OB MILIK CEO

OB MILIK CEO
BAB 38 : SEHARI BERSAMA


__ADS_3

Babe tersenyum bahagia, Kevin bisa membantunya memperbaiki genteng yang sudah dalam posisi tidak benar itu. Dan tentu saja babe sedikit merasa bersalah jika tadi sempat tidak mengijinkan Kevin dan Muna pergi keluar.


Sementara Muna, yang merasa gagal untuk keluar sudah memilih berganti pakaian dengan pakaian rumahan dan mulai membantu nyak Time untuk beraksi di dapur.


"Nyak... buat ape nih?"


"Ntuh babe loe bilang. Ude lama kagak makan Soto Betawi buatan enyak. Jadi tadi ke pasar bentar beli jeroan sapi n bahan lainnya. Jadi hari ini kite bakal makan soto Betawi kumpliit deh Mun." Jelas nyak Time pada Muna.


"Bukan cuma babe, nyak. Muna juga ude kangen ama soto buatan nyak. Muna demen banget tuuh."


Soto Betawi nyak Muna matang, kerjaan babe dan Kevin pun kelar. Muna dapat melihat keletihan di wajah tampan pria yang ternyata diam-diam ia puja itu, tapi sedapat mungkin Muna tidak tunjukan sebab terlanjur ngaco aja kelakuan Kevin sebelumnya.


Muna memberikan handuk kecil pada Kevin untuknya membersihkan sedikit keringatnya.


"Nih... kali abang mau bersih-bersih. Keringetan tuh." Ujar Muna menyerahkan handuk.


"Ga papa... abang tetap wangi kok." Bisiknya sambil menyambut handuk yang di sodorkan Muna. Sambil kesempatan menempelkan dirinya pada Muna.


Pyaar.


Berdiri bulu roma Muna, dapat bisikan dari Kevin.


"Awas jangan modus ya bang." Muna melotot dan beringsut menjauhi Kevin.


"Jalan jalan ke kali angke,


Ikan bawal ditumisin.


Jimat apa yang nyak pake,


Tiap babe liat ngegemesin." Puji babe pada nyak Muna saat ia melihat suguhan Soto Betawi di atas meja mereka.


"Kagak use ngerayu be. Buruan kita makan aje, mumpung masih panas nih, jamiin endol takendol kendol." Jawab nyak Muna semangat.


"Mun... Entong mane? Yuks kite makan bareng biar lebih resep."


"Entong...sape...?"


"Ha...ha... Kevin lah Mun, sape lagi."


"Alaaaah segala Entong. Bang Kevin punya nama kali be."


"Entuuh panggilan kesayangan babe buat do'i." Kevin senyum-senyum mendengar jika kini, bahkan babe Muna punya panggilan sayang untuknya.


"Pan die udah bisa bantu babe benerin genteng. Tong... yuk merapat deh. Kita makan soto buatan nyak Muna niih... elu rasain deh...jamin bakalan ketagihan deh loe Tong." Kekeh babe promosi.


"Iya be." Jawab Kevin yang langsung mengambil tempat di sebelah Muna.


"Nah... ni Vin. Soto Betawi buatan nyak Muna. Di jamin endol takendol-kendol, bikin minta terus en terbayang-bayang selalu ame rasanya." Puji nyak sama dirinya sendiri.


"Iya terima kasih nyak." Jawab Kevin sopan. Sungguh Kevin merasa bahagia, sebab kini ia seolah merasa memiliki sebuah keluarga hangat yang ia rindukan selama ini. "Ya Allah...bolehkah aku berharap keluarga ini nantinya juga akan menjadi keluargaku." Ratap Kevin dalam hati.


"Pegimane Tong... soto buatan nyak Mune. Enak kagak...?" tanya babe pada Kevin.


"Iya be... enak. Enak banget, tapi berbahaya...?"

__ADS_1


"Bahaya apa...?" tanya nyak sampai menghentikan kunyahannya.


"Ini berbahaya Karena Kevin bakalan mau lagi nanti."


"Ya ellaaah elu Vin. Bikin jantung nyak sempet mo' loncat aja. Bilang aja... elu udah jatuh cinta ame masakan enyak, ya pan...?"


"Bukan sama masakan enyak aja, sama anak enyak kali, aku jatuh cinta." Batin Kevin. Yang ia sembunyikan di balik senyum dan anggukannya.


"Tong... tadi elu mau ngajak Muna jalan pan. Naah... karena elu ude bantu babe. Jadi, setelah ini kalian boleh jalan deh. Tapi jangan sampe besok anak babe baru di balikin."


"Iya be... pasti Kevin balikin sebelum tengah malam deh."


"Eh... jangan ngelunjak. Babe tarik ijin babe ntar, pegimane...?"


