OB MILIK CEO

OB MILIK CEO
BAB 209 : PROMO ATAU NGEFEK


__ADS_3

Keadaan hingar bingar rumah tangga itu mendadak hening, saat Kevin menunjukan ponselnya pada Muna.


"Jadi besok lusa abang pergi nih?" tanya Muna agak nyaring dan tentu tertangkap oleh indera dengar semua yang ada di tengah rumah itu.


"Ngape Mun?" tanya babe kepo.


"Nih papap Aydan dapat tugas ke Singapura be." Jawab Muna agak lesu.


"Beli jengkol di pasar baru,


Paling bagus di toko Egi.


Haha... kalian baru ketemu,


Eh, udah harus pisah lagi."


Kekeh babe mengeluarkan pantunnya.


"Iya niih kerjaan, ga tau apa Kevin mau pengantin baruan lagi." Tawa Kevin garing.


"Segala pengantin baru... basi iya kalian tuuh." olok babe sambil terkekeh.


"Jangan kaya orang susah Vin. Ajak Ay dong, hitung-hitung berquality time demgan anak dan istri." Saran abah Dadang.


Kevin menoleh ke arah Muna.


"Gimana Mae... mau ikut?"


"Mau ikut?? Ngajak ga sih?"


"Iya... ikut yuuks." ucap Kevin lebih lembut.


"Apa ga ganggu?"


"Ganggu gimana? Seneng lagi kalo ada istri yang menemani, ada Ay juga. Iih tambah semangat papap nak." cubit Kevin pada pipi Ay, gemes.


"Papap papap." Celoteh Aydan seolah tau Kevin sedang mengajaknya berkomunikasi.


"Ya udah... kalo boleh. Oke."


"Nyak babe mau ikut sekalian?" tawar Kevin.


"Ogah ah... yang ada kami ganggu pengantin basi ntar." Jawab Nyak memonyongkan bibirnya.


"Hmm... ya udah. Kalo nyak babe kagak mau ikut. Bunda Laras sekalian suruh libur bentar deh yang. Mumpung libur ini Muna mau total deh urus anak sendiri dan anak mertua. Gimana?"


"Yakin ngurus Ay mampu sendiri?"


"Ya... pan kalo abang kerja. Muna kagak ngapa-ngapain. Main lah seharian ama Ay."


"Abang ajak Gilang dan Gita deh. Apartemen di sana ada 3 kamar. Cukuplah kalo nyak babe ga mau ikut." Ujar Kevin.


"Okeh deal."


Hari keberangkatan ke Singapura tiba. Kali ini yang baru pertama kali ke Singapura adalah Aydan. Kalo Gita jangan di tanya, bahkan hampir tiap liburan semester ia selalu dibajak sang mama ke negara berlambang singa itu.


Demikian juga Gilang, Kevin pernah sesekali mengajaknya, sebab merasa segala sesuatunya menjadi mudah jika Gilang ikut serta.


"Papap sengaja ajak Gilang dan Gita pergi bareng kita?" bisik Muna saat sudah duduk di kabin pesawat.

__ADS_1


"Huummm... ga juga."


"Tapi roman-romannye, abang bikin mereka selalu deket." Cecar Muna.


"Abang baru tau, ternyata Gita minta kerja di sini tuh, karena habis putus dengan kekasihnya. Banyak morotin duitnya, kata tante Indira. Dan, masih suka kejar-kejar dia juga. Makanya lari ke sini. Dan pura-pura jadi orang biasa saja, katanya biar dapat yang tulus mencintai dia. Kayak sayangku dulu, pura-pura jadi OB biar bisa kawin sama abang." Kekeh Kevin.


"Eh... cuka, asem banget siih !!! Aye mana pernah pura-pura jadi OB. Emang hidupnya ke gitu, serba pas-pasan abang." Jawab Muna yang sudah menumpuk kepalanya di bahu Kevin.


Kevin hanya mengelus sayang pucuk kepala itu. Kemudian mengecupnya.


"Kita tetap bantu Gita berpura-pura ya Mae. Sampai dia sendiri yang akan mengakuinya." Pinta Kevin, di angguki Muna.


"NengGi... udah pernah ke Singapura belom?" tanya Gilang yang tentu sudah mendapat kursi di sisi Gita.


"Pernah lah."


"Huum. Kirain pengalaman pertama."


"Sama AGi yang pertama pergi jauhnya." Jawan Gita.


"Iya... kalo itu juga sama. Bahkan ini perjalanan terjauh AGi bersama neng gelis."


"Dalam rangka apa NengGi ke Singapura?"


