OB MILIK CEO

OB MILIK CEO
BAB 268 : QUALITY TIME


__ADS_3

Perang padri selesai sudah, penampakan alas tidur lumayan berantakan, akibat aksi mengeboran kilang minyak di area rumah mumun di laksanakan dengan volume yang tidak dahsyat namun dalam, pake helm pengaman tentunya ya gaes. Muna belum siap untuk hamil anak ke tiganya.


Sabtu pagi, empat manusia di satu kamar itu bagai kompak belum keluar kamar hingga pukul 8 pagi. Muna dan Kevin bangun saat sholat subuh, kemudian lanjut tidur lagi, setelah Muna memamah roti yang sudah ia sediakan di kamar. Untuk modal pergantiam ASInya agar selalu berkualitas untuk di isap de Naya.


"Pap... mam. Kaka Ay mau makan." Rengek Aydan yang sudah terbiasa sarapan paling lambat pukul 7 pagi walau tidak ke mana-mana.


Muna mengerjabkan matanya untuk bangun. Memastikan jika matahari memang sudah tidak malu lagi menyinari hari yang baru.


"Maaf ya kak. Mamam ketiduran lagi. Ayo... mamam buatkan sarapan." Ajaknya menggandeng tangan Aydan keluar kamar.


"Cahaya pagi membuat bayang


Pulang ke desa membawa sampan


Selamat pagi cucu engkong sayang


Lekas mandilah biar tampan" Babe sudah siap saja menyambut cucu kesayangannya keluar kamar.


"Camat pagi kong." Aydan menghambur kepelukan engkongnya


"Kaka Ay bau asem... belum mandi niih."


"Iye kong." kekeh Aydan tersipu-sipu.


Sementara Muna sudah nyelonong saja ke dapur dan mendapati nyak Time yang sudah menari-nari di sana.


"Pagi nyaaak... masak ape?"


"Hadeeeehhh elu Mun, ude punya anak dua. Bukannye tambah rajin, malah molor lu kebangetan ye... kagak takut rejeki lu di patok ayam?"


"Ayamnye ude di kasih makan babe nyak. Kagak bakalan patok makanan Muna lagi." Kekeh Muna memeluk tubuh nyak Time dari belakang.


"Aseem lu... Kepin mane? Masih molor juge. Bangunin... ni nyak bikin bubur ayam. Enak di makan barengan Mun." Ajak nyak Time lagi.


"Okee... bentar Muna mandikan Ay sekalian bangunin abang." Ujar Muna kembali ke kamar dan melihat Aydan malah sudah di mandikan oleh Kevin.


"Yeee... ada hot daddy niih." canda Muna melihat Kevin yang masih ngantuk tapi sepertinya di paksa Aydan untuk memadikannya.


Cup... Muna menghadiahkan satu kecupan di pipi Kevin.


"Morning kiss pap." Kekeh Muna yang senang melihat Kevin memandikan Aydan.


"Heeemm."

__ADS_1


"Pap, udah di tunggu nyak sarapan bubur ayam katanya." info Muna sambil mendekati box Naya yang sedari tadi sudah mulai ribut ngoceh sendiri, biasanya itu pertanda jika bagian bawahnya sudah kotor.


"Oke kakak... Anak papap tampan persis kaya papapnya." Puji Kevin pada Aydan setelah selesai menyisir rambut Aydan.


Dengan percaya diri Aydan keluar sambil berteriak memanggil engkongnya. Sepertinya mau pamer kalau sekarang dia sudah wangi dan tampan.


Bibir Muna sudah di isap cepat oleh Kevin. Dengan tangan yang sengaja ia templokkan di sumber air kehidupan Naya.


"Iish... abang ah."


"Begitu yang namanya morning kiss, bukan di pipi." Jelas Kevin sambil meletakan hidungnya di leher Muna.


"Mandi giih, hari ini kita jalan-jalan."


"Kemana?"


"Kemana saja, asal bareng kalian."


"Ahsiiik. Abang saja mandi duluan. Muna mau bersihkan Naya dulu, rese dia, pup pasti."


"Biar abang yang bersihin. Mae siapkan pakaian gantinya saja. Mana yang akan di pakai." Perintah Kevin yang pagi itu mau mengurus urusan perintilan anak-anaknya.


"Tumben pap mau bersih-bersih anak pagi ini?" Ujar Muna sambil memilih pakaian untuk Naya.


"Apa hubungannya dengan mandikan anak?" Muna beralih ke tempat tidur mereka, dan merapikannya.


