OB MILIK CEO

OB MILIK CEO
BAB 257 : SITA TANGGUH


__ADS_3

Tujuh orang yang di silahkan keluar sudah masuk ke ruang sekretaris. Mereka bertemu Siska di dalam sana juga Gita.


"Hah... ada perjalanan ke Swiss?" heran Siska.


"Iya... sekarang pa Kevin masih di ruang rapat. Membicarakan hal itu." Jelas salah satu dari mereka.


Siska agak bingung tidak melihat agenda perjalanan dinas sampai di negara itu.


"Berapa orang yang akan berangkat?"


"20 orang."


"Kalian 7 orang. Berarti masih perlu 13 orang lagi ya. Tapi, kenapa kalian di pilih?"


"Karena kami memberi komentar positif dalam menanggapi postingan foto di grup." Siska langsung paham. Siska bukan baru kemaren bekerja di bawah kepemimpinan Kevin. Ia bahkan sudah ada sejak di perusahaan Mahesa. Sehinhga ia sangat paham jika kini Kevin sedang memberi hukuman pada netizen nyinyir dalam group.


"Iya... tulis di sini nama kalian serta bidangnya. Selanjutnya kembali bekerja." Pinta Siska pada ke tujuh orang tersebut.


"Gita... ajak Gilang ke ruang rapat. Bantu Kevin tidak bertindak gegabah di dalam ruang rapat." Siska mendatangi meja Gita.


"Kenapa?"


"Pak bos sedang dalam mode marah di dalam. Cepat masuk sana ajak Gilang juga. Ini tentang foto kalian di Lembang." Gita pun segera tanggap.


"Agi... ke ruang rapat sekarang." ajak Gita dengan nada tegas. Gilang bahkan tak sempat bertanya apa-apa lagi. Dan memilih mengikuti langkah Gita.


Tok


Tok


Tok


"Maaf... baru tau ada rapat di sini." ujar Gita masuk di susul Gilang.

__ADS_1


"Iya silahkan masuk." Jawab Kevin dengan nada datar.


"Kebetulan ada Gita dan Gilang di sini, mungkin di antar kalian ada yang ingin menyampaikan sesuatu pada mereka berdua?" Tawar Kevin agak lunak.


Dua puluh orang dari yang ada di sana segera memohon maaf secara langsung pada Gita dan Gilang, dan di respon bingung oleh pasangan 2G tersebut.


"Bagaimana Gita, Gilang. Apakah mereka dapat di maafkan?" tanya Kevin.


"Maaf pa. Kami tidak memiliki hak untuk tidak memaafkan. Sebab mereka tidak akan memiliki bahan untuk di posting jika kami berdua tidak melakukan itu di tempat umum, untuk itu ijinkan kami berdua yang meminta maaf atas perbuatan kami di Lembang." Jawab Gilang yang tentu lebih merasa bersalah akan sikap teledornya tersebut.


"Iya pa. Maaf ya rekan-rekan semua. Karena tindakan kami jadi berimbas pada kalian. Untuk itu, saya secara pribadi memohon maaf atas tindakan tidak layak yang kami lakukan." Lanjut Gita merasa malu.


"Hah... bahkan mereka yang sebagai korban saja meminta maaf pada kalian. Juga mengakui kesalahan mereka. Untuk keberanian kalian berdua tersebut, berjanjilah lebih bijak memilih tempat untuk menunjukkan kemesraan hubungan kalian." Kevin sendiri sesungguhnya takjub atas pengakuan dan permintaan adik dan calon iparnya tersebut.


"Siap baik pa." tegas Gilang, mengundang rasa greget di hati Sita yang masih tak suka melihat pasangan itu.


"Kalian berdua juga termasuk dalam 20 orang yang akan ikut perjalanan dinas ke Swiss, 3 bulan lagi. Persiapkan diri kalian." Tegas Kevin. Membuat Gita dan Gilang saling bertukar pandang semakin bingung.


Keduapuluh orang pun keluar, tujuh orang sudah lebih dahulu keluar Artinya tersisa delapan orang. Yang masih belum tau bagaimana nasibnya.


"Yang tidak terima di pindahkan ke pabrik hari ini saya tunggu surat pengunduran diri kalian." Kevin mengarahkan pandangannya ke Sita.


"Pabrik yang di sini kan pa? bukan Cisarua?" tanya Sita memastikan.


"Pabrik di sini dulu, sementara di Cisarua selesai. Tapi jika sudah tidak sabar bekerja di Cisarua, silahkan bekerja mulai besok. Sebab di sana ada camp, kamu bisa mulai bekerja jadi pengawas bangunannya."