"Tour aja, sama teman-teman. Biasanya tuh kan ada promo liburan hemat gitu, yang tiketnya paling 500rb gitu. Tapi... ya tidurnya juga di hotel biasa aja, bukan yang berbintang gitu."


"Oh... hotel yang cuma berbulan gratis gitu neng?"


"Iya kalo keluar terus duduk nongkrong di balkon kamarnya." Kekeh Gita.


"Nah... tu tau. Btw... AGi baru ini lho dinas sama pak bos bawa istri plus anaknya. Semoga ga bikin kita tambah repot ya neng."


"Serepot apa sih. Kan bisa ga keluar kamar hotel ntar. Kalo di suruh-suruh."


"Gimana?"


"Ya sama-sama tidur, namanya tidur bareng, ga sih neng?"


"I..iya juga sih. Tapi di kamar nerbeda kan?"


"Jiiiiaaaah eneng, emang kita boleh bobo sekamar."


"Ya boleh dong A'. Asal beneran tidur. Kalo satunya tidur, satunya ga. Itu baru berbahaya."


"Oke deh, nanti A'a ijin ke pak bos. Boleh ga kamar kita satu aja." Polos Gilang menyahuti usul Gita.


"Adeeeeh deeh deeh... sakit Neng." Gilang meringis saat pinggangnya terputar sempurna oleh cubitan Gita.


"A'a tuuh."


"Becanda Neng."


"Sama."


"Sama apaan, sakit gini."


"Maaf. Eh... A' biasanya dinas gini lama ga sih?"


"Jadwal sih 3 hari, tapi ga tau. Ibu kayaknya langsung liburan. Kita juga kayaknya bakalan kena imbasnya, pas jumat kan selesai kerjanya. bakalan minggu kita pulang neng."

__ADS_1


"Huum bisa lima hari donk, lama juga."


"Kenapa? ga mau lama, takut ada yang kangen ya?"


"Ah ga, NengGi mana ada yang kangenin. Paling Ninik yang kehilangan teman curhat di kost. Kalo abang...? Kali ada yang bilang rindu niih kalo kelamaan dinas luar."


"Haa... yang kangen abang cuma ibunya abang neng. Kalo abang lama pergi beliau suka cemas."


"Pacar?"


"Ga punya. Ga berani."


"Kenapa?"


"Kata ibu, kalo masih makan mie instan sama nasi, mendingan ga usah berani-berani deketin apa lagi ajak cewek nikah."


"Kenapa?"


'Alamat ngajak cewek hidup susah bersama saja neng. Kasihan, AGi masih banyak tanggungan, Neng." Curhat Gilang.


"Huum... A'a tinggal sama ibu?" korek Gita.


"Iya... A'a sekarang sedang nafkahi dua janda di rumah."


"Siapa?"


"Ibu sama kakak perempuanku. 4 tahun lalu suaminya meninggal karena kecelakaan, anak mereka dua. Satu kelas 2 SD yang satunya masih TK kecil. Dapat sih uang santunan dari perusahaannya, itu jadi modal usaha air isi ulang. Alhamdulilah, lumayan membantu untuk makan sehari-hari."


"Oh gitu... Ga nikah lagi?"


"Neng... awewe jomblo aja susah dapat suami, apalagi janda beranak dua. Banyak bebannya atuh neng. Mana ada pria yang mau dapat begituan."


"Iih... si AGi nyindir nengGi yang masih jomblo niih?


"Yaaah... maaf kalo tersinggung. AGi hanya bicara fakta atuh neng. Mang iya, secantik ini ga punya pacar? udah punya tunangan kali."


"Boro-boro A... beneran masih ting-ting."


"Promo atau ngefek niih?"


"AGi ga jelas iih."


"Segitunya bilang masih ting-ting. Atau mau AGi tembak?"


"Matilah eneng A' kalo di tembak."


"Haha... becanda nengGi. Mana punya senjata si A'a mah. Cari pacar mungkin mudah, tapi calon istri yang bisa ngerti keadaan keuangan AGi sulit di cari. AGi perjaka tapi tanggungan duda."


"Bentar... nih maksudnya apa nih. Bilang soal perjaka. Promo atau ngepek?"


"Yaah... di balik si eneng niih."


Keduanya terkekeh bersama.


Bersambung...


Cieee.... seneng apa suka niih kiscin duo G nyempil di mari?


Boleh kan?

__ADS_1


Besok Senin lagi deh. Si nyak otor selalu minta di vote🤭


Love se-Indonesia yaaak❤️


__ADS_2