OB MILIK CEO

OB MILIK CEO
BAB 255 : DAPAT RESTU


__ADS_3

Sementara Kevin bercooling down di kamar bersama Muna. Diendra pun di luar angkat bicara.


"Mama... memiliki kesempatan sembuh dari penyakit kemarin mestinya, mama gunakan untuk mengisi hidup dengan hal-hal yang baik. Bukannya malah ingin mengatur pilihan mama untuk Gita." Tegur Diendra di depan Daren dan Gita.


"Maksud mama supaya Gita tidak bernasib sama seperti mama saja. Sailendra itu pria yang cocok untuk Gita."


"Cocok sama siapa?"


"Ya sama Gita."


"Itu hanya menurut pandangan mama yang mama ukur dari segi materinya. Bagaimana dengan ahlaknya? Yang penting itu Gita nya udah klik belum sama pilihanmu?" papi Diendra meluruskan.


Indira terdiam, merasa terpojokkan. Tadi Kevin menohok hatinya. Sekarang suaminya juga tidak membelanya.


"Kalian pernah ketemu Git?" tanya papi Diendra.


"Sama Sailendra? pernah sekali pa. Dan kami berdua sudah saling deal berteman saja. Karena dia punya calon istri sedang study di London. Dan, Gita juga waktu itu bilang hal yang sama udah punya calon suami." jelas Gita.


"Tuh... mama main paksa aja Gita sama pilihan mama. Yanh ternyata sudah pilihan sendiri. Ntar jatuhnya mereka jalaninya terpaksa lho mah, bukan saling cinta. Itu akan lebih kacau dan gawat kalo jadi." ungkap Diendra pada Indira.


"Gita sudah yakin sama Gilang?"


"Insyaallah pi."


"Kalau sudah yakin, bertanggung jawablah dengan pilihanmu. Kemarin papi tidak menolaknya. Hanya meminta waktu untuk kita menjawab lamarannya dengan sepakat. Papi tidak bisa langsung bilang iya dan tidak. Karena besok yang menjalaninya adalah Gita. Mengapa kita yang harus bersepakat menjawabnya? karena papi tidak mau masa lalu kita terulang pada rumah tangga kalian. Soal status seperti yang mama sampaikan, papi mana pernah peduli akan hal itu, bukankan dulu mama juga orang biasa, hanya gigih bahkan terlalu keukeh inginkan papi. Off the record lah untuk urusan itu." Dengan pelan Diendra menguraikan jawabannya.


"Maafin mama pi, Gita juga. Mama hanya tidak mau kamu salah pilih." Sesal Indira sendu.


'Insyaallah tepat ma." Jawab Gita memeluk mamanya.


"Begini... memilih pasangan hidup itu yang penting seiman, bukan milik suami atau istri orang lain dan yang penting beda jenis kelamin. Udah itu aja, jika 3 ini udah terpernuhi. Tinggal penjajakan sikap dan karakter saja lagi. Urusan rejeki menyesuaikan." Daren ikut bersuara. Tertampar lagi mama Indira oleh kata-kata sang anak yang bahkan keluar dari rahimnya sendiri.


"Kalau tentang sikap dan karakter, Gita lumayan kenal lama. Bahkan bukan sekedar kekasih. Tapi kami pure berteman. Itu sebabnya selama di sini, aku minta kak Kevin rahasiain status Gita. Karena ingin benar mendapatkam orang yang tulus, melihat Gita walaupun hanya orang biasa. Bukan yang silau akan harta yang papi dan kak Kevin miliki. Mungkin, karena Gita nyamar jadi orang biasa jadi dapetnya orang biasa juga. Tapi, menurut Gita mending gitu. Daripada deketin cuma karena status kaya yang mama bilang."


"Status itu bisa berubah dengan sendirinya asal tekun." Tiba-tiba Kevin sudah muncul kembali ke tempat tadi. Setelah mendapat sedikit angin segar di kamar.


"Kalian sepakati, mau tunangan dulu atau langsung nikahnya kapan?" tembak Diendra pada Gita.


"Hah..? Gimana?"


"Lah.. kemarin kan putrinya papi sudah di lamar. Jawabannya iya. Terus ngapain ?"


"Pi... bentar pi. Gita jadi beser ini. Speechlees Gitanya."

__ADS_1


"Ga di jawab galau, giliran di jawab pura-pura gila nih." goda Daren pada Gita.


"Ya... kaya mimpi gitulah. Ini papi beneran restuin Gita nikah sama Gilang?"