Sita melongo, memandang tak percaya pada Kevin yang baginya sangat melecehkannya bahkan ingin di jadikan pengawas bangunan.


"Pa... salah saya apa? sampai harus jadi pengawas bangunan?" tanya Sita agak pelan.


"Oh... pantas saja kamu tidak berminat untuk meminta maaf. Sebab kesalahanmu saja kamu tidak tau. Saya tidak mempersoalkan pic yang di Lembang. Tapi saya lumayan terusik dengan kaliamat penghinaanmu terhadap Gita yang juga ada menyeret nama saya di sana. Seolah kamu menganggap Gita wanita perayu dan sebagainya. Seandainya Gita memang merayu saya sekalipun. Apa memang harus di bahas di grup kantor? itu urusan pribadi. Dan saya tidak pernah senang dengan orang yang tidak bisa membedakan mana urusan kantor dan pribadi." Terang Kevin.


"Tapi kan, Gita memang terlihat mesra dengan Gilang, lalu dekat dengan bapak di rumah. Hal itu perlu saya posting, agar pegawai lainnnya berhati-hati dengan Gita, mungkin saja kan besok-besok dia akan menggoda pegawai lainnya. Jadi maksud saya baik pa. Agar teman-teman waspada jika di dekati oleh Gita. Dia berbakat jadi pelakor sepertinya." Ungkap Sita.

__ADS_1


Kevin berang ingin mendekati Sita. Gilang setengah berlari mendekati Kevin.


"Tidak usah di tanggapi pa. Dia tidak waras." Bisik Gilang ke telinga Kevin.


"Urusan saya jadi pelakor atau tidak, itu bukan jadi tanggung jawab mu. Urus saja dirimu sendiri yang tak tau malu mengejar kekasih orang." Ungkap Gita angkat bicara mulai panas mendengar ungkapan Sita tadi.


"Untuk mempersingkat waktu. Sekarang saja saya minta jawaban. Yang bersedia bertahan dengan catatan pindah ke pabrik silahkan tunjuk tangan." Spontan mereka semua mengangkat tangan, kecuali Sita.


"Oke baik, terima kasih atas kerja sama selama bekerja di perusahaan ini. Jangan mengulangi kesalahan di tempat yang baru. Menjaga kinerja kerja, berakhlak baik melalui tindakan perkataan langsung dan tak langsing itu tidak hanya untuk menjaga perusahaan. Tapi lebih ke menjaga nama baik kalian sebagai manusia yang patut di hormati." Ujar Kevin dengan nada suara yang sudah kembali tenang.


Merekapun secara bergantian menyalami Gita dan Gilang untuk meminta maaf. Lalu pergi meninggalkan ruang rapat tersebut.


"Sisa Sita yang belum memberi jawaban." Ujar Danu yang tentu sibuk menjadi notulen sedari tadi.


"Oh.. iya. Kamu belum memberi jawaban ingin di pindah atau mengundurkan diri."


"Saya ada opsi lain untuk pindah pa?" tanya Sita.


"Ya silahkan." Jawab Kevin.


"Saya bersedia pindah bidang. Dan saya mau di pindah ke bagian sekretaris." jawab Sita lantang.


Plokh... plokh ... plokh


Kevin makin kagum dengan ketangguhan Sita. Yang benar tak punya urat malu, rasa bersalah atau sebagainya.


"Maaf... karena awalnya ini urusan pribadi yang di bawa ke kantor. Maka akhirnya secara pribadi juga saya menggunakan fasilitas kantor untuk memberhentikanmu dengan tidak hormat. Semoga dalam urusan apapun saya tidak pernah berurusan denganmu. Untuk kamu ketahui mengapa Gita terlihat dekat dengan saya. Itu karena Gita adik saya. Dan kami tidak pernah mencampur adukkan urusan pribadi di kantor. Sebab kami bekerja secara profesional. Danu, buatkan surat pemberhentian kerja atas nama Sita. Tertanggal hari ini. Kekuarkan segera dia dari group WA kantor." Kevin meninggalkan ruang rapat dengan wajah puas. Bagaimanapun ia harus menyelamatkan Gita dari hama yang benar-benar dapat merusak hubungannya ke depan.


Sita hampir semaput, dapat surat pemecatan juga mendapat informasi terbaru bahwa ternyata Gita adalah adik pemilik perusahaan yang akan ia tinggalkan tersebut.


Bersambung...


Hai readers apa kabar di akhir pekan ini๐Ÿ™๐Ÿ˜

__ADS_1


__ADS_2