OB MILIK CEO

OB MILIK CEO
BAB 103 : SUASANA BARU


__ADS_3

Hari baru, bulan baru, tentu dengan suasana yang baru pula. Untuk status Muna yang baru saja di publikasikan sebagai OB milik CEO oleh Kevin malam minggu lalu.


Muna mungkin menyesal tidak menerima tawaran Kevin untuk berhenti saja bekerja kemarin. Muna tidak menyangka berbagai respon yang ia terima saat berada di perusahaan Mahesa.


Mulai dari senyum ramah, dan sapaan selamat pagi juga tundukan kepala yang sangat terlihat terbungkuk hampir mengenai perut.


Sampai tawaran sarapan pagi bareng di kantin 15 oleh orang-orang yang sebelumnya Muna tidak kenal pun bermunculan, seolah telah kenal lama padanya. SKSD.


Sebegitu kuatnya pengaruh perubahan status itu. Yang sebelumnya ia hanya seorang OB, yang jangankan dengan kedua mata, dengan sebelah mata pun. Sebagian orang tak sudi melihatnya karena status bagian kerjanya hanyalah seorang OB disana.


Muna berusaha tersenyum saat orang menyapanya, tetapi ia agak risih saat orang-orang tersebut menunduk memberinya hormat yang baginya sangat berlebihan.


Muna bahkan sudah menepis tangan yang tersampir di bahunya tanpa melihat tangan siapa yang sudah dengan percaya diri meletakan tanpa ijin di sana.


"Adeeee....deeeh Mae.!!!" Suara itu milik Kevin. Yah, siapa lagi yang berani melakukan itu pada Muna selain Kevin. Seramah-ramahnya para karyawan di sana yang menaruh hormat pada status barunya, tentu tidak berani sampai meletakkan tangan di bahu itu.


"Abaaang. Malu di liat orang." Bisik Muna tidak jauh dari telinga Kevin.


Kevin tidak peduli, kini ia bahkan memegang kedua tangannya pada pundak Muna, melangkah seolah mendorong bagai anak kecil bermain ular naga panjangnya pada Muna, agar mereka segera masuk ke dalam lift.


"Pakai lift berikutnya saja." Pinta Kevin pada beberapa karyawan yang juga sudah mulai berdiri di depan pintu lift tersebut.


Sehingga kini hanya dia dan Muna yang berada alam kotak persegi empat itu, mengantar mereka ke lantai 37.


"Tumben abang datangnye pagi bener hari ini?"


"Iya ... hariku makin kacau Mae."


"Ngapee?"


"Selalu rindu kamu, sayang." Tubuh Kevin sudah mulai deket -deket saja ingin memeluk Muna.


"Sekali gombal ya tetep aje gombal."


"Ga usah bohong, Mae juga rindu abang kan. Aduh ... papi 2 minggu lagi baru pulang Mae. Berarti 2 minggu lagi dong abang harus bersabar halalin Mae." Kevin masih berceloteh saat mereka masih di dalam lift.


"Katenye mau siapkan acara yang besar-besaran. Ape sempet kalo waktunye cuma 2 minggu?"


"Urusan waktu itu gampang sayang. Biasanya yang bikin lama itu ngumpulin duit buat bikin acaranya biar wah."


"Jadi ntar begitu papinya abang dateng kite langsung nikah gitu?"


"Iya. Abang kagak tahan lama-lama. He...he. Pas papi datang, kita akad. Resepsinya yang besar-bwsaran kita laksanakan kemudian. Yang pasti kita halal dulu saja. " Jawab Kevin sambil meremas tangan Muna.


"Ngape kagak sekalian sekarang aje kite nikah siri, kalo cuma mau halal?" pancing Muna.

__ADS_1


"Ya ga gitu juga kali sayang." Kini Kevin sudah menarik tangan Muna, mereka berjalan menuju ruangannya.


"Eh... ngapain Muna di bawa kemari...?" tanya Muna yang mulai di hinggapi perasaan curiga dan was-was. Masih takut, jika saja Kevin akan bertindak mesum.


"Mae... mulai sekarang ga usah bersih-bersih. Cukup duduk di sini, ke pantry buatkan abang kopi dan masak kalo abang mau makan saja." Jawabnya sambil mendudukan Muna di atas sofa di sana


"Iiih abang... ga asyik aah. Lantai 37 siapa yang bersihin?"


"Ga usah Mae pikir. Itu Ferdy yang atur." Muna manyun sendiri mendengar pengaturan calon suaminya.


