
Riuh rendah para hadirin membuncah, membelah kesunyian setelah pak Bondan berbicara di atas panggung di sana.
Hingga pembawa acara tetap meminta pak Bondan tetap berada di atas panggung untuk menerima sambutan dan cindra mata sebagai kenang-kenangan untuk pak Bondan sang pegawai kesayangan CEO.
"Ungkapan terima kasih, pesan dan nasehat dari pak Bondan selaku pegawai senior telah kita sama sama kita dengarkan. Sekarang, tibalah saatnya untuk kita dengarkan bersama sambutan dan penyerahan cindra mata, langsung dari sang pemilik perusahaan. Kepada pak Kevin Sebastian Mahesa, di silahkan menuju panggung." Suara MC terdengar menggelegar saat menyebut nama pria yang sedari tadi hilir mudik menari-nari di kepala Muna.
Jangan tanya bagaimana suasana hati Muna sekarang, bahkan riuhnya melebihi dari sorak sorai tepuk tangan penyambutan saat Kevin kini benar berada di atas panggung tersebut yang keluar dari balik panggung.
Muna keki di buatnya, tak menyangka jika kekasih hati ternyata berada di tempat yang sama dengannya.
Kevin langsung dapat melihat dari kejauhan gadisnya, yang duduk di deretan depan, paling bersinar di matanya dari jejeran orang-orang yang duduk di sana.
Kevin menyambut mikropon yang di serahkan padanya. Dan segera menyampaikan sepatah dua patah kata untukpak Biondan, di lanjutkan penyerahan bingkisan. Yaitu sebuah mobil yang kuncinya secara simbolis, ia serahkan malam itu pada pegawai kesayangannya tersebut.
Peluk haru tentu terasa kental di sana, betapa Kevin sungguh kehilangan sosok seorang panutan untuknya selama ini. Pak Bondan justru lebih dia anggap seperti ayah sendiri, yang selalu tegas dalam membimbingnya, bekerja.
"Selamat menikmati masa purna untuk pak Bondan, jangan lupa main-main ke kantor dengan mobil barunya." Kelakar Kevin di atas panggung saat menghantar pak Bondan kembali ke tempat duduknya.
Kevin masih dalam posisi berdirinya di atas panggung, tampak masih ingin menyampaikan sambutannya.
"Mohon ijin untuk waktu dan perhatiannya. Pada kesempatan malam ini, selain perpisahan dengan pa Bondang. Saya juga memiliki agenda pribadi yang saya perlu umumkan di sini."
"Untuk hal ini, sama meminta dengan hormat kepada Muna Hidayatullah untuk dapat menemani saya di atas panggung." Ungkap Kevin yang segera menjentikkan jarinya pada pemain musik yang siap sedia menunggu aba-aba.
Prety sudah mulai berdiri mengajak dan menggiring Muna untuk naik ke atas panggung. Lampu sorot di buat sedemikian rupa demi untuk mengantarkan Muna berdiri berdampingan dengan Kevin.
Jadilah pasangan hidupku
Jadilah ibu dari anak-anakku
Membuka mata dan tertidur di sampingku
Aku tak main-main
Seperti lelaki yang lain
Satu yang kutahu
Kuingin melamarmu
Aku tak setampan Don Juan
__ADS_1
Tak ada yang lebih dari cintaku
Tapi saat ini 'ku tak ragu
'Ku sungguh memintamu
Sontak lirik lagu dari Badai dengan judul MELAMARMU. Menyeruak sempurna mengisi seluruh indera dengar para hadirin yang berada dalam acara tersebut.
Muna hanya tau pergerakan mengayunkan kakinya, tapi tak merasa berpijak di atas bumi. Belum selesai keterkejutannya akan hadirnya Kevin pada malam itu, kini justru ia telah berdiri sempurna dengan bantuan Prety di atas panggung bahkan dengn iringan lagu teromantis yang tidak pernah terpikirkan olehnya.
Kevin segera meraih tangan kanan Muna untuk di apitnya pada belikat tangan kirinya.
"Mungkin beberapa waktu lalu perusahaan pernah di hebohkan dengan selentingan isu tentang kedekatan saya dan Muna sang OB. Dengan segala apapun asumsi kalian semua. Tetapi pada malam ini perlu saya tegaskan bahwa Muna adalah OB milik CEO." Kevin mengecuk lembut punggung tangan Muna.
Tepuk tangan bergemuruh bagai gempa berskala ricther, dari semua yang hadir. Entah sungguh senang apakah bercampur dengan tidak senang.
Kevin tidak peduli. Baginya malam itu adalah moment terbaik untuknya melamar sang gadis pujaan.
"Muna bagiku adalah bulan. Sang penguasa malam yang tanpa cela dan sangat sempurna menyinari dalam gelap. Sama seperti yang ia lakukan pada hatiku, menerangi di sisi gelap hidupku. Bahkan berangsur menarikku ke jalan yang layak untuk di jalani. Ia adalah jembatan menuju kebenaran yang nyata." Suasana tiba-tiba terhenyak sepi, terpasung dan terhipnotis dengan kata-kata seorang Kevin yang terkenal arogan, dingin dan pelit bicara.
