
Penyihir yang seharusnya dimasukkan oleh Rocky terpaksa dibekukan, meskipun Harun tak yakin jika khasiat dari daun itu bisa bertahan lama.
Para remaja itu bergegas mengejar Pasha dan Rocky yang pergi meninggalkan kelompok.
"Pasha!" panggil Azumi yang melihat sosok Manticore kawannya sedang mengintai di balik pohon permen.
Pasha yang menyadari jika dirinya dipanggil langsung menoleh. Ia tampak senang dan segera terbang meninggalkan pohon permen.
"Kalian semua di sini," ucapnya seraya tetap terbang.
"Di mana Rocky?" tanya Tina cemas.
"Dia sedang duduk di tepi danau itu. Aku bingung bagaimana membuatnya tak marah lagi. Aku takut dia akan mengusirku," jawab Pasha terlihat sedih.
"Ayo, kita ajak Rocky kembali. Kami semua sudah berhasil hanya tinggal dia yang tersisa," sahut Gibson dan diangguki remaja asal Rusia itu.
Semua remaja yang menjadi makhluk Mitologi bersayap turun. Mereka berubah menjadi manusia lagi. Gibson merangkul lengan Pasha yang terlihat gugup saat mendekati Rocky yang duduk di batu permen.
Rocky terlihat kesal. Ia melempari air danau dengan kerikil permen. Namun siapa sangka, pemandangan indah di depan mata mereka temukan.
"Wah, cantik banget," ucap Jubaedah terkagum-kagum, tapi suaranya membuat Rocky langsung menoleh. Pemuda itu terkejut saat mendapati kawan-kawannya berkumpul di sekitar.
"Ka-kalian?" ucapnya sampai tergagap saat berdiri.
"Ayo. Tinggal kau saja yang belum menyelesaikan misi. Kami tak ingin meninggalkanmu. Maafkan, Pasha. Dia tak sengaja," terang Gibson.
Rocky menatap Pasha yang tertunduk terlihat bersalah. Mandarin dan lainnya mendekat mencoba memberikan pengertian pada Rocky.
"Boleh saja jika kau marah, tapi jangan seperti ini. Kita berada di tempat yang tak dikenal. Bagaimana jika kau bertemu bahaya dan sedang sendirian? Beruntung Pasha mengawasimu. Dia menjagamu selama ini dari atas langit dengan wujud Manticore-nya," ucap Nicolas.
Rocky terkejut karena tak mengetahui hal itu. "Kau selama ini mengikutiku?"
Pasha mengangguk. "Hanya saja, aku tak berani mendekat. Aku takut kau mengusirku. Sungguh, aku tak sengaja. Aku terpeleset," jawab Pasha mencoba membela diri.
Rocky diam sejenak, tapi pada akhirnya tersenyum. "Ya, tidak apa. Ayo selesaikan dan kita segera pergi dari sini. Walaupun jujur, aku menyukai tempat ini," ucap Rocky yang membuat semua anak tersenyum senang.
Saat mereka siap untuk pergi, Jubaedah malah berdiri di tepi danau. Rex yang telah berwujud naga bingung karena kekasihnya malah berdiri terpaku menatap air tersebut. Tiba-tiba, BYUR!
"JUBY!" panggil Rex lantang karena Jubaedah malah menceburkan diri.
Rex yang panik meminta kawan-kawannya yang telah duduk di punggungnya untuk segera turun. Rex segera berubah menjadi manusia dan berlari kencang menuju tepian.
"JUBY!" panggil Rex panik karena sosok Jubaedah tak terlihat.
"Aku akan menolongnya!" seru Timo dan Rangga ikut membantu.
Timo segera menceburkan diri di air biru tersebut. Rangga dengan sigap menggunakan topeng hadiah dari misi. Topeng itu membungkus kepalanya yang memiliki sisik ikan untuk ikut menyelamatkan.
Topeng ikan itu mampu membuat Rangga bernapas layaknya ikan ketika berenang di dalam air. Namun, tak merubah dirinya seperti ikan layaknya Timo.
"Woah! Hadiah yang kudapat ini sungguh keren!" ucap Rangga kagum saat ia tak menyangka bisa bicara dan tetap bernapas dalam air setelah menggunakan topeng yang menutup kepalanya itu.