"Bercanda lah be. Iya kami ga lama. Kevin janji." Jawab Kevin mengangkat dua jarinya tanda sumpah.


"Akuur. Awas bo'ong ye. Babe gibeng deh ntaar."


"Babe cukup percaya saja sama Kevin Be." Jawabnya sambil melirik ke arah Muna.


Sementara Muna tidak merasa perlu banyak bicara, mengingat nyak dan babenya sudah banyak omong dari tadi pada Kevin.


"Mun, bawa celana pendek ya. Abang mau ajak Muna ke pantai." Chat Kevin diam-diam mengetik pada gawainya di sela menghabiskan makanan di hadapannya.


"Hu'um." Balas Muna singkat.


Mereka pun sudah menyelesaikan makan siang bersama tersebut, kemudian sebelum benar di ijinkan berangkat babe mengajaknyanuntuk sholat bersama. Dan tidak ada alasan bagi Kevin untuk menolaknya.


Pukul 3 sore Muna dan Kevin sudah berada di atas motor yang sama setelah berpamitan dengan nyak dan babe.


"Ga juga sebenarnya. Hanya kayaknya babe sadar kalo anaknya kecewa hampir gagal kencan." Goda Kevin pada Muna.


"Segala gagal kencan." Dorong Muna pada punggung Kevin di depannya.


Kevin hanya tersenyum simpul.


"Bang...?" Suara Muna setengah berteriak ke arah telinga Kevin.


"Apa...ga usah teriak juga kali Mun."


"Takut ga kedengeran, bang."


"Makanya merapat." Jawab Kevin memelankan laju kendaraan roda dua yang ia kemudi sambil memundurkan punggungnya ke arah dada Muna.


Plok...


Punggung itu sukses mendapat tepukan pedas dari Muna.


"Sakit Mun. Tadi mau tanya apa?"


"Ini... Motor punya sapa bang?"


"Ha...ha... Punya satpam apartemen. Abang sewa."


"Buset... ngapa pake sewa segala?"

__ADS_1


"Ga sempat beli."


Plokkh.


Tepuk Muna lagi pada punggung Kevin.


"Shombong amat." Derai tawa Muna pada Kevin yang sangat menikmati kebersamaannya dengan Muna di atas kendaraan tersebut.


"Kata abang kita mau ke pantai, ini bukannya jalan ke apartemen?" tanya Muna waspada.


"Kita pake mobil aja ke pantainya. Tadi abang bilang pinjam cuma sebentar. Abang ga enak jadinya." Jawab Kevin jujur.


Mereka sudah sampai di basemant apartemen Kevin. Segera Kevin mengembalikan motor yang ia pinjam pada satpam tadi dan memberikan beberapa uang merah.


"Abang mandi dan ganti baju dulu ya Mun, mau nemenin?" Goda Kevin pada Muna saat keduanya sudah di dalam ruangan apartemen Kevin.


"Ya enggaklah. Muna tunggu di sini aja." Jawab Muna yang memilih duduk di sofa dan membuka aplikasi novel onlinenya.


"Bang... maafin babe tadinye." Muna bicara saat Kevin sudah selesai mandi dan terbalut dengan pakaian casualnya.


"Babe kenapa?"


"Entuh... yang minta abang naik genteng. Maaf ya bang."


"Ah...santai aja Mun. Abang malah senang dapat pengalaman baru bisa benerin genteng. Sumpah itu yang pertama Mun."


"Sudah Muna sangke. Abang pan kaya dari orok. Mana pernah ngerjain begituan." Jawab Muna.


"Kaya tidak menjamin kebahagiaan Mun. Abang sering kesepian."


"Beli petasan gih... meledak meleduk biar rame."


"Ya ga gitu juga maksud abang. Teman Mun, teman dekat yang bisa di ajak bagi suka dan duka. Yang pasti bisa mengusir rasa sepi." Kevin terdiam sejenak, dan Muna merasa tidak tau harus menjawab apa, akan perkataan Kevin padanya.


"Makanya... Muna jadi pacar abang aja ya, karena Muna pinter bikin abang ketawa dan menghibur hati abang." Tembak Kevin sembarang.


"Buseeeet... ngimpi apa aye semalam. Tetiba ni orang main tembak aja. Bunuh adek, bang." Teriak hati Muna yang meronta. Terkejut dan tak siap mendapat pernyataan Kevin.


Bersambung...


Woooooiii pemiirsaaah


Pegimane ini?


Part berikutnya kita buat jadian atao pegimane ini maaak???


Tetep pantengin yee


Jangan lupa bilang ame tetangga biar ikutan nongkrong di lapak nyak otor ini.


Okeeeh


Lopeh lopeh buat klean semua


πŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2