
Tiga hari telah berlalu, usaha keras Kevin pun tak pernah berhenti. Tetap gencar dengan pencarian Muna.
Dengan tetap menginap bersama babe dan nyak di rumah sakit swasta tersebut.
Kevin hanya manusia biasa, tak luput dari khilaf, dosa juga lelah yang datang mendera. Beruntung ia sudah cuti bekerja sebab rencana akan menikah.
Sehingga pikirannya tak harus bimbang memilih antara pekerjaan, calon mertua yang dalam proses pemulihan juga hilangnya kekasih tercinta.
Andaikan waktu dapat di putar kembali, jangan kan untuk meninggalkan Muna di mushola. Membiarkan babe pergi menemuinya ke kantorpun tentu sangat Kevin sesali.
"Be... sebenarnya hal apa yang ingin babe bicarakan hari itu sehingga babe sangat terlihat serius ingin menemui Kevin?" tanya Kevin pada Babe, yang keadaanya sudah sangat stabil dan terlihat semakin sehat.
"Sebenernye... di malam pertemuan kite ame papi lu. Babe denger semua yang kalian bicarakan. Sehingga babe merasa perlu memastikan, apakah papi lu bener setuju atas rencana penikahan kalian. Jujur Tong, babe tersinggung saat papi lu bicara bahkan terdengar menghina status ekonomi kami. Kemudian, babe juga mau bertanya siapa Yolanda ? Kalo babe kagak salah, entuh nama seorang wanita, ya bukan?" terang babe pelan pada Kevin.
Akhirnya Kevin mengerti mengapa babe memilih berbicara dengannya secara empat mata, ternyata untuk mengkonfirmasikan sesuatu yang tentu ingin ia hindari dari Muna juga nyak sekalipun.
"Sebenarnya malam itu, papi memang sempat shock saat tau Muna hanya seorang OB di kantor Kevin. Dan atas nama papi, Kevin meminta maaf pada babe. Jika babe bahkan telah mendengar obrolan kami. Dan, papi juga sempat membahas tentang rupa Muna yang, maaf . Katanya tidak mirip sama sekali dengan nyak dan babe. Sehingga papi curiga, jika Muna bukan anak kandung babe dan nyak. Tetapi setelah Kevin pulang mengantar babe, nyak dan Muna. Kevin kembali ke rumah papi. Untuk membicarakan hal itu hingga jelas dan tuntas. Jadi... intinya, papi benar setuju dan menerima Muna sebagai wanita pilihan Kevin untuk menjadi istri Kevin satu-satunya." Kevin panjang lebar memberikan penjelasan pada babe dan nyak yang justru baru tau jika ada masalah sedalam itu terjadi.
Babe mengangguk-angguk memilih percaya dengan semua yang Kevin sampaikan padanya.
"Lalu siapa Yolanda...? Klo kagak salah babe ngarti. Elu terdengar marah saat nama itu di sebut." Cecar bae yang ingin semuanya menjadi terang benderang bagai lampu Philiph.
Kevin mengusap kasar wajahnya dengan satu tangan. Tak terpikir untuk menghindar untuk selalu jujur pada calon mertuanya ini.
"Yolanda itu wanita yang pernah Kevin pacari sejak kuliah S1. Bisa di katakan dia adalah cinta pertama Kevin be. Banyak kenanga yang sudah kami jalani bersama, yang saat itu Kevin kira ia juga memilioki perasaan yang sama dengan Kevin. Tapi, ternyata ia tak lain hanyalah wanita budak uang. Bahkan saat ia menjalin hubungan dengan Kevin, iapun menjalani sebuah hubungan terlarang dengan papi, juga dengan beberapa pria lainnya. Singkat cerita ia hamil. Dan berhasil meyakinkan papi, jika anak yang di kandungnya itu adalah hasil hubungannya dengan papi."
__ADS_1
"Astafirullaaladziiim." Potong babe karena terkejut akan kisah Kevin.
"Sangat jelas apa yang dapat di lakukan papi dan Yolanda selanjutnya, merekapun menikah secara siri. Hanya secara siri. sebab saat Kevin duduk di bangku SMP. Papi juga sudah berselingkuh dengan seorang wanita yang di nikahinya secara resmi setelah mami. Dan dalam pernikahan itu papi di karuniai dua orang anak. Ya Kevin memiliki saudara dari ibu yang berbeda namun ayah yang sama." Kevin menarik nafas dala untu meanjutkan kisahnya.