"Rangga!" panggil Timo yang berhasil mendapati sosok Jubaedah di dasar danau.
Rangga segera berenang dengan menggerakkan dua kakinya. Ia membantu mendorong Jubaedah yang dibawa berenang ke permukaan.
SPLASH!
__ADS_1
"JUBY!" panggil Rex panik saat melihat kekasihnya basah kuyup dan tak sadarkan diri.
Jubaedah digeletakkan di atas pasir seperti bubuk cokelat. Rex mencoba menyadarkannya, tapi Jubaedah masih memejamkan mata.
"Aku bantu," ucap Gibson langsung berjongkok di samping Jubaedah untuk melakukan pertolongan.
Namun, Rex terkejut saat melihat Gibson menekan dada kekasihnya dan malah menciumnya. Saat Rex akan kembali mengamuk, Rangga langsung memegangi pundaknya.
"Itu CPR. Yang biasa dilakukan oleh petugas medis ketika menolong korban yang tenggelam. Jangan berburuk sangka," ucap Rangga menjelaskan.
Rex langsung terdiam. Meskipun ia tahu maksud Gibson ingin menolong kekasihnya, tapi proses itu membuatnya kesal. Ia menduga, ciuman pertama Jubaedah sudah direnggut oleh Gibson.
"Uhuk! Uhuk!"
Jubaedah akhirnya sadar dengan memuntahkan air yang ia telan. Rex terlihat senang dan segera mendekat.
Gibson segera menyingkir. Ia sepertinya tahu dan tak ingin membuat masalah dengan teman lelakinya yang mudah cemburu itu.
"Jangan dekat-dekat. Nanti kau juga dipanggil pangeran olehnya," bisik Lazarus, dan Gibson mengangguk setuju.
Anak-anak lainnya memberikan waktu bagi Jubaedah untuk menenangkan diri di mana ia kini sudah sadar sepenuhnya dan bisa duduk.
"Juby, kamu gak papa?" tanya Rex cemas seraya mengusap kepala kekasihnya yang basah.
Jubaedah menatap Rex lekat yang terlihat mengkhawatirkannya. Namun tiba-tiba, PLAK!
"Agh!"
"Dasar dinosaurus ngeselin!" pekiknya sebal yang ternyata sudah sembuh dari penyakit lupa ingatan.
"Juby? Kamu udah ingat?" tanya Tina ikut senang.
"Ah, dia sudah kembali!" seru Azumi ikut senang.
Rex memeluk Jubaedah erat terlihat begitu senang. Jubaedah terkejut, tapi wajahnya bersemu merah.
Lazarus lega karena akhirnya kawan perempuannya itu tak lagi mengekor padanya, meski pemuda itu juga terlihat senang saat Jubaedah bersamanya.
"Maafin Rex ya. Rex janji gak bakal kasar lagi. Juby mau 'kan maafin Rex," ucap Rex memelas.
"Awas gitu lagi. Tar Juby aduin ke papi Eko biar kamu disunat sampai abis!" ancamnya menunjuk.
Rex langsung bungkam dengan wajah pucat. Jubaedah minta dibangunkan dan Rex dengan sigap membantunya.
"Kita di mana?" tanya Jubaedah terheran-heran.
"Entahlah, tapi tempat ini bagus. Selain itu, kenapa kamu bisa nyebur ke danau itu? Aneh sumpah," tanya Bara menatap Jubaedah lekat.
"He? Aku nyebur ke danau? Masa sih?" tanyanya bingung, tapi semua anak mengangguk membenarkan. "Entah, gak inget," jawabnya.
"Sudah. Yang terpenting kita semua sudah berkumpul dan tak ada yang terluka. Ayo, kita harus segera kembali. Aku khawatir khasiat dari daun es itu tak berlangsung lama," tegas Gibson dan diangguki semua anak.
Rex kembali berubah menjadi naga termasuk kawan-kawan lainnya yang bisa berubah wujud dengan kemampuan terbang.
Saat mereka sudah hampir tiba, anak-anak itu terkejut ketika mendapati sekumpulan makhluk berbulu berkumpul di sekitar tabung dan penyihir terakhir.