"Lagian kamu lupa. Kontrak kerjamu sudah selesai bulan kemarin. Mae ga ada buat perpanjangan SK kan sama Ferdy?"


Muna menggeleg, dalam hati membenarkan yang di sampaikan oleh Kevin.


"Abang... Muna buatkan kopi ya."


"Okeeeh."


"Sarapannye...?"


"Ga usah repot-repot. Bibir Mae saja sudah bikin abang kenyang, asal yang lamaan, boleh sayang?"


"Mesum ... ya mesum. Tak mudah terkikis waktu." ujar Muna yang sudah melangkah ke luar ruangan Kevin. Dengan senyum yang tercetak setelah meledek Kevin.


Tok


Tok


Tok


Muna mengetuk pintu ruangan Kevin saat sudah berada di depan pintu.


"Masuk." Suara Kevin terdengar menjawab dari dalam ruangannya.


Muna langsung masuk ke ruangan Kevin yang ternyata ada Bara juga di dalam sana.


"Permisi, maaf ganggu. Mau antar sarapan." Ujar Muna sopan.


"Waah... tadi abang cuma pesan kopi, kok ada bonus burger juga Mae." Celetuk Kevin saat melihat nampan yang isinya tidak hanya kopi itu.


"Iye kebetulann bahannye ade di pantry. Abang belom sarapan pan...? dari pade abang mau sarapan dengan menu yang tadi, entuh kagak bakalan Muna kasih juga kagak buat kenyang, abang." Kekeh Muna sambil melirik ke arah Bara.


"Pak Bara, mau Muna buatkan burger juga...?"


"Mae...!!!" hardik Kevin.

__ADS_1


"Tidak. Saya suda sarpan di rumah Mun. Terima Kasih." Bara tanggap dan memang harus akan selalu sering melihat bosnya ini dekat dengan Muna.


Muna hanya menyampir senyumnya pada Bara dan sedikit mengangkat alisnya ke arah Kevin seolah mengejek ekspresi itu,


Muna segera pamit untuk nongkrong dipantry saja, walau Kevin mungkin sudah menugaskan seseorang untuk megganti pekerjaannya, Muna tetap berharap bisa bekerja dengan normal seperti biasa sampai hari H nantinya.


Di depan ruangan itu, Muna berpapasan dengan Koco, Aisyah dan Ferdy di sana.


"Hai Muna. Apa Kevin sudah bilang padamu. Jika kamu sudah tidak mendapat pembagian tugas sebagao OB di lantai 37...?" Sapa Ferdy.


"Iye pak Ferdy. Pak bos bilangnya gitu, Muna jadi sedih." Curhat Muna pada Ferdy.


"Haha... calon Nyonya Kevin jangan membantah, nikmati saja sisa-sisa masa lajangmu. Pekerjaan mu di sini akan di gantikan oleh Koco. Sebab, Kevin minta OB di lantai sini yang cowok saja." Terang Ferdy tanpa diminta.


"Hmm... selamat bekerja di lantai 37 kembali Co Koco." Koco hanya mengangguk segan.


"Haii Aisyaah, senangnye bisa ketemu lu lagi di mari, ape kabar Syah...?" Muna bersuara dengan riang karena dapat bertemu kebali dengan Aisyah, wanita soleha yang baik hati juga cantik.


"Kabar baik tentunya Mun. Ga nyangka 6 bulan lalu ketemu kamu sebagai OB baru, hari ini statusmu sudah jadi calon nyonya CEO. Selamat ya Muna."


"Hiihiiii.... biasa aja Aisyah." Jawab Muna cengegesan.


"Muna... kami ke dalam dulu ya.. rapat intern niih." Pamit Ferdy pada Muna. Yang kemudian mereka pun masuk kedalam ruangan Kevin.


Muna sudah tidak sebagai OB hari itu, tapi entahlah jiwa babu-nya selalu meronta untuk ingin turun tangan bekerja membersihkan apa saja yang bisa ia kerjakan. Seperti kebiasaannya setiap hari, sebab Muna memang tak pandai berpangku tangan saja.


Bersambung...


Huumm.... insyaallah


Aisyah jodohnya Bara ye readers


Apakah perlu nyak buatkan juga nanti ekstra partnya buat kisah cinta mereka?


Soalnye kalo KeMun dah nikah


Mungkin novel ini bakalan end🤔


Tapi... nyak susah pisah ame kalian🤭


Lopeeh buay semua


❤️


__ADS_1


__ADS_2