Babe dan nyak masih diam. Menyimak cerita Kevin yang memang belum pernah mereka ketahui sebelumnya, bahkan dari Muna sekalipun.
"Kevin tidak tau pasti berapa lama rumah tangga papi dan Yolanda berlangsung. Yang Kevin tau, 2 tahun lalu Yolanda telah meninggal dunia karena penyakit kanker serviks yang di idapnya."
"Innalilahirojiun." Ucap nyak dan babe bersamaan.
"Mungkin... tidak. Tapi pasti. Kevin tentu salah, tidak menceritakan hal ini sejak awal, bahkan Muna sendiri belum tau tentang hal ini secara terperinci seperti sekarang. Entah apa saja yang kami bahas selama ini, sampai hal terpenting ini tidak pernah kami bahas bahkan saat berdua. Kevin menyesal be, nyak."
"Tong... terima kasih untuk semua kisah yang ude elu sampein. Babe dan nyak juga merasakan penyesalan yang mendalam. Sama kayak elu Tong, babe dan nya tak memiliki nyali yang besar untuk mengakui asal usul Muna yang sesungguhnye." Ucap babe pelan dan terdengar dalam penyesalanyang sungguh.
"Mestinya dari sejak elu mau serius menjadikannya istri, babe dan nyak sudah harus bilang jika Muna sebenarnye bukan anak kandung babe dan nyak. Sekarang babe dan nyak justru khawatir, jangan-jangan Muna tau dengan sendiri dan tenggelam dengan pikirannye sendiri tentang identitasnye."
"Itupun sempat Kevin curigai, tapi jika di lihat dari rekaman CCTV, sangat jelas Muna tidak kabur. Ini murni penyekapan dan penculikkan, be. Sebab ia di bius dan tak sadarkan diri." Jawab Kevin yakin.
"Jujur Tong. Babe menyesalkan semua hal ini terjadi. Tapi kita bisa apa sekarng.?"
"Kevin sudah berusaha mencari semaksimal mungkin be. Bahkan sejak tiga hari yang lalu, Kevin sudah meletakkan orang-orang Kevin untuk berjaga di lokasi terakhir hilangnya Muna. Sebab, pagi selasa yang lalu. Muna sempat menggunakan ponsel orang lain menghubungi Kevin. Tapi sampai sekarang nomor telepon itu sudah tidak aktif. Sehingga Kevin sulit menemukan titik temunya."
"Nyak... Tong. Menurut kalian apakah sudah saatnya kita meyakini jika sekarang Muna baik-baik saja. Apakah tidak salah jika kita bersama memasrahkan semuanya pada Allah SWT. Bahwa bahkan Muna sedang berada dalam lindungan-Nye. Dan belajar ikhlas bahwa Muna sudah bertemu dengan penolong berhati bersih." Lirih sekali verbal itu babe utarakan, tak berdaya dan terdengar menyerah.
"Tapi kita tidak bisa menyerah begitu saja be. Kita harus tetap berusaha." Kevin segera menyambar kata-kata babe yang baginya begitu cepat menyerah.
__ADS_1
"Kagak tau Tong. Usaha macam ape lagi yang bisa kite lakukan. Mana kaki babe pake patah segala lagi. Jadi kite harus nyari kemane lagi." Babe pesimis untuk dapat menemukan Muna kembali.
"Kevin tidak pernah mau berhenti berusaha Be. Usaha apapun akan Kevin terus lalukan untuk mendapatkan Muna sampai dapat." Tekad Kevin membulat.
"Tong... ini sudah hari jumaat. Maka dengan terpaksa babe nyatakan bahwa elu ame Muna gagal nikah." Babe menarik sebuah kesimpulan sendiri.
Nyeri, perih dan sakit saat rungu Kevin mendengar perkataan babe saat itu. Bagai sebuah lesatan busur panah yang tertancap tepat di ulu hatinya. Kevin ambruk, limbung tak mampu memguasai dirinya sendiri.
Bersambung...
Buat reader semua...
Mohon maaf 🙏🙏
Nyak cuma mau bilang
ini hanya tertunda.
Masih ada waktu buat yang baju ke kondangannya belom jadi.
Sok.... di jahit dulu🤭
No debat, no baper dan no unfav
Salam sayang dari nyak otor
__ADS_1
Lope buat semua
❤️❤️❤️