"Oh! Itu anak buahmu!" seru Laika menunjuk dari punggung Griffin Czar.
"Ya! Kau benar!" ucap Harun senang lalu melambaikan tangan.
__ADS_1
Namun, sosok Mitologi para remaja itu membuat para makhluk berbulu tersebut panik dan malah berhambur pergi.
"Hei! Hei!" panggil Harun saat ia sudah menggunakan jubah bulunya, tapi sayangnya, monster-monster lucu itu sudah kabur pergi meninggalkan wilayah tersebut. "Haruskah kupanggil dengan terompet ini?" tanya Harun meminta pendapat.
"Sepertinya tak usah. Biarkan saja," jawab Gibson seraya mendekati penyihir yang terbujur kaku di samping tabung.
"Rocky! Ayo, cepat!" panggil Boas yang akan ikut membantu mengangkat penyihir itu.
Rocky dengan sigap turun dari tubuh Manticore Pasha. Namun kali ini, Ryan yang akan membantu karena dirasa wujud Pohon Ajaibnya lebih aman.
Khawatir, jika kejadian serupa terulang dan membuat Rocky gagal mendapatkan hadiahnya.
"Masukkan, Rocky!" seru Kenta semangat yang menunggu di samping tabung.
BRUKK!!
"Selamat! Kau berhasil menyelesaikan misi level 3, Rocky. Dapatkan hadiahmu dan segeralah menuju ke portal untuk melanjutkan misi level 4," ucap Kenta yang membuat semua orang langsung terkejut.
Rocky diturunkan perlahan oleh tubuh pohon Ryan. Pemuda itu mengambil hadiahnya yang ternyata bukan sebuah botol. Semua anak penasaran.
"Bukankah itu jam pasir?" tanya Mandarin seraya mendekat. Anak-anak mengangguk membenarkan.
"Lihat! Ada instruksinya!" seru Peter menunjuk. Semua anak kini terlihat fokus membaca tulisan pada dinding tabung. "Kau bisa menghentikan waktu saat pasir hitam mulai bergerak turun. Putar bagian penutup lalu balikkan jam pasir tersebut. Lamanya kau bisa menghentikan waktu, hanya sampai pasir habis di tabung atas," ucap Peter membacakan.
"Woah! Itu keren!" seru Vadim sampai matanya melotot lebar.
"Bisakah kucoba?" tanya Rocky penasaran.
Anak-anak mengangguk setuju, tapi Gibson langsung memegang tangan Rocky erat saat ia akan memutar tutup.
"Jangan. Kita harus menghemat waktu. Sudah cukup lama kita di planet ini. Kau bisa mencobanya saat waktu tidur di misi selanjutnya. Kau bisa menahan diri 'kan, Rocky?" tanya Gibson menatap kawannya itu lekat.
Rocky mengangguk terlihat takut. Entah kenapa, setiap perintah Gibson tak ada yang bisa membantahnya.
Rocky memasukkan benda itu ke tas yang dibawa oleh Azumi karena sebagian dari mereka telah kehilangan tasnya ketika menjalankan misi.
Saat anak-anak siap untuk memasuki portal yang terbuka, Vadim dan Pasha masih sibuk mengambil beberapa permen di sekitar lalu dimasukkan dalam kantong plastik.
"Tunggu! Untuk persediaan! Permen-permen ini obat yang mujarab!" seru Vadim yang bergegas mengambil permen-permen itu.
Anak-anak lainnya terkekeh, tapi membenarkan aktifitas dua remaja gemuk itu. Setelah dirasa cukup, keduanya mendekat untuk siap berpetualang kembali.
"Kalian siap?!"
"Yeah!" jawab anak-anak serempak di depan pemimpin mereka, Gibson.
"Ayo!" seru Gibson lantang dan segera memasuki portal menuju ke misi level 4 dengan langkah mantap.
***
ILUSTRASI
SOURCE : GOOGLE
Uhuy tengkiyuw tipsnya. Lele padamu❤️ Yang lain jangan lupa absen tips koinnya ya. Kwkwkwkw😆
__ADS_1