"Ya... setia dulu dengan dua anak ini, supaya di berikan lagi anak yang lebih banyak lagi." Kekeh Kevin tersenyum menghadap Naya yang sedari tadi memamerkan senyumnya pada ayahnya.


"Oooh arti istilah itu begitu. Barubtau aye bang." Kekeh Muna.


Tok


Tok


"Masuk..." Jawab Muna dari dalam.


Kepala nyak Time nyembul ke dalam. Melihat Kevin mengurus Naya, dan Muna membersihkan tempat tidur.


"Laaah... kirain elu masih molor pin." Ejek nyak pada Kevin.


"Udah bangun nyak.. niih ngurusin si gadis papap. Harus dari sekarang Kevin urus, supaya besok pas Kevin tua, gantian. Ya nak yaaaa...." cerocos Kevin menyundul perut Naya dengan kepalanya. Mengundang tawa jenaka dari Naya.


"Sarapan bareng Pin. Babe udah nungguin."

__ADS_1


"Oke... siap nyak. Tinggal kancingin bajunya lagi." Ujar Kevin. Sementara Muna sudah ngacir ke toilet di kamarnya untuk segera mandi.


Annaya udah segar, wangi dan cantik tentunya setelah di bereskan oleh Kevin. Muna pun sudah tampil natural dengan lilitan handuk di kepalanya untuk membantu mengeringkan rambut basahnya.


"Mandi basah nii yeee..." Goda Kevin mencolek pinggang Muna.


"Heeemmm... pas ngebor nyungsep di kubangan bang." Kekeh Muna kemudian keluar sambil menggendong Naya.


"Abang pegang Naya sebentar. Muna mau buatkan kopi buat abang."


"Ga usah... abang langsung makan bubur buatan nyak aja. Dot Naya mana? Sini abang kasih dulu ke dia." Pinta Kevin.


Muna sudah memamaskan stok susunya dan mensterilkan dotnya sejak tadi. Sebab Naya lumayan fleksibel. Pake dot mau, nge mut langsung juga oke.


"Mamam... kaka udah makan cama engkong." Celoteh Aydan.


"Alhamdulilah. Di suap kak?"


"Iyeee."


"Heeem.... katanya sudah besar. Kok masih di suap sih?"


"Engkong mau." Jawab Aydan.


"Heeemmm... babe nih. Manjaain kaka banget. Di liatin aja be, biar cepet mandiri."


"Sekali-kali kagak ape-ape Mun." bela babe pada dirinya sendiri.


Sementara ngonbrol susu Naya sudah habis saja. Lalu Naya di letakan di box yang agak rendah dan di dekatkan dengan posisi mereka yang akan menikmati sarapan bersama.


"Kaka Ay... liat de Naya ya. Mamam, papap, engkong sama nyai makan dulu. Oke son?" tawar Muna pada Aydan.


"Oke mam." Antusias Aydan mengamat-amati wajah Naya yang berseri-seri di dalam box itu. Korotan bersih, badan segar, perut juga sudah terisi, Naya hanya perlu waktu untuk bermain-main saja tentunya.


Empat orang dewasa di sanapum mulai menyantap sarapan mereka yang kesiangan. Tapi, tidak ada yang keberatan akan hal tersebut. Toh, tidak selalu mereka sarapan semolor itu. Sebab hari ini Kevin benar ingin menikmati hari libur kerjanya.


Ingin sesekali menikmati waktu kebersamaannya dengan anak dan istrinya. Ingin merasakan susahnya jadi ibu rumah tangga, yang kadang di anggap tidak punya pekerjaan. Tapi sesungguhnya roda kehidupan dalam rumah tangga dapat bergerak normal justru karena kerjaannya. Masih juga di tuntut untuk melayani suami dengan pelayanan prima. Oh... IRT surga menanti kalian.


Kevin tidak mengeluh saat membersihkan pup Naya sekalipun. Sebab Muna dan yang lain pum justru setiap hari melakukan pekerjaan tersebut. Tak pernah terdengar keaal, marah apalagi bosan.


Selesai sarapan, mereka pun pamit untuk jalan-jalan. Dan sengaja memang tidak mengajak babe dan nyak. Mereka khusus berquality time. Ke mall sekedar melepas Aydan bermain seluasnya di arena permainan anak-anak seusianya. Muna hanya kebagian memegang tas dan telunjuk Aydan. Sebab Naya sejak turun dari mobil selalu berada di dalam gendongan Kevin.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2