"Iya asal resiko tanggung sendiri." Jawab Diendra sambil tersenyum.


"Pi beneran... dia dari keluarga sederhana lho."


"Asal rajin bekerja."


"Dia nanggung beban keluarga lho, ibu dan kakaknya yang janda."


"Asal nanti kamu yang utama."


"Beneran niih... ga malu menantunya bukan orang yang mapan?"


"Ini kenapa papi yang di interogasi sih. Kamu nya cinta ga sih? kayaknya bersyarat banget. Atau di tolak aja?" Giliran Diendra yang meledek Gita yang ga nyangka dapat restu.


"He... he....he. Hanya memastikan saja. Maaf pilihan Gita bukan dari kolega bisnis papi juga bukan dari anak temen mama yang sudah mapan. Insyallah Gilang pilihan Gita yang tepat. Gita rembuk dulu ya, kelanjutannya gimana?" ujar Gita.


"Git... ini apa lagi sih? kayaknya kamu memang lagi naik daun deh, kaya ulet." Kevin menyodorkan ponselnya. Yang berisi pic Kevin mencubit hidung Gita saat masih dalam pelukan Daren. Captionnya. 'Baru kemarin dapat ciuman dari Asprinya, eh hari ini sudah ngincer pak bos nih yee. Colek Gilang, alamat jomblo. Sama aku aja jamin setia sampai maut memisahkan' Waaaaw banget yaah... pengirimnya Sita dong.


"Ini orang enaknya di apain besok Git?" tanya Kevin.


"Bentar... papi serius nanya. Ini langsung akad besok atau gimana?"


"Sabaaar pi." Jawab Kevin, Daren dan Gita bersamaan.


"Haaa...haa. Kok kompak gitu sih. Maksudnya nanti di laksanakan dimana?"


"Jakarta kali pi, di rumah kita."Jawab Kevin.


"Berarti... besok papi boleh pulang ya. Ga ada yang mendadak nikah kan besok?" canda Diendra menarik Gita kedalam pelukannya.


"Terima kasih sudah kasih restu buat Gita ya pi."


"Terima kasih juga sudah selektif memilih calon mantu papi. Jangan pikirkan biaya pernikahan. Kamu masih tanggung jawab papi." Ucapnya masih memeluk Gita.


"Ga usah pusing mikirin biaya nikah, kamu punya 2 kakak CEO semua lho." Kekeh Kevin yang juga kemudian memeluk Gita.


"Oh iya... kak. Aku dan Zahra pilih ke Raja Ampat buat bulan madunya." Daren mengingatkan Kevin.


"Oke.... siap kabari saja kapan mau berangkatnya." Jawab Kevin santai.

__ADS_1


"Gita... udah mikir honeymoon?"


"Boro-boro. Restu aja baru ini dapat. Nanti Gita kabari kalo udah bicara sama AGilang." Kekeh Gita.


"Itu gratisan hanya berlaku sampe akhir tahun lho Git. kurang lebih 4 bulan lagi lho. Selebihnya hangus." canda Daren.


"Waah... maksa Gita cepet nikah niih?"


"Ya kalo udah oke. Ngapain di tunda?"


"Kaya ka Daren ga lama pacaran aja."


"Oh... kalo kami nikah tertunda bukan karena ga mau cepet ya. Tapi karena ngantri sama kakaknya Zahra. Giliran udah oke. Kan papanya Zahra meninggal. Makanya ketunda lumayan lama. Ga sengaja itu padahal udah ngebet banget lhoo." Kekeh Daren absurd.


"Huum iya juga sih."


"Besok deh... Gita bicarain."


"Besok ngantor ga bareng kakak aja Git, masuk kantor sambil pelukan gitu. Kayaknya seru deh." Canda Kevin.


"Iih ogah ah. Malu kak."


"Malu kenapa... mereka kali yang malu udah salah kaprah."


"Biarin Gita mau nikmatin jadi trenseters dulu kak. Sampai kebenaran itu terungkap sendiri."


"Yakin ga radang liat Sita?"


"Ga papa. Asal Gilangnya tetap liat Gita aja."


"Selama kamu belum ngaku putri Mahesa yang sama seperti kakak. Pasti akan selalu di pepet Sita tuh Gilangnya."


"Biar sekalian liat reaksi Agilang. Gimana ngusir ulet bulu itu lah kak." Alasan Gita.


"Ya udah terserah kamulah." Jawab Kevin.


Bersambung...


Makin seru


Makin di nanti ya


Timpukannya jangan lupa

__ADS_1


Makasiiih🙏🙏🙏


__ADS_2