"Muna Hidayatullah, dengan penuh kesadaran. Malam ini, aku sungguh memintamu, menjadi istriku, menjadi ibu dari anak-anakku, menjadikan mu satu-satunya tempat pulang ternyaman yang selalu aku rindukan. Tolong, berikan kesempatan untukku menjadi pria terbahagia, saat kau menerimaku." Tubuh Kevin sudah menghadap Muna dengan sebuah kotak beluru berwarna navy.
Muna masih speeclesh. hanya sanggup berdiri mematung, tergugu akan kejadian malam ini. Ini di luar ekspektasinya. Nalarnya tak sanggup berpikir, ribuan bahkan jutaan kupu-kupu seolah beterbangan memenuhi kepalanya, bahagia menyerang Muna dengan tiba-tiba. Sungguh Kevin pria teromantis yang sangat sempurna mencintainya. Apakah ada alasan untuk Muna menolak lamaran penuh kejutan ini. Bahkan baru semalam ia meminta petunjuk siapakah gerangan pria yang ingin Tuhan nyatakan sebagai jodohnya.
"Terima.... terima... terima." Lagi riuh suara hadirin bagai yel-yel dukungan pada lamaran Kevin malam itu.
Kevin mengerlingkan matanya dan menaik turunkan alisnya meminta jawaban dari Muna.
"Bismilahirahmanirahim, Muna yess bang." Jawab Muna dengan suara sedikit bergetar.
Kevin langsung membuka kotak tadi, dan memasangkan cincin kejari manis sebelah kiri Muna.
Bara sudah dengan sigap mengambil kotak kosong di tangan Kevin, tanpa menunggu perintah.
"Cium...cium... cium." Lagi. Mungkin MC itu sudah di bayar mahal oleh Kevin sehingga sangat berhasil mengajak para hadirin ikut memanaskan suasana romantis di atas panggung.
Muna dan Kevin bertatapan. Kemudian Kevin mendekatkan dirinya, mencondong melengkung seolah memeluk tubuh wanita kesayangannya.
Mengarah pada telinga Muna lalu berkata : "Boleh dimana...?" bisik Kevin tanpa mikropon ke arah telinga Muna, Kevin tetap ingat untuk meminta ijin pada gadisnya.
"Jidat aje bang." Jawab Muna pelan, masih di area Kuping Kevin. Memberi kesan seolah mereka tengah berpeluk mesra di sana.
__ADS_1
Sontak bibir Kevin sudah nemplok lama di kening Muna, dengan tangan yang masih melingkar di pinggang Muna.
"Udahan bang... malu di liat orang." Bisik Muna yang sudah menerobos tangannya ke dalam jas Kevin, mencubit pinggang pria kesayanganya agar melepas kecupan itu.
Kevin segera mengakhiri kecupan sayangnya itu. Menghadap Pada hadirin kembali.
"Terima kasih telah menjadi saksi lamaran ini. Mohon dukungan doa untuk rencana kami kedepan menuju halal. Selamat menikmati pesta selanjutnya." Ucap Kevin yang beringsut meninggalkan panggung, dengan tanpa melepas genggamannya dengan tangan Muna.
Tidak ada kata-kata yang bisa Muna sampaikan pada Kevin saat itu, sebab kemudian mereka tampak asyik mengobrol dan menikmti semua hidangan yang tersedia dalam acara tersebut.
Sang penujuk waktu telah mengarah pada angka 11 malam. Cita-cita dan harapan Muna untuk menaiki yacth yang terikat pada dermaga itu kesampaian.
Beberapa tamu ada yang pulang, ada yang memilih tetap bertahan, ada pula yang telah memilih memasuki area kapal pesiar yang memang sudah di siapkan. Bagi siapa saja yang ingin menaikinya.
Dan Kevin sudah mengajak Muna menaiki kapal pesiar mewah yang memang tidak di gunakan berlayar. Hanya untuk di naiki demi mendapatkan suasana romantis di atas kapal tersebut.
"Bara..." panggil Kevin pada Bara.
"Siap pak." Jawabnya siaga.
"Tempat yang ku pesan sudah siap?"
"Siap sudah pak, silahkan." Jawabnya penuh hormat dan menyilahkan Kevin dan Muna menaiki kapal tersebut. Dengan segala kecambuk rasa yang nano-nano tentunya.
Muna dan Kevin sekarang berada di atas deck kapal pesiar. Terdapat tempat yang nyaman untu mereka duduk berdua menikmati pemandangan di tempat tertinggi kapal tersebut.
Kini keduanya hanya beratapkan langit malam, menikmati indahnya pancaran sinar bulan yang seolah bercengkrama dengan bintang bertaburan di angkasa raya. Sekedar duduk bersandar dengan posisi rapat berpelukan, membayar rindu yang sempat meluap di antara keduanya.
Bersambung...
Yang ga suka part ini skip yaak
πππ
Bagi yang suka nyak tunggu sesajennya.
lopeh buat semua
β€οΈβ€οΈβ€οΈ
__ADS_1