difavoritkan sebagai teman bacaan biar gak gabut. hehe. terima kasih❤️

__ADS_1


Dan selamat utk teman LAP kita Jeng Baiti yang akan menikah. Boleh loh doain Baiti di kolom komentar😁 Undangannya kpd Bos Mafia dong. Kwkwkw😆



__ADS_2