
Mereka bicara dalam bahasa Mitologi. Terjemahan.
"Czar!" panggil Gibson panik karena remaja asal Rusia itu nekat untuk menyerang Satyr tersebut.
"Eaakkk!" lengking Czar dalam wujud Griffin saat terbang dengan cepat mengarahkan kedua cakar elangnya, siap untuk menangkap tubuh Satyr tersebut.
Namun, "Hahahaha!" tawa sang lawan saat ia dengan sigap memainkan serulingnya.
Alunan musik dari seruling itu seperti membuat kejutan sendiri tanpa makhluk bertanduk tersebut melakukan gerakan tajam melawan.
"Eaakkk!"
BRUKK!! SRAKK!
"Czar!" panggil Rex dalam wujud manusia yang ternyata tak terkena dampak dari nada tersembunyi di balik musik tersebut.
Sedang kawan-kawannya yang berwujud Mitologi seperti mengalami petaka dari musik yang terdengar indah itu.
"Harrghhh!" erang makhluk-makhluk mitologi seraya memegangi telinga mereka dengan raungan kesakitan.
"Kalian kenapa?" tanya Kenta bingung karena semua teman-temannya menggelepar di tanah.
"Jangan-jangan, musik pada seruling itu yang membuat mereka sakit!" sahut Timo yang kini berjongkok di samping Rangga.
"Kalau begitu, berubahlah menjadi manusia!" titah Rex.
"Cepat berubah sebelum rasa sakit itu membunuh kalian!" seru Timo panik.
Segera, satu per satu para makhluk mitologi itu berubah menjadi manusia. Benar saja, dampak dari alunan musik yang dimainkan Satyr tersebut membuat mereka tak merasakan sakit lagi di telinga.
"Kalian? Hargh! Kalian bersekutu dengan Oag! Penipu!" seru Satyr tersebut marah dan langsung berlari kencang, siap untuk menyerang Czar yang telah berubah menjadi manusia dengan telinga berdarah keluar dari lubang.
"Czar!" teriak Azumi saat melihat makhluk berkaki kambing itu melompat dan siap menusuk menggunakan ujung serulingnya yang tajam.
Namun, DUAKK!! BRUKK!!
"Arrghh!" erang Satyr tersebut ketika ia terkena lemparan batu dari samping sehingga jatuh tersungkur di tanah.
"Bagus, Bara! Teman-teman! Lempari dia!" seru Timo yang dengan sigap membantu Ryan untuk segera bangun.
Anak-anak yang terluka dengan telinga berdarah mengabaikan luka mereka. Batu-batu yang ditemukan di sekitar segera dipungut dan digunakan untuk melempar makhluk berkuku tajam itu.
Satyr tersebut kewalahan tak bisa melawan. Ia dikepung dari berbagai sudut sehingga tak bisa kabur. Makhluk itu meronta dan pada akhirnya ambruk seraya meringkuk.
"Hei, hei, hentikan! Dia ... dia sepertinya menangis," pinta Azumi saat akan melemparkan sebuah batu pada makhluk malang itu, tapi ia urungkan niat tersebut.
__ADS_1
Semua anak langsung menghentikan aksinya. Benar saja, makhluk itu menangis. Tubuhnya bergetar dengan beberapa luka karena lemparan batu. Anak-anak iba padanya.
"Ma-maaf jika kami kasar padamu, Tuan Satyr. Hanya saja kami— Aaaaa!" teriak Azumi histeris saat rasa ibanya dimanfaatkan oleh hewan licik itu untuk menyerang ketika gadis Jepang tersebut perlahan mendekatinya.
"Hahahaha! Manusia bodoh!" seru Satyr itu ketika tiba-tiba saja bangun dan bersiap untuk mencekik Azumi. Namun, "Harrghhh!" erang Satyr tersebut saat tubuhnya terangkat dan membuat serulingnya terjatuh.
Semua anak tertegun karena Ryan berubah kembali menjadi Tuan Pohon dan mencengkeram leher makhluk itu hingga Satyr tersebut tak berkutik.
"Yeah! Bagus, Ryan! Kau mendengarkan penjelasanku jika mereka licik!" seru Vadim senang.
Tanpa basa-basi, Ryan berjalan dalam wujud besarnya keluar dari penjara yang mirip tanah lapang tersebut. Semua anak tampak bangga atas sikap Ryan yang cekatan.
Satyr itu meraung-raung mencoba melepaskan genggaman tangan besar kayu tersebut di leher dengan mencakarnya, tapi Ryan memeganginya dengan kuat.
Semua anak bergegas mengikuti Tuan Pohon untuk menemui sosok hitam di luar penjara. Czar mengambil seruling Satyr tersebut dan menyimpannya entah tujuan apa dibalik aksinya itu, tapi Azumi melihatnya.
Gadis itu memilih diam karena merasa jika hati Czar masih diliputi dendam dan amarah atas perginya Laika yang kali ini tak bisa diselamatkan seperti misi sebelumnya.
Sosok hitam itu seperti menyadari kedatangan Ryan dan kawan-kawannya yang berjalan bergerombol mendatanginya.
Ryan berdiri tegap tak terlihat takut dengan Satyr ia genggam kuat dengan dua tangannya agar tak kabur.
Sosok yang membawa tongkat dengan ujung sabit tajam, melayang mendatangi Satyr tersebut.
Terlihat, makhluk bertanduk itu seperti ketakutan. Tubuhnya gemetar saat wajah tak terlihat dari sosok hitam itu seperti menatapnya lekat.
Semua anak tampak tegang karena sosok itu tak terlihat seperti ingin memenggal kepalanya atau melakukan hal buruk lainnya.
Hingga tiba-tiba, "Agg ... aggg!"
"Oh my God!" pekik Mandarin langsung melangkah mundur ketika melihat sosok hitam itu ternyata menyedot ruh dari Satyr tersebut dan terhisap ke dalam wajahnya.
Seperti ada asap yang keluar dari tubuh Satyr tersebut. Asap yang berbentuk seperti sosok Satyr yang terkena embusan angin, perlahan bergerak masuk ke balik kerudung hitam sosok hitam itu.
Mata semua anak terbelalak dengan tubuh mematung melihat hal mengerikan tersebut. Ryan bahkan tak bisa melepaskan genggaman tangannya karena sosok itu ikut memegang tangan kayu besarnya seperti menahan agar tak melepaskan buruannya.
"Di-dia mengering!" pekik Nicolas sampai pucat saat tubuh makhluk setengah manusia setengah kambing tersebut hanya tersisa kulit yang melapisi tulangnya saja.
BRUKK!!
"Hah! Hah!" engah Ryan saat sosok hitam itu melepaskan tangan kayunya hingga Satyr tersebut jatuh.
Satyr tersebut tewas dengan tubuh mengering layaknya mumi. Namun, tanduknya masih terlihat perkasa berikut bulu kambing di tubuh bagian bawahnya.
Praktis, bulu kuduk semua anak meremang. Mereka membayangkan jiwa mereka disedot oleh sosok hitam tersebut entah siapa dia sebenarnya.
__ADS_1
Sosok hitam itu kembali berdiri tegap dan terbang melayang menjauh dari Ryan. Ia seperti mengusap wajahnya yang tak terlihat dibalik kerudung dengan tangannya seolah berkata, "Aku sudah kenyang dan puas."
"Ka-kau ... kau sebenarnya makhluk apa?" tanya Ryan tergagap.
"Aku adalah penghisap jiwa," jawab sosok itu tenang. Semua anak terkejut dan kembali pucat. "Ryan. Kau berhasil menyelesaikan misi level 7. Selamat."
"Woah! Benarkah? Kau tak akan memenggal kepalaku? Hahaha! Hore! Aku berhasil!" seru Ryan senang dengan wujud Tuan Pohon.
"Yeah! Kau hebat, Ryan!" puji Lazarus bertepuk tangan.
Semua anak segera menghampirinya dengan penuh suka cita seraya memberikan selamat. Ryan terlihat senang dengan wujud Tuan Pohon yang tiba-tiba saja, tumbuh kuncup daun serta bunga di sekitar dahannya.
"Wah, Ryan! Lihatlah tubuhmu! Kau dipenuhi bunga!" seru Boas menunjuk dengan wajah berbinar.
Ryan tak pernah tahu hal itu, tapi ia terlihat senang. Bunga-bunga kecil bermekaran dan anak-anak itu tak segan mencabutnya. Ryan hanya tertawa.
Anak-anak kembali masuk ke dalam penjara untuk segera mencari makhluk lain sesuai instruksi misi agar level 7 segera diselesaikan.
Akan tetapi, "Czar. Serahkan benda itu," pinta sosok hitam itu seraya melayang mendekat.
Praktis, langkah semua anak terhenti. Czar masih memunggungi sosok itu dengan wajah tertunduk.
"Memangnya ... kau membawa benda apa?" tanya Rangga bingung menatap kawannya lekat.
"Aku juga tak tahu," jawab Czar berlagak bodoh. Tiba-tiba saja, "Hah?!" pekik Czar dengan mata melotot saat sosok hitam itu memegang kepalanya.
Semua anak terkejut ketika Czar berdiri mematung, tetapi wajahnya tegang. Matanya terbelalak lebar seperti terkejut akan sesuatu.
"C-Czar?" panggil Kenta gugup.
BRUKK!
"Hah! Hah! Hah!" engah Czar yang jatuh berlutut di atas tanah dengan tubuh berkeringat.
Azumi dengan sigap mengambil seruling Satyr dari dalam tas remaja Rusia itu lalu menyerahkan pada sosok hitam tersebut.
"Kau pasti meminta ini 'kan? Ambilah," ucap Azumi dengan wajah serius.
Sosok itu menerima seruling tersebut lalu memasukkan dalam jubah hitamnya. Kenta segera membantu Czar berdiri yang tampak ketakutan karena tubuhnya gemetaran.
Semua anak bingung, tapi memilih untuk diam dan segera masuk kembali dalam penjara. Mereka melihat Czar yang hanya tertunduk seperti mengalami hal buruk usai sosok hitam itu memegang kepalanya.
"Pasti hal yang mengerikan. Lihatlah, Czar. Dia sampai pucat begitu," bisik Vadim, dan Lazarus mengangguk pelan membenarkan seraya melirik kawan Rusia-nya tersebut.
***
__ADS_1
makasih tipsnya diriku❤️selamat libur semua. lele padamu💋 jangan lupa like audio book vesper ya. udh lele lanjut lagi dubbingannya😁